Syamsul Arifin
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERAN SENI HADRAH DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA DI MAJELIS SHOLAWAT NURUL IMAN Mafzal Mafzal; Syamsul Arifin; Azhar Azhar
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11977

Abstract

ABSTRACT Adolescents’ vulnerability to negative peer influences does not always stem from a tendency to violate social norms; it may also arise from limited access to social spaces that provide acceptance, meaningful activities, and a sense of direction. The Nurul Iman Sholawat Assembly in Kekalik Manggis offers hadrah as a communal setting where religious practice, artistic expression, and youth interaction converge. This study examines the role of hadrah in preventing juvenile delinquency while identifying conditions that support or constrain its sustainability. A qualitative case-study design was employed. Data were gathered through activity observations, in-depth interviews with one assembly leader and five adolescent members, and documentation of group schedules and activities. The data were examined through sorting, thematic categorization, narrative presentation, and gradual interpretation. Participation in rehearsals, sholawat, maulid, dhikr, religious sermons, and event preparation fostered religious habits, discipline, responsibility, and more supportive peer relationships. Viewed through Travis Hirschi’s Social Control Theory, these processes strengthened attachment, commitment, involvement, and belief as social bonds that shaped adolescents’ behavioral choices. Family support, mentors, community acceptance, and members’ enthusiasm sustained the activities, whereas scheduling conflicts, limited facilities, external environmental influences, and social media distractions posed challenges. Hadrah can therefore be positioned as a participatory form of community social control and a culturally grounded preventive strategy for youth development. ABSTRAK Kerentanan remaja terhadap pergaulan negatif tidak selalu berawal dari kecenderungan melanggar norma, tetapi juga dari terbatasnya ruang sosial yang memberi penerimaan, arah aktivitas, dan pengalaman bernilai. Majelis Sholawat Nurul Iman Kekalik Manggis menghadirkan seni hadrah sebagai ruang perjumpaan antara praktik religius, ekspresi seni, dan kebersamaan remaja. Kajian ini menelaah peran hadrah dalam mencegah kenakalan remaja sekaligus memetakan kondisi yang menopang maupun membatasi keberlangsungannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan, wawancara mendalam terhadap satu ketua majelis dan lima anggota remaja, serta dokumentasi agenda dan aktivitas kelompok. Seluruh data ditelaah melalui proses pemilahan, pengelompokan tema, penyajian naratif, dan penarikan makna secara bertahap. Keterlibatan dalam latihan, sholawat, maulid, dzikir, tausiyah, serta persiapan kegiatan membentuk kebiasaan religius, kedisiplinan, tanggung jawab, dan relasi pertemanan yang lebih suportif. Dalam kerangka Social Control Theory Travis Hirschi, proses tersebut menguatkan attachment, commitment, involvement, dan belief sebagai ikatan sosial yang mengarahkan pilihan perilaku remaja. Dukungan keluarga, pembina, masyarakat, dan antusiasme anggota memperkuat kegiatan, sedangkan benturan jadwal, keterbatasan sarana, pengaruh lingkungan luar, dan media sosial menjadi hambatan. Hadrah dapat diposisikan sebagai kontrol sosial komunitas yang partisipatif dan alternatif preventif berbasis budaya lokal.
Kurikulum Merdeka: Peluang dan Tantangannya Bagi Pendidikan Islam di Indonesia Muh. Haikal Nur Fikri; Syamsul Arifin; Syarifudin Syarifudin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5341

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia membawa gelombang transformasi yang secara regulatif turut menyasar lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peluang strategis dan tantangan sistemik yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam (madrasah dan pesantren) dalam menyongsong kebijakan kurikulum baru tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui teknik analisis isi (content analysis) terhadap regulasi resmi pemerintah dan artikel jurnal ilmiah bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membuka peluang emas bagi reposisi metodologi pendidikan Islam yang lebih humanis melalui pembelajaran berdiferensiasi dan internalisasi moderasi beragama dalam P5RA, namun dihadapkan pada tantangan disparitas kesiapan pedagogis guru serta overloaded curriculum. Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan transisi kurikulum memerlukan strategi akomodasi selektif-inovatif dengan memanfaatkan fleksibilitas struktur kurikulum untuk merampingkan materi keagamaan tanpa mereduksi identitas keislaman.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Tapak Suci di Pondok Pesantren Rania Cahayani; Syamsul Arifin; Deddy Ramdhani
Maharah: Journal of Islamic Education Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2026): Januari-Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/maharah.v2i2.320

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler berperan penting dalam mendukung pembentukan karakter santri melalui internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam, mengidentifikasi nilai-nilai yang ditanamkan, serta mendeskripsikan dampaknya terhadap pembentukan karakter santri melalui kegiatan ekstrakurikuler Tapak Suci di Pondok Pesantren Al-Hikmah Utan, Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan pelatih, dan pengalaman langsung selama latihan. Nilai yang diinternalisasikan meliputi aqidah, syariah, dan akhlak yang tercermin dalam kebiasaan berdoa, kepatuhan terhadap aturan latihan, serta pengembangan sikap disiplin, jujur, tanggung jawab, saling menghormati, dan pengendalian diri. Internalisasi tersebut berdampak positif terhadap pembentukan karakter santri, terutama dalam meningkatkan kedisiplinan, kepercayaan diri, tanggung jawab, dan kemampuan mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari-hari.