Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Application Of Ginger Warm Compresses To Reduce Joint Pain: Case Study Novri Andini; Dwi Cahya Rahmadiyah
Essential English Grammar Vol 2 No 2 (2022): Journal Of Health and Cardiovascular Nursing
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.162 KB) | DOI: 10.36082/jhcn.v2i2.855

Abstract

Analysis of Nursing Care for for Mr.S’s Family with the Application of Ginger Warm Compress to Decrease Pain inDepok. Elderly has physiological changes that mostly occur is a decrease in musculoskeletal function including reducedmuscle strength, muscle mass, reduced bone mass, reduced fluids in the cells, so that erosion can occur on the jointsurfaces and cartilage covering the joint surfaces of damaged supporting bones, loss of cartilage, bone hypertrophy, andcapsule thickening. One of the manifestations of this change in the musculoskeletal system is chronic pain in joints cancause a negative impact for the elderly, such as disrupted daily activities and mobility. This case study aims to describethe results of interventions from non-pharmacological pain management, namely warm ginger compresses performed inthe elderly with chronic pain problems. Ginger warm compress is done eight times for 20 minutes in 3 weeks. The resultsof the intervention show that there is a decrease in pain scale by using the Visual Analog Scale (VAS) from moderate tomild pain. This shows that non-pharmacological pain management by applied warm ginger compresses can reduce painsymptoms. This study suggests the application of ginger warm compresses for the elderly with chronic pain in long-termcare institutions. Chronic pain in joints can cause a negative impact for the elderly, such as disrupted daily activities andmobility. This case study aims to describe the results of interventions from non-pharmacological pain management,namely warm ginger compresses performed in the elderly with chronic pain problems. Ginger warm compress is doneeight times for 20 minutes in 3 weeks. The results of the intervention show that there is a decrease in pain scale by usingthe Visual Analog Scale (VAS) from moderate (5-6 pain scale) to mild pain (1-2 pain scale) in the three managed families.This study shows that non-pharmacological pain management by applied warm ginger compresses can reduce painsymptoms. This study suggests the application of ginger warm compresses for the elderly with chronic pain in long-termcare institutions.
Penggunaan Teknologi Layanan Short Message Service terhadap Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis: Literatur Review Lasarus Atamou; Agus Setiawan; Dwi Cahya Rahmadiyah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.407 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.88

Abstract

Penanggulangan permasalahan penyakit Tuberkulosis menjadi prioritas karena merupakan salah satu masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Pemerintah telah melakukan strategi pemecahan masalah tuberculosis dengan kebijakan khusus yaitu DOTS untuk memberikan pengobatan standar, melakukan monitoring dan evaluasi melalui petugas puskesmas untuk mengontrol dan memastikan pasien TB mengkonsumsi obat secara teratur. Beberapa teknologi informasi pendukung dibuat agar memudahkan komunikasi dua arah dari petugas Kesehatan ke pasien dan sebaliknya. Salah satu teknologi tersebut yaitu system layanan SMS terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien TB. Peneliti menggunakan cara telaah jurnal/mereview literatur dari beberapa database diantaranya Scopus, Elsevier, Clinical Key dan online datebase lainnya. Kata kunci yang digunakan adalah “Pesan singkat” dan “Tuberculosis”, dan “Pengobatan”. Berdasarkan metode pencarian secara online dan penyeleksian jurnal ilmiah akhirnya dipilih dua belas artikel yang selanjutnya dilakukan telaah, didapatkan bahwa teknologi layanan Short Message Service memberikan manfaat kepatuhan mengkonsumsi OAT dan memberikan informasi kunjungan ulang yang berdampak pada kesembuhan pasien. Pasien dan juga petugas Kesehatan yang menangani TB dapat melayani secara efektif melalui komunikasi dua arah sehingga dapat menekan angka putus obat yang berdampak pada TB-MDR. Penggunaan teknologi layanan SMS sangat memberikan manfaat terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis.
Pemberdayaan pada Penderita Diabetes Tipe 2 dan Kader Kesehatan dalam Pelaksanaan Program Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Arief Andriyanto; Etty Rekawati; Dwi Cahya Rahmadiyah
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): May 2020
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/engagement.v4i1.81

Abstract

Diabetes mellitus is classified as a non-communicable disease which has been estimated to have increased, so a risk factor control program recommended by the Ministry of Health is required according to the DM management pillar. Health cadre empowerment is also needed to actively support non-communicable diseases programs. The purpose of this community empowerment was to change the behaviour of people with type 2 diabetes in glucose control and improve the health cadres' skills in Posbindu PTM activities. The program was carried out in October 2018 until March 2019. The targets were: 86 type 2 diabetes patients, 24 cadres in Cisalak Pasar Kelurahan, 120 cadres in Cimanggis District, and 293 cadres in Depok City. The results showed that patients could control their glucose and health cadres experienced improved skills. The role of community nurses is continuously needed to provide appropriate interventions to the patients.
TELAAH KEBIJAKAN KESEHATAN DAN KEPERAWATAN DALAM LINGKUP PENDIDIKAN DI INDONESIA Dikha Ayu Kurnia; Dwi Cahya Rahmadiyah; Gipta Galih Widodo; Imelda Imelda; Jesica Pasaribu; Laode Saltar; Pius A. L. Berek; Priyanto Priyanto; Retno Yuli Hastuti; Ria Andriani; Rizky Hidayat; Susanti Niman; Utari Christya Wardhani; Vetty Priscilla
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1381

Abstract

Latar Belakang: Kondisi keperawatan di Indonesia masih memiliki tantangan untuk memperbaiki diri dalam menjawab tantangan jaman saat ini. Dengan demikian pendidikan tinggi keperawatan memiliki peran penting dalam kualitas asuhan keperawatan di Indonesia. Oleh karena itu insan yang tergabung didalam pendidikan tinggi keperawatan sangat diperlukan melakukan kajian kritis untuk mendukung kualitas kesehatan di Indonesia melalui kebijakan-kebijakan yang diperlukan. Tujuan: menelaah dan mengembangkan kebijakan keperawatan dalam lingkup pendidikan di Indonesia. Simpulan: Faktor determinan kesehatan pada pendidikan tinggi yaitu individu, organisasi, lingkungan dan kebijakan monitoring evaluasi kementerian pendidikan tinggi yang belum mengoptimalkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Saran: Pendidikan tinggi keperawatan di Indonesia masih memerlukan berbagai upaya kebijakan untuk meningkatkan mutu lulusan dan menyejahterakan lulusan keperawatan sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan stake holder sehingga perawat profesional semakin berperan dalam memberikan solusi yang berbasis keperawatan dan memiliki nilai moral bagi masalah kesehatan di Indonesia
Psychosocial Stimulation Interventions to Optimise The Developmental Growth Process of Stunted Toodlers in The First 1000 Days of Life: A Systematic Review Azwar, Azwar; Setiawan, Agus; Rahmadiyah, Dwi Cahya
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2024.91-10

Abstract

This systematic review investigates the efficacy of psychosocial stimulation interventions in improving the developmental outcomes of stunted toddlers during their first 1000 days of life. We used the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework to analyse 13 articles that met strict inclusion criteria from various scientific disciplines. Our findings reveal that interventions emphasising family empowerment, enhanced hygiene, and strategic health education significantly impact child growth and cognitive development. Community-based approaches, including cash transfers and educational programs, support sustainable development in resource-limited settings. This review also identifies the importance of cultural adaptation in intervention strategies, ensuring community acceptance and effective implementation. Despite the promising outcomes, the variability in research methodologies and the focus on specific socio-economic contexts limit the generalizability of the results. Future research should expand the studies' geographical and cultural scope to validate these findings comprehensively. The implications of this review support the integration of psychosocial stimulation into public health policies, highlighting its potential to improve developmental trajectories and reduce stunting in affected populations substantially.
NUTRITION PROGRAM TERHADAP PENURUNAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA : SYSTEMATIC REVIEW Azwar, Azwar; Rekawati, Etty; Setiawan, Agus; Rahmadiyah, Dwi Cahya
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 2 (2023): : JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v16i2.44794

Abstract

Background: Stunting is a nutritional disorder that results in growth failure in young children. One intervention that can be done is the nutrition programme. Objective: This study identifies the impact of nutrition programme interventions on reducing the incidence of stunting in toddlers. Methods: This study used a systematic review approach from the scince direct database, clinical key for nursing, francis & taylor and Ebsco Host. The articles used were research results published between 2019 - 2023 with search techniques using the PRISMA method. Results: The search found 7 articles. Based on these findings, it shows that the nutrition programme has an influence in the process of reducing the incidence of stunting in toddlers through the provision of adequate nutrition to toddlers. Conclusion: nutrition programmes can be used as one of the community-based interventions in an effort to reduce the incidence of stunting.
Kearifan lokal dalam upaya pencegahan kejadian stunting: Telaah sistematis Wildia, Wildia; Rahmadiyah, Dwi Cahya; Wiarsih, Wiwin; Permatasari, Henny
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.763

Abstract

Background: Improving nutrition in communities with diverse cultures can be done in various ways, namely understanding the community's cultural beliefs regarding food and health, recognizing food consumption practices that contribute to cultural identity, recognizing the nutritional types of certain ethnic foods and strengthening positive ethnic nutrition. Purpose: To determine the influence of the application of local wisdom in efforts to prevent stunting. Method: This study is a systematic review with a literature search using 4 databases, namely Pubmed, Proquest, ScienceDirect and Scopus. Based on systematic identification and review, 8 research articles were obtained, including 3 Randomized Controlled Trials (RCT) articles, 2 Quasi-experimental articles, 1 case control article, 1 cohort prospective study article and 1 cross sectional article. The studies were reviewed and assessed for risk of bias using the Joanna Briggs Institute (JBI) form. Results: Interventions based on local wisdom can improve nutrition in children and prevent stunting. The approach used using local wisdom increases access to protein sources for families, empowering women in making decisions regarding child nutrition. In many cultures, women are the main decision makers regarding family food and health, so empowering women can change food consumption patterns in the household. Providing nutrition promotions and providing interventions through short messages using local languages ​​can also provide positive results in the problem of stunting. Conclusion: Local wisdom has great potential in handling stunting through nutritional knowledge, sustainable agricultural practices, women's empowerment and providing health promotion based on local languages. Suggestion: Stunting prevention through local wisdom approach can be done by empowering women, both through training and decision making. Prevention of stunting problems should be done with culture-based interventions to change the stigma of society.   Keywords: Local Wisdom; Nutrition; Stunting; Toddlers.   Pendahuluan: Peningkatan gizi pada komunitas dengan budaya yang beragam dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu memahami keyakinan budaya komunitas tersebut terkait makanan dan kesehatan, mengenali praktik konsumsi makanan yang berkontribusi terhadap identitas budaya, mengenali jenis gizi makanan etnis tertentu serta memperkuat nutrisi etnis yang positif. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan kearifan lokal dalam upaya pencegahan kejadian stunting. Metode: Penelitian telaah sistematis dengan pencarian literatur menggunakan 4 database, yaitu Pubmed, Proquest, ScienceDirect, dan Scopus. Berdasarkan identifikasi dan penelaahan sistematis didapatkan 8 artikel yang meliputi: 3 artikel Randomized Controlled Trials (RCT), 2 artikel Quasi-eksperimental, 1 artikel case control, 1 artikel cohort prospektif study, dan 1 artikel cross sectional. Studi ditelaah dan dinilai risiko biasnya menggunakan formulir Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil: Intervensi berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan nutrisi pada anak dan mencegah kejadian stunting. Selain itu, meningkatkan akses terhadap sumber protein bagi keluarga dan memberdayakan perempuan dalam pengambilan keputusan terkait gizi anak. Dalam banyak budaya, perempuan adalah pengambilan keputusan utama terkait makanan dan kesehatan keluarga, maka dengan pemberdayaan perempuan dapat mengubah pola konsumsi makanan di rumah tangga. Pemberian promosi nutrisi dan pemberian intervensi melalui pesan singkat dengan menggunakan bahasa lokal juga dapat memberikan hasil yang positif dalam menurunkan permasalahan stunting. Simpulan: Kearifan lokal memiliki potensi besar dalam penanganan stunting melalui pengetahuan gizi, praktik pertanian berkelanjutan, pemberdayaan perempuan serta pemberian promosi kesehatan berdasarkan bahasa lokal. Saran: Pencegahan stunting melalui pendekatan kearifan lokal dapat dilakukan dengan pemberdayaan perempuan, baik melalui pelatihan maupun pengambilan keputusan. Sebaiknya pencegahan masalah stunting dilakukan dengan intervensi yang berbasis budaya untuk mengubah stigma masyarakat.   Kata Kunci: Balita; Kearifan Lokal; Nutrisi; Stunting.
Hubungan Sikap dan Perilaku Ayah dengan Status Gizi (BB/U) Balita Dalam Pengasuhan Gizi Rahmadiyah, Dwi Cahya; Azwar, Azwar; Fikri, Fikri; Fitri, Fitri
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i1.57064

Abstract

Salah satu faktor penyebab stunting pada balita menurut kerangka konseptual  UNICEF Undernutrition Conceptual Framework adalah faktor keluarga dan rumah tangga. Peran ayah dalam praktik pengasuhan gizi balita merupakan salah satu faktor keluarga yang memengaruhi kejadian stunting. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam memberikan contoh perilaku makan sehat dan menjamin lingkungan rumah yang sehat berhubungan dengan penurunan risiko masalah gizi pada anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa ayah berperan melindungi status gizi balita. Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan sikap dan perilaku ayah dengan status gizi balita dalam pengasuhan gizi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 140 sampel ayah yang memiliki balita stunting. Variabel independen meliputi sikap ayah, diukur menggunakan Role of Father Questionnaire dan perilaku pengasuhan gizi ayah, diukur menggunakan Child Feeding Questionnaire, sedangkan variabel dependen adalah status gizi balita (BB/U). Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian menemukan bahwa sikap ayah berhubungan dengan status gizi balita dengan nilai p value 0,000 (p<0,05) sementara perilaku ayah tidak memiliki hubungan dengan status gizi balita dengan nilai p value 0,085 (p>0,05). Diharapakan agar peran ayah dapat ditingkatkan melalui proses pengasuhan pada balita sehingga status gizi balita dapat lebih optimal.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Rahmadiyah, Dwi Cahya; Widyatuti, Widyatuti; Azwar, Azwar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30242

Abstract

Abstrak. Peran keluarga dalam penanganan stunting dapat dilakukan melalui memberdayakan keluarga melalui pemberian informasi kesehatan dan kunjungan rumah oleh kader kesehatan. Pelatihan dan pendampingan kader kesehatan sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberdayakan keluarga balita sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat balita stunting. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan peran dan fungsi kader kesehatan masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan keluarga dalam mencegah terjadinya stunting pada balita. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam dua kegiatan yaitu pemberian pelatihan kepada kader kesehatan dalam mencegah terjadinya stunting pada balita dan kegiatan selanjutnya adalah pendampingan kepada kader kesehatan masyarakat dalam memberdayakan keluarga balita untuk mencegah terjadinya stunting. Setelah dilaksanakan pengabdian didapatkan peningkatan, pengetahuan, sikap dan perilaku kader dengan persentase 80% kader dinyatakan lulus dalam pelatihan.Abstract: The role of families in handling stunting can be done through empowering families through providing health information and home visits by health cadres. Training and mentoring of health cadres as an extension of health workers in empowering families of toddlers is needed to improve the ability of families to care for stunted toddlers. The purpose of this service is to optimize the role and function of community health cadres in order to improve the ability of families to prevent stunting in toddlers. The implementation of community service is carried out in two activities, namely providing training to health cadres in preventing stunting in toddlers and the next activity is assistance to community health cadres in empowering families of toddlers to prevent stunting. After the service was carried out, an increase in knowledge, attitudes and behavior of cadres was obtained with a percentage of 80% of cadres passing the training.
Effectiveness of Family Nutrition Education on the Incidence of Stunting: Systematic Review Hardiyanti, Siti; Rekawati, Etty; Setiawan, Agus; Rahmadiyah, Dwi Cahya
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3058

Abstract

The family has an important role in the growth and development of babies so that they do not experience stunting. Knowledge has an impact on increasing understanding of toddler nutrition.Objective: The aim of this literature search is to determine the effectiveness of family nutrition education on the incidence of stunting. Literature search method by combining search term using Boolean operator, below are the keywords used in the literature “mother” AND “Family nutritional science” AND “stunting” OR “growth disorders”. Literature search on several databases: Sage Journal, PubMed, Clinical Key, Science Direct, Proquest, Ebsco, Embase, Springer Link published from January 2018 to December 2023 and found 75.261 article using the PRISMA method. This systematic review research study explains that family nutrition education has the aim of increasing family knowledge, healthy development, diversity of eating patterns, and increasing the growth and development of toddlers. Family nutrition education can increase knowledge and understanding regarding eating patterns and nutrition for toddlers, family nutrition education followed by training can further improve behavior in providing healthy nutrition for toddlers.