Baehaqi Baehaqi
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan pengembangan minat dan potensi guru dalam penulisan karya tulis ilmiah di Madrasah Aliyah Miftahul Ishlah Tembelok Kota Mataram Tahun 2018 Baehaqi Baehaqi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 14 No. 2 (2018): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.06 KB) | DOI: 10.20414/transformasi.v14i2.585

Abstract

[Bahasa]: Masalah dalam dunia pendidikan hususnya dalam pendidkan pormal, khususnya di Madrasah Aliyah Miftahul Ishlah adalah kegiatan pendidikan masih terpasung dalam persoalan didaktika atau persoalan peroses pembelajaran. Akibatnya, esensi pendidikan yaitu pengembangan ilmu pengetahuan menjadi terabaikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan profesioalisme guru sehingga mutu pendidikan meningkat. Kegiatan ini sekaligus sebagai sarana mendekatkan lembaga pendidikan tinggi dalam hal ini Universitas Islam Negeri (UIN) mataram dengan masyarakat. Hal ini merupakan salah satu unsur dari Tri Darma perguruan tinggi, sehingga perguruan tinggi dapat memberdayakan masyarakat dan mempersiapkan generasi yang berkualitas dalam tataran pengetahuan, agama, dan moral. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang bertujuan untuk melibatkan para guru sebagai peserta aktif pelatihan sehingga dapat mendorong tumbuhnya minat mereka dalam menulis karya ilmiah setelah selesai pelatihan. Hasil dari pelatihan ini adalah tumbuhnya minat guru dalam menulis karya ilmiah dan tersusunnya sebuah karya tulis ilmiah berupa buku sederhana. Kata Kunci: pengembangan, minat dan potensi, karya tulis ilmiah [English]: The problem in the formal education, especially in the Madrasah Aliyah Miftahul Ishlah is that educational activities are still attached to inactic problems or learning process problems. As a result, the essence of education, namely the development of science, was neglected. This community service program aims to develop teacher professionalism so that the quality of education increases. This program is also a means of bringing higher education institutions closer together in this case the Mataram State Islamic University (UIN) with the community. It is one of the elements of higher education mandate, so that universities can empower the community and prepare a generation at the level of knowledge, religion and morals. The method used is Participatory Action Research (PAR), which aims to involve the teachers as active participants in the training so that they can encourage the growth of their interest in writing scientific work after the training is finished. The results of this training were the growing interest of teachers in writing scientific papers and the compilation of a scientific paper in the form of a simple book. Keywords: development, interest and potential, scientific papers
Dinamika Fatherless dan Arsitektur Kognitif Remaja: Studi Kasus di SMP Negeri 18 Mataram Muhammad Ardani Eka Julianto; Muhammad Muhammad; Baehaqi Baehaqi
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 2 (2025): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i2.14647

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak fenomena fatherless—ketidakhadiran peran figur ayah baik secara fisik maupun psikologis—terhadap arsitektur kognitif dan perilaku belajar siswa di SMP Negeri 18 Mataram. Menggunakan lensa integratif Teori Sistem Bioekologis Bronfenbrenner dan Teori Perkembangan Kognitif Piaget, penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini membedah bagaimana defisit pengasuhan memicu malfungsi pada proses adaptasi intelektual remaja. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan di kelas, dan studi dokumentasi terhadap 10 siswa yang teridentifikasi mengalami kondisi fatherless. Hasil penelitian memetakan tiga tipologi ketidakhadiran ayah di wilayah urban-suburban Ampenan Selatan, yaitu: hambatan struktural akibat ritme kerja informal (psychological absence), pemisahan geografis demi tuntutan ekonomi (physical absence), serta pemutusan hubungan pasca-perceraian (kronosistem). Ketidakhadiran fungsional ini berdampak sistemik pada macetnya proses asimilasi dan akomodasi kognitif siswa di sekolah (mesosistem). Manifestasi nyata di lapangan meliputi rendahnya efikasi diri yang memicu kepasifan belajar, kelemahan logika prosedural dan nalar sebab-akibat , kekakuan skema mental (cognitive rigidity) dalam komunikasi abstrak , hingga munculnya sindrom learned helplessness yang menurunkan capaian akademik di bawah standar ketuntasan. Selain itu, kelumpuhan fungsi kontrol ayah berimplikasi pada kedangkalan penalaran moral (moral reasoning), ditandai dengan tingginya frekuensi pelanggaran tata tertib sekolah tanpa disertai beban rasa bersalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengasuhan ayah merupakan katalisator utama keseimbangan intelektual dan moral remaja. Sebagai implikasi praktis, disarankan bagi lembaga pendidikan untuk mengoptimalkan peran guru BK melalui konseling kelompok serta menginisiasi program parenting bersama ayah guna memulihkan rasa aman kognitif siswa. Kata Kunci: Fatherless, Arsitektur Kognitif, Remaja, Penalaran Moral, Teori Piaget Abstract: This study aims to explore the impact of the fatherless phenomenon—the physical or psychological absence of a father figure—on the cognitive architecture and learning behaviour of students at SMP Negeri 18 Mataram. Utilising the integrative lenses of Bronfenbrenner’s Bioecological Systems Theory and Piaget’s Cognitive Development Theory, this qualitative research employs a case study design to examine how parenting deficits trigger malfunctions in the intellectual adaptation processes of adolescents. Data were gathered through in-depth interviews, non-participant classroom observations, and documentary analysis involving ten students identified as experiencing fatherlessness. The findings map three typologies of father absence within the urban-suburban region of South Ampenan: structural constraints resulting from informal work routines (psychological absence), geographical separation driven by economic demands (physical absence), and the severing of relations post-divorce (chronosystem). This functional absence has a systemic impact, disrupting the processes of cognitive assimilation and accommodation within the school environment (mesosystem). Tangible manifestations in the field encompass low self-efficacy which triggers passive learning, weaknesses in procedural logic and causal reasoning, cognitive rigidity in abstract communication, and the emergence of learned helplessness syndrome, which reduces academic achievement below the minimum mastery standards. Furthermore, the paralysis of the father’s regulatory function leads to shallow moral reasoning, characterised by a high frequency of school discipline violations unaccompanied by feelings of guilt. This study concludes that fathering serves as a primary catalyst for an adolescent's intellectual and moral equilibrium. In terms of practical implications, educational institutions are advised to optimise the role of school counsellors through focused group counselling and to initiate joint parenting programmes with fathers to restore students' cognitive security.
PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER ISLAMI PADA NAK USIA DINI DI DUSUN PRAKO DESA PRAKO KECAMATAN JANAPRIA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Herdin Marthana; Baehaqi Baehaqi; Deddy Ramdhani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11900

Abstract

ABSTRACT Islamic character education in early childhood extends beyond the transmission of religious teachings; it involves a process of habit formation and lived experiences through which values become embedded in children's daily behavior. Amid growing parenting challenges, including limited parental involvement due to time constraints and increasing exposure to digital media, the family remains the primary setting for character internalization. This study explores how parents contribute to the development of Islamic character among young children in Prako Hamlet, Prako Village, Janapria District, Central Lombok Regency, while also identifying the values fostered and the factors influencing their implementation. A qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that character development is nurtured through a combination of role modeling, habituation, effective communication, guidance, and continuous supervision. The values cultivated include faith, religious devotion, honesty, responsibility, politeness, and respect for others. The effectiveness of this process is influenced by consistent parenting practices and support from the surrounding socio-religious environment, whereas limited parental time and insufficiently monitored digital media use emerge as the most significant obstacles. These findings highlight that Islamic character education develops through the synergy between family and a supportive environment that enables children to practice and experience values in their everyday lives. ABSTRAK Pendidikan karakter Islami pada anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan penyampaian ajaran agama, tetapi juga dengan proses pembentukan kebiasaan dan pengalaman hidup yang memungkinkan nilai-nilai tersebut tumbuh menjadi bagian dari perilaku sehari-hari anak. Di tengah meningkatnya tantangan pengasuhan, termasuk keterbatasan waktu pendampingan dan paparan media digital, keluarga tetap menjadi lingkungan utama dalam proses internalisasi karakter. Penelitian ini menelaah bagaimana orang tua menjalankan perannya dalam menanamkan karakter Islami pada anak usia dini di Dusun Prako, Desa Prako, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, sekaligus mengidentifikasi nilai-nilai yang dikembangkan serta faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan makna dari data. Temuan menunjukkan bahwa pembentukan karakter berlangsung melalui kombinasi keteladanan, pembiasaan, komunikasi yang efektif, pendampingan, dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Nilai yang berkembang meliputi keimanan, ibadah, kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan penghormatan kepada sesama. Keberhasilan proses tersebut dipengaruhi oleh konsistensi pengasuhan serta dukungan lingkungan sosial-keagamaan, sedangkan keterbatasan waktu orang tua dan penggunaan media digital yang kurang terkontrol menjadi hambatan yang paling menonjol. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter Islami bertumbuh melalui sinergi antara keluarga dan lingkungan yang mendukung praktik nilai dalam kehidupan anak.
PENERAPAN METODE AL-MIFTAH LIL ULUM DALAM PEMBELAJARAN ILMU NAHWU DI YAYASAN DARUL FURQON LABUAPI LOMBOK BARAT Wahyu Ramdani; Baehaqi Baehaqi; Muhammad Fahrurrozi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12234

Abstract

ABSTRACT The learning of Nahwu (Arabic grammar) is one of the essential components of Islamic boarding school education, as it serves as the foundation for understanding the kitab kuning (classical Islamic texts), which are the primary sources of Islamic studies. However, Nahwu learning is often perceived as challenging by students due to the numerous grammatical rules that must be understood and memorized. This study aims to describe the implementation of the Al-Miftah Lil 'Ulum Sidogiri method in teaching Nahwu at Darul Furqon Foundation, Labuapi, West Lombok, and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the implementation of the Al-Miftah Lil 'Ulum Sidogiri method consists of three stages: planning, implementation, and evaluation of the learning process. During the implementation stage, instruction is conducted through the gradual presentation of materials, memorization of nadzam (didactic Arabic verses), practice exercises, and Arabic sentence analysis. The supporting factors include teachers' competence, the availability of the Al-Miftah Lil 'Ulum textbook, students' learning motivation, institutional support from the foundation, and a conducive learning environment. Meanwhile, the inhibiting factors include differences in students' abilities, insufficient memorization of the nadzam, and the lack of muroja'ah (review) activities outside the classroom. Therefore, the Al-Miftah Lil 'Ulum Sidogiri method has proven effective in helping students understand Nahwu rules in a more systematic, practical, and comprehensible manner. ABSTRAK Pembelajaran ilmu nahwu merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan pesantren karena berperan sebagai dasar dalam memahami kitab kuning yang menjadi sumber utama kajian keislaman. Namun, pembelajaran nahwu sering dianggap sulit oleh santri karena banyaknya kaidah yang harus dipahami dan dihafal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Al-Miftah Lil ‘Ulum Sidogiri dalam pembelajaran ilmu nahwu di Yayasan Darul Furqon Labuapi Lombok Barat serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Al-Miftah Lil ‘Ulum Sidogiri dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi secara bertahap, hafalan nadzam, latihan, dan praktik analisis kalimat bahasa Arab. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, ketersediaan kitab Al-Miftah Lil ‘Ulum, motivasi santri, dukungan yayasan, serta lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan santri, kurangnya hafalan nadzam, dan kurangnya kegiatan murojaah di luar kelas. Dengan demikian, metode Al-Miftah Lil ‘Ulum Sidogiri terbukti membantu santri memahami kaidah nahwu secara lebih sistematis, praktis, dan mudah dipahami.