Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Artistical Da'wah in the New Normal Era: Visualization of Wayangaji by Miko Cak Coy Pathoknegoro Aditya, Rahadiyand; Istiqomah, Istiqomah; Amrulloh, Zaenudin
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 21, No 2 (2021): December 2021
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v21i2.10467

Abstract

Era kenormalan baru memerlukan pendekatan baru bagi setiap sendi kehidupan. Perlu adanya berbagai penyesuaian termasuk di dalamnya adalah ritual keagamaan. Miko Cak Coy Pathoknegoro adalah penda’i yang berdakwah dengan wayang sebagai media dakwahnya. Penelitian ini melihat bagaimana Miko Cak Coy Pathoknegoro dalam berdakwah di era kenormalan baru. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan Interview dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data serta triangulasi sumber dan data sebagai teknik validitas data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah Miko Cak Coy termasuk dalam dakwah kontemporer. Wayangaji adalah konsep yang ditawarkan dalam melakukan kegiatan dakwah melalui wayang. Peluang Miko dalam melakukan kegiatan dakwah pada masa kenormalan baru adalah sudah aktifnya Miko di Media Sosial sejak 2014, selain itu juga ada kegiatan Miko Cakcoy Goes to School ‘Virtual’ dapat menjadi peluang Miko dalam melakukan kegiatan dakwah di era kenormalan baru. Tetapi terdapat sebuah tantangan bagi Miko yang sampai saat ini belum pernah melakukan kegiatan pewayangan secara virtual.
Charismatic Resilience and Community Empowerment: Religious Authority, Ecological Practices, and Climate Adaptation in an Indonesian Pesantren Amrulloh, Zaenudin; Ummah, Athik Hidayatul; Muliadi, Erlan; Padli, Erwin
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 9 No. 1 (2026): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

While Green Islam has attracted scholarly attention as a normative discourse, empirical research on how pesantren operationalize ecological resilience remains limited. This study examines the resilience processes of Pesantren Sirajul Huda and its surrounding community in Central Lombok in responding to climate-related challenges and post-pandemic socio-economic pressures. Employing an interpretive case study design and Kumpfer’s (1999) resilience framework, the study explores how resilience is constructed through the interaction of religious authority, social capital, ecological practices, and community participation. The findings reveal that resilience within the pesantren is not merely a technical response to environmental challenges but a religiously grounded social process. Religious authority, trust-based social relations embedded in the notion of barakah, and institutional participation function as key protective factors that mobilize collective action. Through ecological education, organic farming, and vocational programs, environmental stewardship is translated into practical adaptation strategies that support supplementary subsistence, livelihood diversification, and community well-being.The study extends Kumpfer’s framework by proposing the concept of charismatic resilience, defined as community resilience facilitated by the interaction of religious authority, trust-based social relationships, and institutional mechanisms of collective mobilization. These findings demonstrate how Islamic educational institutions can integrate religious values with climate adaptation practices to strengthen social well-being and adaptive capacity.