Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Effect Of Health Education On The Knowledge And Attitudes Of Adolescent Health Cadres About Table Fe Consumption In Sma N 1 Kediri Regency Erni Rahmawati; Ratih Kusuma Wardhani; Anas Tamsuri; Bambang Wiseno
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.431 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2752

Abstract

Anemia in young women has an impact on impaired physical growth, decreased endurance, decreased intelligence, reduced learning achievement and concentration and always appears lethargic, pale and uninspired. The purpose of the study was to determine the influence of health education on the knowledge and attitudes of Adolescent Health Cadres (KKR) at SMA N 1 Kediri Regency. The research method used is quasi-experimental with a one group pretest-posttest design. The sample in this study was 80 students of SMA N 1 Kediri Regency. The variables in the study were independent variables (health education interventions about fe tablet consumption) and dependent variables (knowledge and attitudes). The research measuring instruments used questionnaires and analyzed by univariate analysis, normality test with one kolmogorov-smirnov test, and bivariate analysis using wilcoxon test. The results showed that there was an influence of health education on the knowledge (p = 0.000) and attitudes (p = 0.000) of adolescent health cadres (KKR) about the consumption of Fe tablets. The health promotion organizing team needs to prioritize effective methods and attract students' interest in following the material provided. Keyword: Knowledge, Attitudes, KKR
HUBUNGAN ANTARA SIBLING RIVALRY DENGAN GENDER DAN PRILAKU KEKERASAN PADA ANAK USIA PRESCHOOL Erwin Yektiningsih; Erni Rahmawati; Pratiwi Yuliansari; Nugrahaeni Firdausi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.296 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.234

Abstract

Latar belakang: Anak prasekolah cenderung mengalami sibling rivalry terhadap kehadiran saudara kandung yang dijadikan pesaing kasih sayang orang tuanya. Dampak sibling rivalry menimbulkan ketidakharmonisan dalam hubungan antar saudara kandung yang cenderung saling menyerang secara agresif, yang menyebabkan gangguan perkembangan sosial pada tahap selanjutnya. Tujuan: mengetahui hubungan antara sibling rivalry dengan gender dan prilaku kekerasan pada anak usia preschool Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode non-probability sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua murid di TK Darmawanita II Kabupaten Kediri yang berjumlah 57 orang tua dan diperoleh sampel sebanyak 30 orang tua. Dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Sibling rivalry adalah variabel independen. Jenis kelamin dan perilaku agresif merupakan variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner persaingan saudara kandung dan kuesioner perilaku agresif telah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan koefisien Kontingensi dan Spearman-rho.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan anak sibling rivalry sebesar 76% dan normal sebesar 24%. Tingkat sibling rivalry memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku agresif (r=0,613, ρ value = 0,000). Hasil tingkat sibling rivalry tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan jenis kelamin (ρ value = 0,818). Kesimpulan: Hasil penelitian menyarankan perencanaan asuhan keperawatan kesehatan jiwa psikososial anak prasekolah untuk meningkatkan perkembangan sosial yang optimal, yang akan menyelaraskan antara program di sekolah TK dan Puskesmas untuk deteksi dini masalah kesehatan jiwa pada anak sehingga dapat segera ditangani.
EFEKTIFITAS AKTIVITAS JALAN KAKI PADA LANSIA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK PADA PASIEN HIPERTENSI: EFFECTIVENESS OF ELDERLY WALKING ON SYSTOLIC AND DIASTOLIC BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSIVE PATIENTS Erni Rahmawati; Dwi Rahayu; Astri Yunita
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v5i2.169

Abstract

Abstrak Prevalensi penderita hipertensi tidak hanya terjadi di negara maju tetapi juga terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Latihan berjalan kaki menurunkan tekanan darah harian baik pada saat istirahat maupun saat aktivitas. Tujuan penelitian adalah efektifitas jalan kaki pada lansia terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (jalan kaki) dan kelompok kontrol (tanpa intervensi). Sampel penelitian yaitu klien hipertensi primer dengan jumlah 22 responden setiap kelompok, sehingga total 44 responden. Teknik sampling menggunakan simple random sampling, dengan responden klien hipertensi yang berdomisili di Dusun Cangkring Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, wilayah kerja Puskesmas Bendo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dan Instrumen/alat ukur dalam pengumpulan data penelitian. Analisa data menggunakan uji wilcoxon dan mann-withney pada variabel tekanan darah. Hasil analisis perbedaan kelompok intervensi dan kontrol terhadap penurunan tekanan darah, yaitu pada tekanan darah sistolik didapatkan hasil p value 0,000 dan pada tekanan darah diastolik didapatkan hasil p value 0,000. Nilai rata-rata selisih tekanan darah diastolik yaitu 10,0 dan tekanan darah sistolik yaitu 9,00. Penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi setelah latihan jalan kaki disebabkan karena terjadinya beberapa mekanisme dalam tubuh yaitu penurunan aktivitas sistem saraf simpatis, penurunan resistensi total perifer vaskular, penurunan curah jantung, meningkatkan sensivitas barorefleks dan menurunnya volume plasma. Aktivitas jalan kaki dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik pada pasien hipertensi, sehingga dapat sebagai alternative aktifitas fisik dalam menurunkan tekanan darah. Kata kunci : Jalan kaki, Lansia, Tekanan Darah, Hipertensi   Abstract The prevalence of hypertension not only occurs in developed countries but also in developing countries including Indonesia. Walking exercise lowers daily blood pressure both at rest and during activity. The purpose of the study was the effectiveness of walking in the elderly on systolic and diastolic blood pressure in hypertensive patients. This study used a quasi experiment method, with two groups, namely the intervention group (walking) and the control group (without intervention). The research sample was primary hypertension clients with a total of 22 respondents per group, making a total of 44 respondents. Data collection techniques using simple random sampling, with respondents all hypertensive clients who live in the Bendo Health Center working area. Data analysis techniques using Wilcoxon and Mann-Withney tests on blood pressure variables. The results of the analysis of differences between the intervention and control groups on blood pressure reduction, namely on systolic blood pressure obtained p value 0.000 and on diastolic blood pressure obtained p value 0.000. The average value of the difference in diastolic blood pressure is 10.0 and systolic blood pressure is 9.00. The decrease in blood pressure in hypertensive patients after walking exercise is due to several mechanisms in the body, namely decreased sympathetic nervous system activity, decreased total peripheral vascular resistance, decreased cardiac output, increased baroreflex sensitivity and decreased plasma volume. Keywords : Walking, Elderly, Blood Pressure, Hypertensi
ANALISIS HEALTH EDUCATION DALAM MENDUKUNG PERILAKU PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA PENDEKATAN FAMILY EMPOWERMENT Dwi Rahayu; Erni Rahmawati; Sri Haryuni
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.1006

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan Penelitian ini dilakukan sesuai bidang fokus utama yaitu bidang kesehatan, khususnya   bidang keperawatan komunitas. Masalah kesehatan yang difokuskan pada masalah kesehatan lansia,  fokus pada pencegahan penyakit  tidak menular yaitu  upaya pencegahan stroke. Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan stroke dengan tindakan Health Education. Kegiatan Penelitian ini dilakukan di Posyandu Lansia “Melati” Dusun Singgahan Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. . Tujuan dari kegiatan Penelitian ini adalah untuk  menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan Perilaku pencegahan stroke pada lansia pendekatan pembberdayaan keluarga. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian korelasi dengan pendekatan crossectional study. Sampel penelitian adalah lansia yang ada di Posyandu ILP Melati Dusun Singgahan Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sejumlah 30 Responden. Variabel  penelitian dalam  penelitian ini adalah  pendidikan kesehatan dan  Perilaku Pencegahan Stroke. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisa data menggunakan teknik korelasi tata jenjang  Spearman  Rho. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebesar 50% responden mempunyai pengetahuan dengan kategori cukup baik dan masing-masing 37% responden mempunyai perilaku pencegahan stroke dengan kategori cukup dan baik. Hasil Uji statistik Spearman rho dapatkan nilai signifikansi sebesar 0,036 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku  pencegahan stroke pada responden. Diskusi: Edukasi tentang stroke penting untuk meningkatkan pengetahuan  dan perilaku pencegahan stroke pada lansia, sehingga kualitas hidup lansia akan meningkat.   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Pencegahn, Stroke, Lansia
PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI UNTUK PERTUMBUHAN FISIK BALITA : THE EFFECT OF NUTRITION EDUCATION ON MOTHERS' KNOWLEDGE ABOUT FULFILLING NUTRITIONAL NEEDS FOR TODDLERS' PHYSICAL GROWTH Susanti Tria Jaya; Nurin Fauziyah; Erni Rahmawati; Vide Bahtera Dinastiti
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.413

Abstract

Abstrak   Pertumbuhan fisik anak merupakan salah satu indikator langsung dari keberhasilan intervensi pencegahan stunting. Pemberian gizi seimbang terbukti meningkatkan pertumbuhan tulang, dan sistem imun anak. Edukasi gizi merupakan faktor kunci dalam mencegah stunting. Edukasi gizi bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua, terutama ibu, tentang pemberian ASI eksklusif, MPASI (Makanan Pendamping ASI) berkualitas, pemberian gizi seimbang serta praktik kebersihan dasar. Edukasi gizi yang tepat dapat mendukung pembangunan SDM berkualitas, memperkuat intervensi berbasis keluarga dalam pencegahan stunting, menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola asuh responsif, dan mendukung pencapaian target SDGs dan prioritas nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan gizi untuk pertumbuhan fisik balita. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi-Experimental Non-equivalent Control Group. Subyek penelitian adalah seluruh ibu balita di Posyandu Dahlia Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sebanyak 48 responden, 24 responden kelompok intervensi dan 24 responden kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan fisik balita pada kelompok intervensi di mana skor rerata pengetahuan meningkat dari 7,12 menjadi 13,77 setelah intervensi (P-Value = 0,04). Sementara itu, kelompok kontrol (yang tidak berpartisipasi dalam sesi edukasi gizi selama masa intervensi) tidak menunjukkan perubahan pengetahuan yang signifikan, dengan skor rerata pre-test 7,00 dan post-test 7,13 (P-Value = 1,00). Simpulan penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa pemberian edukasi gizi berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi demi mengoptimalkan pertumbuhan fisik balita, menjawab langsung tujuan penelitian. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan, Petugas Kesehatan, dan Kader Posyandu untuk dapat lebih sering memberikan edukasi gizi yang terstruktur kepada ibu balita guna mendukung peningkatan pertumbuhan fisik anak secara optimal. Abstract   Children's physical growth is a direct indicator of the success of stunting prevention interventions. Providing balanced nutrition has been shown to improve bone growth and the child's immune system. Nutrition education is a key factor in preventing stunting. Nutrition education aims to increase parental knowledge, especially mothers, about exclusive breastfeeding, quality complementary foods (MPASI), providing balanced nutrition, and basic hygiene practices. Appropriate nutrition education can support the development of quality human resources, strengthen family-based interventions in stunting prevention, provide evidence-based policy recommendations, increase public awareness of the importance of nutrition and responsive parenting, and support the achievement of SDGs targets and national priorities. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition education on mothers' knowledge of meeting toddlers' nutritional needs for physical growth. This study used a quantitative, Quasi-Experimental Non-equivalent Control-Group design. The subjects were all mothers of toddlers at the Dahlia Posyandu in Pelem Village, Pare District, Kediri Regency, totaling 48 respondents: 24 in the intervention group and 24 in the control group. Data analysis was carried out using a paired-samples t-test. The results showed a significant difference in mothers' knowledge after receiving nutrition education in the intervention group, where the mean knowledge score increased from 7.12 to 13.77 (P-value = 0.04). Meanwhile, the control group (which did not receive nutrition education intervention during the active study period) showed no significant difference in knowledge scores between pre-test and post-test measurements, with mean scores shifting only from 7.00 to 7.13 (P-value = 1.00). In conclusion, this study empirically proves that structured nutrition education has a significant positive effect on improving mothers' knowledge regarding fulfilling nutrient needs, directly addressing the primary research objective. Therefore, it is recommended that the Health Office, local health workers, and posyandu cadres proactively deliver structured nutrition education to mothers to enhance toddler physical growth and prevent stunting.
PERAN STRES AKADEMIK TERHADAP KOMPETENSI KEGAWATDARURATAN PADA MAHASISWA VOKASIONAL KEPERAWATAN Erwin Yektiningsih; Erni Rahmawati; M Ikhwan Kosasih; Heni Maryati; Roshinta Sony Anggar; Atik Pramesti Wilujeng
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v17i1.538

Abstract

Background: Academic stress is prevalent among nursing students and may hinder the acquisition of emergency nursing competencies, which require high discipline and mental readiness. Objective: This study aimed to examine the relationship between academic stress and emergency nursing competency among diploma (D-III) nursing students in East Java. Method: A cross-sectional design was employed with 472 nursing students selected through purposive sampling. Academic stress was measured using the Student Stress Questionnaire (CSSQ), while competency was assessed based on the AIPVIKI emergency nursing curriculum. Data were analyzed using Spearman’s rho. Results: Most respondents experienced mild academic stress (69.5%) and demonstrated moderate competency levels (67.8%). A significant negative correlation was found between academic stress and competency (r = -0.234; p < 0.001). Conclusion: Higher academic stress is associated with lower emergency nursing competency. Educational institutions should implement effective stress management strategies and foster supportive learning environments to optimize competency development.
UPAYA PENCEGAHAN MENTAL DISORDERS MELALUI SKRINING PERAN KELUARGA DAN EDUKASI MANAGEMENT KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA: EFFORTS TO PREVENT MENTAL DISORDERS THROUGH FAMILY ROLE SCREENING AND MENTAL HEALTH MANAGEMENT EDUCATION IN ADOLESCENTS Erwin Yektiningsih; Novice Afnan El Fikry; Erni Rahmawati; M.Ikhwan Kosasih
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.500

Abstract

Abstrak Periode transisi remaja mengalami perubahan biologis, psikologis serta social yang pesat menuju ke dewasa cenderung menimbulkan tekanan tersendiri sebagai stressor yang rentan mengalami mental disorders, seperti kecemasan, penurunan prestasi akademik, masalah hubungan sosial, penyalahgunaan zat terlarang, depresi, hingga bunuh diri. Oleh karena itu, diperlukan sumber pendukung kesinkronan adekuat, dari sekolah sebagai tempat remaja menghabiskan banyak waktu maupun dari keluarga berperan menjaga stabilitas emosional. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini melakukan upaya pencegahan mental disorders melalui skrining kesehatan mental dan peran keluarga, serta memberikan edukasi mengenai manajemen kesehatan mental pada remaja di lingkungan sekolah. Metode kegiatan PKM menggunakan tiga tahap: perencanaan, implementasi dan evaluasi, meliputi survey lokasi, proposal, perijinan, menyusun media skrining kesehatan mental remaja berupa kuisioner masalah gangguan kejiwaan dan modefikasi lima tugas kesehatan mental keluarga, melakukan kegiatan skrining menggunkan kuisioner yang telah disusun, dilanjutkan dengan mengedukasi management kesehatan mental, kemudian mengevaluasi hasil skrining dan proses kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan hasil skrining kesehatan mental remaja di tingkat baik sebesar 72,73%, cukup sebesar 24,24% dan kurang sebesar 3,03%. Sedangkan hasil tingkat tugas keluarga kesehatan jiwa baik sebesar 48% dan cukup sebesar 52%. Adapun hasil edukasi manajemen kesehatan mental terbukti dapat meningkatkan pemahaman peserta. Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pencegahan mental disorder pada remaja di sekolah sebagai salah satu indikator kesejahteraan psikologis dapat dilakukan melalui skrining kesehatan mental serta edukasi secara intensif dan berkelanjutan. Upaya tersebut memerlukan pendekatan yang proaktif dan terstruktur, serta melibatkan koordinasi multipihak antara sekolah dan keluarga guna mencetak generasi bangsa yang unggul. Abstract Adolescence is a transitional period characterized by rapid biological, psychological, and social changes toward adulthood, which often create unique pressures as stressors that increase vulnerability to mental disorders, such as anxiety, declining academic achievement, social relationship problems, substance abuse, depression, and even suicide. Therefore, adequate and synchronized support systems are needed, both from schools, where adolescents spend much of their time, and from families, which play a crucial role in maintaining emotional stability The purpose service community was effort prevent mental disorders through mental health screening and family roles by providing mental health management education for adolescents in school environment. This activity method used three stages: planning, implementation, and evaluation, including location surveys, proposals, and permits; compiling adolescent mental health and screening media questionnaires for mental disorders; five family mental health task modifications; implementing screening used questionnaires and mental health management education; then evaluation of screening results and activity processes. The results showed adolescent mental health screening was at good level of 72.73%, moderate of 24.24% and poor of 3.03%. Meanwhile, the results family mental health tasks were good level of 48% and moderate of 52%. The mental health management education program improved participants' understanding. Conclusion, prevention disorders mental among adolescents in schools, as an indicator of psychological well-being, can be achieved through mental health screening and intensive, continuous educational efforts. Such initiatives require proactive and structured approaches, as well as multi-stakeholder coordination between schools and families to future generation.
UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA KELOMPOK USIA REMAJA : PROMOTIVE AND PREVENTIVE EFFORTS THROUGH EDUCATION ON NON-COMMUNICABLE DISEASE PREVENTION AMONG ADOLESCENTS Dwi Rahayu; Erni Rahmawati
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.514

Abstract

Kesehatan pemuda bangsa menjadi  aspek penting dalam upaya meningkatkan peran mereka mempertahankan kedaulatan Negara Indonesia. Salah satu hal yang menjadi ancaman bagi kesehatan pemuda Indonesia pada saat ini adalah adanya penyakit tidak menular (PTM). PTM bersifat tidak menular dari orang ke orang namun menjadi penyakit kronis yang akan terus meningkat di seluruh dunia, khususnya pada negara berkembang dan negara miskin.  Penyakit tidak menular (PTM) telah menjadi isu penting dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, dan menjadi prioritas dalam pembangunan di berbagai negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya PTM meliputi faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan, seperti umur dan jenis kelamin, serta faktor risiko yang dapat dikendalikan, seperti pola hidup tidak sehat. Dari hasil analisa awal ditemukan permasalahan mitra yaitu banyaknya para remaja yang memiliki kebiasaan minum minuman manis, diet rendah  serat dan aktivitas fisik yang kurang. Berdasarkan hal tersebut maka, tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi terkait upaya  promotif preventif dalampencegahan PTM pada remaja. Metode pengabdian masyarakat yang diberikan adalah dengan pemberian Edukasi dengan metode ceramah dan media PPT tentang Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Remaja . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Hari Sabtu, 7 Februari 2026 di Posyandu Remaja Gemilang dengan jumlah peserta sebanyak 42 orang. Hasil dari pengabdian masyarakat  ini didapatkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari  kategori baik pre edukasi sebesar 19 % meningkat menjadi 59,5% kategori baik post edukasi tentang Pencegahan penyakit Tidak Menular pada remaja. Edukasi tentang pencegahan penyakit tidak menular ini sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular pada masa yang akan datang, beberapa indakan  yang  harus dilakukan  oleh remaja adalah mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mengurangi asupan gula, makan buah dan sayur, olahraga, istirahat dan menjaga kebersihan  diri. Abstract The health of the nation's youth is a crucial aspect of enhancing their role in upholding Indonesia's sovereignty. Currently, non-communicable diseases (NCDs) pose a significant threat to the health of Indonesian youth. Although NCDs do not spread from person to person, they are chronic conditions with a rising global prevalence, particularly in developing and low-income nations. NCDs have become a key issue within the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs) agenda and a priority for development across many countries. Factors contributing to NCDs include uncontrollable risks—such as age and gender—and controllable risks, such as unhealthy lifestyles. Preliminary analysis identified specific issues among the target group, including a high prevalence of sugary drink consumption, low-fiber diets, and insufficient physical activity. Consequently, this initiative aimed to provide education on health promotion and preventive measures regarding NCDs among adolescents. The community service activity utilized a lecture-based educational approach supported by PowerPoint presentations focused on NCD prevention. The event took place on Saturday, February 7, 2026, at the *Posyandu Remaja Gemilang* (Adolescent Integrated Health Post) with 42 participants. Results showed an improvement in participants' knowledge scores: the percentage of participants in the "good" category rose from 19% pre-education to 59.5% post-education. Education on NCD prevention is vital for averting these diseases in the future; key actions adolescents should take include consuming a nutritionally balanced diet, reducing sugar intake, eating fruits and vegetables, exercising, getting adequate rest, and maintaining personal hygiene.
The Effect of Community Based Anti Hypertension Exercise on Increasing Awareness and Participation of Elderly People in Stroke Prevention Erni Rahmawati; Astri Yunita; Dwi Rahayu; Prima Trisna Aji; Erwin Yektiningsih
HealthCare Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v8i2.7671

Abstract

Background, The community-based approach emphasises social empowerment in health interventions so that they are more accessible to older adults in their own environment. Purpose: To determine the effect of community-based anti-hypertension exercises on increasing older adults' awareness and participation in stroke prevention. Methods: Quasi-experimental design with a one-group pre-post test design. The research sample consisted of 45 elderly respondents from Singgahan Hamlet. The independent variable was anti-hypertensive exercises, while the dependent variables were awareness and participation. The research instruments were observation sheets and questionnaires. Data were analysed using univariate analysis, data normality, and bivariate analysis. Results: The most common category for the awareness variable among the elderly before the intervention was moderate, at 48.9%, which then increased to high after the intervention, at 55.6%. The most common category in the elderly participation variable before the intervention was moderately active (48.9%), which then increased to active (60.0%) after the intervention. The results of the Wilcoxon test showed that community-based anti-hypertension exercises had an effect on increasing awareness (p=0.000) and participation of the elderly in stroke prevention (p=0.000). Discussion: This approach reduces the psychological and physical barriers for the elderly to participate in health activities. Social support from fellow elderly people and community facilitators strengthens motivation and a sense of belonging to the programme. Conclusions: Community-based anti-hypertension exercises have an effect on increasing awareness and participation among the elderly in stroke prevention.
The Effect Of Health Education On The Knowledge And Attitudes Of Adolescent Health Cadres About Table Fe Consumption In Sma N 1 Kediri Regency Erni Rahmawati; Ratih Kusuma Wardhani; Anas Tamsuri; Bambang Wiseno
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2752

Abstract

Anemia in young women has an impact on impaired physical growth, decreased endurance, decreased intelligence, reduced learning achievement and concentration and always appears lethargic, pale and uninspired. The purpose of the study was to determine the influence of health education on the knowledge and attitudes of Adolescent Health Cadres (KKR) at SMA N 1 Kediri Regency. The research method used is quasi-experimental with a one group pretest-posttest design. The sample in this study was 80 students of SMA N 1 Kediri Regency. The variables in the study were independent variables (health education interventions about fe tablet consumption) and dependent variables (knowledge and attitudes). The research measuring instruments used questionnaires and analyzed by univariate analysis, normality test with one kolmogorov-smirnov test, and bivariate analysis using wilcoxon test. The results showed that there was an influence of health education on the knowledge (p = 0.000) and attitudes (p = 0.000) of adolescent health cadres (KKR) about the consumption of Fe tablets. The health promotion organizing team needs to prioritize effective methods and attract students' interest in following the material provided. Keyword: Knowledge, Attitudes, KKR