Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nursing Information Journal

Efektivitas Terapi Bekam pada Penderita Hipertensi: Studi Literatur Zahara Syifa Annisa; Rudiyanto Rudiyanto; Sholihin Sholihin
Nursing Information Journal Vol 1 No 1 (2021): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.212 KB) | DOI: 10.54832/nij.v1i1.166

Abstract

Latar Belakang: : Hipertensi merupakan penyakit silent killer yang dapat terjadi tanpa gejala dan dapat menyebabkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan cepat. Hipertensi dapat terjadi karena gaya hidup, obesitas, alkohol, merokok, stress, faktor usia, hingga faktor genetik. Pengobatan untuk hipertensi dapat dilakukan secara non-farmakologi yaitu dengan terapi bekam. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi bekam pada penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: : Pencarian Literature Review ini menggunakan analisis PICOT, dengan database Google Scholar, dan Garuda lalu dipilih artikel yang menggunakan metode quasy eksperimen serta artikel berbahasa indonesia dan bahasa inggris. Ditemukan 240 artikel, Selanjutnya di screening dan diambil artikel terbitan tahun 2015-2020 didapatkan 52 artikel. Berdasarkan jurnal akhir yang dianalisa sesuai kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan 13 artikel. Kemudian di tinjau kembali berdasarkan artikel Nasional dan didapatkan hasil akhir 10 artikel yang ditelaah. Hasil: Hasil literature review menunjukkan adanya pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan terapi bekam. Hasil tekanan darah sebelum dilakukan terapi bekam berada dalam kategori hipertensi tingkat 1 (ringan) 60% dan hipertensi tingkat 2 (sedang) sebanyak 40%, setelah dilakukan terapi bekam berubah menjadi normal 20%, normal tinggi sebanyak 20%, dan hipertensi tingkat 1 (ringan) sebanyak 60% . Kesimpulan: Pemberian terapi bekam sebagai salah satu terapi non-farmakologi mampu untuk diaplikasikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia Balita: Literatur Review Anggi Indah Nurmayanti; Riyan Dwi Prasetyawan; Sholihin Sholihin; Ulul Azmi Iswahyudi; Y. Waliyyun Arifuddin
Nursing Information Journal Vol 4 No 1 (2024): Vol. 4 No. 1 (2024): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i1.837

Abstract

Pendahuluah: Era globalisasi menbuat gadget menjadi salah satu jenis teknologi yang cukup familiar penggunaannya tidak hanya pada orang dewasa namun juga pada anak usia balita. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 95,8 persen anak di bawah usia dua tahun mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang melambat akibat menghabiskan waktu berlebihan bermain gadget. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap tumbuh kembang anak usia balita. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi literature review. Kriteria artikel yang digunakan dalam studi literature review ini diantaranya artikel dengan tema pengaruh penggunaan gadget terhadap tumbuh kembang anak usia balita, rentang waktu terbit 5 tahun terakhir, original research, dan full text. Strategi pencarian artikel dilakukan melalui database Proquest, research gate, dan willey online library dengan menggunakan kata kunci effect and gadget and toddler and growing development atau dampak dan gadget dan balita and tumbuh kembang. Hasil: Hasil review melibatkan 9 artikel yang melewati proses seleksi ketat. Hasil review menunjukkan bahwa penggunaan gadget pada anak usia balita memiliki dampak positif dan negatif terhadap tumbuh kembang anak usia balita, dibuktikan dengan adanya 1 artikel yang menyatakan bahwa gadget juga memiliki dampak positif terhadap tumbuh kembang yaitu memudahkan dalam mengumpulkan kosa kata baru baik dalam bahasa indonesia maupun dalam bahasa asing, sedangkan 8 artikel menyatakan bahwa gadget ketika sudah menyebabkan kecanduan pada balita akan berdampak negatif terhadap tumbuh kembang berupa gangguan pada perkembangan bahasa, perkembangan sosial emosional, perkembangan motorik, dan perkembangan kognitif. Kesimpulan: Orang tua diharapkan dapat mengambil sikap bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi terutama keputusan mengenalkan gadget pada anak. Jika memang terpaksa Orang tua atau pengasuh memberikan gadget pada anak usia balita maka harus memperhatikan durasi penggunaan serta konten yang diberikan sesuai dengan usia anak dan bersifat edukatif.