Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI POKOK BAHASAN SISTEM KOLOID Afresha Desyanti; Dahlan Dahlan; Yuniati Tewa
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 7, No 3 (2022): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpkim.v7i3.24621

Abstract

Penerapan Model Discovery Learning dengan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 2 SMAN 1 PURIALA Pada Materi Pokok Sistem Koloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi dan efektivitas hasil belajar siswa pada model pembelajaran Discovery Learning dengan media audio visual, khususnya pada mata pelajaran Sistem Koloid. Selain untuk mengetahui hasil belajar siswa, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan Audio Visual yang digabungkan dengan pembelajaran Discovery Learning. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pre-test sebelum diajar dengan model Discovery Learning berbantuan audio visual adalah 28,5 meningkat menjadi 79,2 dengan rata-rata nilai n-gain 0,70 dalam kriteria tinggi. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model Discovery Learning berbantuan audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Puriala.
Investigation of Problem-Based Learning (PBL) on Physics Education Technology (PhET) Simulation in Improving Student Learning Outcomes in Acid-Base Material Aceng Haetami; Nina Zulvita; Dahlan; Maysara; M. Alim Marhadi; Tri Santoso
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.4820

Abstract

This study aimed to ascertain how well the problem-based learning model and physics education technology (PhET) simulation improved student learning outcomes in acid-base materials. The research method used was a quasi-experiment with a non-equivalent control group design. Data collection techniques were used in this study by providing test instruments in the form of multiple-choice questions, pretests and posttests, and observation sheets of teacher and student activities. The findings revealed that students taught using the PBL model with PhET simulation achieved an average learning outcome score of 79.29, while those taught using the PBL model alone obtained an average score of 73.97. The calculated average N-gain of 0.70 (categorized as medium) indicates that the PBL model with PhET simulation significantly contributed to enhancing student learning outcomes. This study demonstrates that integrating the PBL model with PhET simulation is an effective approach for improving student learning outcomes in the context of acid-base materials. The results highlight the importance of experiential, inquiry-based approaches combined with technology in enhancing student engagement and understanding. Further research could explore the long-term effects of implementing this instructional approach and investigate its impact on broader aspects of student learning in science education.
Optimalisasi Nilai Bilangan Penyabunan Minyak Kelapa Hasil Pengolahan dengan Pemanasan Terkontrol: Optimization of Saponification Numbers of Processed Coconut Oil by Controlled Heating Haeruddin Haeruddin; La Harimu; Rahmanpiu Rahmanpiu; Dahlan Dahlan; La Rudi; La Ode Muhamad Alibonto; Citra Wati; Nurul Aulia Hikmah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.2127

Abstract

Coconut oil is one part of the coconut that is utilized as cooking oil. This study aims to determine the optimal condition of the saponification number of coconut oil obtained from variations in heating time. This research method is in the form of measuring the value of saponification number by acid-base titration and determining the optimum condition of saponification number of coconut oil based on variations in temperature and saponification heating time on coconut oil obtained from variations in extraction time of 10-15 minutes. The results showed that variations in saponification heating time and temperature caused differences in the saponification number of coconut oil. At 30 minutes of saponification heating at 50°C-70°C, the saponification number value of coconut oil is lower than at 60 minutes of saponification heating at 50°C-70°C. The lowest saponification number value occurs in coconut oil extracted for 10 minutes at 107.66 mg KOH/gram at 50°C saponification heating for 30 minutes and the highest saponification number value occurs in coconut oil extracted for 35 minutes at 230.528 mg KOH/g at 60°C saponification heating for 60 minutes. The best results were obtained at 60°C saponification heating for 60 minutes from all extracted oils and treatment types where the saponification number value was closer to the SNI value range of 180-265 mg KOH/gram. Keywords:          coconut oil, saponification number, temperature, heating time   Abstrak Minyak kelapa adalah salah satu bagian dari kelapa yang dimanfaatkan sebagai minyak goreng. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi optimal nilai bilangan penyabunan minyak kelapa yang diperoleh dari variasi waktu pemanasan. Metode penelitian ini berupa pengukuran nilai bilangan penyabunan secara titrasi asam basa dan penentuan kondisi optimum bilangan penyabunan minyak kelapa berdasarkan variasi suhu dan waktu pemanasan penyabunan terhadap minyak kelapa yang diperoleh dari variasi waktu ekstraksi 10-15 menit. Hasil penelitian menunjukkan variasi waktu dan suhu pemanasan penyabunan menyebabkan terjadinya perbedaan nilai bilangan penyabunan minyak kelapa. Pada pemanasan penyabunan 30 menit suhu 50°C-70°C, nilai bilangan penyabunan minyak kelapa lebih rendah dari pada pemanasan penyabunan 60 menit suhu 50°C-70°C. Nilai bilangan penyabunan terendah terjadi pada minyak kelapa hasil ekstraksi selama 10 menit sebesar 107,66 mg KOH/gram pada pemanasan penyabunan 50°C selama 30 menit dan nilai bilangan penyabunan tertinggi terjadi pada minyak kelapa hasil ekstraksi selama 35 menit sebesar 230,528 mg KOH/g pada pemanasan penyabunan 60°C selama 60 menit. Hasil terbaik diperoleh pada pemanasan penyabunan 60°C selama 60 menit dari semua minyak hasil ekstraksi dan jenis perlakuan dimana nilai bilangan penyabunannya lebih mendekati rentang nilai yang dipersyaratkan SNI sebesar 180-265 mg KOH/gram. Kata Kunci:         minyak kelapa, bilangan penyabunan, suhu, waktu pemanasan
Pelatihan Media Pembelajaran Barcode Scan Berbasis Quick Respon (QR) Code Bagi Calon Tenaga Pendidik Jurusan Pendidikan Kimia Maysara; La Rudi; Dahlan; Fatahu; Wa Ode Mulyana; Nada Shofa; Muh. Akbar Yaqub
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS) Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/japimas.v3i1.44

Abstract

Penerapan media pembelajaran Barcode Scan berbasis QR Code merupakan salah satu indikator yang dapat merujuk pada keberhasilan kegiatan pembelajan berbasis media. QR Code adalah image dua dimensi yang mepresentasekan suatu data berbentuk teks. QR Code bebas untuk menghasilkan dan mengakses data dengan cepat dan dapat dibaca dengan  smartphone. Penerapan Media Pembelajaran Barcode Scan Berbasis Quick Respon (QR) Code Bagi Calon Tenaga Pendidik Jurusan Pendidikan Kimia bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kecakapan calom tenaga pendidik untuk mendukung kegiatan belajar berbasis multimedia pembelajaran berbasis barcode scan berbasis Quick Respon (QR). Sasaran pengabdian adalah Mahasiswa tingkat akhir sebagai calon tenaga pendidik yang berasal dari Jurusan Pendidikan Kimia. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan berbagai metode mulai dari survei/observasi, koordinasi bersama mitra, demonstrasi/unjuk kerja dan pendampingan secara langsung kepada peserta workshop pada proses pengoperasian barcode scan berbasis Quick Respon (QR) oleh anggota tim pelaksana pengabdian. Hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa peserta mengalami peningkatan dalam penguasaan media digital untuk menerapkan media pembelajaran menggunakan aplikasi berbasis QR Code pada materi pelajaran Kimia. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa 85% peserta lolos persyaratan yang ditentukan memalui bukti penyetoran tugas kepada fasilitator sehingga mendapatkan sertifikat keikutsertaan dan dapat menjadi kader/pelatih bagi rekan calon tenaga pendidik lainnya. Hasil kegiatan pelaksanaan telah diterbitkan melalui media online.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Canva Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Menui Kepulauan Pada Materi Struktur Atom Dea Kartika; Haeruddin Haeruddin; Dahlan Dahlan
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.725

Abstract

Penelitian ini melatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar kimia siswa pada materi yang bersifat abstrak seperti struktur atom, yang disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran yang kurang variatif dan media yang kurang interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Canva dan tanpa media Canva, (2) mengetahui perbedaan signifikan hasil belajar di antara kedua kelompok tersebut, serta (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model PBL berbantuan media Canva. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen (Quasi Experimental Design). Populasi penelitian melibatkan seluruh siswa kelas X SMAN 1 Menui Kepulauan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang dibagi menjadi kelas eksperimen (PBL berbantuan Canva) dan kelas kontrol (PBL tanpa Canva). Instrumen pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar kognitif (pretest dan posttest) serta angket respon siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial menggunakan uji-t. Hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Canva lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar menggunakan model PBL tanpa media Canva. Pada kelas eksperimen, nilai rata-rata pretest sebesar 45 meningkat menjadi 86,39 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,75 yang termasuk kategori tinggi. Sementara itu, pada kelas kontrol, nilai rata-rata pretest sebesar 43,53 meningkat menjadi 68,53 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,44 yang termasuk kategori sedang. Perbedaan nilai posttest dan N-Gain tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media Canva dalam pembelajaran PBL mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Struktur Atom secara lebih optimal. Dengan demikian, penerapan model PBL berbantuan media Canva memberikan hasil yang lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan penerapan model PBL tanpa media Canva.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII PADA MATERI SISTEM KOLOID Jumaintan Dahaman; Dahlan Dahlan; La Rudi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13272

Abstract

ABSTRACT The low learning outcomes of students on the colloid system topic indicate the need for an instructional model that can improve conceptual understanding and promote active learning. This study aimed to analyze the effect of the Discovery Learning model on the learning outcomes of twelfth-grade students at SMA Negeri 1 Menui in learning the colloid system. This research employed a quasi-experimental method using a Non-Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. The participants consisted of an experimental class taught using the Discovery Learning model and a control class taught using the Problem-Based Learning (PBL) model. Data were collected through learning achievement tests and student response questionnaires and analyzed using descriptive and inferential statistical techniques. The findings revealed that the implementation of the Discovery Learning model improved students' learning outcomes more effectively than the Problem-Based Learning model. Students in the experimental class demonstrated better conceptual understanding and showed highly positive responses toward the learning process. These findings indicate that Discovery Learning facilitates active knowledge construction through discovery activities, resulting in more meaningful learning experiences. Therefore, the Discovery Learning model has a positive and effective influence on improving students' learning outcomes in the colloid system topic learning outcomes in the colloidal system topic. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada materi sistem koloid menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Menui pada materi sistem koloid. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Non-Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas siswa kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Discovery Learning dan siswa kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket respons siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara lebih baik dibandingkan model Problem Based Learning. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan penguasaan konsep yang lebih tinggi serta memperoleh respons yang sangat positif terhadap proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa model Discovery Learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuan secara aktif melalui proses penemuan sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning berpengaruh positif dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem koloid.
PENGARUH LITERASI DIGITAL DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 7 KENDARI PADA MATERI ASAM BASA Ernawati Erna; Aceng Haetami; Dahlan Dahlan
Chemistry Education Practice Vol. 8 No. 2 (2025): Edisi November
Publisher : FKIP University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cep.v8i2.9190

Abstract

This study aims to describe digital literacy, learning styles, and chemistry learning outcomes on acid–base material, as well as the simultaneous and partial effects of digital literacy and learning styles. This research is quantitative and uses a survey method. The sample consisted of all 41 eleventh-grade students of SMAN 7 Kendari in the 2024/2025 academic year. The data collection techniques were questionnaires and documentation. The questionnaires were used to measure digital literacy skills and learning styles using a 4-point Likert scale. Documentation of learning outcomes was obtained from students’ daily test scores. Hypothesis testing employed simple linear regression analysis and multiple linear regression analysis based on the questionnaire data and learning outcome data. The results of the simple linear regression test showed that digital literacy had a significant effect on learning outcomes with a contribution of 10.2%, whereas learning styles did not have a significant effect on learning outcomes, contributing only 0.04%. The results of the multiple linear regression test showed that digital literacy and learning styles simultaneously did not have a significant effect on acid–base chemistry learning outcomes, with a total contribution of 10.2%.
WAKTU KONTAK OPTIMUM ARANG AKTIF KULIT JAMBU METE DALAM MENURUNKAN KADAR COD PADA LIMBAH LAUNDRY Lasmi Astuti; Dahlan Dahlan; Ekacahyana Mandasari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14434

Abstract

The increasing use of laundry services has led to a higher volume of liquid waste produced, which has the potential to pollute aquatic environments. Laundry waste contains detergents, surfactants, oils, fats, and organic compounds that can increase the Chemical Oxygen Demand (COD) value. A high COD value indicates a high content of organic matter in the waste, making treatment necessary before disposal into the environment. This study aims to determine the ability of cashew nut shell activated carbon to reduce the COD levels in laundry waste and to determine the optimum contact time for the adsorption process. The activated carbon was produced through the carbonization process of cashew nut shells at temperatures of 300–500°C and chemically activated using a 0.4 M HCl solution. The study was conducted using the adsorption method with 2 grams of adsorbent in 100 mL of laundry waste at contact times of 15, 30, 45, 60, and 75 minutes. COD levels were analyzed using the closed reflux method by titrimetry based on SNI 6989.15:2019. The results of the study showed that the initial COD level of laundry waste was 2320 mg/L. Adsorption using cashew shell activated carbon was able to reduce COD levels at all contact time variations compared to the initial sample. The greatest reduction was obtained at a contact time of 15 minutes with a COD level of 880 mg/L and a reduction efficiency of 62.07%. At longer contact times, the adsorption efficiency tended to decrease due to the reduction of active sites on the adsorbent and the occurrence of desorption processes. Based on the results of the study, it can be concluded that cashew shell activated carbon has the potential to be used as an adsorbent to reduce COD levels in laundry waste, with an optimum contact time of 15 minutes. ABSTRAK Meningkatnya penggunaan jasa laundry menyebabkan volume limbah cair yang dihasilkan semakin tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan perairan. Limbah laundry mengandung deterjen, surfaktan, minyak, lemak, dan senyawa organik yang dapat meningkatkan nilai Chemical Oxygen Demand (COD). Tingginya nilai COD menunjukkan tingginya kandungan bahan organik dalam limbah sehingga diperlukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan arang aktif kulit jambu mete dalam menurunkan kadar COD limbah laundry serta menentukan waktu kontak optimum proses adsorpsi. Arang aktif dibuat melalui proses karbonisasi kulit jambu mete pada suhu 300–500°C dan diaktivasi secara kimia menggunakan larutan HCl 0,4 M. Penelitian dilakukan dengan metode adsorpsi menggunakan 2 gram adsorben dalam 100 mL limbah laundry pada variasi waktu kontak 15, 30, 45, 60, dan 75 menit. Kadar COD dianalisis menggunakan metode refluks tertutup secara titrimetri berdasarkan SNI 6989.15:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar COD awal limbah laundry sebesar 2320 mg/L. Adsorpsi menggunakan arang aktif kulit jambu mete mampu menurunkan kadar COD pada seluruh variasi waktu kontak dibandingkan sampel awal. Penurunan terbesar diperoleh pada waktu kontak 15 menit dengan kadar COD sebesar 880 mg/L dan efisiensi penurunan sebesar 62,07%. Pada waktu kontak yang lebih lama, efisiensi adsorpsi cenderung menurun akibat berkurangnya situs aktif adsorben dan terjadinya proses desorpsi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa arang aktif kulit jambu mete berpotensi digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar COD limbah laundry, dengan waktu kontak optimum selama 15 menit.