Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Telaah Tabernakel Dalam Perspektif Filosofis Ilmu Arsitektur Ester Widiyaningtyas; Mario Gani
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.707 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengetahui perencanaan konsep rancang bangun pembangunan Tabernakel apakah sejalan dengan pemahaman filosofis ilmu arsitektur, dan kaitannya dengan nilai-nilai simbolik yang menjadi pemahaman rohani umat Kristen. Allah menunjuk Musa untuk memimpin pembangunan Tabernakel tersebut. Sudut pandang Tabernakel secara fisik memberikan indikasi penting agar Allah berdiam di tengah umat-Nya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan analisis deskriptif digunakan untuk menjabarkan konsep Tabernakel dari sumber primer penjelasan Alkitab dan literatur teologis pendukung sebagai sumber sekundernya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perencanaan konsep pembangunan Tabernakel merupakan obyek arsitektur yang memiliki karakter dan tujuan yang kuat, nilai-nilai estetika serta simbol-simbol kerohanian, juga berbagai makna yang terkandung di dalamnya, yang bermanfaat bagi umat Kristiani.
Peranan Konseling Behavior dalam Menangani Dampak Adiksi dari Game Online Ester Widiyaningtyas; Clive Johday Welan; Dony Wijaya
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i2.45

Abstract

Adiksi game online menjadi marak terjadi dikalangan anak-anak kecil sampai dewasa. Bermain game online memang memiliki beberapa dampak positif seperti meningkatkan konsentrasi, meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris, mengembangkan daya berpikir, menghibur, dan mendapatkan teman baru. Namun terdapat dampak negatifnya yaitu: kecanduan, menurunkan kebugaran tubuh, sulit berkonsentrasi saat proses belajar, menurunnya motivasi belajar, merusak mata dan berkurangnya sosialisasi. Hal ini mengakibatkan munculnya masalah dalam pendidikan di sekolah karena anak-anak menjadi tidak bertanggungjawab terhadap tugas dan tidak fokus di pembelajaran. Konseling behavior diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini. Teknik konseling behavior yang paling baik untuk masalah perilaku ini adalah covert sensitization karena konseli harus memikirkan dampak negatif dari tingkah laku yang sudah dilakukannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif karena penelitian ini merupakan studi literature review. Melalui penelitian ini diharapkan dapat melihat konseling seperti apa yang dapat diberikan kepada anak-anak yang adiksi game online.
Mewujudkan Kasih Kristus dalam Keberagaman Agama: Pendekatan Teologi Agama-Agama Ester Widiyaningtyas; Eirene Victoria Sele Barail; Resa Junias
Journal Of Spirituality And Practical Theology Vol 2 No 1 (2025): JOSAPRAT (Journal Of Spirituality And Practical Theology)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69668/josaprat.v2i1.111

Abstract

Religious diversity is a social and theological reality that demands contextual and transformative reflection of Christian faith. This article aims to explore how Christ's love can be realized in a pluralistic life together through the approach of theology of religions. Using qualitative-reflective methods and literature studies, this study examines three main approaches in theology of religions, namely exclusivism, inclusivism, and pluralism, and their implications in building interfaith relations. The love of Christ, which is universal and transformative, becomes the ethical and spiritual foundation in presenting sincere, just, and peaceful interfaith dialogue. This article concludes that amidst the complexity of pluralism, the church and Christians are called to bear witness with active love, which not only respects differences, but also brings about restoration and social justice. This research is expected to provide a theological contribution to the development of a more inclusive paradigm of interfaith relations based on divine love.
MENINGKATKAN KARAKTER SIKAP TOLERANSI MELALUI PRINSIP RELASI BERDASARKAN YAKOBUS 1:19-20 DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI INDONESIA Ester Widiyaningtyas; Areyne Christi; Elfan Putra Laia; Eddy Suriaatmadja
Inculco Journal of Christian Education Vol 6, No 3 (2026): Vol 6, No 3 (2026): September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v6i3.308

Abstract

Responsiveness character is a psychological, moral, or ethical trait that is inherent in an individual and distinguishes him or her from others. It involves being quick to respond and respond to others with responsibility and an effort to understand deeply,and maintain harmonious interactions. The purpose of this study is to analyze how the meaning of "Raising Awareness of Tolerance through CharacterResponsiveness based on James 1:19-20 in Christian Education in Indonesia." . The research method used is the literature study method, which involves collecting and analyzing relevant information based on the title under study. . The results show that the teachings of James 1:19 provide strong guidelines in the development of responsive attitudes. This teaching emphasizes the importance of listening carefully before speaking, speaking wisely, and being able to control anger. In the context of religious pluralism in Indonesia, responsive character becomes the moral basis for individuals in facing challenges and maintaining religious harmony. This research also highlights the contribution of responsiveness in strengthening tolerance among religious communities.  It is hoped that this research can make a positive contribution in the effort to build a society that is tolerant, respectful, and upholds religious diversity.Karakter sikap responsif adalah sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang melekat pada individu dan membedakannya dari yang lain, melibatkan sikap cepat memberi respon dan tanggapan terhadap orang lain dengan tanggung jawab dan upaya untuk memahami secara mendalam dan menjaga interaksi yang harmonis.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana makna “Meningkatkan Kesadaran Toleransi Melalui Karakter Sikap Responsif  berdasarkan Yakobus 1:19 dalam Pendidikan Agama Kristen di Indonesia.” Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi pustaka, yang melibatkan pengumpulan dan analisis informasi yang relevan berdasarkan judul yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Yakobus 1:19 memberikan pedoman yang kuat dalam pengembangan karakter sikap responsif. Ajaran ini menekankan pentingnya mendengarkan dengan cermat sebelum berbicara, berbicara dengan bijaksana, dan dapat mengendalikan amarah. Dalam konteks toleransi agama di Indonesia, karakter sikap responsif menjadi dasar moral bagi individu dalam menghadapi tantangan dan mempertahankan kerukunan agama. Penelitian ini juga menyoroti kontribusi karakter sikap responsif dalam memperkuat toleransi antar umat beragama. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang positif dalam upaya membangun masyarakat yang toleran, saling menghormati, dan menjunjung tinggi keragaman agama.Responsiveness character is a psychological, moral, or ethical trait that is inherent in an individual and distinguishes him or her from others. It involves being quick to respond and respond to others with responsibility and an effort to understand deeply,and maintain harmonious interactions. The purpose of this study is to analyze how the meaning of "Raising Awareness of Tolerance through Character Responsiveness based on James 1:19-20 in Christian Education in Indonesia." . The research method used is the literature study method, which involves collecting and analyzing relevant information based on the title under study. . The results show that the teachings of James 1:19 provide strong guidelines in the development of responsive attitudes. This teaching emphasizes the importance of listening carefully before speaking, speaking wisely, and being able to control anger. In the context of religious pluralism in Indonesia, responsive character becomes the moral basis for individuals in facing challenges and maintaining religious harmony. This research also highlights the contribution of responsiveness in strengthening tolerance among religious communities.  It is hoped that this research can make a positive contribution in the effort to build a society that is tolerant, respectful, and upholds religious diversity.