Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Effect of Heat Compresses Hydrotherapy to Reduction of Pain Labor Stage 1st Luluk Susiloningtyas; Fransisika Novitasari; Ratna Feti Wulandari
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2019): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v8i2.223

Abstract

Labor pain is an unpleasant stimulus that causes fear and worry. This situation will be stimulate an increase in catecholamineswhich can be cause interference with the strength of uterine contractions so that uterine insertion occurs if not corrected, which will be cause prolonged labor, so that’s necessary to prevent maternal care in the form of methods of pain transfer The One non-pharmacological method is heat compresshydrotherapy. The type of research was used Quasi Experimental withcross sectional approach one group pretest-posttest design. The results of data analysis stated that sig (p) = 0,000 where α = 0.05, p <α, means that therewas an effect of giving heat compress hydrotherapy to the reduction of labor pain in the active phase. Correlation or influence using Wilcoxon Correlation =-0.382.
The Effect Bonapace Method Reduces Labor Pain Of Active Phase I To Intranatal Care Luluk Susiloningtyas; Ratna Feti Wulandari
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2020): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i1.281

Abstract

Sampling technique used is Accidental Sampling. The independent variable is Bonapace Method, the instrument used is a checklist. Dependent variable is the reduction of labor pain in the active phase I, an instrument used to measure the level of pre and post pain with an observation sheet with a pain scale between 0 to 10 and an interview using the Verbal Descriptive Scale (VDS), rating scale, value 0 = no pain , 1-3 = mild pain, 4-6 = moderate pain, 7-9 = severe pain, 10 = very severe pain. Analysis of data using the Wilcoxon Sign Rank. The results of the data analysis stated sig (p) = 0,000 where α = 0.05, p <α, it means that there is an effect of the Bonapace Method on the reduction of labor pain in the active phase of the First Maternity where the Correlation or effect using the Wilcoxon Correlation = -0,382
The Effect Of Giving Family’s Psychososial Stimulation On Social Development Of Children With Autism Spectrum Disorder (ASD) At ADIP Center Therapy Sumber Bendo Kediri Regency Luluk Susiloningtyas; Nurin Fauziyah; Ratih Kusuma Wardhani
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.449

Abstract

Psychosocial stimulation served as a beneficial reinforcer for child development. Good psychosocial stimulation has a positive impact on the social development particularly for children with ASD. These study used a Quasi Experiment with Non-equivalent Control Group Design. The research analysis of the Mann Whitney test showed a significance of Sig (p) = 0.034. α = 5% = 0.05, p <α means there are differences in social development of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) in the treatment group with the control group, it means that there is a difference after the treatment of giving psychosocial stimulation by the family. The analysis was performed using the Wilcoxon test, it was found that Sig (p) = 0.003. α = 5% = 0.05, p <α, it means that there is an effect of giving psychosocial stimulation by the family on the social development of children with Autism Spectrum Disorder (ASD).
The Effect of Courses, Training and Entrepreneurship Seminars To Student’s Entrepreneurship Interest Of Study Program DIII Kebidanan STIKes Pamenang Ratna Feti Wulandari; Luluk Susiloningtyas; Sukma Amperiana
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.730

Abstract

Higher education has a role in fostering entrepreneurial interest for students by providing courses, training and seminars. This research aims to determine the effect of entrepreneurship courses, training and seminars on student interest in entrepreneurship. This quantitative research was descriptive approach. There were three variables, the independent variables were courses, training and entrepreneurship seminars. The dependent variable was entrepreneurship interest. This research started from September 2017 to September 2019. Data were collected from students of the DIII Midwifery Study Program at Stikes Pamenang and the sample size was 135 female students. The sampling technique used purposive sampling. The instrument for this study was questionnaire and it has been tested for validity and reliability. Data analysis using multiple linear regression analysis. The results stated that courses, training and seminars respectively affect student’s interest in entrepreneurship
The Influence of Work Discipline on the Quality of Excellent Service for Health Administration Staff in Hospital Kediri Regency Luluk Susiloningtyas; Aris Dwi Cahyono; Bambang Wiseno; Supapak Phetrasuwan
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2022): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v11i1.887

Abstract

The quality of excellent service for health administration staff has an important role in maintaining the quality of the hospital. Efforts are needed to improve the quality of excellent service for health administrative staff so that hospital services are more optimal, effective and efficient. One of the efforts to improve the quality of excellent hospital services is to increase work discipline in the provision of health administrative services. The purpose of this study is analyzing the influence of work discipline on the quality of service excellence for health administrative staff in Kediri Hospital. This study was a correlational analytic study that was conducted between August to September 2021 in Kediri Hospital. The research sample is 42 Health Administration staff at Kediri Regency Hospital according to the inclusion criteria and sampling technique used was Acidental Sampling. The dependent variable is the quality of excellent service for health administrative staff.
PENGELOLAAN DATA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) : DATA MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM POSYANDU MANAGEMENT PRIMARY SERVICE INTEGRATION (ILP) luluk susiloningtyas luluk; aris dwi cahyono; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono Suryono; Lucia Endarwati
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.279

Abstract

Abstrak Kementerian Kesehatan RI mulai mengintegrasikan dan merevitalisasikan pelayanan kesehatan primer yang bertujuan menguatkan pelayanan kesehatan primer dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif. Integrasi diselenggarakan dengan mendekatkan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga ke tingkat desa/kelurahan, dengan sasaran seluruh siklus hidup. Saat ini kegiatan posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan program kebijakan dari Kementerian Kesehatan RI yang masih baru dilaksanakan. Desa Karangrejo merupakan salah satu Desa yang melaksanakan kegiatan Posyandu ILP. Transformasi pelayanan kesehatan di posyandu saat ini fokus pada 5 langkah, yaitu pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pemeriksaan, pelayanan kesehatan dan penyuluhan, serta validasi dan sinkronisasi data hasil pelayanan, berupa adanya kunjungan rumah, kelas ibu hamil, dan kelas ibu balita. Berdasarkan identifikasi masalah dari hasil observasi pelayanan kesehatan Posyandu ILP di Desa Karangrejo kenyataan dilapangan partisipasi masyarakat baik balita, remaja maupun lansia masih belum semua sasaran terpenuhi, masih tercapai sebesar 80 %. Selain itu diketahui dari sistem informasi pencatatan data pada posyandu ILP masih bersifat manual sehingga pengolahan data dan informasi masih mengalami beberapa kendala terutama dari segi akurasi dan efektifitas. Oleh karena itu kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kegiatan pengolahan data sistem informasi manajemen Posyandu ILP di Desa Karangrejo. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi Pengelolaan Data Sistem Informasi Manajemen Posyandu ILP di Desa Karangrejo, khususnya mengetahui pencatatan dan pelaporan data Posyandu ILP. Fokus Sistem Informasi Manajemen Posyandu ILP yaitu tata kelola pelaksanaan pencatatan dan pelaporan data posyandu ILP. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan metode kualitatif.  Lokasi penelitian berada di Desa Karangrejo, Kecamatan  Ngasem Kabupaten  Kediri dilaksanakan bulan Mei – Juli 2024. Peneliti menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan pendekatan interaktif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Objek penelitian adalah kader posyandu dengan observasi dan wawancara langsung dengan petugas posyandu. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil Kegiatan Posyandu ILP di Desa Karangrejo sudah berjalan dengan baik dengan dukungan berbagai pihak termasuk partisipasi masyarakat tetapi dalam pengelolaan data perlu pengembangan dalam pengelolaan data sistem informasi menajemen posyandu ILP. Adanya sistem informasi merupakan salah satu solusi terbaik untuk mengatasi masalah pencatatan yang sering terjadi seperti kehilangan data, karena dengan adanya sistem ini, semua data tersimpan dalam database dan pengolahannya menjadi lebih cepat. Oleh karena itu ada gagasan membuat rancangan sistem informasi pencatatan data pelayanan posyandu ILP berbasis desktop dengan tujuan mempermudah pengolahan data pelayanan yang ada di posyandu ILP. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan data sistem informasi manajemen posyandu ILP, dapat membantu posyandu dalam pengelolaan data dengan lebih efesien dan cepat, dapat mempermudah dalam penginputan data baik dari pengolahan data yang membutuhkan waktu lama, pembuatan laporan dan menghindari data yang rusak, hilangnya data, serta penumpukan data. Manajemen data Sistem Informasi Posyandu sangat baik bagi pengembangan Sistem informasi untuk peningkatan mutu layanan posyandu di Desa Karangrejo. Abstract The Indonesian Ministry of Health has begun to integrate and revitalize primary health services with the aim of strengthening primary health services by encouraging increased promotive and preventive efforts. Integration is carried out by bringing health services closer through networks to the village/sub-district level, targeting the entire life cycle. Currently, Primary Care Integration (ILP) posyandu activities are a policy program from the Indonesian Ministry of Health that has only just been implemented. Karangrejo Village is one of the villages that carries out ILP Posyandu activities. The transformation of health services at posyandu currently focuses on 5 steps, namely registration, weighing and measuring, recording and examination, health services and counseling, as well as validation and synchronization of service results data, in the form of home visits, classes for pregnant women, and classes for mothers of toddlers. Based on the identification of problems from observations of the ILP Posyandu health services in Karangrejo Village, the reality in the field is that community participation for toddlers, teenagers and the elderly is still not all targets being met, it has still been achieved at 80%. Apart from that, it is known that the information system for recording data at the ILP posyandu is still manual so that data and information processing still experiences several obstacles, especially in terms of accuracy and effectiveness. Therefore, this activity was carried out to find out an overview of the implementation of ILP Posyandu management information system data processing activities in Karangrejo Village.The aim of this research is to identify ILP Posyandu Management Information System Data Management in Karangrejo Village, specifically knowing the recording and reporting of ILP Posyandu data. The focus of the ILP Posyandu Management Information System is the governance of the recording and reporting of ILP Posyandu data. This research uses a qualitative approach and methods.  The research location is in Karangrejo Village, Ngasem District, Kediri Regency, carried out in May – July 2024. Researchers used purposive sampling. Research data collection was carried out using an interactive approach with data collection methods in the form of structured interviews, documentation and observation. The research object was posyandu cadres through direct observation and interviews with posyandu officers. Data analysis techniques through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity uses source triangulation and method triangulation techniques. The results of the ILP Posyandu activities in Karangrejo Village have been running well with the support of various parties including community participation, but in data management there is a need for development in data management of the ILP Posyandu management information system. Having an information system is one of the best solutions to overcome recording problems that often occur, such as data loss, because with this system, all data is stored in a database and processing is faster. Therefore, there is an idea to design a desktop-based information system for recording ILP posyandu service data with the aim of making it easier to process service data at ILP posyandu. It is hoped that the results of this activity can optimize the data management of the ILP posyandu management information system, can help posyandu in managing data more efficiently and quickly, can make it easier to input data both from processing data which takes a long time, making reports and avoiding damaged data, loss data, as well as data accumulation. Posyandu Information System data management is very good for developing information systems to improve the quality of posyandu services in Karangrejo Village.
EVALUASI IMPLEMENTASI APLIKASI DATA WEREHOUSE DALAM PENYAJIAN DATA STUNTING MENGGUNAKAN METODE PIECES DI KABUPATEN KEDIRI : EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE WEREHOUSE DATA MODELING APPLICATION FOR PRESENTING STUNTING DATA IN VILLAGES IN KEDIRI REGENCY luluk susiloningtyas luluk; Arik Sofan Tohir; Aris Dwi Cahyono; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono Suryono
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.446

Abstract

Abstrak   Teknologi informasi menjadi solusi masalah layanan publik, termasuk pengolahan data besar lewat data warehouse dengan metode Nine Step Kimball model Skema Bintang. Data warehouse mendukung pengelolaan dan analisis data. Masalah muncul saat manajemen butuh informasi detail dan tepat waktu tentang data transaksional stunting, tapi di lapangan pihak manajemen kesulitan mendapat profil data stunting karena pengisian aplikasi belum lengkap. Karena itu perlu evaluasi penerapan aplikasi pemodelan data warehouse untuk penyajian data stunting. Tujuan penelitian mendeskripsikan evaluasi penerapan aplikasi Pemodelan Data Warehouse untuk penyajian data stunting di Desa Wilayah Kabupaten Kediri. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan Mei-Juni 2025 di Desa wilayah Kabupaten Kediri. Populasi seluruh kader kesehatan pengguna aplikasi dengan sampel 40 orang pakai total sampling. Data dikumpulkan lewat kuesioner PIECES. Uji validitas 35 item valid karena r-hitung > r-tabel 0,334 dan reliabilitas Alpha 0,928 > 0,70, jadi instrumen valid dan reliabel. Pengukuran pakai skala Likert dengan analisis statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan semua aspek PIECES kategori Baik: performance 90%, information 85%, economics 82,5%, efficiency 72,5%, service 65%, control 62,5%. Skor terendah ada pada control 62,5% dan service 65% sehingga perlu perbaikan. Rekomendasi: optimalkan pelatihan dan monitoring evaluasi petugas agar lebih terampil serta lakukan backup data berkala. Melalui rancang bangun warehouse stunting diharapkan jadi alat bantu penyajian data stunting yang valid, sehingga stakeholder SKPD dan pemerintah desa bisa menetapkan sasaran intervensi tepat dan cepat. Hasil penelitian bisa jadi bahan evaluasi Desa Wilayah Kabupaten Kediri dalam pemantauan dan penanganan stunting. Abstract   Information technology is an effective solution for public service challenges, including the processing of large datasets through a data warehouse using the Nine Step Kimball model with a Star Schema design. A data warehouse supports data management and analysis. A problem arises when management requires detailed and timely information from stunting transactional data; however, in practice, managers struggle to obtain stunting profiles because data entry in the existing application remains incomplete. Therefore, an evaluation of the implementation of a data warehouse modeling application for stunting data presentation is necessary.This study aimed to describe the evaluation of the Data Warehouse Modeling application for stunting data presentation in villages in Kediri Regency. The research method was quantitative descriptive with a cross-sectional approach. The study was conducted from May to June 2025 in villages within Kediri Regency. The population consisted of all community health cadres using the application, with a total sample of 40 respondents selected through total sampling. Data were collected using a questionnaire based on the PIECES framework. Validity testing showed that 35 items were valid with r-count > r-table of 0.334, and reliability testing yielded Cronbach’s Alpha of 0.928 > 0.70, indicating that the instrument was valid and reliable. Measurements used a Likert scale, and data were analyzed using descriptive statistics.The results showed that all PIECES variables were in the “Good” category: performance 90%, information 85%, economics 82.5%, efficiency 72.5%, service 65%, and control 62.5%. The lowest scores were control 62.5% and service 65%, indicating areas for improvement. Recommendations include optimizing training and monitoring-evaluation for officers to improve competency and performing regular data backups. Through the development of a stunting data warehouse, the application is expected to serve as a valid tool for presenting stunting data, enabling Regional Work Units (SKPD) stakeholders and village governments to set intervention targets accurately and promptly. These findings can serve as evaluation material for villages in Kediri Regency for stunting monitoring and management.
PERAN SDMK PADA PENERAPAN APLIKASI SEHAT INDONESIAKU DALAM PENGELOLAAN DATA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR Aris Dwi Cahyono; Luluk Susiloningtyas; Fannidya H. Zeho
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.967

Abstract

Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) merupakan aplikasi yang bertujuan mentransformasikan layanan kesehatan untuk melakukan pecatatan data pasien yang lebih efisien dan terintegrasi dalam data base. Peran SDMK dibutuhkan pada pencatatan dan pelaporan data program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran SDMK pada penerapan aplikasi sehat indonesiaku dalam pengelolaan data deteksi dini penyakit tidak menular. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 40 yang terdiri dari Kader PTM di Puskesmas Badas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis data dalam penelitian dilakukan secara deskriptif dengan perhitungan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan variabel memiliki nilai rata-rata yaitu pada aspek performance (3,9) kategori baik, aspek information (4,14) kategori baik, aspek economics (3,96) kategori baik, aspek control (4,09) kategori baik, aspek efficiency (4,08) kategori baik, dan aspek service (4,14) kategori baik. Dapat disimpulkan untuk penilaian yang dilakukan responden menunjukkan bahwa peran SDMK pada penerapan ASIK dapat dikategorikan baik. Namun perlu adanya perbaikan pada aspek performance terkait sistem yang sering mengalami error. Maka perlu lebih mengoptimalkan pelatihan dan sosialisasi ASIK secara rutin sehingga peran SDMK dalam penerapan ASIK dapat dioptimalkan dan menjadi lebih baik lagi.
Peningkatan Kualitas Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Dalam Rangka Menumbuhkan Motivasi dan Kesertaan dalam Keluarga Berencana MKJP Menuju Bonus Demografi di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Ratna Feti Wulandari; Luluk Susiloningtyas; Nurin Fauziyah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.42

Abstract

Masih rendahnya penggunaan MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang), yang mana dari keseluruhan data didapatkan 17,8% dari jumlah peserta KB modern yang menggunakan KB MKJP, dan dari pengguna KB non MKJP didapatkan sebesar 82,19%. Salah satu faktor yang berperan penting dalam keberhasilan ber KB MKJP adalah salah satunya dari peran serta kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), dimana peran dari PPKBD ini sebagai penyedia fasilitas khusunya tentang fasilitas KB di masyarakat dengan melakukan sosialisai tentang alat kontrasepsi kepada masyarakat. PPKBD terdiri dari seseorang atau beberapa orang kader yang bekerja secara sukarela serta berperan aktif dalam melaksanakan juga mengelola program KB Nasional ditingkat dusun. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan tentang Metode kontrasepsi jangka panjang dan dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjangdi wilayah kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan ini terdiri dari 1) Pre test 2) Penyampaian materi dan kelompok diskusi serta kuis 3) Post test. Hasil dari Pengabdian ini setelah diberikan edukasi kader PPKBD berpengetahuan Baik sebanyak (90%) serta motivasi kategori baik (83,33%). Peningkatan pengetahuan dan motivasi pada kader PPKBD ini dikarenakan beberapa faktor yaitu adanya dukungan dari tenaga kesehatan dengan memberikan edukasi, dukungan dari tokoh masyarakat dan juga tokoh agama. Diharapkan kerjasama tetap berjalan antara tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat dan tokoh agama demi terlaksananya program kampung Keluarga Berencana serta tercapainya target kesertaan KB MKJP
Pendidikan Kesehatan Penguatan P4K Pada Kader Posyandu Ibu Hamil Nurin Fauziyah; Ratna Feti Wulandari; Luluk Susiloningtyas
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.73

Abstract

Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Pelayanan bidan sangat berperan dalam keberhasilan suatu program pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan kesehatan. Kerjasama bidan dengan pihak-pihak terkait pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Pihak-pihak yang dimaksud disini salah satunya yaitu kader posyandu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pentingnya P4K. Metode yang diberikan menggunakan media LCD, buku KIA dan Leaft let. Hasil akhir dari pengabdian ini didapatkan pada kader posyandu memiliki pengetahuan baik tentang P4K (100%). Peningkatan pengetahuan ini bertujuan agar kader posyandu mendapatkan informasi tentang pentingnya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), sehingga masyarakat mendapatkan penanganan/ pendampingan yang baik dalam kehamilannya. Diharapkan program ini terus berlanjut sehingga turut serta mensukseskan program pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)