Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kebijakan Pendidikan Sekolah Dasar Kabupaten Buleleng, Bali Melalui Analisis Kondisi Nyata Luh Tu Selpi Wahyuni; Nyoman Ayu Putri Lestari; I Made Aditya Dharma; Ida Bagus Putu Arnyana; Nyoman Dantes
PAKAR Pendidikan Vol 21 No 2 (2023): Published in Juli 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pakar.v21i2.383

Abstract

Education is an important aspect of human existence as it promotes human enhancement in the emotive, cognitive, and psychomotor domains. The implementation of an educational wisdom model can be in the form of ideas, outlines, diagrams, or numerical states that are used to clarify, clarify, and present parts of a real instructional problem. Therefore, this study aims to conduct a mini-research to share suggestions about educational wisdom. This research method is descriptive quantitative. The research location was in all primary schools in Buleleng Regency. The object of the research was primary schools in Buleleng district. The research subjects were students and teachers in Buleleng district. The results of the study showed a low student-teacher ratio, namely Banjar sub-district 16.59, Buleleng sub-district 17.71, and Busungbiu sub-district 14.74 with this low ratio interpreted as the three sub-districts having an excess of primary school teachers. Ideas for intelligence that can be provided include the ideal ratio of students to teachers must be met, as well as school facilities, complete and appropriate learning facilities, teacher availability and competence, principal availability and competence, service personnel availability and competence, labour availability and competence, librarian availability and competence, and the ideal ratio of students to teachers. It is recommended to education policy managers to match the actual needs in primary schools that refer to the 8 education standards.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MATERI KPK DAN FPB Asmaul Fitriani; Made Sri Astika Dewi; I Made Aditya Dharma
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2146

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas tidak selalu berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kesalahpahaman yang dimiliki siswa ketika mencoba memahami soal cerita pada KPK dan FPB. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Partisipan penelitian adalah sampel 7 siswa kelas IV SD Negeri 3 Lelateng yang terdiri dari 29 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi esai dan wawancara. Berdasarkan penelitian terdapat hasil yang didapat yaitu tujuh siswa yang memiliki kesalahpahaman terbesar diwawancarai. Siswa dibagi menjadi empat kategori: mereka yang memahami konsep 5%, mereka yang tidak 65%, dan mereka yang tidak yakin 50%. Berdasarkan temuan penelitian, dari temuan penelitian terdapat 80% miskonsepsi.
ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA SISWA KELAS IV TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DI SD NEGERI 1 BANJAR BALI ., I Made Aditya Dharma; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis pelaksanaan pembelajaran matematika mengenai soal cerita pada siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 1 Banjar Bali. 2) Menganalisis kemampuan menyelesaikan soal cerita dalam matematika pada siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 1 Banjar Bali. 3) Menganalisis kendala-kendala yang dihadapi siswa menyelesaikan soal cerita dalam matematika dan solusi mengatasi kendala-kendala tersebut. Subjek Dalam Penelitian Adalah seluruh siswa Kelas IV di SD Negeri 1 Banjar Bali yang berjumlah 32 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pelaksanaan pembelajaran matematika mengenai soal cerita pada siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 1 Banjar Bali diperoleh rata-rata guru dalam melaksanakan pembelajaran yaitu 65 dengan kategori cukup. Siswa yang memiliki kemampuan dalam memahami masalah sebanyak 81% dengan kategori baik. Kedua kemampuan merencanakan pemecahan masalah sebanyak 90% dengan kategori sangat baik. Kemampuan ketiga yaitu kemampuan melaksanakan rencana pemecahan masalah sebanyak 69% dengan kategori cukup. Kemampuan keempat yaitu memeriksa kembali upaya yang diperoleh sebesar 38% dengan kategori sangat kurang. Kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan soal cerita disebabkan oleh pengetahuan awal siswa, faktor guru, dan faktor kurikulumKata Kunci : analisis kemampuan, Soal cerita, SD Negeri 1 Banjar Bali This research aims to Analyze the implementation of 1) learning mathematics about a story on a grade IV year 2015/2016 lessons in SD Negeri 1 Banjar Bali. 2) analyze capabilities solve the story in mathematics at grade IV year 2015/2016 lessons in SDN 1 Banjar in Bali. 3) analyze the constraints faced by the students solve math story in and solutions addressing these constraints. Subjects in the study is the whole grade IV in SD Negeri 1 Banjar Bali totalling 32 people. Data collection methods used in this research is a method of observation, tests, and interviews. Technique of data analysis in this study uses descriptive analysis of quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of the research implementation of mathematical learning about story at grade IV year 2015/2016 lessons in SDN 1 Banjar Bali obtained average teachers in implementing the learning that is 65 by category is enough. Students who have the ability to understand the problem as much as 81% with categories either. Both the ability of planning problem solving as much as 90% by category. The third ability, namely the ability of carrying out problem-solving plans as much as 69% by category is enough. The fourth abilities i.e. re-examine efforts gained 38% of the category with very less. Constraints faced by the student in resolving the problem caused by the story's early knowledge of students, teachers, and curriculum.keyword : analysis capabilities, question the story, SD Negeri 1 Banjar Bali
META ANALISIS KOMPARASI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN JIGSAW DITINJAU DARI HASIL BELAJAR IPS SISWA SEKOLAH DASAR Dharma, I Made Aditya; Kertih, I Wayan; Lasmawan, I Wayan
Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jpdf.v4i3.1036

Abstract

Proses pembelajaran yang masih di dominasi oleh guru yang bersifat konvensional menyebabkan rendahnya hasil belajar tematik siswa SD karena siswa kurang memahami materi dan kurang termotivasi pada saat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji komparasi efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar Pembelajaran IPS siswa SD dari penelitian eksperimen yang dipublikasikan menggunakan metode meta-analisis. Teknik pengumpulan data dengan mencari jurnal yang relevan dengan judul agar lebih mudah untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Berdasarkan penelusuran diperoleh 16 jurnal yang sesuai dengan judul penelitian. Teknik analisis data menggunakan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis terbukti bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar pembelajaran IPS siswa SD. Dilihat dari hasil analisis menggunakan uji ancova diperoleh hasil rata-rata nilai Posstest menggunakan model pembelajaran PBL sebesar 79,5450 dan peningkatan hasil belajar sebesar 23,59, sedangkan model pembelajaran Jigsaw mendapatkan hasil skor posttest sebesar 79,5588 dan peningkatan hasil belajar sebesar 28,835. Sedangkan pada uji efek size dilihat dari Partial Eta Squared menunjukkan hasil 0,423 dan nilai signifikasinya yaitu sebesar 0,042. Dari hasil uji efek size menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL dan Jigsaw berpengaruh sedang terhadap hasil belajar pembelajaran IPS siswa SD.
KEBIJAKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Dharma, I Made Aditya; Arnyana, Ida Bagus Putu; Dantes, Nyoman; Sudewiputri, Made Padmarani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.2004

Abstract

Penelitian deskriptif ini membahas kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, khususnya di Gugus 3 Rama, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses implementasi Kurikulum Merdeka di gugus tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah berjalan, dengan menekankan pada esensi Profil Pelajar Pancasila yang meliputi akhlak mulia, berkebhinekaan global, berpikir kritis, gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Proses implementasi dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pada tahap perencanaan, sekolah menentukan rancangan kurikulum dan mengikuti workshop terkait Kurikulum Merdeka sebelum penerapannya. Pelaksanaan kurikulum diikuti dengan evaluasi yang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Tantangan utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah penerapannya yang masih dianggap terlalu dini dan sebagian besar sekolah masih menggunakan Kurikulum 2013. Implementasi Kurikulum Merdeka masih dalam tahap perbaikan dan persiapan lebih lanjut. Diperlukan sosialisasi yang intensif dan efektif agar Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan dengan baik dan optimal di sekolah dasar.
Pengaruh Implementasi Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Gugus Erlangga Kecamatan Mendoyo Udiyana, Kadek; Lestari, Nyoman Ayu Putri; Dharma, I Made Aditya
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 3 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.65 KB) | DOI: 10.31004/irje.v2i3.207

Abstract

The problem of low student learning outcomes in science learning is due to the lack of active students in the learning process, besides that learning is also still teacher centered, so studentlearning outcomes are low. The formulation of the problem in this study is whether there are differences in learning outcomes from classes using the Problem Based Learning (PBL) learningmodel with classes using conventional learning models. The purpose of this study was to determine the difference in learning outcomes from the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model and the conventional learning model. This research design applies a quasiexperimental (quasi-experimental). Data collection tools used in the form of tests anddocumentation. The research instrument uses an objective test that matches the indicators. Theresearch hypothesis test used a t-test where, before the t-test, the data was tested usingprerequisite tests, namely normality test and homogeneity test. The results showed that there was a significant difference in science learning outcomes between the group of students who learned to follow the PBL learning model and the group of students who learned to follow the conventional learning model. This is indicated by (tcount=7,673>ttable=2,000). Based on this, it can be concluded that the Problem Based Learning learning model has a positive effect on student learning outcomes in class IV science subjects in the Erlangga Cluster, Mendoyo District, for the2021/2022 academic year.
Implementasi Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Ariawan, Ida Bagus Kade Mester; Lestari, Nyoman Ayu Putri; Dharma, I Made Aditya
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 1 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.096 KB) | DOI: 10.31004/irje.v2i1.264

Abstract

This classroom action research aims to improve science learning outcomes on light material and its properties for fifth grade students in the first semester of SD Negeri 3 Batuagung for the 2020/2021 academic year through the application of the CTL learning model. (Contextual Teaching and Learning). The subjects of this study were 25 students of class V, consisting of 11 male students and 14 female students. Data on student learning outcomes was obtained using the test method with a set of learning outcomes test instruments. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive data analysis.The results of data analysis show the application of the CTL learning model (Contextual Teaching and Learning) can improve science learning outcomes in students. This is indicated by the increase in the average and classical quantification of students' science learning outcomes from pre-cycle to cycle II. Theaverage student learning outcomes increased by 4.68 from the pre-cycle to the first cycle, from 65.40 to 70.08. Then it increased by 15 points from pre-cycle to cycle II, from 65.40 to 80.40 and increased by 10.32 points from cycle I to cycle II, from 70.08 to 80.40. Meanwhile, the percentage of students' classical completeness also increased by 12% from pre-cycle to cycle I, from 40% to 52%. Then it increased by 52% from pre-cycle to cycle II, ie from 40% to 92%. And increased 40% from cycle I to cycle II, ie from 52% to 92%.
Peranan Perpustakaan Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa di SDN 2 Cupel Negara, I Wayan Satria Abdi; Dewi, Made Sri Astika; Dharma, I Made Aditya
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 1 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.503 KB) | DOI: 10.31004/irje.v2i1.270

Abstract

The school library as a means of supporting students, provides a variety of information according to the needs of its users. The purpose of this study is to find out how the role of the school library in increasing students' reading interest at SDN 2 Cupel. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques used are questionnaires and online interviews. The dataanalysis technique is using data reduction. The results obtained after collecting the results ofquestionnaires and interviews were found that the role of the school library in increasing student interest in reading at SDN 2 Cupel was not maximized due to many factors including the lack of supporting facilities and infrastructure in the library.
PENDEKATAN WHOLE LANGUAGE DALAM PEBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Dharma, I Made Aditya; Sururuddin, Muhammad; Putrayasa, Ida Bagus; Sudiana, I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i1.1176

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apasaja yang harus diperhatikan dalam menggunakan pendekatan pembelajaran whole Language dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang harus diperbaiki salah satunya adalah pendekatan pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dapat memperbaiki pembelajaran adalah pendekatan Whole language. Whole language approach adalah pendekatan pembelajaran bahasa yang menyajikan pengajaran bahasa secara utuh, artinya tidak terpisah-pisah. Pendekatan whole language berasumsi bahwa bahasa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan, oleh karena itu pembelajaran komponen bahasa (fonem, morfem, klausa, kalimat, wacana) dan keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) harus dapat disajikan secara utuh dalam situasi yang nyata (autentik) dan bermakna kepada peserta didik. Hasil penelitian dapat dilakukan dalam kelas dalam pendekatan whole language ini peserta didik akan melakukan; (1) berkembang melalui tahap-tahap sesuai dengan perkembangan, (2) dilibatkan dalam interaksi sosial sepanjang hari, (3) berbagai tanggungjawab dalam mereka belajar, (4) merasa senang mencoba dan praktik baca tulis tanpa takut kritikan, (5) mengevaluasi kemajuan mereka sebagai bagian alamai dari semua pengalaman belajar.
KEBIJAKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Dharma, I Made Aditya; Arnyana, Ida Bagus Putu; Dantes, Nyoman; Sudewiputri, Made Padmarani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.2004

Abstract

Penelitian deskriptif ini membahas kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, khususnya di Gugus 3 Rama, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses implementasi Kurikulum Merdeka di gugus tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah berjalan, dengan menekankan pada esensi Profil Pelajar Pancasila yang meliputi akhlak mulia, berkebhinekaan global, berpikir kritis, gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Proses implementasi dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pada tahap perencanaan, sekolah menentukan rancangan kurikulum dan mengikuti workshop terkait Kurikulum Merdeka sebelum penerapannya. Pelaksanaan kurikulum diikuti dengan evaluasi yang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Tantangan utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah penerapannya yang masih dianggap terlalu dini dan sebagian besar sekolah masih menggunakan Kurikulum 2013. Implementasi Kurikulum Merdeka masih dalam tahap perbaikan dan persiapan lebih lanjut. Diperlukan sosialisasi yang intensif dan efektif agar Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan dengan baik dan optimal di sekolah dasar.