Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Struktur Keseimbangan dan Keselarasan dalam Kain Tenun Gotya di Desa Adat Tenganan Pegringsingan I Wayan Dedy Prayatna; Hendra Santosa; Tjok Istri Ratna Cora
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v18i2.3119

Abstract

Kain tenun Gotya merupakan salah satu kain tradisional di Desa Adat Tenganan  Pegringsingan. Keunikan kain tenun Gotya sebagai karya kain tenun yait   dengan motif garis 2.1.2.1 berwarna hitam dengan arah horizontal dan vertikal dengan di dasari warna putih, sehingga kain Gotya memiliki kualitas, nilai estetis. Diperlukan penyusunan prinsip desain untuk menghindari kemonotonan dan kekacau-balauan ke dalam sebuah karya seni. Prinsip keseimbangan dan keselarasan juga sangat diperhatikan dalam proses pembuatan kain tenun gothia mulai dari penyusunan warna dan motif sehingga menibulkan tekstur, hal tersebut bertujuan agar kain tenun gothia dapat enak dilihat, bersifat tenang, tidak berat sebelah. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisa pengelolaan prinsip keseimbangan dan keselarasan dalam kain tenun Gotya. Permasalahan yang dibahas adalah Bagiamana struktur keseimbangan dan keselarasan dalam kain tenun Gotya? Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. pengumpulan data meliputi Interviu, observasi dan kepustakaan. Hasil menunjukan bahwa Keseimbangan yang diterapkan adalah keseimbangan formal, terlihat dari penerapan garis, warna, ukuran pada kain dengan kesamaan ukuran yang seimbang antar bagian yang lainnya. Keselarasan dicapai dengan mengadakan pengulangan warna dan garis pada motif kain tenun.
Perkembangan Fungsi dan Makna Kain Tenun Gotya dalam Industri Fashion I Wayan Dedy Prayatna; Hendra Santosa; Tjok Istri Ratna Cora
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 36 No 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v36i1.1101

Abstract

Kain Tenun Gotya merupakan salah satu kain tenun tradisional di Desa Adat Tenganan Pegringsingan yang dipercaya oleh masyarakat memiliki makna filosofi dan sangat berperan penting dalam kegiatan upacara adat di Desa Tenganan Pegringsingan. Seiring dengan perkembangan zaman permintaan terhadap kain Tenun Gotya semakin meningkat khususnya dalam industry fashion sehingga menimbulkan suatu perkembangan dari fungsi ataupun makna yang di akibatkan oleh perkembangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis fungsi dan makna kain Tenun Gotya dalam industri fashion. Metode yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisa data menunjukan bahwa dalam perkembangan fungsi kain Tenun Gotya yaitu berupa fungsi personal, fungsi sosial dan fungsi fisik. Fungsi personal dalam perkembangannya kain Tenun Gotya dapat dipakai sebagai ranah dalam menuangkan ide-ide dalam berkarya oleh para penenun dan desainer. Fungsi fisik kain Tenun Gotya sudah digunakan oleh masyarakat luas dan telah dikombinasikan sebagai udeng, saput dan penutup dada. Fungsi social sudah digunakan oleh kalangan masyarakat luas dan telah dikombinasiakan dari segi tampilan dan pemakian. Kain Tenun Gotya memiliki makna denotasi berupa selembar kain yang ditenun dengan tehnik plain weave dengan motif geometris dan garis vertikal dan horizontal. Makna konotasi yaitu sebagai suatu makna pelestarian terhadap kain Tenun Gotya dan pertenunan, sebagai makan pendidikan dan makna perekonomian dalam lingkungan masyarakat.
ANALISA MAKNA PADA ESTETIKA KAIN TENUN GOTIA DI DESA ADAT TENGANAN PAGERINGSINGAN I Wayan Dedy Prayatna
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.015 KB) | DOI: 10.25105/dim.v16i2.7054

Abstract

Abstrak  Weaving is a society tradition to meet the needs of ceremonies and as a creative insdustry. Gotia cloth is a scared cloth, which is used in every ceremony in the Tradisional Village of Tenganan. Gotia fabric has a special aesthetic, namely squer and rectangular motifs arising from the merging of black lines white horizontal and vertical directions with a 2.1.2.1 structure with a withebase that make its uniqueness. The uniquenessof the colors and motifs of the gotia woven cloth contains the values and philosophicial significance for the Tenganan Pageringsingan Traditional village Traditional village of Tenganan pageringsingan. The problem under this study is how the meaning contained in the aesthetic code of gotya woven pabric. This study uses a descriptions that explain the subject of research in the from of written words from the speakers and obseserved and bevavior. Data collection techniquis by interview, observation and documentation. The resulth showed that, the black and white colors in gotia cloth had connotations coantaining spiritual values which could be represented as natural balance or “Rwa Bhineda”. In Addition, the color of the concept of rwa Bhineda in Gotia woven cloth is also found in the semitric lines that intersect with eahe ch other to help the + motif called the Tapak Dara by the people in Tenganan Adat Village. Tampak Dara has the connotation of interpreting the balance in which everyting good in home yard always centered in the middle. Tampak Dara in a symbol of the union of two defferent things in life or rwa Bhineda.AbstrakMenenun merupakan tradisi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan upacara dan sebagai industri kreatif. Kain Gotia merupakan kain sakral, yang digunakan setiap upacara di desa adat Tenganan.  Kain Gotia memiliki estetika khusus, yaitu motif persegi empat dan persegi panjang yang timbul akibat penggabungan antara garis berwarna hitam dengan arah horizontal dan vertikal dengan struktur 2.1.2.1 dengan di dasari warna putih yang menjadikan keunikannya tersendiri. Keunikan pada warna dan motif pada kain tenu gotia mengandung nilai-nilai dan makna filosofi bagi masyarakat desa adat Tenganan Pageringsingan. Penelitian ini bertujuan menganalisa makna yang Terkandung dalam kain tenun gotya di desa adat tenganan pageringsingan. Adapun masalah yang diteliti adalah Bagaimana Makna yang terkadung dalam kode estetika kain tenun gotya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui uraian-uraian yang menjelaskan subjek penelitian baik berupa kata-kata ungkapan tertulis dari narasumber dan perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Warna hitam dan putih dalam kain gotia memiliki konotasi mengandung nilai sepiritual yang dapat di representasikan sebagai keseimbangan alam atau rwa bineda. Selaim warna konsep Rwa Bhineda dalam kain tenun Gotia juga terdapat pada garis semitris yzng bersilingan membantuk motif ( + ) yang di sebut dengan Tampak Dara oleh masyarakat di Desa Adat Tenganan. Tampak Dara memiliki konotasi memaknai keseimbangan dimana segala sesuatu baik pekarangan rumah selalu selalu berpusat di tengah. Tampak Dara merupakan symbol penyatuan dua litas kehidupan atau Rwa Bhineda.
Fabric Slashing Bag: Solusi Kreatif UMKM Fashion Kota Denpasar Mengelola Limbah Tekstil Diantari, Ni Kadek Yuni; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara; Pradnyani Utami, Ni Luh Ayu; Pebryani, Nyoman Dewi; Muda Rahayu, Made Tiartini; Sudharsana, Tjokorda Istri Ratna Cora; Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Konte Tenaya, Anak Agung Ngurah Anom Mayun; Priatmaka, I Gusti Bagus; Prayatna, I Wayan Dedy
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i1.3601

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan untuk menangani limbah tekstil berupa kain perca yang dihasilkan dari proses produksi produk fashion UMKM bidang fashion di kota Denpasar melalui pembuatan tas dengan teknik fabric slashing. Selain mengurangi limbah tekstil, produk fabric slashing bag ini juga sebagai sarana dalam mengekplorasi pemanfaatan limbah tekstil sekaligus meningkatkan nilai ekonomis dari limbah tekstil sehingga layak untuk dipasarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis data mengenai dampak limbah fashion. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh tahapan yang tepat dalam pelaksanaan pengabdian dan pengolahan limbah fashion dengan kreatif dan bernilai ekonomis bagi UMKM. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui kegiatan pelatihan selama lima hari untuk memahami karakteristik limbah fashion, mengetahui langkah-langkah dalam teknik fabric slashing, menentukan desain  produk, hingga proses pengolahan kain perca menjadi produk fashion yang memiliki nilai ekonomis. UMKM Kota Denpasar di bidang fashion dalam proses produksi menghasilkan limbah tekstil berupa kain perca, jumlah perca yang dihasilkan kian meningkat seiring dengan proses produksi. Kain perca yang tidak diolah menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik UMKM bidang fashion di Kota Denpasar jika menjadi sampah atau limbah tekstil yang dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu diperlukan kemampuan untuk mengolah kain perca agar tidak mencemari lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomis melalui kegiatan pelatihan kepada UMKM bidang fashion di Kota Denpasar.
Peningkatan Keahlian Sumber Daya Manusia Bagi Pelaku UMKM Fashion Kota Denpasar Melalui Pelatihan Merajut Diantari, Ni Kadek Yuni; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Sudharsana, Tjokorda Istri Ratna Cora; Rahayu, Made Tiartini Muda; Pebryani, Nyoman Dewi; Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani; Udiyani, Ni Made Santi; Sukawati, Tjokoda Gde Abinanda; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya; Tenaya, Anak Agung Ngurah Anom Mayun Konte; Priatmaka, I Gusti Bagus; Prayatna, I Wayan Dedy; Mahadewi, Ida Ayu Ari
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.4500

Abstract

Pelatihan merajut ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya bagi UMKM bidang fashion dikota Denpasar. Pelatihan merajut digagas untuk meningkatkan keahlian bagi UMKM dalam produksi produk fashion yang kreatif dan inovatif sekaligus menambah nilai dari produk fashion sehingga mampu memperluas jangkauan produk yang ditawarkan. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan untu menganalisa data terkait permasalahan yang dihadapi oleh UMKM fashion di kota Denpasar dan ketepatan metode pembelajaran teknik merajut sebagai langkah pelaksanaan pelatihan merajut untuk mewujudkan produk fashion yang kreatif, inovatif serta bernilai ekonomis bagi UMKM. Pelaksanaan pelatihan merajut ini diselenggarakan selama lima hari untuk memahami teknik merajut hingga tercipta produk tas rajutan dengan tiga tahapan yang terdiri dari 1) tahap persiapan yang meliputi identifikasi peserta, penyusunan materi, dan persiapan alat dan bahan; 2) tahap pelaksanaan yang meliputi kegiatan penyampaian materi, pendampingan; 3) tahapan akhir dengan mengadakan evaluasi. Kegiatan pelatihan merajut ini mampu meningkatkan kemampuan SDM pelaku UMKM kota Denpasar khususnya dalam keahlian merajut dasar yang bermanfaat bagi UMKM fashion kota Denpasar dalam mengembangkan produk fashion dengan sentuhan tangan yang unik dan menarik untuk dipasarkan.
Pengolahan Limbah Bambu Menjadi Produk Rumah Tangga Bamboo Lazy Susan Organizer Prayatna, I Wayan Dedy; Gunawan, Aqshanda Mahissa; Dewi, Nyoman Ayu Permata
Jurnal Desain Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i2.21162

Abstract

ANALISIS PRODUK ORIGAMI BOTTLE KARYA SMÅTT LIVING DALAM KONSERVASI LINGKUNGAN MELALUI REKAYASA TEKNOLOGI BERKELANJUTAN Prayatna, Wayan Dedy; Dewi, Nyoman Ayu Permata; Arsa, I Ketut Sida
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan botol plastik sekali pakai memiliki dampak lingkungan yang signifikan, mendorong pengembangan produk ramah lingkungan yang dapat menggantikan peran botol plastik. Origami Bottle, karya Smått Living, merupakan inovasi produk yang menggabungkan material silikon dan desain lipat yang terinspirasi dari origami untuk menciptakan botol minum yang portabel, mudah disimpan, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi produk Origami Bottle dengan menggunakan teori inovasi dari Joseph Schumpeter, yang meliputi konsep creative destruction dan new combinations. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif-kualitatif yang berfokus pada pemahaman peran inovasi desain dan material dalam memenuhi kebutuhan pasar yang semakin peduli terhadap lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Origami Bottle merupakan contoh nyata dari creative destruction, dengan menawarkan alternatif berkelanjutan yang berpotensi menggantikan botol plastik sekali pakai. Inovasi ini tidak hanya menarik minat konsumen, tetapi juga mendorong perubahan perilaku konsumsi menuju produk yang lebih ramah lingkungan. Kesimpulannya, Origami Bottle berhasil menerapkan kombinasi baru yang sesuai dengan prinsip inovasi Schumpeter, menghadirkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan praktis dan estetis, tetapi juga mendukung konservasi lingkungan. Inovasi ini membuka peluang bagi pertumbuhan pasar produk ramah lingkungan dan menginspirasi perusahaan lain untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
TRANSFORMASI BUDAYA DALAM KEINDAHAN MOTIF WASTRA BALI Hartadi, Made Gana; Suardina, I Nyoman; Prayatna, I Wayan Dedy
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motif Wastra Bali merupakan motif pakaian out of the box yang dirancang berdasarkan tema baru dengan berpedoman pada budaya Bali. Inspirasi budaya Bali diperoleh dari kain tradisional, atraksi budaya, mitologi Hindu, dan bangungan tradisional yang dipadukan dengan gaya pop art sehingga menjadi ilustrasi sederhana namun jenaka, serta disusun acak berpedoman pada teknik patch work. Motif Wastra Bali memiliki komposisi keindahan yang rumit, sehingga menciptakan daya tarik tersendiri melalui transformasi budaya dalam estetika postmodern. Penelitian ini bertujuan mengkaji estetika postmodern motif Wastra Bali. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik analisis data Miles & Huberman. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data yang terkumpul, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah motif Wastra Bali memiliki nilai estetika postmodern yang termasuk idiom pastiche. Objek inspirasi motif Wastra Bali merupakan teks masa lalu yang termasuk idiom estetika klasik. Peniruan bentuk dan susunan objek inspirasi menjadi objek ilustrasi menerapkan prinsip kesamaan dan imitasi murni. Perubahan bentuk detail menjadi sederhana dan jenaka menjadi apresiasi positif kekayaan budaya lokal dengan mencabut semangat zaman masa lalu berupa asal-usul objek inspirasi, kemudian menempatkannya dalam semangat zaman kini menjadi objek ilustrasi kreatif dan inovatif dalam wujud motif Wastra Bali.
Fabric Slashing Bag: Solusi Kreatif UMKM Fashion Kota Denpasar Mengelola Limbah Tekstil Diantari, Ni Kadek Yuni; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara; Pradnyani Utami, Ni Luh Ayu; Pebryani, Nyoman Dewi; Muda Rahayu, Made Tiartini; Sudharsana, Tjokorda Istri Ratna Cora; Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Konte Tenaya, Anak Agung Ngurah Anom Mayun; Priatmaka, I Gusti Bagus; Prayatna, I Wayan Dedy
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i1.3601

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan untuk menangani limbah tekstil berupa kain perca yang dihasilkan dari proses produksi produk fashion UMKM bidang fashion di kota Denpasar melalui pembuatan tas dengan teknik fabric slashing. Selain mengurangi limbah tekstil, produk fabric slashing bag ini juga sebagai sarana dalam mengekplorasi pemanfaatan limbah tekstil sekaligus meningkatkan nilai ekonomis dari limbah tekstil sehingga layak untuk dipasarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis data mengenai dampak limbah fashion. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh tahapan yang tepat dalam pelaksanaan pengabdian dan pengolahan limbah fashion dengan kreatif dan bernilai ekonomis bagi UMKM. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui kegiatan pelatihan selama lima hari untuk memahami karakteristik limbah fashion, mengetahui langkah-langkah dalam teknik fabric slashing, menentukan desain  produk, hingga proses pengolahan kain perca menjadi produk fashion yang memiliki nilai ekonomis. UMKM Kota Denpasar di bidang fashion dalam proses produksi menghasilkan limbah tekstil berupa kain perca, jumlah perca yang dihasilkan kian meningkat seiring dengan proses produksi. Kain perca yang tidak diolah menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik UMKM bidang fashion di Kota Denpasar jika menjadi sampah atau limbah tekstil yang dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu diperlukan kemampuan untuk mengolah kain perca agar tidak mencemari lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomis melalui kegiatan pelatihan kepada UMKM bidang fashion di Kota Denpasar.
Peningkatan Keahlian Sumber Daya Manusia Bagi Pelaku UMKM Fashion Kota Denpasar Melalui Pelatihan Merajut Diantari, Ni Kadek Yuni; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Sudharsana, Tjokorda Istri Ratna Cora; Rahayu, Made Tiartini Muda; Pebryani, Nyoman Dewi; Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani; Udiyani, Ni Made Santi; Sukawati, Tjokoda Gde Abinanda; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya; Tenaya, Anak Agung Ngurah Anom Mayun Konte; Priatmaka, I Gusti Bagus; Prayatna, I Wayan Dedy; Mahadewi, Ida Ayu Ari
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.4500

Abstract

Pelatihan merajut ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya bagi UMKM bidang fashion dikota Denpasar. Pelatihan merajut digagas untuk meningkatkan keahlian bagi UMKM dalam produksi produk fashion yang kreatif dan inovatif sekaligus menambah nilai dari produk fashion sehingga mampu memperluas jangkauan produk yang ditawarkan. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan untu menganalisa data terkait permasalahan yang dihadapi oleh UMKM fashion di kota Denpasar dan ketepatan metode pembelajaran teknik merajut sebagai langkah pelaksanaan pelatihan merajut untuk mewujudkan produk fashion yang kreatif, inovatif serta bernilai ekonomis bagi UMKM. Pelaksanaan pelatihan merajut ini diselenggarakan selama lima hari untuk memahami teknik merajut hingga tercipta produk tas rajutan dengan tiga tahapan yang terdiri dari 1) tahap persiapan yang meliputi identifikasi peserta, penyusunan materi, dan persiapan alat dan bahan; 2) tahap pelaksanaan yang meliputi kegiatan penyampaian materi, pendampingan; 3) tahapan akhir dengan mengadakan evaluasi. Kegiatan pelatihan merajut ini mampu meningkatkan kemampuan SDM pelaku UMKM kota Denpasar khususnya dalam keahlian merajut dasar yang bermanfaat bagi UMKM fashion kota Denpasar dalam mengembangkan produk fashion dengan sentuhan tangan yang unik dan menarik untuk dipasarkan.