Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kelayakan Usaha dan Prospek Penjualan Furniture Mahoni (Swietenia mahagoni) di Sentra Pengerajin Furniture Mahoni Desa Wringinpitu Kabupaten Jombang Aisah Windiani Aisah; Dyah Ayu Sri Hartanti; Miftachul Chusnah; Siti Nur Qomariyah
AGROSAINTIFIKA Vol. 5 No. 1 (2022): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v5i1.3187

Abstract

This study aims to determine the business feasibility and sales prospects of mahogany furniture in terms of the R/C ratio of furniture craftsmen in Wringinpitu Village, Jombang Regency. The location of this research was carried out purposively (purposive sampling) and was carried out from February to March 2022. The data collection technique used in data collection was primary data sourced from direct interviews with mahogany furniture craftsmen using a questionnaire. Data analysis used in this study is the analysis of costs, revenues, revenues, and the ratio of R/C. The results of sales in Wringinpitu Village in 2021 within a year average Rp. 129,825,000, every month the income of craftsmen has increased and decreased due to a decrease in the amount of raw materials, and a decrease in consumer purchasing power for furniture. The results of the analysis show that the total income from the prospect of selling mahogany furniture in Wringinpitu Village within one year is an average of Rp. 41,671,045. This shows that the mahogany furniture craft business in 2021 is good enough to run. The results of the feasibility analysis of the R/C/Ratio show that the prospect of selling mahogany furniture in Wringinpitu Village is 1.5, the result of the R/C ratio shows that it is feasible to work on. This can be seen from the total revenue with a total cost that is greater than one, which is 1.5 ˃ 1. The B/C Ratio analysis shows that the sales prospects for mahogany furniture are 0.5, the value of the B/C Ratio shows that < 1 then the business is not feasible to develop.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Yoghurt Buah sebagai Peluang Usaha Berbasis Komoditi Lokal kepada Warga Desa Banjarsari, Jombang Miftachul Chusnah; Nurul Aini; Yessita Puspaningrum; Ana Mariatul Khiftiyah; Dyah Ayu Sri Hartanti; Anggi Indah Yuliana; Amrini Shofiani
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v3i3.3229

Abstract

Desa Banjarsari merupalam desa yang berada di Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang dengan hasil pertanian buah semangka dan melon sebagai komoditi utama. Pemanfaatan dan pengolahan buah semangka dan melon masih terbatas. Untuk itu, kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan yoghurt buah perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan peluangg usaha warga Desa Banjarsari berbasis komoditi lokal. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang dengan warga Desa Banjarsari. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah tahap edukasi dan sosialisasi produk yoghurt buah, proses pembuatan yoghurt buah, proses pengemasan dan uji organoleptik dan yoghurt buah yang dihasilkan. Kegiatan pelatihan dilakukan pada Tanggal 13-15 November 2022 di Laboratorium Terpadu, Universitas KH.A, Wahab Hasbullah Jombang. Diharapkan melalui kegiatan ini, warga Desa Banjarsari memiliki kemampuan baru dalam memanfaatkan buah semangka dan melon sebagai komoditi lokal untuk diolah menjadi yoghurt buah yang kaya akan manfaat dan mampu menjadikan produk ini sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.
Effect of Starter Amount to Sensory Characteristics Score of Fruit Yogurt Yessita Puspaningrum; Miftachul Chusnah; Nurul 'Aini; Ana Mariatul Khiftiyah; Dyah Ayu Sri Hartanti; Anggi Indah Yuliana; Agus Suhadi
AGARICUS: Advances Agriculture Science & Farming Vol. 2 No. 3 (2023): February
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fruit yogurt is a food product in the form of processed milk through a fermentation process using Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus bacteria, added with fruits. Yogurt quality is determined by the amount of starter added. This study aims to determine the effect of the amount of yogurt starter on the sensory characteristics score of watermelon, melon and golden melon yogurt. Three various amounts of yogurt starter were used in this research, namely 2%, 4%, and 6%. The starter was purchased from yogurt sold in the market. The starter consisted of Streptococcus thermophilus, Lactobacillus bulgaricus, L. acidophilus, and Bifidobacterium. Sensory properties consisting of color, aroma, texture and taste, were assessed by ten panelists by giving a score between 1-5. The results showed that the concentration of the starter could provide different scores of sensory characteristics. Watermelon yogurt made with 4% starter got the highest score for color, while the highest score for aroma was obtained by watermelon yogurt made with 6% starter. Watermelon yogurt made with 6% starter also got the highest score for texture, along with golden melon made with 4% starter. Based on the taste, the highest sensory characteristics score was obtained by yogurt without fruit that had been made with 4% starter.
Peningkatan Daya Saing PKK Desa Gongseng Jombang melalui Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian Miftachul Chusnah; Rohmat Hidayat; Vindia Nur Azlina Putri Syabila; Inayah Maulidiya Wulandari MZ; Hanif Mustopa; Anggi Indah Yuliana
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v4i1.3347

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarkat yang diwujudkan melalui pelatihan pengolahan hasil pertanian, jagung dan buah pisang, ini bertujuan untuk meningaktkan daya saing masyarakat melalui pengolahan hasil pertanian dalam bentuk olahan pangan talam jagung dan smoothies pisang. Metode pada pengabdian ini ialah menggunakan metode Aset Based Communities Development (ABCD). Metode ini merupakan salah satu model pendekatan dalam pengembangan masyarakat. Pendekatan ini menekankan pada inventarisasi aset dimasyarakat yang dinilai dapat mendukung kegiatan pemberdaaan masyarakat. Dalam metode ini terdapat empat metode yang harus dilalui, yaitu inkulturasi, design, define, dan refleksi. Khalayak sasaran pada kegiatan   ini   adalah   ibu-ibu   PKK desa Gongseng kecamatan Megaluh kabupaten Jombang. Kegiatan   ini   dijalankan pada Minggu, 2 Oktober 2022 bertempat di Balai Desa Gongseng dengan jumlah  peserta sekitar  25  orang. Narasumber yang telibat dalam program ini adalah dosen ahli dari Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah yang berpengalaman dan telah menguasai materi di bidang pengolahan hasil pertanian. Respon mitra dari pelatihan tersebut  menunjukkan  bahwa peserta  pelatihan  sangat  antusias  dalam  mengikuti  sosialisasi  pelatihan  yang  dilakukan dengan hasil angket menunjukkan sebagaian besar peserta dapat memahami dengan baik proses pengolahan hasil panen dan perlunya peningkatan masa edar produk yang masih relatif pendek.
Penerapan Sistem Budidaya Tanaman Sayuran pada Lahan Pekarangan dengan Teknik Hidroponik dan Vertikultur di Desa Sumberagung Megaluh Jombang Khusnul Khotimah; Nur Khafidhoh; Miftachul Chusnah; Rizqi Ramadhan; Rifda Amaliyah
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v4i1.3382

Abstract

Teknik tanam Hidroponik dan Vertikultur adalah konsep bertanam di lahan sempit. Konsep vertikultur sangat cocok dikembangkan di kompleks yang umumnya memiliki pekarangan terbatas. Dalam rangka meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan keluarga. maka dari itu  kegiiatan ini mengharapkan dengan inovasi sistem tanam hidroponik dan vertikultur yang saya sosialisasikan kepada masyarakat setempat dapat memotivasi untuk menanamnya dan mempraktekkannya dirumah. Hidroponik adalah budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah, sehingga hanya dijalankan dengan menggunakan air sebagai media pengganti tanah. Sehingga sistem bercocok tanam secara hidroponik dapat memanfaatakan lahan yang sempit. Pertanian dengan menggunakan sistem hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa lahan pekarangan rumah yang terbatas khususnya pada rumah masyarakat desa Sumberagung Megaluh Jombang dapat memanfaatkan teknik tanam hidroponik dan vertikultur sebagai solusi memiliki kebun sayur sendiri yang lebih sehat dan segar, menghemat biaya pengeluaran, mengurangi pencemaran lingkungan, serta meningkatkan perekonomian. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan pada kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknik tanam hidroponik dan vertikultur sebagai tolak ukur pendekatan kepada masyarakat dari program yang telah dilakukan, hasil dari angket responden dari data yang telah dihitung menggunakan rumus perhitungan prosentase, maka hasilnya bisa disimpulkan bahwa 95%  para peserta sangat antusias dengan pelatihan serta rasa ingin mencoba mengimplementasikan secara langsung.
Pengaruh Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsicum Frutescens) Nurul Aini; Yessita Puspaningrum; Ana Mariatul Khiftiyah; Miftachul Chusnah
AGROSAINTIFIKA Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v5i2.3664

Abstract

Rice washing water is household waste that is often wasted and is no longer used, even though rice washing water still contains nutrients in the form of vitamins A, C, B1, carbohydrates, phosphorus, potassium, magnesium, nitrogen and iron. Vitamin B1 (thiamin) dissolves in water when washing rice. Vitamin B1 contained in the water used to wash rice has a role in metabolism. The nutritional content in rice washing water can be used to support the growth and development of chili plants. In this study, rice washing water was used as liquid fertilizer for chili plants. The research design was a completely randomized design with the holding variable being the concentration of rice washing water (0%, 25%, 50% 75% and 100%) with 3 repetitions each. The data obtained were analyzed using SPSS Anava followed by Duncan's test. The results showed that the concentration of rice washing water at 100% was the treatment that had the best effect on the growth of chili plants (Capsicum frutescens).
Pelatihan Pembuatan Tepung Mokaf dan Digital Marketing pada PKK Desa Johowinong Mojoagung Jombang. Miftachul Chusnah; Purbowo Purbowo; Umi Latifah; Liweul Wilayah; Bramantio Aris Ade Setiyawan
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v5i1.4135

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyaraktat ini adalah untuk dapat memanfaatkan potensi singkong sebagai bahan baku tepung mocaf dan masyarakat desa bisa memahami strategi pemasaran digital yang efektif dan kreatif.. Pelaksanaan kegiatan ini di Balaidesa Johowining Mojoagung Jombang dengan khalayak sasaran Ibu Ibu PKK desa Johowinong. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dengan Community Based Research yaitu penjelasan Narasumber kepada mitra. Metode yang dipakai pada kegiatan ini adalah pertemuan atau tatap muka antara narasumber dengan mitra . Melalui Pengabdian ini para Ibu PKK desa Johowinong mengetahui tentang pemanfaatan singkong sebagai bahan pembuatan tepung mocaf sehingga bisa menambah nilai ekonomis singkong dan memahami diversifikasi produk olahan. Para Ibu PKK desa Johowinong juga memahami metode digital marketing dalam memasarkan tepung mocaf. Digital marketing memiliki dampak yang baik bagi Ibu PKK desa Johowinong untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas. Dengan memasarkan produk melalui e-commerce, akan dapat menambah penjualan dan pendapatan jika digunakan dengan sebaik-baiknya. Pelaksanaan kegiatan bersifat partisipatori, dimana kelompok pengusul dan mitra bersama-sama aktif dalam setiap kegiatan. Tahapan pelaksanaan kegiatan adalah Koordinasi awal dan izin pelaksanaan seminar digital marketing dan pelatihan pembuatan tepung mokaf kepada Narasumber. Pelaksanaan pembuatan tepung mocaf oleh ibu PKK. Kegiatan Pengabdian Masyarakat, berjalan sukses, lancar, serta sesuai dengan apa yang diharapkan. Dari hasil observasi, para Ibu PKK Desa Johowinong mengetahui bahwa singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar tepung mocaf serta dapat dengan mudah di pasarkan melalui platform digital. Dari hasil wawancara para Ibu PKK desa Johowinong merasa terbantu dengan adannya seminar digital marketing dan pelatihan pembuatan tepung mocaf.
Penerapan Tata Cara Wudlu dan Sholat Melalui Video Pembelajaran untuk Santri TPQ Rohmatullaoh Winong Lor Mojoagung Jombang Mochammad Syafiuddin Shobirin; Miftachul Chusnah; Ilhamy Aminatus Zuhriyah; Rheina Futih Amalia; Mohammad Abu Yazid B
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v5i1.4128

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui penerapan tata cara wudhu dan sholat melalui video pembelajaran pada santri TPQ Rohmatulloh jilid I sampai jilid V bertujuan : untuk memperkenalkan sebuah media pembelajaran kepada para santri untuk memahami urutan tata cara wudhu dan sholat dengan baik dan benar, dan untuk meningkatkan pemahaman santri TPQ Rohmatulloh tentang urutan tata cara wudhu dengan baik dan benar. Metode pelaksanaan kegiatan adalah Pendekatan Participatory Action Research (PAR) merupakan pendekatan bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan, dan proses perubahan sosial keagamaan. Pendekatan ini merupakan sarana untuk membangkitkan kesadaran kritis. Kegiatan penerapan tata cara wudhu dan sholat melalui video pembelajaran tersebut dilaksanakan di TPQ Rohmatulloh Winong Lor dan diikuti oleh 60 orang peserta yang berasal dari santri-santri TPQ jilid I sampai jilid V. Kegiatan ini diawali dengan pertemuan secara langsung untuk saling mengenal dan menyampaikan rincian kegiatan penerapan tata cara wudhu dan sholat melalui video pembelajaran. Dalam pertemuan ini siswa diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang tata cara wudhu dan sholat. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan ini, maka tim memberikan kuesioner sebagai tolak ukur keberhasilan, disimpulkan bahwa beberapa santri masih kurang menguasai tentang tata cara wudhu dan sholat. Kegiatan penerapan tata cara wudhu dan sholat melalui video pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan di terima dengan baik. sangat bermanfaat untuk para santri dalam memahami dan mempraktikkan tata cara wudhu dan sholat dalam kehidupan sehari-hari dengan baik dan benar. Kata Kunci: Wudlu, Sholat, Santri TPQ, Pelatihan, Video Pembelajaran.
Pelatihan Digital Marketing Produk Mie Mokaf Bagi Imigran Digital Pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan “Sumber Makmur” Purbowo Purbowo; Miftachul Chusnah; Canggih Nailil Magfiroh
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v4i2.183

Abstract

Digital marketing training for digital immigrants is a challenge because you are dealing with people who were born before digital existed. This is different from digital natives, who have been using information and communication technology media since birth, such as smartphones and laptops. The service activity aims to introduce applicable digital marketing to digital immigrant community groups by using frequently used social media, namely Facebook. The material that has been delivered includes product photos, creating product descriptions, and uploading to Facebook. Participants are female forest farmers under the auspices of the Forest Village Community Institution (LMDH) "Sumber Pandan Makmur" located in Pandankrajan village, Kemlagi subdistrict, Mojokerto. The implementation methods used are lectures and practice. The training stages consist of a pre-test, lecture, practice and post-test. Participants' assessments use a scale between 1 and 9. The results of the implementation of service activities showed that the average pre-test score for activity participants is 4 out of 10, which means that people do not have sufficient insight into the training activities consisting of several stages, namely product photography, product descriptions, and uploading to Facebook social media. There was an increase at the end of the participant's post-test score, namely reaching 7.5 on a scale of 10, which means that participants had understood the material presented well and participants were able to practice photography, write descriptions and upload to Facebook social media. Based on the results of the paired T-test, it was stated that there was a significant difference between before and after participating in the training activities