Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Perancangan Sistem Proteksi Pada Alat Produksi Serbuk Arang Tempurung Kelapa (Cocos nucifera) Sebagai Bahan Dasar Sediaan Toiletris Herbal Terintegrasi PV System Muhamad Farhan Faresa; I Gede Para Atmaja; Jusuf Luther Mappadang; Josephin Sundah; Sonny R. Kasenda; Tony Jemy Wungkana
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 2 (2025): Vol.4 No.2 1 Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i2.1221

Abstract

Produksi serbuk arang tempurung kelapa memiliki potensi besar sebagai bahan dasar toiletris herbal. Namun, proses produksinya, yang seringkali menggunakan peralatan manual, rentan terhadap berbagai risiko kelistrikan seperti arus lebih dan tegangan lebih. Keterbatasan sistem proteksi pada alat produksi konvensional dapat membahayakan pengguna dan menyebabkan kerusakan pada peralatan. Oleh karena itu, diperlukan perancangan sistem proteksi yang andal dan terintegrasi, khususnya dengan memanfaatkan sumber daya terbarukan seperti PV (photovoltaic) system, Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem proteksi pada alat produksi serbuk arang tempurung kelapa, menggunakan alat proteksi seperti Thermal Overload Relay (TOR), Miniature Circuit Breaker (MCB), Molded Case Circuit Breaker (MCCB), Fuse, dan Surge Protective Device (SPD), Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kebutuhan sistem proteksi berdasarkan standar PUIL dan SPLN, perancangan sistem proteksi dengan pemilihan komponen yang tepat, serta pengujian kinerja sistem. Proses perancangan mencakup instalasi TOR untuk melindungi dari arus lebih, MCB dan MCCB perlindungan terhadap hubung singkat, Fuse sebagai pengaman tambahan, dan SPD untuk melindungi dari lonjakan tegangan. Pengujian dilakukan dengan simulasi berbagai gangguan listrik dan pengukuran kinerja sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi yang dirancang mampu mendeteksi dan mengatasi gangguan listrik dengan efektif. TOR berfungsi dengan baik dalam mencegah overheating, MCB dan MCCB berhasil memutus arus dalam waktu kurang dari 0,02 detik saat terjadi hubung singkat, dan Fuse berfungsi sebagai pengaman tambahan yang dapat diandalkan. SPD berhasil melindungi peralatan dari lonjakan tegangan, sehingga meningkatkan keandalan sistem secara keseluruhan. Integrasi dengan PV System menunjukkan efisiensi energi mencapai 90%, dengan suplai energi yang stabil untuk proses produksi.
Konsep Desain Alat Penghasil Coco Coir Terintegrasi Pemisah Cocopeat dan Cocofiber Stieven Netanel Rumokoy; I Gede Para Atmaja; Christopel H. Simanjuntak; Leony A. Wenno; Stanley B. Dodie; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1223

Abstract

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih masih terbatas. Sabut kelapa mengandung komponen bernilai tinggi, yaitu serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat), yang berpotensi digunakan dalam industri, hortikultura, dan produk bernilai tambah lainnya. Namun, pengolahan sabut kelapa secara konvensional masih manual, terpisah, dan kurang efisien, sehingga produktivitas rendah dan kualitas produk tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang konsep alat penghasil coco coir terintegrasi yang mampu memisahkan cocopeat dan cocofiber secara otomatis untuk mendukung UMKM. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur fokus pada karakteristik sabut kelapa, teknik pengolahan, dan analisis desain alat yang ada. Studi deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ahli, teknisi, dan pelaku UMKM untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, aspek ergonomi, keamanan, serta potensi ekonomi alat. Hasil rancangan konsep alat terdiri dari dua komponen utama: tabung pencacah dan kerucut pemisah. Tabung pencacah menghancurkan sabut kelapa menjadi coco coir, sedangkan kerucut pemisah memisahkan campuran menjadi cocopeat dan cocofiber. Sistem ini meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk seragam, serta mendukung pemanfaatan limbah sabut kelapa secara ekonomis dan ramah lingkungan.
PERANCANGAN DAN ANALISIS SISTEM PLTS UNTUK ALAT PEMBUAT PAKAN TERNAK Budiman, Injilia Tezalonika; Kures, Yansen Gerral Adriano Marthen; Namangge, Desi Steni; Atmaja, I Gede Para
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46626

Abstract

The growing demand for efficient and sustainable animal feed production in rural areas underscores the need for a reliable, energy-independent feed-making system. This study aims to design and develop a livestock feed-making machine integrated with a Solar Power Plant (PLTS) as its primary energy source, enabling fully autonomous operation without dependence on the conventional electricity grid. An experimental design and prototyping approach was adopted, covering system design, component specification, and technical calculation. The system consists of solar panels, a battery bank, a Solar Charge Controller (SCC), and an electric motor drive. Based on a total daily energy requirement of 3,210 Wh, the designed system employs five 140 Wp solar panels, a 48V/100 Ah battery, and a 20A SCC. The calculation results show that the designed system is theoretically capable of supplying sufficient energy for fully autonomous operation, offering a practical and environmentally friendly solution for farmers in areas with limited grid electricity access.
Perancangan Konsep Alat Praktek PLTS Water Mounted Warokka, Adriyan; Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, I Gede Para; Melo, Olga E.; Kimbal, Anthon A.
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1278

Abstract

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan terus berkembang, namun ketersediaan sarana pembelajaran berbasis praktik yang merepresentasikan kondisi instalasi non-konvensional, seperti sistem terapung (water mounted), masih terbatas. Hal ini menjadi tantangan dalam pendidikan vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep alat praktek PLTS water mounted sebagai media pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan metode deskriptif melalui keterangan dari para ahli di bidang PLTS serta praktisi industri untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis dan pembelajaran. Selain itu, dilakukan analisis kebutuhan pembelajaran vokasi serta perancangan konseptual yang mencakup aspek teknis, mekanik, dan keselamatan kerja (K3). Perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan integrasi komponen utama PLTS. Hasil penelitian berupa rancangan konsep alat praktek PLTS water mounted yang terdiri dari platform terapung skala laboratorium. Konsep yang dihasilkan mencakup integrasi komponen utama, yaitu platform terapung, sistem mounting, modul surya bifacial, inverter, sistem monitoring, dan panel pembebanan. Rancangan ini disusun untuk menggambarkan konfigurasi sistem PLTS terapung secara terstruktur, termasuk aspek stabilitas, efisiensi, dan keselamatan, tanpa melalui tahap simulasi maupun pembuatan prototipe.
Konsep Model Revitalisasi Sawah Non-Produktif melalui Sistem Akuakultur Bertenaga Surya Rumokoy, Stieven Netanel; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Walukow, Stephy B.; Simanjuntak, Christopel H.
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1285

Abstract

Sawah non-produktif merupakan lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menurunkan produktivitas dan nilai ekonomi kawasan pedesaan. Pemanfaatan kembali lahan tersebut melalui sistem akuakultur berbasis energi terbarukan menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat mendukung ketahanan pangan dan pengembangan kawasan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep revitalisasi sawah non-produktif melalui sistem akuakultur yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi literatur dan wawancara ahli. Studi literatur dilakukan melalui pengumpulan referensi terkait revitalisasi lahan, akuakultur, dan pemanfaatan energi surya, sedangkan wawancara dilakukan kepada ahli dan praktisi bidang pertanian, akuakultur, energi surya, dan sistem kelistrikan untuk memperoleh masukan mengenai kebutuhan dan pengembangan sistem. Hasil penelitian menghasilkan rancangan sistem akuakultur terintegrasi PLTS pada lahan sawah seluas 200 m² yang terdiri dari area kolam budidaya ikan, instalasi PLTS, jalur inspeksi, dan area pendukung lainnya. Kolam budidaya dengan volume efektif 140 m³ dirancang untuk budidaya ikan nila. Berdasarkan hasil perhitungan, sistem mampu menghasilkan ikan sekitar 2,86 ton per siklus panen atau 5,72 ton per tahun. Kebutuhan energi sebesar 15,4 kWh per hari dipenuhi menggunakan PLTS berkapasitas 4000 Wp untuk mendukung operasional aerator, pompa air, pencahayaan, dan sistem monitoring.  Konsep ini menunjukkan bahwa integrasi akuakultur dan PLTS berpotensi menjadi solusi revitalisasi sawah non-produktif yang produktif, mandiri energi, dan ramah lingkungan.
Perancangan Konsep Modul Penuntun Praktikum pada Alat Uji Kompetensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop System Rumokoy, Stieven Netanel; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Joroh, Adelaida; Kumaat, Arief P.; Simanjuntak, Christopel H.
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari transisi energi terbarukan menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya dalam aspek instalasi, operasi, dan pemeliharaan sistem. Namun, proses pembelajaran di pendidikan vokasi masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan modul penuntun praktikum yang terstruktur dan selaras dengan kebutuhan uji kompetensi. Kondisi ini menyebabkan belum optimalnya pencapaian keterampilan praktis peserta didik sesuai standar industri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep modul penuntun praktikum pada alat uji kompetensi PLTS yang sistematis, aplikatif, dan berbasis kebutuhan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan tahapan analisis kebutuhan, studi literatur, serta perancangan konseptual modul. Analisis kebutuhan dilakukan melalui identifikasi kompetensi utama yang harus dikuasai, meliputi instalasi sistem PLTS, pengujian kinerja, troubleshooting, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hasil analisis kemudian digunakan sebagai dasar dalam menyusun struktur dan isi modul praktikum yang terintegrasi dengan alat uji kompetensi. Berdasarkan hasil perancangan, topik-topik pembahasan dalam modul penuntun praktikum disusun secara bertahap dari aspek dasar hingga lanjutan, meliputi: (1) pengukuran karakteristik panel surya, yang mencakup identifikasi parameter listrik seperti tegangan, arus, dan daya; (2) instalasi panel surya pada blok instalasi atap, sebagai representasi pemasangan modul secara mekanik; (3) instalasi sistem PLTS tipe on-grid, yang mencakup integrasi dengan jaringan listrik; (4) instalasi sistem PLTS tipe off-grid, termasuk konfigurasi sistem dengan baterai; (5) pengoperasian sistem PLTS on-grid dan off-grid untuk memahami aliran daya dan performa sistem; (6) pemeliharaan sistem PLTS, yang mencakup pemeriksaan komponen, pengujian kinerja, dan identifikasi gangguan.
Rancangan Konsep Laboratorium PLTS dengan konsep Teaching Factory Lumentut, Ventje M. A.; Rumokoy, Stieven Netanel; Langie, Maureen; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Simanjuntak, Christopel H.
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis Teaching Factory (TeFa) menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan vokasi untuk menjawab tuntutan kompetensi industri energi terbarukan. Fasilitas laboratorium yang masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi dengan kondisi kerja nyata menyebabkan keterbatasan pengalaman praktis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep laboratorium PLTS berbasis Teaching Factory yang mampu mengintegrasikan pembelajaran, praktik, dan produksi dalam satu sistem yang terpadu. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif melalui tahapan analisis kebutuhan, studi literatur, perancangan konseptual, serta validasi desain. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengidentifikasi kompetensi utama yang dibutuhkan industri, meliputi instalasi, operasi, maintenance, dan troubleshooting, serta soft skills seperti keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kerja tim, dan dokumentasi teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dengan alur kerja perencanaan, instalasi, pengujian, dan evaluasi mampu mendukung penerapan learning by doing serta menghasilkan produk nyata. Rancangan fasilitas laboratorium mencakup infrastruktur fisik, peralatan utama, sistem pendukung berbasis teknologi, fasilitas pembelajaran, dan aspek K3 yang terintegrasi.
Konsep Sistem Monitoring Untuk Proyek Pengembangan Perangkat Lunak Pada Dinas Pemerintah Kota Manado Christopel H. Simanjuntak; I Gede Atmaja; Stieven N. Rumokoy; Anang Setiaji; Fata Nidaul Khasanah
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 23 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/x7nw2v60

Abstract

Government activities that can be assisted by applications or software such as registration, making family cards or registration for making identification cards and others. The demand for making applications has become so many from existing agencies that it causes new problems. For example, there is no monitoring of software development which makes it difficult for employees in related agencies to know when the system can be used and cannot know the progress of making their applications. Another problem is that the absence of a computerized monitoring scheme results in systems or applications ordered by existing agencies becoming irregular. In the old order flow, communication about the development of the system with the development team always cannot be directly communicated because the ordering office cannot give direct notes based on problems in the system so that the trouble accumulates. Based on existing problems, the concept of a monitoring system for software development or software was developed which can accommodate these problems. This concept is developed in several stages, namely literature study and data collection, needs analysis, concept design design, analysis and evaluation of existing concepts. The result of the existing design is a context diagram containing 3 actors and 1 system that is related to each other. In addition, there is a sequence diagram for the request system where there are 2 actors, namely the Agency and the Development Team who are interconnected in completing the contract for making the system / application ordered. It is hoped that the concept of this monitoring system can help the government in monitoring and regulating software development, especially within related agencies in the Manado city government.
IOT-ENABLED WEB-BASED MONITORING AND CONTROL SYSTEM FOR SOLAR-POWERED RICE FIELD IRRIGATION PUMPS: A SUSTAINABLE SMART AGRICULTURE DESIGN Ni Made Sri Ariantini; Riforson Wirawan Julianus Gagola; I Gede Para Atmaja
EDUCATIONE Volume 4, Issue 2, July 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i2.245

Abstract

Efficient and sustainable irrigation requires an integrated approach to water management, energy supply, and remote supervision. This study aimed to design an Internet of Things (IoT)-based monitoring and control system for a paddy-field irrigation pump using a web platform and a solar photovoltaic power source. A Research and Development approach was applied through literature review, functional requirement analysis, hardware and software architecture design, control-logic development, interface design, and database modelling. The proposed system uses an ESP32 microcontroller, an HC-SR04 ultrasonic sensor for water-level measurement, a PZEM004T module for voltage, current, power, and energy monitoring, a relay-driven pump actuator, a local LCD, and a photovoltaic energy chain consisting of a solar panel, charge controller, battery, and inverter. The resulting design supports real-time monitoring, automatic operation based on minimum and maximum water-level thresholds, manual web-based control, historical data storage, and protection against critically low water levels and excessive pump power. The architecture also separates sensing, processing, communication, actuation, energy, application, and data-management layers, thereby improving maintainability and future scalability. The design provides a coherent basis for a more flexible and environmentally responsible irrigation system; however, field implementation and performance testing are still required to evaluate sensor accuracy, communication stability, energy efficiency, and long-term reliability.
DESIGN OF AN IOT-BASED SOLAR PHOTOVOLTAIC IRRIGATION PUMPING SYSTEM FOR RAINFED FARMING IN KEMBANG SARI VILLAGE Wayan Pasek Resti Awan; Fabiano Yanel Ayawaila; I Gede Para Atmaja; Johan Makal; Siti Maisaroh
EDUCATIONE Volume 4, Issue 2, July 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i2.257

Abstract

Rainfed agriculture is highly vulnerable to rainfall variability and limited irrigation infrastructure, resulting in unstable agricultural production, particularly during prolonged dry periods. This study aimed to develop a detailed engineering design for an integrated solar-powered irrigation system equipped with Internet of Things monitoring for rainfed farmland in Kembang Sari Village. The study employed a research-and-development approach focusing on electrical-load analysis, photovoltaic and battery sizing, pump and reservoir configuration, hydraulic-system design, and sensor-based monitoring architecture. The proposed system integrates photovoltaic modules, a solar charge controller, lithium iron phosphate batteries, an inverter, a 1.5-hp irrigation pump, a water reservoir, and sensors for soil moisture, water level, flow rate, battery condition, and pump status. The results showed a total connected load of 1,156 W and a daily energy requirement of approximately 6,019 Wh. Considering an overall system efficiency of 80% and five peak-sun hours per day, the required generation capacity was estimated at 7,523.75 Wh/day. The recommended configuration consists of seven 250-Wp photovoltaic modules with a total capacity of 1.75 kWp, a minimum 50-A charge controller, a 6-kW inverter, and two 48-V 100-Ah lithium iron phosphate batteries. The hydraulic subsystem uses a pump with an estimated 12-m head and a 36-m³ reservoir to support a target water supply of approximately 36 m³/day. The integrated monitoring system enables remote supervision, automatic protection, and data-informed irrigation management. The design provides a technically coherent basis for prototype construction, although field validation is required to assess actual solar generation, pump performance, water adequacy, sensor reliability, maintenance requirements, and economic feasibility.