Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perancangan Sistem Proteksi Pada Alat Produksi Serbuk Arang Tempurung Kelapa (Cocos nucifera) Sebagai Bahan Dasar Sediaan Toiletris Herbal Terintegrasi PV System Muhamad Farhan Faresa; I Gede Para Atmaja; Jusuf Luther Mappadang; Josephin Sundah; Sonny R. Kasenda; Tony Jemy Wungkana
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 2 (2025): Vol.4 No.2 1 Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i2.1221

Abstract

Produksi serbuk arang tempurung kelapa memiliki potensi besar sebagai bahan dasar toiletris herbal. Namun, proses produksinya, yang seringkali menggunakan peralatan manual, rentan terhadap berbagai risiko kelistrikan seperti arus lebih dan tegangan lebih. Keterbatasan sistem proteksi pada alat produksi konvensional dapat membahayakan pengguna dan menyebabkan kerusakan pada peralatan. Oleh karena itu, diperlukan perancangan sistem proteksi yang andal dan terintegrasi, khususnya dengan memanfaatkan sumber daya terbarukan seperti PV (photovoltaic) system, Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem proteksi pada alat produksi serbuk arang tempurung kelapa, menggunakan alat proteksi seperti Thermal Overload Relay (TOR), Miniature Circuit Breaker (MCB), Molded Case Circuit Breaker (MCCB), Fuse, dan Surge Protective Device (SPD), Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kebutuhan sistem proteksi berdasarkan standar PUIL dan SPLN, perancangan sistem proteksi dengan pemilihan komponen yang tepat, serta pengujian kinerja sistem. Proses perancangan mencakup instalasi TOR untuk melindungi dari arus lebih, MCB dan MCCB perlindungan terhadap hubung singkat, Fuse sebagai pengaman tambahan, dan SPD untuk melindungi dari lonjakan tegangan. Pengujian dilakukan dengan simulasi berbagai gangguan listrik dan pengukuran kinerja sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi yang dirancang mampu mendeteksi dan mengatasi gangguan listrik dengan efektif. TOR berfungsi dengan baik dalam mencegah overheating, MCB dan MCCB berhasil memutus arus dalam waktu kurang dari 0,02 detik saat terjadi hubung singkat, dan Fuse berfungsi sebagai pengaman tambahan yang dapat diandalkan. SPD berhasil melindungi peralatan dari lonjakan tegangan, sehingga meningkatkan keandalan sistem secara keseluruhan. Integrasi dengan PV System menunjukkan efisiensi energi mencapai 90%, dengan suplai energi yang stabil untuk proses produksi.
Konsep Desain Alat Penghasil Coco Coir Terintegrasi Pemisah Cocopeat dan Cocofiber Stieven Netanel Rumokoy; I Gede Para Atmaja; Christopel H. Simanjuntak; Leony A. Wenno; Stanley B. Dodie; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1223

Abstract

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih masih terbatas. Sabut kelapa mengandung komponen bernilai tinggi, yaitu serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat), yang berpotensi digunakan dalam industri, hortikultura, dan produk bernilai tambah lainnya. Namun, pengolahan sabut kelapa secara konvensional masih manual, terpisah, dan kurang efisien, sehingga produktivitas rendah dan kualitas produk tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang konsep alat penghasil coco coir terintegrasi yang mampu memisahkan cocopeat dan cocofiber secara otomatis untuk mendukung UMKM. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur fokus pada karakteristik sabut kelapa, teknik pengolahan, dan analisis desain alat yang ada. Studi deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ahli, teknisi, dan pelaku UMKM untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, aspek ergonomi, keamanan, serta potensi ekonomi alat. Hasil rancangan konsep alat terdiri dari dua komponen utama: tabung pencacah dan kerucut pemisah. Tabung pencacah menghancurkan sabut kelapa menjadi coco coir, sedangkan kerucut pemisah memisahkan campuran menjadi cocopeat dan cocofiber. Sistem ini meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk seragam, serta mendukung pemanfaatan limbah sabut kelapa secara ekonomis dan ramah lingkungan.
PERANCANGAN DAN ANALISIS SISTEM PLTS UNTUK ALAT PEMBUAT PAKAN TERNAK Budiman, Injilia Tezalonika; Kures, Yansen Gerral Adriano Marthen; Namangge, Desi Steni; Atmaja, I Gede Para
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46626

Abstract

The growing demand for efficient and sustainable animal feed production in rural areas underscores the need for a reliable, energy-independent feed-making system. This study aims to design and develop a livestock feed-making machine integrated with a Solar Power Plant (PLTS) as its primary energy source, enabling fully autonomous operation without dependence on the conventional electricity grid. An experimental design and prototyping approach was adopted, covering system design, component specification, and technical calculation. The system consists of solar panels, a battery bank, a Solar Charge Controller (SCC), and an electric motor drive. Based on a total daily energy requirement of 3,210 Wh, the designed system employs five 140 Wp solar panels, a 48V/100 Ah battery, and a 20A SCC. The calculation results show that the designed system is theoretically capable of supplying sufficient energy for fully autonomous operation, offering a practical and environmentally friendly solution for farmers in areas with limited grid electricity access.
Perancangan Konsep Alat Praktek PLTS Water Mounted Warokka, Adriyan; Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, I Gede Para
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1278

Abstract

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan terus berkembang, namun ketersediaan sarana pembelajaran berbasis praktik yang merepresentasikan kondisi instalasi non-konvensional, seperti sistem terapung (water mounted), masih terbatas. Hal ini menjadi tantangan dalam pendidikan vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep alat praktek PLTS water mounted sebagai media pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan metode deskriptif melalui keterangan dari para ahli di bidang PLTS serta praktisi industri untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis dan pembelajaran. Selain itu, dilakukan analisis kebutuhan pembelajaran vokasi serta perancangan konseptual yang mencakup aspek teknis, mekanik, dan keselamatan kerja (K3). Perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan integrasi komponen utama PLTS. Hasil penelitian berupa rancangan konsep alat praktek PLTS water mounted yang terdiri dari platform terapung skala laboratorium. Konsep yang dihasilkan mencakup integrasi komponen utama, yaitu platform terapung, sistem mounting, modul surya bifacial, inverter, sistem monitoring, dan panel pembebanan. Rancangan ini disusun untuk menggambarkan konfigurasi sistem PLTS terapung secara terstruktur, termasuk aspek stabilitas, efisiensi, dan keselamatan, tanpa melalui tahap simulasi maupun pembuatan prototipe.
Konsep Model Revitalisasi Sawah Non-Produktif melalui Sistem Akuakultur Bertenaga Surya Rumokoy, Stieven Netanel; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Walukow, Stephy B.; Simanjuntak, Christopel H.
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1285

Abstract

Sawah non-produktif merupakan lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menurunkan produktivitas dan nilai ekonomi kawasan pedesaan. Pemanfaatan kembali lahan tersebut melalui sistem akuakultur berbasis energi terbarukan menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat mendukung ketahanan pangan dan pengembangan kawasan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep revitalisasi sawah non-produktif melalui sistem akuakultur yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi literatur dan wawancara ahli. Studi literatur dilakukan melalui pengumpulan referensi terkait revitalisasi lahan, akuakultur, dan pemanfaatan energi surya, sedangkan wawancara dilakukan kepada ahli dan praktisi bidang pertanian, akuakultur, energi surya, dan sistem kelistrikan untuk memperoleh masukan mengenai kebutuhan dan pengembangan sistem. Hasil penelitian menghasilkan rancangan sistem akuakultur terintegrasi PLTS pada lahan sawah seluas 200 m² yang terdiri dari area kolam budidaya ikan, instalasi PLTS, jalur inspeksi, dan area pendukung lainnya. Kolam budidaya dengan volume efektif 140 m³ dirancang untuk budidaya ikan nila. Berdasarkan hasil perhitungan, sistem mampu menghasilkan ikan sekitar 2,86 ton per siklus panen atau 5,72 ton per tahun. Kebutuhan energi sebesar 15,4 kWh per hari dipenuhi menggunakan PLTS berkapasitas 4000 Wp untuk mendukung operasional aerator, pompa air, pencahayaan, dan sistem monitoring.  Konsep ini menunjukkan bahwa integrasi akuakultur dan PLTS berpotensi menjadi solusi revitalisasi sawah non-produktif yang produktif, mandiri energi, dan ramah lingkungan.