Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Rancangan Sistem Kontrol Alat Pencegah Kematian Ikan Pada Usaha Ikan Hias Dengan Sistem Kolam Akuarium Berbasis IoT Terintegrasi PLTS Rumokoy, Stieven Netanel; Dodie, Stanley Bernadus; Atmaja, i Gede Para; Walukow, Stephy Beatrix; Pangemanan, Daisy D. G.; Lahinta, Fitria Claudya; Junaedy, Sintya P.; Joroh, Adelaida
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 1 No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manad
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki urgenitas untuk dilakukan karena ketahanan budidaya ikan hias dalam akuarium sangat tergantung pada pasokan energi listrik. Pada bagian sirkulasi air, diperlukan pompa listrik sebagai tenaga penggeraknya. Ketika terjadi pemadaman listrik dari sumber utama, pemilik usaha ikan hias harus menyediakan sumber energi listrik alternatif. Dalam konteks peternakan ikan skala besar, aspek lain yang penting dalam perawatan ikan hias adalah jadwal pemberian pakan yang tepat, keseimbangan pH air, pencahayaan yang memadai, serta pengawasan visual secara sistematis. Kesalahan dalam pengelolaan faktor-faktor ini dapat meningkatkan risiko kematian ikan hias. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan sistem kontrol otomatis beserta komponen elektriknya untuk mendapatkan sistem pemeliharaan ikan yang baik. Pendekatan metodologi dimulai dengan kajian literatur dan dilanjutkan dengan perancangan konseptual. Rancangan sistem pengontrolan dan pemantauan akan memanfaatkan teknologi IoT untuk mengontrol dan memantau proses pemeliharaan. Hasil penelitian ini berupa rancangan sistem pemeliharaan yang telah terintegrasi energi surya sebagai cadangan energi.
Conceptual Design of an Integrated Smart Home System with PV Solar Power for Traditional Minahasa Wooden House Tulangi, Gideon F.; Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, I Gede Para; Pangemanan, Daisy D. G.; Dodie, Stanley B.; Langie, Maureen B.
CCIT (Creative Communication and Innovative Technology) Journal Vol. 18 No. 1 (2025): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/ccit.v18i1.3263

Abstract

The traditional Minahasa wooden house is an integral part of Indonesia's cultural heritage. However, in this modern era, the challenge of preserving cultural authenticity while introducing it to the technological era is becoming increasingly urgent. This research aims to design a Smart Home System concept integrated with Photovoltaic (PV) Solar Power Plant for traditional Minahasa wooden houses. The objective of this study is to identify the potential for integrating smart home technology and PV Solar Power Plant in Minahasa wooden houses and to develop a concept that combines traditional elements with modern technology. The research methodology will involve a literature review to understand the concepts of smart homes, PV Solar Power Plant, and the characteristics of traditional Minahasa wooden houses. Additionally, descriptive research through interviews will be conducted in collaboration with industry partners to obtain data and examples of traditional Minahasa wooden houses to be used as benchmarks in the concept design. This research can contribute to integrating modern technology into Indonesia's cultural traditions while enhancing the competitiveness of Minahasa wooden house products in the market. The result of this research is a conceptual design for the implementation of a Smart Home System integrated with a PV rooftop solar power plant system in Minahasa wooden houses. The utilization of solar energy as electrical energy is predicted to achieve an annual energy yield of 16,775 kWh.
Safety Analysis: Rooftop PV System Training Equipment Rumokoy, Stieven Netanel; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Gumilar, Lang-lang; Monika, Dezetty
CCIT (Creative Communication and Innovative Technology) Journal Vol 18 No 2 (2025): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/ccit.v18i1.3538

Abstract

The implementation of PV Rooftop Power Plant systems as an alternative energy source has become increasingly widespread. The growing use of these systems is accompanied by the need for skilled workers with competencies in their installation. To support the development of such competencies, various training equipment designs have been created to enhance workers' skills in rooftop PV installation. This article aims to evaluate Occupational Health and Safety (OHS) aspects in the designed rooftop PV training equipment. The methodology used in this research includes risk analysis through hazard identification, risk assessment, and mitigation recommendations. Data collection was conducted through a literature review related to OHS standards, direct observation of the equipment's use, and interviews with instructors and technicians involved. The research results show that the main risks include Falling Hazards, Electrical Hazards, Mechanical Hazards, Tripping or Snagging Hazards, and Ergonomic Hazards. Risk control measures were implemented by ensuring that the trainees understood work-related risks, using Personal Protective Equipment (PPE), and monitoring the condition of the work area and equipment.
Hilirisasi Produk Alat Pengering Simplisia Kentos Kelapa Pada Kelompok Tani Cempaka Di Kelurahan Meras, Kota Manado Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Warokka, Adriyan H.; Simanjuntak, Christopel H.; Mansauda, Karlah Lifie Riani
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 5 No. 2 (2025): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/urnity.v5i2.3524

Abstract

Kelompok tani Cempaka di Kelurahan Meras, Kota Manado, merupakan kelompok tani kelas madya yang memiliki salah satu fokus pengolahan komoditi kelapa(Cocos nucifera). Pada umumnya petani kelapa mengolah buah kelapa menjadi kopra. Pada proses pengolahan kelapa, kentos kelapa tidak memiliki nilai jual bahkan sering dipandang sebagai limbah saja. Permasalahan mitra ada pada belum digunakannya produk kentos kelapa agar menjadi produk yang memiliki nilai jual, padahal kentos kelapa memiliki nilai manfaat sebagai bahan dasar obat. Sebagai solusi, kegiatan hilirisasi produk penelitian dengan memanfaatkan alat pengering simplisia kentos kelapa yang efektif dan efisien dapat diterapkan pada kelompok tani Cempaka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membuka wawasan mengenai nilai ekonomis pada produk simplisia yang dapat diperoleh melalui penggunaan alat pengering hasil penelitian yang akan digunakan yaitu alat pengering simplisia kentos kelapa. Target khusus pada kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas hasil komoditi kelapa dan menunjang kesejahteraan anggota kelompok tani Cempaka. Metode pelaksanaan kegiatan yang akan diterapkan mencakup workshop dan pendampingan. Kegiatan yang dilakukan berupa workshop Nilai Ekonomis Produk Kentos Kelapa dan pelatihan penggunaan alat pengering simplisia kentos kelapa dilakukan bersama masyarakat kelurahan meras.
PELATIHAN PERAWATAN PENDINGIN UDARA DENGAN BUDAYA 5R PADA JEMAAT GEREJA GMIM BETEL SARIO LINGKUNGAN II KOTA MANADO PROV. SULAWESI UTARA Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Weno, Leony Ariesta
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 3 No. 1 (2023): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9599.041 KB) | DOI: 10.33050/urnity.v3i1.2493

Abstract

Rumah Ibadah merupakan salah satu fasilitas umum yang perlu perhatian khusus dalam pengelolaan tata ruang udara. Untuk kaum nasrani, gereja merupakan tempat melaksanakan ibadah dan kegiatan penunjang lainnya. Gedung gereja GMIM Betel Sario merupakan salah satu rumah ibadah yang terletak di kota Manado, Propinsi Sulawesi Utara. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh jemaat ini adalah tata kelola sistem perawatan pendingin udaranya. Penggunaan dan pembersihan peralatan ini belum terprogram dengan baik. Ditengah kota yang padat dan panas, kebutuhan pendingin udara akan erat hubungannya dalam dampak kualitas hasil kerja dan kesehatan jemaat yang beraktivitas di ruang gereja. Melalui Program penerapan IPTEK pada masyarakat (PIM), tim pelaksana telah melakukan pembinaan pengelolaan penggunaan dan perawatan pendingin udara dengan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Dengan metode ini kebersihan dan efektifitas penggunaan pendingin udara dapat terlaksana dengan baik. Pelaksanaan kegiatan ini telah dimulai dengan metode diskusi yang selanjutnya dilakukan praktek dan monitoring. Dengan kegiatan ini Peserta telah mendapatkan pengetahuan untuk melakukan perawatan pendingin udara yang benar sekaligus pelaksanaan perawatan pendingin udara yang ada pada tempat ini.
PELATIHAN INSTALASI PLTS SKALA RUMAH TANGGA UNTUK PEMANFAATAN CLEAN ENERGY PADA JEMAAT GEREJA GMIM EXODUS WATUTUMOU II KEC. KALAWAT I MINAHASA UTARA PROV. SULAWESI UTARA Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Weno, Leony Ariesta
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 3 No. 1 (2023): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11411.345 KB) | DOI: 10.33050/urnity.v3i1.2495

Abstract

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa penggunaan energi terbarukan memiliki keunggulan dalam berbagai hal. Di Indonesia ada berbagai langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk mendukung pemanfaatan Energi Terbarukan. Salah satu pemanfaatannya adalah dengan membangun PLTS skala rumah tangga yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang memilih untuk memanfaatkan kesempatan ini. Jemaat gereja dituntut untuk menopang setiap program yang baik dari pemerintah . Sebagai wujud tindakan dukungan kebijakan pemerintah, Jemaat Gereja perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang benar dalam menyokong program ini. Gereja GMIM Exodus watutumou II berkomitmen untuk membina warganya untuk mendukung setiap program pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan Program Penerapan IPTEK pada Masyarakat (PIM), tim pengusul kegiatan telah melakukan pelatihan instalasi PLTS skala rumah tangga untuk pemanfaatan Clean Energy pada Jemaat Gereja GMIM Exodus watutumou II. Kegiatan ini dibuat dalam bentuk Workshop sehingga transfer informasi dan kompetensinya dapat dilaksanakan dengan lebih efektif. Alat yang digunakan adalah luaran penelitian yang pernah dilakukan di program studi sarjana terapan teknik listrik. Luarannya yaitu peserta mendapat pengetahuan dan keterampilan yang benar dalam menginstal sistem PLTS skala rumah tangga.
WORKSHOP INSTALASI PLTS OFF GRID SYSTEM DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL INNOVATION PADA WARGA KELURAHAN MERAS, MANADO Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Wenno, Leony Ariesta; Mansauda, Karlah Lifie R.
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 4 No. 1 (2024): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/urnity.v4i1.2835

Abstract

Pemerintah terus mendorong masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan Energi bersih. Contoh dari penggunaan energi bersih adalah dengan menggunakan energi matahari menjadi energi listrik. Penggunaan energi matahari menjadi energi listrik dapat dengan menggunakan panel surya dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem off grid. Kelurahan Meras berlokasi diarea kota Manado yang secara potensi memiliki paparan energi surya yang baik. Selain itu terdapat fasilitas umum seperti Gedung gereja, Kantor kelurahan, Halte dan fasilitas lainnya yang membutuhkan energi listrik. Fasilitas-fasilitas ini berpotensi besar untuk menggunakan sistem PLTS dalam pemanfaatan energi listrik. Tantangannya adalah, masyarakat kelurahan Meras belum begitu familiar dengan sistem PLTS yang menggunakan Panel Surya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan energi surya melalui instalasi PLTS dengan sistem off grid. Workshop akan menggunakan Alat Praktek PLTS sebagai sarana pelatihan bagi masyarakat. Melalui alat ini, pengetahuan akan pemanfaatan energi surya dapat berkembang. Daya minat pemanfaatan energi bersih diprediksi akan tumbuh Ketika ada keuntungan secara finansial juga dalam manajemen penggunaan energi. Kegiatan pelatihan akan berupa workshop instalasi PLTS dan dintegrasikan dengan analisis keekonomian dalam pemanfaatan energi bersih.
PROJECT-BASED LEARNING FOR SUSTAINABLE TOURISM: PROTOTYPING A SOLAR-ELECTRIC BOAT IN A POLYTECHNIC SETTING I Gede Para Atmaja; Mauren Langie; Ventje Lumentut; Ventje Ferdy Aror
EDUCATIONE Volume 4, Issue 1, January 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i1.145

Abstract

Mangrove tourism areas are vital ecosystems that function not only as natural attractions but also as coastal buffers supporting biodiversity and environmental balance. However, tourism activities predominantly rely on fossil-fuel boats that cause air and water pollution, noise, and ecosystem disruption. This research aims to design a concept of an electric boat integrated with a photovoltaic (PV) system as an environmentally friendly transportation solution for mangrove tourism. The study applied a Research and Development (R&D) approach, including literature review, user needs assessment, energy requirement analysis, and detailed engineering design. The results show that the designed boat measures 5 meters in length, 1.8 meters in width, with a draft of 0.6 meters and total height of 1.25 meters. The electrical demand was calculated at 826 W with an operational capacity of 3142 Wh. To meet this demand, four 250 Wp solar panels, a solar charge controller rated at 26.04 A, and a single LiFePO4 battery of 48 V/100 Ah were required. The integration of PV systems demonstrated sufficient energy supply for operation under coastal solar exposure. The design significantly reduces fossil fuel dependence, lowers carbon emissions, minimizes noise, and enhances tourist experiences. This concept contributes to the development of sustainable ecotourism practices in coastal mangrove ecosystems. Future research is recommended to test prototype performance in real operational settings and optimize system efficiency across varying weather conditions.
DESIGN AND PERFORMANCE EVALUATION OF A 50 WP OFF-GRID SOLAR PV TRAINER KIT AS AN INSTRUCTIONAL MEDIUM IN VOCATIONAL EDUCATION Rion Michael Potoe; Silvy Dollorossa Boedi; I Gede Para Atmaja
EDUCATIONE Volume 4, Issue 1, January 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i1.146

Abstract

Renewable energy has become a global priority to reduce dependence on fossil fuels, with solar power offering significant potential, particularly in equatorial countries like Indonesia. Despite abundant solar energy resources, its utilization remains limited, underscoring the need for educational interventions that build technical competencies in renewable energy. This study aims to design, construct, and evaluate the performance of a 50 Wp off-grid Solar Photovoltaic (PV) Trainer Kit as an instructional medium for vocational and higher education laboratories. The research employed a design-based approach consisting of planning, product design, fabrication, and testing. The trainer kit integrates essential components including a polycrystalline solar module, inverter, charge controller, VRLA battery, and monitoring devices. Performance testing was conducted using true outdoor experimental methods, focusing on solar radiation intensity, charging efficiency, and discharging duration. Results indicate that under clear weather conditions, the trainer achieved full battery charging in 3.5 hours, while battery discharge under a 100 W AC load lasted approximately one hour. These findings confirm the trainer’s functional reliability and its potential as an effective learning medium. The study concludes that the developed trainer kit not only enhances practical learning of photovoltaic systems but also supports national efforts in renewable energy education. The research recommends further development with larger solar module capacity and alternative battery types to expand instructional applications.
Produk Alat Praktek PLTS Atap, Perspektif: Kelayakan Produksi Stieven Netanel Rumokoy; Adriyan Warokka; i Gede Para Atmaja; Stanley Bernadus Dodie; Adelaida Joroh; Arief P. Kumaat
Jurnal Elektrik Vol. 3 No. 2 (2024): Vol.3 No.2 1 Desember 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v3i2.1043

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap semakin menjadi fokus dalam upaya pemanfaatan sumber energi terbarukan. Dalam konteks pendidikan dan pelatihan untuk pemanfaatan energi terbarukan khususnya pada PLTS atap, ketersediaan alat praktek yang efektif sangat penting untuk membekali tenaga kerja dengan keterampilan instalasi dan pemeliharaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan produksi alat praktek PLTS atap yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran di bidang energi terbarukan. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur untuk mengidentifikasi tren dan kebutuhan teknologi dalam pendidikan dan pelatihan PLTS serta studi deskriptif melalui wawancara dengan ahli di bidang energi terbarukan dan beberapa pihak yang menjadi sasaran konsumen produk ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ini memiliki kelayakan tinggi untuk diproduksi, dengan keunggulan pada aspek Kelayakan Hukum/Legalitas, Kelayakan Operasional, Kelayakan Jadwal/Waktu, Kelayakan Ekonomi. Alat ini juga dirancang dengan komponen yang mudah diperoleh dan dapat dibongkar pasang, sehingga fleksibel untuk penggunaan di dalam dan luar ruangan. Analisis menunjukkan bahwa alat ini dapat berfungsi sebagai sarana efektif dalam pembelajaran praktis PLTS, memberikan pengalaman mendekati kondisi nyata di lapangan, serta memiliki potensi menjadi produk unggulan yang dapat diterapkan melalui proses pembelajaran berbasis Teaching Factory (TeFa) institusi pendidikan teknik.