Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SISTEM PENGOLAHAN AIR SUNGAI CIBANTEN SEBAGAI AIR BAKU MENGGUNAKAN KOAGULAN POLYALUMUNIUM CHLORIDE Fitri Dwirani; Fitriyah fitriyah; Zacky Maulana
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 2 No. 1 (2019): Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.235 KB) | DOI: 10.47080/jls.v2i1.552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah air Sungai Cibanten dapat dijadikan air baku dalam proses pengolahan air bersih yang dilakukan pengambilan sampel selama empat hari. Variabel penelitian yang diteliti adalah TDS (Total Dissolved Solid), warna, DO (Dissolved Oxygen), serta variabel yang lain yang mengacu pada standar baku mutu air bersih. Proses pengolahan air bersih dilakukan dengan proses fisika dan kimia, meliputi tahapan yang di lakukan yaitu menambahkan koagulan Polyalumunium Chloride dengan variasi waktu tunggu dan variasi konsentrasi volume koagulan. Waktu tunggu yang dipakai yaitu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit, dan 25 menit, sedangkan volume pemakaian koagulan yang di pakai yaitu 1 tetes, 2 tetes, dan 3 tetes. Sehingga didapatkan jumlah sampel yang akan diuji yaitu 60 sampel. Dengan menggunakan perhitungan regresi dan korelasi didapatkan waktu tunggu dan penggunaan koagulan yang optimal yaitu TDS 21,7%, warna 50%, dan DO 99,3%.
MENENTUKAN STASIUN HUJAN DAN CURAH HUJAN DENGAN METODE POLYGON THIESSEN DAERAH KABUPATEN LEBAK Fitri Dwirani
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 2 No. 2 (2019): Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.796 KB)

Abstract

Hujan yang jatuh dipermukaan bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor sehingga penyebarannya tidak merata untuk suatu wilayah sungai. Hal tersebut dapat diketahui dengan penempatan stasiun hujan yang tepat, baik lokasi, jumlah dan pola penyebarannya. Namun penempatan stasiun hujan pada umumnya hanya didasarkan pada kebutuhan sesaat, sehingga belum memperhatikan pengembangan sumber daya air secara menyeluruh. Lokasi penelitian yang dipilih adalah kabupaten lebak yg terletak di provinsi banten. Daerah ini memiliki keragaman topografi yang kompleks. Iklim di Kabupaten Lebak dipengaruhi oleh angin monsoon dan La Nina. Cuaca didominasi oleh angin baratan dari Samudera Hindia dan benua Asia pada musim hujan dan angin timuran pada musim kemarau. Curah hujan rata-rata per tahun mencapai 2.000-4.000 mm dengan suhu udara antara 24°-30 °C. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode polygon thiessen. Dari hasil perhitungan data rerata hujan kawasan Lebak dengan metode poligon thiessen didapatkan curah hujan rata-rata daerah pada bulan Mei 2019 adalah 186,97mm dan di dapat bahwa stasiun hujan di daerah Lebak dengan Luas 3.635 km2 seharusnya 7 stasiun namun dilapangan terdapat 8 stasiun. Hal ini baik, mengingat dapat meningkatkan keakuratan data hujan yang akan terkumpul karena pada daerah Lebak cukup luas cakupannya.
ANALISIS PENGARUH DOSIS PROBIOTIK TERHADAP KADAR pH, TSS, BOD, DAN COD PADA AIR LINDI TPA CILOWONG KOTA SERANG Herni Nurulaeni; Fitri Dwirani
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v7i1.2949

Abstract

Air lindi yang dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat mencemari kualitas air yang berada di sekitar lingkungan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan menggangu kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar pH, TSS, BOD, dan COD pada air lindi TPA cilowong sebelum dan setelah perlakuan dengan probiotik dan mengetahui pengaruh dosis probiotik terhadap kadar pH, TSS, BOD, dan COD. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor variabel bebas (dosis probiotik) yang terdiri dari 3 perlakuan; perlakuan 1 (dosis probiotik 7,5 ml/L), perlakuan 2 (dosis probiotik 10 ml/L), perlakuan 3 (dosis probiotik 15 ml/L). Variabel terikat penelitian berupa kadar pH, TSS, BOD, dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan penambahan dosis probiotik 15 ml/L merupakan dosis yang efektif pada kadar pH dan TSS yaitu pada kadar pH menjadi 7,21 dan TSS turun menjadi 32 mg/L. Sedangkan untuk kadar BOD dan COD tidak terdapat dosis yang efektif dalam menurunkan kadar tersebut dikarenakan setelah perlakuan penambahan probiotik mengalami peningkatan. Berdasarkan uji statistik bahwa penambahan dosis probiotik hanya berpengaruh pada kadar pH dan penurunan TSS sedangkan pada kadar BOD dan COD tidak berpengaruh dalam menurunkan.
HORSETAIL PLANT PHYTOREMEDIATION POTENTIAL IN THE DECREASE OF HEAVY METAL IRON (Fe) IN LEACHATE AT CILOWONG’S LANDFILL AREA SERANG CITY Fitri Dwirani; Ade Ariesmayana; Agung Sudrajad; Irvan Nurhakim; Deni Ihwanudin Firdaus
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Volume 3, Number 1, October 2019
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v3i1.5478

Abstract

Aim: This study aims to determine the potency of horsetail plant to remove heavy metal concentration. Methodology and Results: Data was obtained from fifty-four (54) horsetails which were divided into three batches of 12, 18, and 24 plants respectively. Furthermore, the experimental method with the subsurface flow system treatment was used with two samplings for seven days. The results showed that the first, second and third batches gave a 6.83%, 10.28%, and 16.26% impact on reducing concentration of Fe respectively with an approximate average of 11%. Therefore, the detention time of the leachate constructed wetland reactors significantly reduced the Fe contaminant. Conclusion, significance, and impact of study: This research provides a solution to mitigate the environment by adopting the accumulator of Horsetail plants (Equisetem hyemale) in the constructed wetlands reactor experiment. From the three reactors approximately 0.03 mg/L of heavy metal iron was removed after a seven day run. Therefore, horsetail plant showed a positive impact in reducing environmental pollution, a trend adoptable in wastewater and leachate treatment technology in Indonesia.
RANCANGAN BANGUNAN IPAL AIR LINDI TPA CILOWONG MENGGUNAKAN INTEGRASI VSSF CONSTRUCTED WETLAND DAN FILTRASI ALAMI FITRI DWIRANI; Ade Ariesmayana; Nila Prasetyo Artiwi; Deni Ihwanudin Firdaus
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 8 No. 01 (2026): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v8i01.4655

Abstract

Leachate generated from municipal solid waste landfills contains various pollutants that may pose significant environmental risks if discharged without proper treatment. The increasing volume of waste and high rainfall intensity in tropical regions contribute to fluctuations in leachate quantity and quality, creating challenges for landfill management. This study aimed to design a leachate wastewater treatment plant (WWTP) for the Cilowong Landfill, Serang City, Indonesia, by integrating a Vertical Subsurface Flow Constructed Wetland (VSSF-CW) system with natural filtration units. The research employed a quantitative engineering design approach involving field observation, leachate characterization, hydrological analysis, rainfall frequency analysis, and hydraulic design calculations. Laboratory results showed that the average concentrations of Total Suspended Solids (TSS), Biological Oxygen Demand (BOD), and Chemical Oxygen Demand (COD) were 401.8 mg/L, 28.08 mg/L, and 765.6 mg/L, respectively. Hydrological analysis indicated that the maximum leachate discharge corresponding to a 10-year return period rainfall event reached 6,998.4 m³/day, while the average operational discharge was only 27.36 m³/day, highlighting the substantial influence of rainfall on leachate generation. Based on the design calculations, the proposed treatment system consists of an equalization basin with a volume of approximately 7,000 m³, a sedimentation basin of 600 m³, a constructed wetland unit of 260 m³, a filtration basin of 260 m³, and a separator basin of 130 m³. The integration of VSSF-CW and natural filtration is expected to enhance pollutant removal through sedimentation, adsorption, filtration, phytoremediation, and microbial degradation processes. The proposed design provides an environmentally friendly, cost-effective, and sustainable alternative for leachate treatment, particularly for landfills located in developing regions with tropical climatic conditions.