Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Studi Pengaruh Getaran Tanah di Lokasi 2 CV Surya Prima Artha, Gunung Urug, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat Pantjanita Novi Hartami; Yuga Maulana; Fitria Feirel Yunarti Yunan; Edy Tuheteru
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v6i1.16898

Abstract

CV Surya Prima Artha merupakan perusahaan yang melakukan operasi pertambangan di Gunung Urug, kabupaten Bandung Barat. Sistem penambangan yang dilakukan CV Surya Prima Artha adalah sistem pertambangan terbuka dengan urutan kegiatan penambangan pemberaian, pemuatan dan pengangkutan. Untuk pemberaian batu andesit yang berjenis batuan kompak dengan kegiatan peledakan. Dari kegiatan peledakan, terdapat energi yang menghasilkan gelombang getaran atau disebut dengan ground vibration dan suara. Maka digunakan alat Blastmate seri III untuk mengetahui getaran tanah dan suara yang dihasilkan oleh kegiatan peledakan di tambang batu andesit CV Surya Prima Artha. Pada blok 1 dan blok 2 terdapat pemukiman warga dengan jarak terdekat ±110 m - 170 m 2. Hasil getaran tertinggi timbul di Lokasi 2 pada tanggal 9 Juni dengan jarak 141 meter, PPV sebesar 3,88 mm/s dengan hasil scaled distance, yaitu SD= 63,57. Dampak dari kegiatan peledakan di CV. Surya Prima Artha yaitu, getaran yang masih sedikit terasa oleh masyarakat sekitar.
Soil properties change, and arbuscular mycorrhizal fungi associated with plants growing on the post-gold mining land of Bombana, Indonesia Edy Jamal Tuheteru; Faisal Danu Tuheteru; Pantjanita Novi Hartami; Muhammad Burhannudinnur; Suryo Prakoso; H Husna; A Albasri; Dian Asraria
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.111.4863

Abstract

This study aimed to investigate the effect of gold mining on soil properties. Soil samples were taken from the post-gold mining land, the property of PT Panca Logam Nusantara and PT Alam Buana Indonesia, and a nearby natural forest in Bombana, Southeast Sulawesi Province. The next step focused on specifying soil pH, total nitrogen (TN) and carbon (TC) concentration, C/N ratio, available phosphorus (P) concentration, cation exchange capacity (CEC), and exchangeable K, Na, Mg, Ca, Fe, Mn, Cd and Pb concentration, texture and spore amount, AMF resource and AMF colonization. The result shows that the pH in post-gold mining soil was higher than that in natural forest soil. Meanwhile, TN, TC, available P, and CEC of post-gold mining soil got lower compared with these of natural forest soil. The texture in the post-mining soil was clay loam, while that in natural forest soil was clay. Total of 10 AMF species belonging to five genera and three families were found in a post-gold mining area. Soil pH, CEC, soil texture, Mn, and total Fe had a negative relation with AMF colonization and spore count, while organic C, total N, C/N ratio, P2O5 and silt had a positive relation. Sand was proven to have a strong and positive correlation with the amount of AMF species. Adding organic matter and fertilization as well as applying mycorrhizal biofertilizers, were urgently required to support the effort in restoring post-gold mining soil.
PENURUNAN KONSENTRASI GAS KARBON MONOKSIDA DENGAN MODEL FISIK TEROWONGAN SKALA LABORATORIUM Ririn Yulianti; Pantjanita Novi Hartami; Taufiq Hidayat
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2022
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol18.No1.2022.1205

Abstract

Gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu gas berbahaya dan beracun yang biasa dijumpai di lorong tambang bawah tanah, berasal dari hasil sisa peledakan maupun pembakaran bahan bakar mesin yang tidak sempurna. Oleh karena itu, gas CO harus diencerkan secara maksimal dengan memerhatikan sirkulasi udara di lokasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan konsentrasi gas CO berdasarkan nilai koefisien difusi gas tersebut, dengan membuat model terowongan berskala 1:10 dengan model penampang 40 cm x 40 cm, menggunakan tipe ventilasi udara overlap system. Model terowongan yang dijadikan acuan adalah XC 13 B pada blok Cikoneng, PT Cibaliung Sumberdaya. Penelitian dilakukan dengan variasi posisi vent duct supaya kecepatan penurunan konsentrasi gas CO yang diuji dapat diketahui dengan mudah. Indikasi dilusi gas CO yang maksimal ditandai dengan nilai koefisien difusi yang tinggi. Variasi kecepatan udara di terowongan terjadi karena adanya jarak vent duct dengan muka kerja, sehingga nilai bilangan Reynold pada tiap kondisi berbeda akan memengaruhi koefisien difusi gas CO. Selain pengaruh kemajuan vent duct, nilai bilangan Reynold yang semakin besar menandakan kecepatan pendilusian gas CO semakin cepat, artinya semakin besar turbulensi udara yang terjadi, maka penurunan konsentrasi gas CO juga semakin cepat. Hal ini juga tergambarkan dari hasil pemodelan Ansys yang dilakukan.