Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

STUDI KEMAMPUAN LIGAN TRIETANOLAMIN UNTUK MEMISAHKAN ION LOGAM KADMIUM (Cd2+) DAN KROMIUM (Cr3+) SECARA EKSTRAKSI PELARUT La Harimu La Harimu
Gema Pendidikan Vol 29, No 1 (2022): Januari, Gema Pendidikan
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/gapend.v29i1.22789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui waktu optimum pembentukan pembentukan senyawa kompleks antara Cd2+ dan Cr3+ dengan larutan ligan trietanolamin. 2) Mengetahui konsentrasi optimum pembentukan senyawa kompleks antara Cd2+ dan Cr3+ dengan larutan ligan trietanolamin dan 3) Mengetahui efektivitas ion logam Cd2+ dan ion logam Cr3+ dalam membentuk kompleks dengan ligan trietanolamin. Pembentukan kedua kompleks dipengaruhi oleh waktu ekstraksi dan konsentrasi logam, sehingga dilakukan pemisahan menggunakan metode ekstraksi pelarut dengan variasi waktu ekstraksi yaitu 2,5; 5; 10; 15 dan 20 menit dan konsentrasi logam 5, 10, 15 dan 20 ppm. Berdasarkan hasil penelitian, waktu optimum pembentukan pembentukan senyawa kompleks antara Cd2+ dan Cr3+ dengan larutan ligan trietanolamin terjadi pada waktu ekstraksi 15 menit dengan persen ekstraksi untuk larutan Cd2+ sebesar 68,93% dan larutan Cr3+ sebesar 74,26%.Konsentrasi optimum pembentukan pembentukan senyawa kompleks antara Cd2+ dan Cr3+ dengan larutan ligan trietanolamin terjadi pada konsentrasi ekstraksi 10 ppm dengan persen ekstraksi untuk larutan Cd2+ sebesar 70% dan larutan Cr3+ sebesar 71,7 8%.Cr3+ lebih mudah terekstraksi dengan larutan ligan trietanolamin dibandingkan dengan larutan logam Cd2+ dalam membentuk senyawa kompleks dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut.
Fabrication of Chitosan/Fe3O4 Nanocomposite as Adsorbent for Reduction Methylene Blue Contents La Harimu; Sri Wahyuni; Nasrudin Nasrudin; Muhamad Jalil Baari; Dian Permana
Indonesian Journal of Chemistry Vol 22, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.65430

Abstract

Methylene blue (MB) is a dye in wastewater from textile industries that pollutes the water environment. Reduction of its content is necessary for protecting humans and the surrounding environment. This study fabricated chitosan/Fe3O4 nanocomposite through the mixture of chitosan from crab shell waste and magnetite (Fe3O4) from local sand iron with sodium tripolyphosphate (STPP)-sulfate crosslinker as an adsorbent to reduce methylene blue content. The obtained composite was characterized by Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectrophotometer and X-Ray Diffraction (XRD) instrument. The contents of methylene blue before and after applying adsorbent-based nanocomposite were determined using an ultraviolet-visible (UV-Vis) spectrophotometer. FTIR characterization results show that chitosan and chitosan/Fe3O4 nanocomposite had successfully synthesized based on the typical vibrational peaks. The deacetylation degree of chitosan was 69.79%. Fe3O4, and chitosan/Fe3O4 nanocomposite, were confirmed by XRD patterns. The chitosan/Fe3O4 nanocomposite adsorption capacity reached 45.37 mg/g when adsorption occurred with 20 mg adsorbent, pH 9, and contact time of 1.5 h. Hence, the chitosan/Fe3O4 nanocomposite in this study has potency and is applicable to adsorb MB effectively.
KONSENTRASI LOGAM NIKEL (Ni) PADA KERANG NENEK (Terebralia sulcata) DI KAWASAN GALIAN TAMBANG DESA WONUA KONGGA KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Faisal Faisal; I Wayan Suama; La Harimu
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 4 (2022): Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.228 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i4.23835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam nikel (Ni) pada kerang nenek (Terebralia sulcata) di Desa Wonua Kongga. Penentuan lokasi sampel dilakukan dengan metode eksplorasi, yaitu menjelajahi lokasi pengambilan sampel secara langsung sambil mengumpulkan sampel. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan pertimbangan memilih ukuran cangkang >5 cm. Lokasi pengambilan sampel dibagi 3 stasiun dan setiap stasiun terdiri atas 3 titik pengambilan sampel kemudian 1 titik diambil 3 sampel sehingga total sampel yang didapat 27 sampel. Lokasi pengambilan sampel ditentukan berdasarkan keberadaan kerang nenek (Terebralia sulcata) serta karena adanya aktivitas-aktivitas yang dapat menimbulkan pencemaran di sekitar galian tambang Desa Wonua Kongga. Analisis konsentrasi logam nikel (Ni) pada sampel menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukan nilai rerata konsentrasi logam nikel (Ni) pada kerang nenek (Terebralia sulcata) di setiap stasiun belum melebihi baku mutu untuk biota perairan yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (Kepmen LH) No. 51 tahun 2004. Stasiun 1 konsentrasinya sebesar 0,033 ppm, stasiun 2 konsentrasinya sebesar 0,031 ppm dan stasiun 3 konsentrasinya sebesar 0,039 ppm
PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DENGAN PENDEKATAN BERBASIS KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI KEDISIPLINAN SISWA SMA Juwit Nopti Supdian Anugrah; La Harimu; LOAN Ramadhan
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.26558

Abstract

Telah dilakukan penelitian Pengaruh Model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan Pendekatan Berbasis Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis ditinjau dari Kedisiplinan Siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran POGIL dengan pendekatan berbasis kontekstual terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis ditinjau dari kedisiplinan peserta didik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 peserta didik SMAN 5 Konawe Selatan kelas XI MIPA tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar, tes keterampilan berpikir kritis, dan angket kedisiplinan peserta didik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji univariat. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata peningkatan (N-gain) hasil belajar antara peserta didik kelas eksperimen dengan peserta didik kelas kontrol berturut-turut sebesar 0,65 dan 0,51; untuk keterampilan berpikir kritis peserta didik adalah 0,40 dan 0,24. Selanjutnya, nilai rata-rata peningkatan (N-gain) hasil belajar antara peserta didik dengan tingkat kedisiplinan sangat kuat, kuat dan cukup berturt-turut sebesar 0,65, 0,56, dan 0,38; untuk keterampilan berpikir kritis peserta didik adalah 0,36, 0,32, dan 0,16. Berdasarkan hasil analisis inferensial memberikan kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran POGIL dengan pendekatan berbasis kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Peserta didik dengan tingkat kedisiplinan sangat kuat lebih baik dari peserta didik dengan tingkat kedisiplinan kuat dan cukup dalam capaian hasil belajar dan berpikir kritis, serta tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan kedisiplinan peserta didik terhadap nilai rata-rata peningkatan (N-gain) hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Analisis Kadar Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Di Pantai Nambo Kota Kendari Moh. Nur Ikhsan; I Wayan Suama; La Harimu
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 3 No. 01 (2023): Artikel Riset Periode Februari 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v3i01.2047

Abstract

Kawasan pesisir pantai merupakan lingkungan yang rentan terhadap perubahan lingkungan, berbagai aktivitas manusia di pesisir maupun di laut dapat mendorong terjadinya perubahan lingkungan di kawasan pesisir bahkan terjadinya pencemaran di kawasan pesisir. Pantai Nambo adalah salah satu kawasan wisata di Kota kendari, pantai ini terletak berdekatan dengan Pelabuhan Bungkutoko, dan pemukiman masyarakat. Aktivitas yang berasal dari tempat tersebut diduga dapat menimbulkan pencemaran logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) di perairan yang tentunya dapat membahayakan masyarakat serta biota laut yang ada di kawasan pantai Nambo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat Pb dan Cd di pantai Nambo. Pengambilan sampel dilakukan aat air pasang dengan metode eksplorasi pada dua stasiun dan setiap stasiun terdiri dari tiga titik. Analisis kadar Pb dan Cd pada sampel dilakukan dengan metode absorbansi, mengg1unakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Rerata kadar logam Timbal (Pb) di pantai Nambo sebesar 0,0034 mg/L. Sedangkan nilai rerata kadar logam Kadmium (Cd) sebesar 0,0019 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar logam Timbal (Pb) dan logam Kadmium (Cd) telah mencapai baku mutu yang ditetapkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 yaitu 0,005 mg/L untuk Pb dan 0,002 untuk Cd.  
Ketahanan Pangan Masyarakat Kota Baubau Haeruddin; La Harimu; Asriani Mulya Basri; Saprin
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.31-44

Abstract

Data penggunaan lahan dan sebaran produksi pangan di Kota Baubau tidak merata sesuai karakteristik wilayah sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan pangan, akses pangan masyarakat, pola konsumsi pangan, distribusi bahan pangan, ketercapaian konsumsi pangan masyarakat, dan kondisi kerawanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi, ketersediaan cadangan pangan, distribusi, akses, penganekaragaman serta faktor yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan masyarakat. Manfaat penelitian ini adalah tersedianya data tentang kondisi ketahanan pangan masyarakat Kota Baubau untuk menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam pengambilan kebijakan tentang pengembangan ketahanan pangan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi keadaan pangan masyarakat, dan secara kuantitatif untuk menentukan parameter ketahanan pangan masyarakat. Pengambilan sampel menggunakan metode cluster dan pemilihan responden dilakukan secara purposive random sampling. Instrumen pengumpulan data primer menggunakan angket dan wawancara langsung dengan responden dan data sekunder melakukan kunjungan ke instansi dan organisasi yang terkait dengan ketahanan pangan di Kota Baubau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penganekaragaman pangan masyarakat Kota Baubau tergolong rendah, pola konsumsi energi didominasi beras, protein didominasi dari protein ikan, tergolong normal, meskipun masih ada yang tergolong defisit ringan. Porsi pengeluaran didominasi oleh jenis pangan yaitu makanan, faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan adalah tingkat pendapatan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan aset yang dimiliki. Stok bahan pangan termasuk kategori cukup, distribusi dan akses pangan kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa status ketahanan pangan masyarakat Kota Baubau berada pada kategori baik.
Kualitas Air dari Sumber Mata Air Karaa dan Upaya Pelestariannya La Harimu; Haeruddin; Sulha; Saprin
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.59-72

Abstract

Air merupakan unsur yang vital dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Ketersediaan sumber daya air di Indonesia ini begitu melimpah, namun yang dapat dikonsumsi untuk keperluan air minum sangat sedikit. Air yang bersumber dari Mata Air Karaa dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat terutama air minum harus memenuhi kualitas air dari parameter kimia, fisika, dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan tingkat kualitas sumber Mata Air Karaa dari parameter kimia, fisika, dan biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei langsung ke sumber Mata Air Karaa untuk mengetahui kondisi lingkungannya dan metode eksperimen untuk mengetahui kualitas air. Pengukuran parameter keasaman sampel air dilakukan di lapangan (in situ), dengan mempergunakan seperangkat alat Teskit meliputi parameter temperatur, DO, dan pH sedangkan parameter kualitas air kekeruhan, warna, BOD, COD, mikroorganisme, dan logam berat dilakukan di Laboratorium secara ex situ. Untuk status mutu kualitas air, digunakan metode storet yaitu membandingkan kualitas air Mata Air Karaa dengan baku mutu air yang disesuaikan dengan Permen No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lokasi sekitar Mata Air Karaa berada dalam kondisi yang kurang baik dan perlu upaya penanganan berbagai pihak agar dapat lestari dan berkelanjutan. Kualitas sumber Mata Air Karaa baik secara fisika, kimia, dan biologi masih memenuhi syarat mutu air baku yang sehat.
Pembuatan Alkohol dari Limbah Sayuran Pasar Haeruddin; La Harimu; Ratna; Fatahu; Dian Anggreni
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.2.2020.51-64

Abstract

Limbah organik pasar seperti sayur-sayuran merupakan salah satu masalah lingkungan di perkotaan. Untuk mengurangi limbah sayuran maka dilakukan pengolahan melalui hidrolisis dan selanjutnya di fermentasi menjadi alkohol. Tujuan penelitian adalah memanfaatkan limbah sayur melalui proses hidrolisis dan difermentasi menjadi alkohol. Kadar alkohol yang dihasilkan dipengaruhi pH, kadar ragi dan waktu fermentasi. Serbuk limbah sayur yang digunakan adalah limbah kangkung, sawi, dan wortel dengan perbandingan 5:3:2. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Parameter yang diteliti adalah variasi pH (3, 4, 5, dan 6), variasi kadar ragi, (1, 1,5, 2, 2,5, dan 3), dan variasi lama fermentasi (3, 4, 5, 6, dan 7 hari). Serbuk limbah sayur sebanyak 50 gram dihidrolisis menggunakan pelarut air sebanyak 900 mL pada suhu 100ºC dan setelah selesai dilakukan penyaringan sehingga diperoleh residu dan filtrat. Filtrat hasil hidrolisis kemudian diukur kadar glukosanya menggunakan metode Nelson Somogy dengan UV-Vis Spektrofotometer. Filtrat sampel yang difermentasi sebanyak 500 ml ditambahkan starter 50 ml, 7,5 gram serbuk kulit bakau, dan ditambahkan ragi sesuai variasi yang diteliti dan disimpan sesuai dengan variasi waktu fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa yang dihasilkan dari proses hidrolisis sebesar 11,87%. Kondisi fermentasi optimum untuk menghasilkan kadar alkohol maksimal adalah pada pH 4,5, kadar ragi 2,5 gram, dan lama fermentasi 6 hari dengan kadar etanol yang dihasilkan 9,57%.
Pengurangan Kadar Sianida Umbi Gadung Menggunakan Kombinasi Cara Fisika dan Kimia serta Pemanfaatannya dalam Pembuatan Produk Pangan La Harimu; Haeruddin; Fatahu; Rizal
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.2.2020.65-79

Abstract

Salah satu penyebab tidak dimanfaatkannya umbi gadung yang tumbuh liar di Kelurahan Kalialia adalah karena mengandung racun sianida dan kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mengolahnya agar aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu melalui penelitian ini memberikan solusi iptek sederhana bagi masyarakat agar umbi gadung yang melimpah dan beracun dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti beras dan jagung. Teknologi sederhana yang diaplikasikan pada masyarakat adalah perendaman air laut selama 24 jam yang dilanjutkan dengan pencucian dengan air tawar untuk menghilangkan kadar garam sekaligus kadar sianida yang masih tersisa, pencelupan irisan umbi gadung dalam air hangat selama 1 menit, dan dilanjutkan dengan penjemuran sampai kering. Semua perlakuan ini bertujuan mengurangi kadar sianida agar umbi gadung yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. Produk yang dihasilkan ada tiga yaitu tepung kasoami instan, kasoami siap saji, dan keripik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan sianida tanpa perlakuan dan setelah perlakuan perendaman dengan air laut, pencelupan dengan air panas, dan pengeringan adalah berturut-turut 79,807 ppm, 13,656 ppm, 11,474 ppm, dan 1,445 ppm. Tepung umbi gadung yang dihasilkan dari kombinasi cara fisika dan kimia adalah 1,445 ppm, atau efektif menurunkan kadar sianida sebesar 98,19%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa setiap produk dari umbi gadung rata-rata disukai oleh konsumen.
Variasi Konsentrasi Asam Klorida (HCl) dan Lama Perendaman Slag Nikel dalam Proses Leaching serta Variasi Volume NH4OH untuk Mengendapkan Besi (Fe) Wa Ode Sartifa; La Harimu; Wa Ode Mulyana
Sains: Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia Vol. 11 No. 2 (2022): EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo, Jl. HEA. Mokodompit Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Gedung MIPA FKIP UHO Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the optimal concentration and immersion time of hydrochloric acid (HCl) in the iron leaching process in nickel slag samples and to determine the optimal volume of ammonium hydroxide (NH4OH 6.5 M) to precipitate iron (Fe) from leaching results in slag samples nickel. This study used hydrochloric acid (HCl) 37% as a leaching agent with various concentrations of 20%, 25%, 30% and 37% in a volume of 25 mL with variations in curing time for 1, 2, 3 and 4 hours. The deposition process uses a precipitation method (gravimetric), where ammonium hydroxide solution (NH4OH 6.5 M) is used as a precipitating solution to precipitate iron with volume variations of 3, 4, 5 and 6 mL. Nickel slag samples in this study came from PT. Antam, Pomalaa. The weight of the sample used in this study was 2.5 grams. The results showed that the optimal concentration of HCl in iron leaching occurred at a concentration of 30% producing the most Fe2O3 deposits of 0,378 grams with a weight of Fe in Fe2O3 was 0.2646 grams and the percentage of Fe was 10,58%. Optimal leaching time occurs at 3 hours which produces the most Fe2O3 deposits of 0.378 grams with a weight of Fe in Fe2O3 is 0.2646 grams and the percentage of Fe is 10,58%. Optimal deposition of Fe occurs at a volume variation of 4 mL of ammonium hydroxide (NH4OH) resulting in the highest Fe2O3 precipitate of 0.384 grams with a weight of Fe in Fe2O3 is 0.2688 grams and the percentage of Fe is 10,75%.