Claim Missing Document
Check
Articles

TEKNOLOGI BIOMASSA BERBASIS LIMBAH PERKEBUNAN SALAK (Salacca zalacca) SEBAGAI PUPUK KOMPOS DI DESA SUMBER KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG Mazidatul Faizah; Ahmad Fauzan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5607

Abstract

Teknologi Biomasssa Berbasis Limbah Perkebunan Salak (Salacca Zalacca) Sebagai Pupuk Kompos Di Desa Sumber Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Untuk Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza Sativa. L). Penelitian Ini Dilakukan Bertujuan Untuk Mengetahui Manfaat Limbah Perkebunan Salak ( Salacca Zalacca ) Sebagai Pupuk Kompos Di Desa Sumber Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang hasil Pengomposan akan di aplikasikan pada Tanaman Padi (Oryza sativa.L).Berdasarkan kandungan tersebut menandakan bahwa pelepah daun salak memiliki potensi untuk dijadikan pupuk organic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh aplikasi pupuk Kompos Pelepah Salak terhadap pertumbuhan Benih Padi, (2) dosis pupuk Kompos agar bibit Benih Padi dapat tumbuh secara optimal. Dalam penelitian ini digunakan rancangan acak Kelompok (RAK) dengan tiga Perlakuan, Perlakuan pertama menggunakan 0,5 kg/10 kg tanah, perlakuan kedua menggunakan 1 kg/10 kg tanah, perlakuan ke tiga 1,5 kg/10 kg tanah dan Perlakuan Kontrol tanpa pemberian Dosis Pupuk kompos, pada masing-masih perlakuan mendapatkan lima kali pengulangan.Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan benih Padi, (2) Penggunaan dosis pupuk organik 1,5 kg/10 kg tanah memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN SALAK PONDOH, SALAK MADU, SALAK GULA PASIR DI DESA SUMBER KECAMATAN WONOSALAM JOMBANG Iska - Zuliatin; Mazidatul Faizah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5610

Abstract

Indonesia mempunyai jenis buah-buahan yang sangat banyak, salah satunya yaitu buah salak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri morfologi maupun  kekerabatan antar tanaman salak pondoh, salak madu serta salak gula pasir di desa sumber kecamatan wonosalam kabupaten jombang. Penelitian dilaksanakan pada bulan februari-juni 2021 dengan memilih 5 sampel pada setiap jenis tanaman salak dengan parameter penelitian tinggi tanaman, panjang daun, panjang pelepah daun, kerapatan duri, tekstur duri, bentuk duri, warna permukaan atas daun dan warna permukaan bawah daun. Penelitian dilaksanakan  secara langsung dan disusun menggunakan metode deskriptif dan dianalisis menggunakan analisis cluster berupa dendogram kemiripan. Berdasarkan pengamatan morfologi vegetatif ciri morfologi antara tiga jenis salak tersebut mempunyai beberapa ciri morfologi yang mirip, Diantara tiga jenis tanaman salak tersebut secara besar dikelompokkan mempunyai hubungan kekerabatan yang jauh dengan menunjukkan nilai kemiripan sebesar 54%-74%.
UJI INFEKTIFITAS MIKORIZA INDIGENOUS TERHADAP TANAMAN KEDELAI TERINFEKSI Phakopsora pachyrhizi Syd. Ambar Susanti; Mazidatul Faizah; Roni Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 1 (2018): Volume 1 Tahun 2018
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit karat daun kedelai disebabkan oleh Phakopsora pachyrhizi Syd., yang merupakan penyakit penting pada tanaman kedelai di berbagai negara, dan menjadi kendala terhadap upaya untuk mempertahankan produksi di tingkat petani. Simbiosis antara mikoriza indigenous dengan tanaman kedelai membantu meningkatkan ketahanannya terhadap serangan penyakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui infektifitas mikoriza indigenous terhadap tanaman kedelai yang terinfeksi P.pachyrhizi.Syd dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kedelai yang terinfeksi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian dan lahan percobaan Universitas KH.A. Wahab Hasbullah pada bulan April 2018 sampai dengan Juli 2018. Rancangan penelitian menggunakan RAK faktorial, dengan metode eksperimen, menggunakan teknik random sampling. Hasil perlakuan tanaman kedelai yang diuji adalah akar sudah terinfeksi mikoriza 7 hari setelah inokulasi dengan rata – rata 20 – 40 %. Intensitas penyakit karat daun yang rendah pada perlakuan K2M2, kerapatan spora mikoriza lebih banyak setelah inokulasi pupuk agens hayati mikoriza, dan keadaan jumlah polong isi tanaman kedelai yang diuji cukup baik pada perlakuan aplikasi mikoriza. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Infektifitas mikoriza indigenous yang tinggi mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai yang terinfeksi P.pachyrhizi.Syd Kata kunci: mikoriza indigenous, tanaman kedelai, Phakopsora phachyrhizi Syd.
Pemanfaatan Konsorsium Mikroba Dan Cendawan Mikoriza Arbuskular (Cma) Sebagai Biofertilzer Pada Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Mer) Mazidatul Faizah; Anggi Indah Yuliani; Alif Riswandar; Al Ayubi -
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biofertilizer merupakan satu dari berbagai komponen yang sangat penting untuk meningkatkan sistem suplai nutrien dalam bidang pertanian. Beberapa jenis mikroba tanah yang sering digunakan sebagai biofertilizer antara lain bakteri pemfiksasi N non simbiosis, bakteri N simbiosis, jamur mikoriza, Effective Microorganism (EM) dan bakteri pelarut fosfat. Mikroba tanah tersebut bila dimanfaatkan secara bersama dan tepat dalam sistem pertanian organik dapat memberikan dampak positif bagi ketersediaan hara yang dibutuhkan (Paul and Clark, 1989). Kedelai (Glycine max L. Mer) merupakan salah satu komoditi pangan dari famili leguminoseae yang dibutuhkan dalam pelengkap gizi makanan. Kedelai memiliki kandungan gizi tinggi yang berperan untuk membentuk sel-sel tubuh dan menjaga kondisi sel-sel tersebut. Kedelai mengandung protein 75-80% dan lemak mencapai 16-20 serta beberapa asam-asam kasein (Suhardi, 2002). Penelitian ini menghasilkan formula konsorsium mikroba potensial cendawan mikoriza yang dapat meningkatkan efektifitas biofertilizer, penelitian ini bersifat ekperiemental menggunakan RAL. Kata kunci : cma, biofertilizer, kedelai
PENGARUH MIKORIZA INDIGENOUS TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KEDELAI TERINFEKSI Phakopsora pachyrhizi Syd. Roni Wibowo; Ambar Susanti; Mazidatul Faizah
AGROSAINTIFIKA Vol 1 No 1 (2018): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.851 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v1i1.315

Abstract

Simbiosis antara mikoriza indigenous dengan tanaman kedelai membantu meningkatkan ketahanannya terhadap serangan penyakit karat daun kedelai Phakopsora pachyrhizi Syd. Penelitian bertujuan untuk mengetahui infektifitas mikoriza indigenous dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kedelai yang terinfeksi P.pachyrhizi.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian dan lahan percobaan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah pada bulan April 2018 sampai dengan Juni 2018. Rancangan penelitian menggunakan RAK faktorial, dengan metode eksperimen, menggunakan teknik random sampling. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mikoriza indigenous yang mendominasi pupuk agens hayati mikoriza yang digunakan adalah Glomus spp., dan sudah mampu menginfeksi perakaran tanaman kedelai 1 minggu setelah inokulasi.Prosentase intensitas penyakit karat daun Phakopsora pachyrhizi Syd. terendah pada perlakuan R2D2(8,6%), dan tertinggi pada R2D0 (18,93%).Rata – rata jumlah spora mikoriza tertinggi pada perlakuan R1D2 sebanyak 103,66, dan terendah pada R0D1 yaitu 45 buah.Rata – rata tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan R0D2,R1D2, dan R2D2, yang berbeda sangat nyata dibandingkan control R0D0. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Infektifitas mikoriza indigenous yang tinggi mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan vegetatif tanaman kedelai yang terinfeksi P.pachyrhizi.Syd
Potensi Sari Buah Kersen (Muntingia calabura) sebagai Bahan Baku Nata Mucharommah Sartika Ami; Mazidatul Faizah; Zuhriatul Fithriah
AGROSAINTIFIKA Vol 1 No 2 (2019): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.814 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v1i2.348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi buah Kersen (Muntingia calabura) sebagai bahan baku pembuatan nata. Potensi tersebut ditinjau dari ketebalan, berat basah, dan kadar serat kasar lapisan nata yang terbentuk. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap menggunakan tiga ulangan. Bahan yang digunakan adalah sari buah Kersen dengan konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25% yang ditambahkan bakteri Acetobacter xylinum, yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Universitas Negeri Surabaya. Kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah air kelapa yang ditambahkan bakteri yang sama. Lama fermentasi setiap perlakuan adalah 14 hari dalam suhu ruang. Ketebalan lapisan nata diukur dengan menggunakan jangka sorong. Berat basah lapisan nata diukur dengan menggunakan neraca digital. Kadar serat kasar diukur dengan metode gravimetri. Nata dengan ketebalan dan berat basah tertinggi dihasilkan oleh perlakuan dengan konsentrasi sari buah Kersen 50%. Adapun kadar serat kasar tertinggi dihasilkan oleh larutan dengan konsentrasi sari buah Kersen 25%.
KONSORSIUM MIKROBA DAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULAR (CMA) SEBAGAI BIOFERTILZER TERHADAP BIJI KEDELAI Mazidatul Faizah; Anggi Indah Yuliana
AGROSAINTIFIKA Vol 2 No 1 (2019): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.88 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v2i1.653

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian konsorsium mikroba dan cendawan mikoriza arbuskular (CMA) sebagai biofertilizer terhadap biji kedelai. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 yaitu konsorsium mikroba dengan 4 taraf (konsentrasi 0; 10; 20 dan 30 mL) dan faktor 2 yaitu CMA dengan 4 taraf ( 0; 10; 20 dan 30 g/tanaman). Penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu Laboratorium Mikrobiologi, Dinas Pertanian jombang dan Lahan di desa denanyar jombang jawa timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 – Maret 2019. Pada penelitian ini, data produktivitas tanaman (meliputi, jumlah biji) dianalisis statistika dengan menggunakan ANOVA faktorial dengan derajat signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT) untuk membandingkan antar perlakuan. Sebelum dilakukan uji ANOVA, dilakukan pengujian normalitas dan uji homogenitas. Sedangkan data analisis kesuburan tanah, analisis kimia tanah, Total Plate Count (TPC) dan kadar NP daun dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk pemberian konsorsium mikroba dan cendawan mikoriza arbuskular (CMA) sebagai biofertilizer berpengaruh (α<0,05) terhadap peningkatan jumlah biji (36.33±4.16) dan berat biji (7.33±0.58) yang memberikan hasil tertinggi pada dosis biofertilizer konsorsium 20 mL dan mikoriza 30mL. Perlakuan konsorsium mikroba dan cendawan mikoriza arbuskular (CMA) sebagai biofertilizer menunjukkan adanya pengaruh terhadap jumlah biji dan berat biji.
KAJIAN MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN SALAK DURIAN, SALAK NANGKA DAN SALAK APEL DI DESA KEPUHDOKO KECAMATAN TEMBELANG KABUPATEN JOMBANG mochamad Amaludin; Mazidatul Faizah; Hari Prasetjono
AGROSAINTIFIKA Vol 3 No 1 (2020): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.564 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v3i1.987

Abstract

Indonesia memiliki jenis buah-buahan yang sangat banyak. Salah satu diantaranya adalah buah salak. Penelitian ini disusun bertujuan untuk mengetahui ciri morfologi dan hubungan kekerabatan tanaman salak durian, salak nangka dan salak apel di desa Kepuhdoko kecamatan Tembelang kabupaten Jombang. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei s/d Juli 2020 dengan memilih 6 sampel dari setiap jenis tanaman salak dengan parameter penelitian tinggi tanaman, panjang daun, panjang pelepah daun, kerapatan duri, tekstur duri, bentuk duri, warna permukaan atas daun dan warna permukaan bawah daun. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung dan disusun menggunakan metode deskriptif dan dianalisis menggunakan analisis kluster berupa dendogram kemiripan. Berdasarkan pengamatan morfologi vegetatif, ciri morfologi antara tiga tanaman salak tersebut memiliki beberapa ciri morfologi yang mirip yaitu pada parameter tinggi tanaman, panjang pelepah daun, warna permukaan atas daun, warna permukaan bawah daun, bentuk ujung daun dan bentuk duri serta memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan menunjukan nilai kemiripan sebesar 79% dan 83%. Kata Kunci: Hubungan Kekerabatan, Salak Apel, Salak Durian, Salak Nangka.
Uji Tiga Jenis Media Tumbuh Trichoderma sp. dan Efektifitas Antagonisme Terhadap Fusarium sp. Secara Invitro Erna Prastyawati Nengsih; Mazidatul Faizah; Hari Prasetyono
AGROSAINTIFIKA Vol 4 No 2 (2022): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v4i2.989

Abstract

Test of three types of growth media Trichoderma sp. and the effectiveness of antagonists against Fusarium sp. in vitro. Trichoderma sp. is a fungus that is found in almost all types of soil and is one type of fungus that can be used as a biological agent to control plant pathogens. Fungal growth is generally strongly influenced by a number of factors including temperature, light, air, pH and nutrients such as carbon and nitrogen such as PDA, bran and banana peels. This study aims to obtain effective conidia that meet the requirements as biological agents, and the media is easy to obtain and the price is relatively cheap. The results showed that the most effective medium was PDA media, namely the number of spores (6.7 x 108), viability (90.66%) and inhibition reached (68.11%), but relatively expensive. While the bran media showed results below PDA media, namely the number of spores (4.8 x 108), viability / germination (89.33%), and the antagonism test of Trichoderma sp. against Fusarium sp. The results of propagation on bran media had an inhibitory power of up to (62.22%) so that the media could be used as an alternative as a substitute medium. Furthermore, the number of banana peel media spores (2.58 x 108), viability (85.33%) and inhibition (61.48%). Key Word : Effectiveness, Medium , Trichoderma sp, Fusarium sp, Antagonism. PENDAHULUAN
Identifikasi Karakteristik Morfologi Vegetatif Dan Generatif, Serta Hubungan Kekerabatan Durian (Durio Zibethinus Murray) Khas Jombang Di Kecematan Wonosalam Mazidatul Faizah; Ahmad Ghozali
AGROSAINTIFIKA Vol 3 No 2 (2021): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.247 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v3i2.1564

Abstract

Indonesia merupakan kawasan hutan tropis basah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, dan juga merupakan salah satu dari delapan pusat variasi genetik tanaman dunia, khususnya buah-buahan tropis seperti durian. Durian (Durio Zibethinus Murray) adalah buah.tropis asli Asia.Tenggara, khususnya Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Julukan "The King Of Fruit" berasal dari kulit buah yang keras dan berduri yang unik, dan dianggap sebagai salah satu buah yang paling kontroversial. meski banyak orang yang menyukainya, namun tidak sedikit pula yang tidak menyukainya dikarenakan aromanya yang sangat menyengat membuat orang muak dan muntah. Wonosalam adalah sebuah kecamatan di kabupaten jombang yang terletak di kaki gunung anjasmoro dengan ketinggian rata-rata 500 – 600 meter diatas permukaan laut. Di wonosalam ini penelitian saya tentang durian, salah satunya durian bido, durian montong dan durian lokal (merica). Penelitian yang berlangsung dari bulan Maret hingga April 2021 ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kekerabatan tanaman durian. Lima sampel diambil dari masing-masing spesies tanaman durian. Penelitian ini menggunakan observasi langsung, metode deskriptif, dan analisis klaster berupa dendogram kesamaan untuk menyusun dan menganalisis data. Berdasarkan pengamatan morfologi vegetatif memiliki beberapa kemiripan dan memiliki hubungan kekerabatan yang jauh dengan nilai dibawah 60%.
Co-Authors Abd Kholid Abdul Basith Abdur Rokhim Nurhadi Abu Naim Achmad Kholilur Rahman Achmad Rizky Afrina Hidayatul Arifah Ahmad Fauzan Ahmad Ghozali Ahmad Zamroni Ahmidah, Silfi Alfi Aji Setyo Hartono Al Ayubi - Al Hadi, Muhammad Ubaidillah Alif Riswandar Ambar Susanti Aminatus Zuhria, Siti Anggi Indah Yuliana Anggi Indah Yuliani Annisa' khurun ain fauziah Antok Wahyu Sektiono Anton Muhibuddin ashar, salim Asiyah Lu’lu’ul Husna Bima Prakasa Chusnah, Miftachul Dyah Ayu Sri Hartanti Erna Prastyawati Nengsih Fadhilatus Syarifah Faikotul Himmah Faiqotul Himmah Fatin Nur Azimah Fauziah, Annisa' Khurun Ain Fithriah, Zuhriatul Gian Diva Bayu K Gian Diva Bayu K Hadi Asih Kresnanto Hanifah Hari Prasetjono Hari Prasetyono Hartati, Dyah Ayu Sri Hawa Auliya Rofendi Husain, Muhammad Faqih Ichsanul Chumamy Iin Baroroh Ma'arif Iliyin Na&#039;imah Ilyas, Nur Taufiqurrachman Indah Lestari Setya N Indah Tiarawati Ipung/Riza, Syaifur riza Iska - Zuliatin Islakhul Anam, Muhammad Kiki Suliyatun Kresnanto, Hadi Asih Lailatul Fitriyah Laili Romadhona M Arsyad Amrullah M. Arsyad Amrullah M. Wildan Tijanuddaroro Maftukhah, Nur Aini Maghfiroh Maghfiroh Maghfiroh Maghfiroh Maghfiroh, Canggih Nailil Mariatul Zulfa Mega Kirana Dewi mochamad Amaludin Moh Andrik Robil Alamsyah Moh. Andrik Robil Alamsyah Mohamad Nasirudin Mohammad Suud Wahyudi Mucharommah Sartika Ami Mufarrokhah, Vina Mufidah, Khusna Niswatul Muh Ibnu Sholeh Muh. Lutfi Syaiul Khamid Muhammad Ega Saputro Muhammad Renjis Setiawan Muhibuddin, Anton Nasirudin, Mohamad Noer, Shafa Noer Nora Iffatul Maula Achmad Nur Aini Solikhah Nur Sa’adah Nurhayati, Dina Purbowo purbowo Qusyairiy, Dewi Masruroh Ahmad Raden Mohamad Herdian Bhakti Rifky Kumalasari Robithotul Ummah Rofendi, Hawa Auliya Roni Wibowo Sholeh, Muh Ibnu Shufyani Azzahro Sindi Yulia Anggraini Sindi Yulia Anggraini Siska Binti Qoirot Siti Aminatus Zuhria Siti Aminatuz Zuhria Siti Fadhilah Siti Mukarromah Sri Nurhatika Suci Prihatiningtyas Tomi Ariffaturakhman Tri Lestari Tri Lestari Umar Khasan Umi Kulsum Nur Qomariah Umi Kulsum Nur Qomariyah Yessita Puspaningrum Yudithia Adi Wicansa Yusup Hasim Zahroh, Umi Latifahtuz Zuhriatul Fithriah Zulfikar