Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN MEMAHAMI KONSEP MATEMATIS SISWA SMP DITINJAU DARI KEMAMPUAN SELF-EFFICACY SISWA Surtinah Surtinah; Angra Meta Ruswana; Sri Solihah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i1.6360

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis kesulitan yang dialami siswa dalam memahami konsep pada mata pelajaran matematika tingkat SMP ditinjau dari kemampuan self-efficacy siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N yang berada di Kecamatan Padaherang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis, angket dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, sajian data, dan menyimpulkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) siswa dengan kategori self-efficacy tinggi memiliki kesulitan pemahaman konsep matematis pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep dan memberikan contoh dan bukan contoh suatu konsep. (2) siswa dengan kategori self-efficacy sedang memiliki kesulitan pemahaman konsep matematis pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep, mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep, mengelompokkan suatu objek berdasarkan jenisnya sesuai dengan sifat-sifat tertentu, menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis, menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu, dan mengklasifikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. (3) siswa dengan kategori self-efficacy rendah memiliki kesulitan pemahaman konsep matematis pada semua indikator pemahaman konsep.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS WEBSITE GOOGLE SITES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA Hena Rahmawati; Nur Eva Zakiah; Angra Meta Ruswana
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v10i4.27088

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlunya menerapkan pembelajaran yang dapat melatih serta mengasah kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa antara yang menggunakan model problem-based learning berbasis website google sites dengan model pembelajaran langsung. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Quranic Science Boarding School yang terdiri dari lima kelas, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini adalah kelas VIII Zainab sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 23 siswa dan kelas VIII Mariam sebagai kelas kontrol yang berjumlah 22 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis. Pokok bahasan dalam penelitian ini adalah bangun ruang sisi datar. Teknik analisis data menggunakan uji t yaitu two Independent Sample T-test equal variance assumed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa antara yang menggunakan model problem-based learning berbasis website google sites dengan model pembelajaran langsung.
Green STEAM-H pedagogy with eco-mathematical literacy: a developmental framework for sustainability-oriented education Ai Tusi Fatimah; Agus Yuniawan Isyanto; Euis Erlin; Yoni Sunaryo; Lala Nailah Zamnah; Angra Meta Ruswana; Sri Solihah
Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture Vol 3 No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/iijcc.v3i2.5942

Abstract

This study proposes a conceptual framework for Green STEAM-H Pedagogy, integrating Eco-Mathematical Literacy as an approach to sustainability-oriented education. The framework responds to the growing need for educational models that systematically connect sustainability values, interdisciplinary learning, and analytical competencies in addressing complex environmental challenges. It synthesizes three key dimensions: green pedagogy as a value-oriented foundation, STEAM-H (Science, Technology, Engineering, Agriculture, Mathematics, and Health) as an interdisciplinary structure, and eco-mathematical literacy as a central analytical component. The framework is operationalized through a developmental progression consisting of three stages: eco-awareness, eco-integration, and eco-transformation. These stages represent a structured pathway through which learners develop ecological understanding, integrate knowledge across disciplines, and apply their competencies in sustainability-oriented actions. In addition, a pedagogical model is proposed to translate the framework into classroom practice by aligning instructional strategies, learning activities, and expected outcomes. This study contributes to the literature by offering a coherent and operationalizable model that bridges the gap between sustainability theory and educational practice. The framework highlights the role of eco-mathematical literacy in supporting data-driven reasoning and decision-making within interdisciplinary learning contexts. It also provides implications for curriculum development, pedagogy, and assessment in fostering transformative and future-oriented learning.
Historical Mathematical Learning Framework: A Theory-Building Conceptual Model for Advancing Conceptual Understanding, Mathematical Reasoning, and Scientific Literacy Melis Rosdiani; Yusup Maulana; Angra Meta Ruswana; Nia Kania; Ebenezer Bonyah
International Journal of Contemporary Studies in Education (IJ-CSE) Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/ij-cse.v5i2.2376

Abstract

Purpose – Although the educational value of the history of mathematics is widely recognized, previous studies have primarily treated it as contextual enrichment rather than as a foundation for learning theory. Consequently, the epistemic processes through which historical mathematical development contributes to contemporary mathematics learning remain insufficiently understood. This study developed the Historical Mathematical Learning Framework (HMLF) as a theory-building conceptual model explaining how the historical evolution of mathematics supports conceptual understanding, mathematical reasoning, and scientific literacy. Methodology – A theory-building conceptual review was conducted through a systematic literature search of Scopus and Google Scholar. Relevant publications were synthesized using iterative conceptual synthesis and constant comparative analysis, focusing on mathematical developments in Ancient India, the Islamic Golden Age, and the Renaissance. Findings – The review identified epistemic reconstruction as the fundamental process underlying the historical evolution of mathematical knowledge. Five interconnected cognitive mechanisms emerged: conceptual abstraction, algorithmic structuring, symbolic generalisation, representational coordination, and evidence-based reasoning. These mechanisms were integrated into HMLF, providing an explanatory framework linking historical epistemic development with constructivism, sociocultural learning, multiple representation theory, and inquiry learning. Novelty – This study introduces epistemic reconstruction as a new theoretical construct, integrates five historically grounded cognitive mechanisms into a unified framework, and proposes HMLF as a theory-building model connecting the historical evolution of mathematics with contemporary learning theory. Significance – HMLF repositions the history of mathematics from contextual enrichment to an epistemic foundation for learning, offering a theoretically grounded basis for curriculum innovation, instructional design, teacher education, and future empirical validation.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF-CONFIDENCE SISWA Rizky Nur Afifah; Yoni Sunaryo; Angra Meta Ruswana
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8769

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis siswa yang masih rendah. Pembelajaran matematika tidak hanya membentuk siswa menjadi paham dengan materi-materi matematika saja, akan tetapi kemampuan lain yang dimiliki siswa ditumbuhkan dalam pembelajaran matematika seperti kemampuan berpikir matematis. Salah satu jenis kemampuan berpikir matematis yaitu kemampuan komunikasi matematis. Kemampuan komunikasi merupakan salah satu bagian penting dalam matematika, karena merupakan alat bantu dalam transmisi pengetahuan matematika atau sebagai pondasi dalam membangun pengetahuan matematika. Selain itu, self-confidence juga merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika, karena seseorang yang memiliki rasa percaya diri akan yakin dengan kemampuannya untuk menyelesaikan suatu masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari self-confidence tinggi, sedang dan rendah. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif. Penelitian dilakukan di kelas XI IPA 1 yang terdiri dari 15 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah intrumen tes kemampuan komunikasi dan angket self-confidence. Pokok bahasan materi yang dibahas dalam soal tes yaitu materi matriks. Hasil penelitian ini adalah siswa dengan self-confidence tinggi dapat memenuhi 3 indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu indikator written text, drawing dan mathematical expressions, siswa dengan self-confidence sedang dapat memenuhi 2 indikator kemampuan komunikasi matematis. Subjek S-1 dapat memenuhi indikator 1 (written text) dan indikator 3 (mathematical expressions), sedangkan subjek S-2 dan S-3 dapat memenuhi indikator 1 (written text) dan indikator 2 (drawing), siswa dengan self-confidence rendah hanya dapat memenuhi 1 indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu semua subjek R-1, R-2 dan R-3 dapat memenuhi indikator 1 (written text).
PENGARUH MODEL CHALLENGE BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA Reina Stevany Arifin; Sri Solihah; Angra Meta Ruswana
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20690

Abstract

The background of this study is ineffective mathematics learning, which has an impact on students' low mathematical connection abilities. This study aims to determine the effect of the challenge based learning model on students' mathematical connection abilities. The research method used is a quasi experiment with a Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population in this study were all students of grade VII at MTs Negeri 2 Ciamis, with a sample of two classes, namely class VII F as the experimental class and class VII E as the control class selected through purposive sampling techniques. Data analysis techniques were carried out through pretests and posttests of mathematical connection abilities which were analyzed using normality tests, homogeneity tests, two-mean difference tests, and effect sizes. The results showed that there were differences in mathematical connection abilities between the experimental class using the challenge based learning model and the control class using the conventional learning model. Thus, it can be concluded that the challenge based learning model has an effect on students' mathematical connection abilities.  Latar belakang penelitian ini adalah pembelajaran matematika yang belum efektif, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model challenge based learning terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Ciamis, dengan sampel dua kelas, yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui pretest dan posttest kemampuan koneksi matematis yang dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji perbedaan dua rata-rata, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara kelas eksperimen yang menggunakan model challenge based learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model challenge based learning berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.