Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian Sepeda motor di watansoppeng Suhairi; Asrah; Jumarni
Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi” Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi”
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.679 KB) | DOI: 10.57093/metansi.v4i1.122

Abstract

Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh persepsi konsumen tentang nilai kualitas, nilai emosional, nilai fungsional serta nilai sosial terhadap keputusan pembelian sepeda motor di Watansoppeng dan Untuk mengetahui faktor yang dominan berpengaruh terhadap persepsi konsumen dalam pembelian sepeda motor di Watansoppeng. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan metode analisis deskriptif,untuk memperoleh data yang valid tentang hal-hal yang diperlukan dalam penelitian. Analisis Deskriptif adalah suatu analisis yang menguraikan tanggapan responden mengenai persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor di Watansoppeng dengan menyebarkan kuesioner kepada pelanggan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Analisis kuantitatif dengan menggunakan alat analisis regresi berganda adalah suatu analisis yang digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independent sebagai faktor prediktor. Dari hasil penelitian yang sebagaimana telah dilakukan yang menunjukkan bahwa secara parsial persepsi konsumen dengan nilai kualitas, nilai emosional, nilai fungsional dan nilai sosial berpengaruh positif secara signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda motor. Dimana semakin tinggi persepsi konsumen dengan nilai kualitas, nilai emosional, dengan nilai fungsional maka akan semakin tinggi keputusan konsumen dengan membeli sepeda motor
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Discovery Learning di Kelas VIII di SMP Negeri 19 Makassar Miftahul Jannah; Abd.Muis; Asrah
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning, pada peserta didik kelas VIII D SMP Negeri 19 Makassar T.A 2023/2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII.D SMP Negeri 19 Makassar dengan 31 peserta didik. Hasil penelitian menunjukan pada siklus I setelah penerapan model Dicovery Learning persentase hasil belajar siswa 51.61% dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 12 orang. Siklus II setelah penerapan model Discovery Learning persentase ketuntasan meningkat menjadi 70.97% dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 22 orang rata-rata nilai yang di peroleh sebesar 71.29. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas VIII D SMPN 19 Makassar.
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT pada Mata Pelajaran IPA di SMPN 19 Makassar Miftahul Janna; Abd. Muis; Asrah
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.483

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus yang dilakukan di kelas VIII K SMPN 19 Makassar dengan siswa yang berjumlah 30 orang yang bertujuan untuk melihat peningkatan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA dengan rencana tindakan yang akan dilakukan pada objek berupa penerapan model pembelajaran kooperartif tipe Teams Games Tournament (TGT). Instrumen yang digunakan adalah nontes berupa angket yang terdiri dari 20 pertanyaan yang terdiri dari 5 pilihan jawaban. Data ini diolah menggunakan analisis deskriptif yang terdiri dari rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi, dan varians yang setelah dianalisis maka akan dikategorikan sesuai tabel kategorisasi motivasi belajar. Peningkatan motivasi belajar diukur menggunakan rumus N-gain. Hasil yang diperoleh adalah diketahui skor rata-rata motivasi belajar peserta didik pada siklus I adalah 73,68 sedangkan siklus II adalah 79,86. Dari data tersebut maka dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar pada mata pelajaran IPA dari siklus I ke siklus II sebesar 23%.
Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Wordwall untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas VIII-J UPT SPF SMP Negeri 19 Makassar Miftahul Rizky; Abdul Muis; Asrah
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik dengan menerapkan model discovery learning berbantuan media wordwall di kelas VIII-J UPT SPF SMP Negeri 19 Makassar. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklus dalam penelitian terdiri atas 4 tahap penelitian yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Adapun dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan terhadap kondisi awal mulai dari siklus I dan siklus II. Dimana. dari yang kondisi awal motivasi belajar peserta didik dengan kategori rendah sebesar 40% berkurang menjadi 10% pada siklus I, hingga pada siklus II tidak lagi terdapat peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Disisi lain juga, dari yang yang kondisi awal motivasi belajar peserta didik dengan kategori sedang sebesar 26,67% berkurang menjadi 16,7% pada siklus I, hingga pada siklus II hanya tersisa 6,67%. Tidak hanya itu, pada motivasi belajar peserta didik kategori sangat tinggi juga mengalami peningkatan, dari yang awalnya tidak ada peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang sangat tinggi meningkat menjadi 23,33% dan terus meningkat menjadi 63,3% pada siklus II. Sehingga, disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model discovery learning berbantuan media wordwall dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik di kelas VIII-J UPT SPF SMP Negeri 19 Makassar.
Peningkatan Motivasi Belajar pada Mata Pelajaran IPA Peserta Didik dengan Pemberian Reward di SMP Negeri 19 Makassar Miftahul Jannah Yusuf; Abd. Muis; Asrah
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.491

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VIII I SMP Negeri 19 Makassar yang bertujuan untuk melihat peningkatan motivasi dan hasil belajar IPA peserta didik yang diajar menggunakan perlakuan yaitu pemberian reward di kelas VIII I. Penelitian ini menggunakan instrumen nontes dan tes berupa angket motivasi belajar yang terdiri dari 20 pernyataan untuk masing-masing siklus. Skala ini akan diolah menggunakan analisis deskriptif yang terdiri dari rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi dan varians. Setelah dianalisis maka akan dikategorikan sesuai tabel kategorisasi motivasi belajar IPA. Serta dilakukan juga uji N-gain digunakan mengukur peningkatan motivasi belajar peserta didik dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil yang diperoleh adalah diketahui skor rata-rata motivasi belajar peserta didik pada siklus I dan siklus II secara berturut-turut sebesar 74,43 dan 81,17 dari skor maksimal ideal 100. Serta diperoleh peningkatan motivasi belajar sebesar 26% dari siklus 1 ke siklus 2 yang menyatakan pembelajaran IPA dengan pemberiakn reward dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.