Retno Widyaningrum
Departemen Teknik Sistem Dan Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Redesain Kemasan Bumbu Rujak Manis menjadi Sambelo Dressing untuk Segmen Pasar Gen Milenial dan Gen Z Anny Maryani; Ratna Sari Dewi; Retno Widyaningrum; Arief Rahman; Adithya Sudiarno; Dyah Santhi Dewi; Andyna Aulia Rahma; Feritta Rosa Earlynda; Ikhwan Nur Fatah; Nabila Ramadhani Djatmiko; Nadhifa Qintharani Amira; Aini Milania Adiati; Daniel Chrisdio Dwi Nugroho; Diah Kusuma Indrawati; Leonando Aqilamiki Wijaya; Mochammad Abiyyu Rahmat Agung; Nahdia Amalia Choironi; Prambudi Bagasnanta; Riztasya Qonitah Dewi; Sheilla Della; Zafira Khairunnisa
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.694 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.174

Abstract

Generasi Milenial menghabiskan 85% waktunya di depan gadget, cenderung kurang olahraga, dan makan makanan cepat saji dengan nilai gizi rendah. Hal ini memberikan pengaruh kurang baik pada kesehatan. Beragam inovasi makanan dihadirkan sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan makan. Saat ini banyak bermunculan varian olahan makanan dari luar negeri yang tinggi kalori, namun rendah protein dan vitamin. Salah satunya adalah salad buah yang disajikan dengan mayonaise tinggi kalori, susu tinggi gula, dan keju tinggi lemak. Sedangkan, Indonesia sendiri memiliki cara menikmati buah segar yang menyehatkan, yaitu rujak buah dengan bumbu kacang dan gula merah. Namun, kendala pembuatannya tidak praktis, sehingga kurang diminati. Melihat kondisi ini, Cak Mimin yang merupakan UMKM di Surabaya merintis bumbu rujak manis praktis. Bumbu Rujak Manis Cak Mimin cukup diminati masyarakat, mengingat budaya rujakan umum dilakukan masyarakat. Produk ini hadir dalam kemasan 250 gr dan 500 gr. Guna melebarkan pasar ke Generasi Milenial, maka dilakukan repositioning keunggulan produk. Pengembangan produk dilakukan dengan konsep Kansei Engineering yang mempelajari perilaku dan mendapatkan informasi kebutuhan konsumen. Selanjutnya dikembangkan alternatif pengembangan produk yang sesuai. Harapannya dengan adanya produk baru yang dihasilkan hasil repositioning ini, maka Bumbu Rujak Manis Cak Mimin dapat diterima Generasi Milenial untuk menghadirkan makanan yang sehat dan kaya gizi.
Pengembangan Ekosistem Halal Skema Self-Declare pada Kantin Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Nurhadi Siswanto; Hafidz Ridho; Mar'atus Sholihah; Retno Widyaningrum; Atikah Aghdhi Pratiwi; Erwin Widodo
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.513

Abstract

Kebutuhan akan produk halal merupakan hal yang krusial di Indonesia mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. ITS melalui Pusat Kajian Halal memiliki program pendampingan untuk memfasilitasi UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari program tersebut dengan sasaran yaitu pelaku usaha pada kantin Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS. Terdapat empat tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, yaitu pelaksanaan pelatihan kader penggerak halal, pendampingan penyusunan sistem jaminan halal, bimbingan teknis pengajuan sertifikat halal, dan serah terima pemasangan plakat logo halal. Manfaat yang dihasilkan dari kegiatan ini yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya jaminan produk halal, sehingga program pemerintah dan Pusat Kajian Halal ITS untuk mendorong sertifikasi halal pada UMKM dapat terlaksana.
Human Performance and Cybersickness Evaluation of Mixed Reality Device for Immersive Assembly Simulation Training: A Case Study of Microsoft Hololens 2 Reza Aulia Akbar; Chiuhsiang Joe Lin; Retno Widyaningrum; Adithya Sudiarno; Maria Anityasari
JMES: The International Journal of Mechanical Engineering and Sciences Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25807471.v9i1.22480

Abstract

A Mixed Reality device is a new technology that provides immersive training experiences. One of the mixed reality technology with high immersion, high interaction, and high information is Microsoft Hololens 2. Smart glasses are classified as OST-HMDs (Optical See-Through Head-Mounted Displays), which display augmented objects in a mixed-reality environment. The use of HMDs can cause cybersickness symptoms that users feel. This study aims to assess the human performance and cybersickness of Hololens 2 for immersive training. The training object was an augmented assembly engine comprising six parts. Using Hololens 2 as an assembly simulator training, participants experienced a significant increase in performance and learning rate with minor errors. Hololens 2 produces light symptoms that the user perceives as general discomfort, fatigue, difficulty focusing, sweating, difficulty concentrating, and blurred vision. However, Hololens 2 experienced negligible symptoms based on the cybersickness factor: Nausea (3.98), Oculomotor (6.32), and Disorientation (2.32). Based on the SSQ scoring matrix assessment, Hololens 2 obtained an SSQ score of 4.48, which is classified as a minor symptom of cybersickness.