Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-Qalam

PONDOK PESANTREN SALAFIYAH AL-MANSHUROH (FORUM KOMUNIKASIAHLUSUNNAH WAL JAMAAH AMBON) Pondok Pesantren (Boarding School) Salafiyah Al-Manshuroh (Communication Forum Ahlusunnah Waljamaah Ambon) Badruzzaman Badruzzaman
Al-Qalam Vol 17, No 1 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.53 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i1.93

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahai penyelengaraan pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah yangdiselenggarakan oleh Forum Komunikasi Ahlusunna wal Jamaah Ambon. Forum Komunikasi Ahlusunnah wal Jamaahmenjadikan PP Salafiyah sebagai salah satu komponen pembelajaranyang diselenggarakan bersamaan dengan SD Islam"-radii. Madrasah Ibtidaiyah Terpadu dan Madrasah Diniyah. Sistem penyelenggaraan PPS ini berimplikasi kepada•aelasan komponen-komponenyang menyertai sebuah satuanpendidikan keagamaan seperti tenagapengajar, tenagaadministrasi, sarana dan prasarana, alat pembelajaran, bahkan pada sistem pengelolaan satuan pendidikan keagamaan.Komponen-komponenyang disebutkan tampaknya dimiliki bersama oleh semua jenis satuan pendidikan keagamaannyanga.selenggarakan oleh Forum Komunikasi Alhulussuna wal Jamaah. Program pembelajaranyang diterapkan oleh lembagapendidikan keagamaan tersebut memadukan tiga model kurikulum, yaitu kurikulum madrasah yang digunakan di SaudiArabiyah. kurikulum Departemen Agama dan kurikulum pesantren. Beberapa program pembelajaran itu adalah tahfizdulOur 'an. dan pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan kitab-kitab berbahasa Arab.
PROSES PEMBELAJARAN AKTIF, INTERAKTIF DAN MENYENANGKAN Studi Tindakan Kelas (PTK) Pada Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas X SMA Negeri 14 Makassar Badruzzaman Badruzzaman
Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.736 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i1.495

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menemukan tingkat pretasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menggunakanproses pembelajaran Aktif, Interaktif, dan Menyenangkan. Pembelajaran dibentuk dengan tiga formasi, yaitu FormasiPembelajran Aktif dan Interaktif; Aktif dan Menyenangkan dan Interaktif dan Menyenangkan. Setiap formasi pembelajarandilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama pembelajaran konvensional yang sering dilakukan oleh guru agamayang diakhiri dengan protest. Tahap kedua dilakukan dengan pembelajaran formasi di atas yang diakhir dengan postest.Hasil penelitian menujukkan bahwa prestasi belajar siswa setelah dilakukan ketiga formasi pembelajaran tersebut meningkat.Prestasi belajar PAI siswa sebelum pembelajaran Aktif dan Interaktif, r= 5,29 pada protest meningkat menjadi r= 9,16 padaposttest; pada pembelajaran Aktif dan Menyenangkan protest r= 6,94, meningkat pada postest r= 9,71; dan pada formasiInteraktif dan Menyenangkan protest r= 6,84 meningkat pada postest r= 9,76. Penelitian ini merekomendasikan bahwadalam upaya meningkatkan prestasi belajar PAI siswa yang dominan merupakan meteri pelajaran yang bersifat hafalandibanding penalaran hendaknya menggunakan metode-metode pembelajaran yang merangsang daya hafalan setiap siswaseperti Metode Pembelajaran Aktif, Interaktif dan Menyenangkan. Selain itu, pertimbangan yang lain yang urgen untukdiperhatikan adalah pelibatan tiga jenis bentuk aktivitas belajar dalam setiap pembelajaran yaitu membaca, mengungkapkanhasil bacaan, dan menulis, khususnya pada pembelajaran PAI yang dominan merupakan meteri hafalan.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA DI DAERAH PASCA KONFLIK {Studi Kasus di Kota Ternate Maluku Utara) Badruzzaman Badruzzaman
Al-Qalam Vol 14, No 2 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.14 KB) | DOI: 10.31969/alq.v14i2.510

Abstract

This research aims to describe the implication of social-religious conflictto education of religion (formal and informal) implementation. Thiswas conducted at Ternate, North Maluku. Data was collected by depthinterview and observation.This research indicates that social-religious conflict was occured at1999 fisically has no impact to educational process. But, this conflicthad give impact to learning process of religion education. Especially,to Christ and Katolik schools. These schools became refugee camp.Nevertheless, local government regulation to education of religion implementationhave been increase after conflict. But, that regulation seemsdo to certain school.