Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perilaku Androgini Tokoh Utama Dalam Naskah Drama "DEDES (Terperdaya atau Memperdaya Menjadi Sah-sah Saja" Karya Aan Sugianto Mas Intan Maharani; arip hidayat; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.293

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini berangkat dari adanya ketimpangan representasi gender dalam karya sastra, khususnya dalam penggambaran karakter perempuan yang seringkali stereotipikal. Naskah drama Dedes karya Aan Sugianto Mas menghadirkan tokoh utama perempuan dengan karakteristik yang tidak biasa, yakni memadukan sifat maskulin dan feminin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku androgini tokoh utama dalam naskah tersebut serta menjelaskan bagaimana perilaku tersebut membentuk alur cerita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data penelitian berupa dialog dan tindakan tokoh yang menunjukkan ciri-ciri androgini, yaitu perpaduan antara sifat maskulin dan feminin dalam satu individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Dedes menampilkan perilaku androgini melalui keberanian, kepemimpinan, empati, dan kelembutan yang ditampilkannya dalam berbagai situasi. Perilaku ini tidak hanya memperkaya karakter tokoh, tetapi juga mendorong perkembangan plot, khususnya dalam konflik batin, relasi antar tokoh, dan resolusi cerita. Kesimpulannya, androgini dalam tokoh Dedes menjadi kekuatan naratif yang memperkuat pesan feminisme dan pemberdayaan dalam naskah drama tersebut. KATA KUNCI: Androgini; tokoh dedes; drama; sastra; gender >  ANDROGYNOUS BEHAVIOR OF THE MAIN CHARACTER IN THE DRAMA SCRIPT " DEDES (TERPERDAYA ATAU MEMPERDAYA MENJADI SAH-SAH SAJA)" BY AAN SUGIANTO MAS   ABSTRACT: The problem in this research arises from the imbalance in gender representation in literary works, particularly in the portrayal of female characters who are often depicted stereotypically. The drama script Dedes by Aan Sugianto Mas presents a female protagonist with unusual characteristics, namely a combination of masculine and feminine traits. This study aims to describe the androgynous behavior of the main character in the drama and explain how such behavior shapes the plot. The research uses a qualitative approach with descriptive analysis techniques. The data consist of dialogues and actions that reflect androgynous traits, such as the fusion of masculine and feminine qualities in a single individual. The results show that the character Dedes exhibits androgynous behavior through her courage, leadership, empathy, and tenderness in various situations. This behavior not only enriches the character but also drives the development of the plot, especially in terms of internal conflict, character relationships, and story resolution. In conclusion, the androgyny of the character Dedes serves as a narrative strength that reinforces the themes of feminism and empowerment in the drama script. KEYWORDS: Androgyny; dedes; drama; literature; gender
BENTUK PERSUASIF LAGU-LAGU KRITIK EKOLOGI TEATER JALANAN UNIVERSITAS KUNINGAN DI RUANG PUBLIK Arip Hidayat; Andriyana; Tifani Kautsar; Khalid Naufal Adani; Dea Cahaya Ramadona
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i1.329

Abstract

ABSTRAK: Artikel ini membahas bentuk-bentuk persuasif dalam lagu-lagu kritik ekologi yang dibawakan oleh Teater Jalanan Universitas Kuningan (UNIKU) pada pertunjukan publik, khususnya dalam karya “Air Untuk Anak Cucu”. Melalui analisis konten, retorika, dan konteks performatif, penelitian ini menyoroti bagaimana lirik berirama, simbolisme teatrikal, dan penggunaan ruang publik menjadi strategi advokasi lingkungan yang efektif. Teater Jalanan UNIKU mengangkat isu krisis air, tata ruang, serta kerusakan ekologi melalui bahasa lugas, metafora kuat, visual teatrikal, dan interaksi langsung dengan masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa lagu-lagu dan chant bersifat persuasif karena mampu menghadirkan pesan ekologis kompleks dalam format yang mudah diingat dan mudah diterima oleh publik yang beragam. Artikel ini menegaskan bahwa seni pertunjukan jalanan berperan sebagai media pendidikan lingkungan yang signifikan dan menjadi jembatan komunikasi antara isu ekologis dan partisipasi masyarakat. KATA KUNCI: Teater jalanan; kritik ekologi; komunikasi persuasif; ruang publik; performativitas; lagu protes; ekokritik. > PERSUASIVE FORMS OF ECOLOGICAL CRITICISM SONGS OF STREET THEATER OF KUNINGAN UNIVERSITY IN PUBLIC SPACES ABSTRACT: This article discusses the persuasive forms in ecological criticism songs performed by the Street Theater of the University of Kuningan (UNIKU) in public performances, especially in the work "Water for Children and Grandchildren". Through an analysis of content, rhetoric, and performative context, this study highlights how rhythmic lyrics, theatrical symbolism, and the use of public space become effective environmental advocacy strategies. UNIKU Street Theater raises the issue of water crisis, spatial planning, and ecological damage through straightforward language, strong metaphors, theatrical visuals, and direct interaction with the community. The findings show that songs and chants are persuasive because they are able to present complex ecological messages in a format that is memorable and easily accepted by a diverse public. This article confirms that street performing arts play a significant role as a medium of environmental education and become a bridge of communication between ecological issues and community participation. KEYWORDS: Street theater; ecological criticism; persuasive communication; public spaces; performativeness; protest songs; Ecocriticism.