Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Pemanfaatan Hasil Komoditi Unggulan Melalui Pelatihan Olahan Jeruk Nipis di Wilayah Desa Banjarsari Jombang Susanti, Ambar; Farida, Nur; Siswantoro, Rinto
Community Empowerment Vol 6 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.491 KB) | DOI: 10.31603/ce.4560

Abstract

Pemanfaatan olahan buah jeruk nipis, perlu dilakukan mengingat ketersediaan bahan tersebut di Desa Banjarsari Kabupaten Jombang berlimpah. Oleh karena itu melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dilaksanakan optimalisasi pemanfaatan hasil komoditi unggulan melalui pelatihan olahan jeruk nipis di wilayah Desa Banjarsari. Tujuan kegiatan adalah memberikan pengetahuan tentang pengolahan hasil pertanian khususnya olahan buah jeruk nipis, dan meningkatkan minat masyarakat untuk lebih giat mengembangkan produk inovasi desa. Pelaksanaan kegiatan 15 – 30 Oktober 2020, sebagai bagian dari sosialisasi . Mitra pada kegiatan tersebut adalah ibu-ibu PKK yang berpotensi sebagai perantara antara tim narasumber dengan masyarakat desa dalam implementasi pengetahuan dan teknologi tepat guna pengolahan hasil pertanian. Tim narasumber adalah dosen Fakultas Pertanian dan instruktur kegiatan mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah. Peserta berjumlah 20 orang, dengan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan terbagi 2 bagian, dengan metode pendekatan ceramah, diskusi, dan pelatihan. Kegiatan pertama diawali pre test, ceramah yang diikuti dengan diskusi dan diakhiri post test. Materi yang diberikan adalah budidaya dan manfaat jeruk nipis. Materi pelatihan berupa praktik pengolahan pasca panen jeruk nipis yaitu pembuatan sari jeruk nipis dan lilin aroma terapi. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut diketahui peserta pelatihan yang menjawab benar mengalami kenaikan sebesar 27 % tentang tanaman jeruk nipis dan pemanfaatannya secara luas setelah diberi materi pelatihan. Persentase tingkat kepuasan dari kegiatan tersebut masing-masing 76% sangat puas, 15% puas, 9% kurang puas. Pelatihan tersebut mampu menambah wawasan, pengetahuan dan ketrampilan pemanfaatan jeruk nipis pada ibu-ibu PKK Desa Banjarsari dan menumbuhkan semangat berinovasi membuat produk olahan jeruk nipis.
The Effectiveness Of Addition Mycorrhizae And Fertilizer Composition On The Spinach’s Growth (Amaranthus sp) ambar susanti; Andreas Abdul Aziz; Anton Muhibuddin
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 No.2 July 2021
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v3i2.1396

Abstract

The production of organic spinach hasn’t been able to keep up with market demand, it is necessary to produce quantity and organic spinach. The research was carried out in the laboratory and greenhouse of the Agriculture Faculty, KH.A. Wahab Hasbullah University in February - May 2021. The purpose of this study was to aims to determine the effectiveness of giving mycorrhizae to spinach plants given various organic fertilizer compositions with the decomposer Trichoderma sp. The research design used was a completely randomized design, with five treatments and five replications. The treatments are; M0 (8 grams of mycorrhizae with 0% organic fertilizer as negative control), M1 (8 grams of mycorrhizae with 25% organic fertilizer), M2 (8 grams of mycorrhizae with 50% organic fertilizer), M3 (8 grams of mycorrhizae with fertilizer organic 75%), M4 (8 gr mycorrhizal with 5 grams of NPK fertilizer as positive control). The results are M2 treatment showed good growth in plant height (18.26 cm), the number of leaves (8.40 leaves), plant wet weight (3.65 gr), and root length (13.69 cm). Mycorrhizal spinach plants are effective in absorbing nutrients available in organic fertilizers 50% of the composition of the growing media, but less effective at 25%,75%, and NPK Mutiara 16:16:16 fertilizer. Organic fertilizers with local Trichoderma sp isolate decomposer are able to provide nutrients needed by spinach plants for their growth. The application of organic fertilizers with a composition of 50% to plants given mycorrhizae is possible to suppress the use of inorganic fertilizers.
UJI INFEKTIFITAS MIKORIZA INDIGENOUS TERHADAP TANAMAN KEDELAI TERINFEKSI Phakopsora pachyrhizi Syd. Ambar Susanti; Mazidatul Faizah; Roni Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 1 (2018): Volume 1 Tahun 2018
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit karat daun kedelai disebabkan oleh Phakopsora pachyrhizi Syd., yang merupakan penyakit penting pada tanaman kedelai di berbagai negara, dan menjadi kendala terhadap upaya untuk mempertahankan produksi di tingkat petani. Simbiosis antara mikoriza indigenous dengan tanaman kedelai membantu meningkatkan ketahanannya terhadap serangan penyakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui infektifitas mikoriza indigenous terhadap tanaman kedelai yang terinfeksi P.pachyrhizi.Syd dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kedelai yang terinfeksi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian dan lahan percobaan Universitas KH.A. Wahab Hasbullah pada bulan April 2018 sampai dengan Juli 2018. Rancangan penelitian menggunakan RAK faktorial, dengan metode eksperimen, menggunakan teknik random sampling. Hasil perlakuan tanaman kedelai yang diuji adalah akar sudah terinfeksi mikoriza 7 hari setelah inokulasi dengan rata – rata 20 – 40 %. Intensitas penyakit karat daun yang rendah pada perlakuan K2M2, kerapatan spora mikoriza lebih banyak setelah inokulasi pupuk agens hayati mikoriza, dan keadaan jumlah polong isi tanaman kedelai yang diuji cukup baik pada perlakuan aplikasi mikoriza. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Infektifitas mikoriza indigenous yang tinggi mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai yang terinfeksi P.pachyrhizi.Syd Kata kunci: mikoriza indigenous, tanaman kedelai, Phakopsora phachyrhizi Syd.
STUDI KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNAN TANAH PADA PERKEBUNAN APEL SEMI ORGANIK DAN ANORGANIK DESA TULUNGREJO KOTA BATU Mohamad Nasirudin; Ambar Susanti
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 1 (2018): Volume 1 Tahun 2018
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman makrofaunan tanah yang ada pada perkebunan apel semi organik dan anorganik di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pengamatan makrofauna tanah dilakukan dengan menggunakan alat Pitt Fall Trap. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2018. Parameter yang diamati pada penelitian ini ialah Indeks Keanekaragaman. Hasil penelitian makrofauna tanah di perkebunan apel Semi Organik ditemukan 5 ordo terdiri dari 5 famili dan berjumlah 60 individu. Peranan makrofauna tanahnya meliputi herbivor (2 famili), dan predator (3 famili). Hasil penelitian makrofauna tanah di lahan Anorganik ditemukan 2 ordo, yang terdiri dari 2 famili dan berjumlah 15 individu. Perananya sebagai predator (2 famili). Nilai Indeks keanekaragaman (H’) makrofauna tanah pada lahan semi organik lebih tinggi yaitu 1,16, sedangkan lahan Anorganik yaitu 0,39. Indeks Kesamaan 2 Lahan (Cs) makrofauna yang yang ditemukan di kedua lahan mempunyai tingkat kesamaan ada yang rendah yaitu 0,4. Kata Kunci : Makrofauna Tanah, Formicidae.
UJI EFEKTIVITAS SIFAT ANTAGONISME LIMA ISOLAT LOKAL Trichoderma spp. TERHADAP Fusarium sp. Aini Nur Maftuhah; Ambar Susanti; Ruri Febrianti
AGROSAINTIFIKA Vol 1 No 1 (2018): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.781 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v1i1.306

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan spora, viabilitas Trichoderma spp pada lima isolat lokal dan kemampuan antagonismenya terhadap Fusarium sp. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2017 di laboratorium BBPPTP Surabaya, Jalan Raya Mojoagung, Kabupaten Jombang Jawa Timur dengan menggunakan jenis penelitian experimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolate Trichoderma spp dari tanaman kopi Kediri mempunyai kerapatan spora yang lebih tinggi (1,43 x 108), Viabilitas tertinggi diperoleh dari isolat dari tanaman Mente Tuban dan Ngawi (100%). Uji antagonism menunjukkan isolat Trichoderma spp dari tanaman Mente Tuban mempunyai daya antagonis lebih tinggi (83,2%) yang berpotensi sebagai APH terhadap Fusarium sp.
PENGARUH MIKORIZA INDIGENOUS TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KEDELAI TERINFEKSI Phakopsora pachyrhizi Syd. Roni Wibowo; Ambar Susanti; Mazidatul Faizah
AGROSAINTIFIKA Vol 1 No 1 (2018): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.851 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v1i1.315

Abstract

Simbiosis antara mikoriza indigenous dengan tanaman kedelai membantu meningkatkan ketahanannya terhadap serangan penyakit karat daun kedelai Phakopsora pachyrhizi Syd. Penelitian bertujuan untuk mengetahui infektifitas mikoriza indigenous dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kedelai yang terinfeksi P.pachyrhizi.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian dan lahan percobaan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah pada bulan April 2018 sampai dengan Juni 2018. Rancangan penelitian menggunakan RAK faktorial, dengan metode eksperimen, menggunakan teknik random sampling. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mikoriza indigenous yang mendominasi pupuk agens hayati mikoriza yang digunakan adalah Glomus spp., dan sudah mampu menginfeksi perakaran tanaman kedelai 1 minggu setelah inokulasi.Prosentase intensitas penyakit karat daun Phakopsora pachyrhizi Syd. terendah pada perlakuan R2D2(8,6%), dan tertinggi pada R2D0 (18,93%).Rata – rata jumlah spora mikoriza tertinggi pada perlakuan R1D2 sebanyak 103,66, dan terendah pada R0D1 yaitu 45 buah.Rata – rata tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan R0D2,R1D2, dan R2D2, yang berbeda sangat nyata dibandingkan control R0D0. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Infektifitas mikoriza indigenous yang tinggi mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan vegetatif tanaman kedelai yang terinfeksi P.pachyrhizi.Syd
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI TEBU Ibnu Hajar; Ambar Susanti; Hari Prasetjono
AGROSAINTIFIKA Vol 1 No 2 (2019): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.489 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v1i2.355

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani tebu di Desa Munung Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk, dan kelayakan budidaya usahatebu keprasan ke-3 terhadap pendapatan uasahatani tebu di Desa Munung Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk. Penelitian menggunakan metode snowball sampling,untuk pengambilan data primer dan sekunder.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa Berdasarkan hasil dari analisis diatas, rata-rata pendapatan usahatani tebu keprasan ke-3 di Desa Munung Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk adalah sebesar Rp 22.020.000,- untuk 1 kali musim panen dengan luas areal 1 ha.Nilai R/C rasio atas biaya total sebesar 2,9, dengan R/C rasio sebesar 2,9 berarti untuk setiap Rp.100.000,- biaya yang dikeluarkan maka usahatani tebu menerima pendapatan sebesar Rp. 290.000,-. Nilai B/C rasio atas biaya total yaitu 1,9 yang artinya untuk setiap Rp. 100.000,- biaya yang dikeluarkan, maka usahatani tebu akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 190.000,-. Dengan R/C rasio sebesar 2,9 dan B/C Rasio sebesar 1,9 yang lebih besar dari 1 (R/C ratio > 1) dan 0 (B/C ratio > 0) hal ini menunjukkan bahwa kondisi usahatani tebu keprasan ke-3 di Desa Munung Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk mendapatkan untung dan dikatakan layak untuk dijalankan serta memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya.
i IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH DI KABUPATEN JOMBANG DENGAN PENDEKATAN LQ, DLQ, SHIFTSHARE Ahmad Dzikrul Hakim; Siti Nur Qomariyah; Ambar Susanti
AGROSAINTIFIKA Vol 3 No 1 (2020): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.837 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v3i2.942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan perekonomian daerah Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series dari produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2010 Kabupaten Jombang dan Provinsi Jawa Timur tahun 2015-2019. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Analisis Location Quotient (LQ) digunakan untuk menentukan sektor basis dan non basis dalam perekonomian Kabupaten Jombang. 2) Analisis Dynamic Location Quotient (DLQ) digunakan untuk mengetahui pergeseran peranan sektor perekonomian Kabupaten Jombang. 3) Analisis Shiftshare digunakan untuk mengetahui penyebab pergeseran sektor perekonomian Kabupaten Jombang. Sektor unggulan (basis) dipilih berdasarkan hasil perhitungan LQ dan DLQ dengan nilai > 1, menjadi sektor unggulan dengan pertumbuhan besar dan mempunyai potensi untuk berkembang lebih cepat. Berdasarkan hasil perhitungan LQ dan DLQ, sektor Pertanian, kehutanan dan Perikanan tergolong kedalam sektor unggulan (basis), sedangkan nilai perhitungan shiftshare pada sektor Pertanian, Kehutanan, Perikanan menunjukkan bahwa sektor ini mempunyai keunggulan kompetitif. Kata kunci: Dynamic Location Quotien, Location Quotien,Sektor Unggulan, Shiftshare
Pengaruh Trichoderma sp dan EM4 Terhadap Kandungan Hara Kompos Biomasa Pertanian dan Gulma tivani dwi kurniawati; Ambar Susanti; Sholichatul Ma’rufah
AGROSAINTIFIKA Vol 3 No 2 (2021): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.352 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v3i2.1584

Abstract

Pemanfaatan biomasa dari limbah pertanian dan gulma, yaitu jerami padi, kotoran sapi , dan eceng gondok masih belum dilakukan secara maksimal. Limbah tersebut dapat digunakan sebagai bahan dasar kompos, yang berasal dari penguraian bahan organik atau melalui proses pembongkaran senyawa komplek menjadi senyawa yang lebih sederhana. Proses dekomposisi dibantu mikroorganisme yang berperan sebagai decomposer, yaitu Trichoderma sp. dan formulasi EM4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dua mikroba terhadap kandungan hara pada kompos biomasa pertanian dan gulma agar sesuai standar kualitas kompos. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – April 2021 di Laboratorium Terpadu Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dan Fakultas Pertanian Universitas KH.A. Wahab Hasbullah. Pengukuran sampel N menggunakan metode Kjeldahl, C-Organik menggunakan metode pengabuan, P menggunakan metode pengenceran, pH dan suhu menggunakan pH meter. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, terdiri 9 perlakuan masing – masing 3 ulangan. Perlakuan yang diuji merupakan komposisi K1 (kotoran sapi 25% + jerami padi 25% + eceng gondok 50%) , K2 (kotoran sapi 25% + jerami padi 50% + eceng gondok 25%), K3 (kotoran sapi 50% + jerami padi 25% + eceng gondok 25%), dengan pemberian mikroba; Mo : tanpa pemberian mikroba, Mt : pemberian jamur Trichoderma sp., Mb : pemberian EM4. Kandungan hara pada pupuk kompos biomasa pertanian yang diperlakukan, sudah memenuhi standar SNI 28/Permentan/SR.130/B/2009 yaitu pH berkisar antara 7,5-8%, Nitrogen (N) berkisar antara 0,03-0,12%, Posphor berkisar antara 0,02-0,03%, dan C-Organik berisar antara 28-31%. Sedangkan kadar air kompos belum memenuhi standar SNI karena dibawah 15% dan berkisar antara 7,6-11%.
Eksplorasi Jamur Indigenous Tanaman Jambu Bol Gondang Manis Pada Cekaman Kemarau Nur Afifah; Ambar Susanti; Ruri Febrianti
AGROSAINTIFIKA Vol 4 No 2 (2022): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v4i2.2481

Abstract

The purpose of this study was to determine the biodiversity of indigenous fungal in the Gondang Manis Jamaican Aplle plant in Jombang Regency under drought stress. The research was carried out in July 2020. Exploration was carried out on the soil in the rhizosphere and plant tissue, which has the potential to support its resistance in dry season conditions so as to maintain the quality and quantity of Gondang Manis Jamaican Apple as a superior local plant. There were seven morphologically identified fungal species in the soil rhizosphere and plant parts of Gondang Manis Jamaican Apple in Jombang Regency during dry season stress, namely Trichoderma sp., Aspergillus sp., Penicillium sp., Fusarium sp., Beauveria sp., Mikoriza sp., and Metarhizium sp, and there was one fungus that has not been identified. The highest number of fungal species was found in the rhizosphere soil, and Trichoderma sp was the fungus found in all samples. Meanwhile, Metarhizium sp, was more commonly found in the leaves of plants. Fungal species Trichoderma sp., Aspergillus sp., Penicillium sp., Beauveria sp., Mycorrhiza sp., and Metarhizium sp. is located as a biological agent, while Fusarium sp. is included in plant pathogenic fungi
Co-Authors Abu Na’im Achmad Ghozali Achmad Krisdianto Adda Bin Hud Ade Ilud Nabila Afifuddin Afifuddin Agus Sifaunajah Agus Suhadi Agustin, Putri Ahmad Syarifuddin Ahmad, Dziqi Jamaludin Ahmidah, Silfi Alfi Aini Nur Maftuhah Ainul Mu’arofati Zahro Ainun Zul Kirom Alan Hafinudin Andreas Abdul Aziz Anggi Indah Yuliana Annisa' khurun ain fauziah Anshori, Moh Antok Wahyu Sektiono Anton Muhibuddin Anton Muhibuddin Anton Muhibuddin Any Puji Rahayu Ardin Nur Hidayat Arfa'i, Irfan Ayuni Eka Cahyati Azhar Irfana Gangsar Budi Kiswanto By Khoir, Sampurna Kabir Canggih Nailil Maghfiroh Choirul Anam Chusnah, Miftachul Dewi Mardiyanti Didin Sirojudin Dziqi Jamaludin Ahmad El Saffa Nafisa Elin Nur Maf’ullah Emi Lilawati Fachry Abda El Rahman Familiyah, Mila Faruq Hidayatullah Fatiha, Ulan Supartini Fauziah, Annisa' Khurun Ain Febrianti, Ruri Fitriyah, Nilna Maulidatul Fitroh Choirunisa Hardian Susilo Addy HARDIAN SUSILO ADDY Hari Prasetjono Hari Prasetjono Hariono, Tholib Hariri, Rif'an Hariti, Rif'an hidayatullah, agus syarif Hidayatulloh, Muhammad Kris Yuan Hilyah Ashoumi Ibnu Hajar Indradewa, Rhian Ino Angga Putra Isnani Khumairoh Khasan, Umar Khoirun Ni’am Khusnul Khotimah Kurniawan, Dwi Wahyu Laila Nailil Muna Leila Bella Listyaning Eko Martanti M Agi Ilham Ajrillah M Irfan Fauzi M Rofi'i M. Dzikrul Hakim Al Ghozali M. Islakhul Anam M. Suhada Nasrulloh Masdur Rochim, Moch Masruri, Afiq Mazidatul Faizah Meisya Soliarfina Miftahul Janah Miftahul Janah, Miftahul Miskiyah, Zakiyatul Moch Masdur Rochim Muh. Lutfi Syaiul Khamid Muhammad Afif Muhammad Aminuddin Ma’ruf Muhammad Hoesain Muhammad Miftachul Amri Muhibuddin, Anton Muna, Laila Nailil Muzizah Zizah Nasiruddin, Mohamad Nasiruddin, Muhammad Nasirudin, Mohamad Nasrulloh, Basharudin Nerisa Agnesia Widiyanto Nora Asya Wibawanti Nur Afifah Nur Hidayat , Ardin Octaviani, Dhita Aulia Ospa Pea Yuanita Meishanti Prasdianto, Ryvaldi Primaadi Airlangga Purwoko, Agus Putri Agustin Putri Alfania R.J Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Any Puji Rohmat Hidayat Rohmat Hidayat Roni Wibowo Roosenani, Arifah Ruri Febrianti Ruri Febrianti Ryvaldi Prasdianto Said Rian Al Hasan Septi Ambar Indraningtia Sukma Septian Ragil Anandita Sholichatul Ma’rufah Sigit PRASTOWO Silfi Alfi Ahmidah Sinta Ilmi Amaliyah Sinta Pramudita Siswantoro, Rinto Siti Aminataz Zuhriyah Siti Aminatuz Zuhria Siti Fadhilah Siti Naimah Siti Nur Aisyah Siti Nur Haliza Siti Nur Qomariyah Siti Sofia Sopfi Hidayatul Choir Sri Nurhatika Sri Wijayanti Sri Wijayanti Sudarso Sudarso Suharto Suharto Sulthon Ali Musti tivani dwi kurniawati Tri Candra Setiawati Triani Triani Triani Ulan Supartini Fatiha Umi Kulsum Nur Qomariah Umi Kulsum Nur Qomariyah Umi Nur Azizah Ursila Fitri Winarti Wina Zakiyatul Miskiyah Zulfikar