Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kemampuan Enzim Bromelin Limbah Mahkota Nanas (Ananas comosus) dalam Menekan Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa Muhammad Sungging Pradana; Robiatul Muawenah; Evy Ratnasari Ekawati
Jurnal SainHealth Vol. 5 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v5i1.903.18-24

Abstract

Pseudomonas aeruginosamerupakan bakteri yang menginfeksi manusia yang sering ditemui pada kulit yang mengalami luka/trauma. Untuk penyembuhan luka infeksi menggunakan antibiotik tetapi banyaknya kasus resistensi terhadap antibiotik membuat angka infeksi semakin tinggi karena bakteri yang ada dalam tubuh semakin berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh enzim bromelin pada mahkota nanas (Ananas comosus) dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi mahkota nanas dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak mahkota nanas diidentifikasi enzim bromelin dengan spektrofotometer serta dilakukan uji efektifitas enzim bromelin pada mahkota nans (Ananas comosus) dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% dalam menenkan pertumbuhan Pseudomonas aeruginosadengan metode difusi sumuran. Sebagai kontrol positif uji menggunakan Chloramphenicol dan sebagai kontrol negatif menggunakan larutan Pz yang sudah steril. Hasil kadar identifikasi enzim bromelin yang didapatkan pada mahkota nanas (Ananas comosus) adalah 0,153 U/mL. Uji daya hambat yang termasuk kategori sensitif hanya pada konsentrasi 100%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan konsentrasi ekstrak mahkota nanas 25% dan 50% berbeda nyata dengan ekstrak mahkota nanas konsentrasi 75% dan 100%.
Uji Potensi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata linn) Dengan Minyak Zaitun Terhadap Daya Bunuh Kutu Rambut (Pediculus humanus capitis) Muhammad Sungging Pradana; Titania Wahyu Eka Dinata; Abdul Chamid
Jurnal SainHealth Vol. 7 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v7i1.6845.22-27

Abstract

Head lice (Pediculus humanus capitis) commonly infecting children in most countries. Soursop leaves (Annona muricata Linn) contain acetogenin compounds. The acetogenin compound functions as an anti feedent, some people also use olive oil to kill head lice, because olive oil contains flavonoids. The purpose of this study was to see the potential of soursop leaf extract with olive oil to kill head lice. This type of research is experimental. The method used to obtain soursop leaf extract is the maceration method. The results of giving soursop leaf extract (Annona muricata Linn) with olive oil (Olea eruopaea) on the mortality of head lice (Pediculus humanus capitis) in controls showed no dead head lice, 10% concentration of 4 dead head lice, 20% concentration 6 dead head lice, 30% concentration of 8 dead head lice observed every 15 minutes. Based on these results, it can be seen that the combination of soursop leaf extract and olive oil has the potential to kill head lice.Keywords: Soursop leaf extract, olive oil, head lice
Pengaruh Kombinasi Ekstrak Daun Biduri dan Daun Saga pada Penurunan Kadar Kolesterol Mencit Hiperkolesterolemia David Khalik Arrafi Munandar; Muhammad Sungging Pradana; Khoirul Ngibad
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025): Juni
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v8i2.31362

Abstract

Abstract: Hyperlipidemia is a disorder marked by elevated levels of lipids in the blood, often resulting from excessive dietary fat intake. Biduri and saga leaves are known for their antihyperlipidemic properties. This research aimed to evaluate the effect of a combination of ethanol extracts from biduri (Calotropis gigantea L.) and saga (Adenanthera pavonina L.) leaves in reducing cholesterol levels in hypercholesterolemic mice. The study was conducted using mice divided into six groups: a negative control group without treatment, a positive control group administered propylthiouracil (PTU), a drug control group treated with simvastatin as a standard, and three treatment groups receiving extract combinations in ratios of 1:1, 1:2, and 2:1 at doses of 14 mg/g BW, 28 mg/g BW, and 56 mg/g BW. Cholesterol levels were measured using the spectrophotometry method. The findings demonstrated that the ethanol extract combination effectively reduced cholesterol levels and exhibited potential as a natural antihyperlipidemic agent. The most effective reduction was observed at a dose of 59.80 mg/g BW with a 1:1 ratio. These results suggest that the combination of these plant extracts could serve as a promising herbal alternative for managing hypercholesterolemia and lay the groundwork for further development of safe and accessible herbal medicines.Abstrak: Hiperlipidemia adalah gangguan yang ditandai dengan meningkatnya kadar lemak dalam darah, yang umumnya disebabkan oleh konsumsi lemak secara berlebihan. Daun biduri dan daun saga dikenal memiliki aktivitas sebagai agen penurun lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi ekstrak etanol daun biduri (Calotropis gigantea L.) dan daun saga (Adenanthera pavonina L.) terhadap penurunan kadar kolesterol pada mencit yang mengalami hiperkolesterolemia. Penelitian dilakukan dengan membagi mencit ke dalam enam kelompok, yaitu kontrol negatif tanpa perlakuan, kontrol positif yang diberikan propiltiourasil (PTU), kontrol obat dengan simvastatin sebagai pembanding, serta tiga kelompok perlakuan yang menerima kombinasi ekstrak dengan rasio 1:1, 1:2, dan 2:1 pada dosis 14 mg/g BB, 28 mg/g BB, dan 56 mg/g BB. Pengukuran kadar kolesterol dilakukan menggunakan metode spektrofotometri. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun biduri dan daun saga mampu menurunkan kadar kolesterol secara signifikan dan memiliki potensi sebagai agen antihiperlipidemik alami. Penurunan paling optimal dicapai pada dosis 59,80 mg/g BB dengan rasio 1:1. Kombinasi ini berpotensi menjadi alternatif pengobatan herbal yang lebih aman dan terjangkau bagi masyarakat, serta menjadi dasar dalam pengembangan fitofarmaka berbasis kombinasi tanaman.