Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Studi Pengaruh Getaran Tanah di Lokasi 2 CV Surya Prima Artha, Gunung Urug, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat Pantjanita Novi Hartami; Yuga Maulana; Fitria Feirel Yunarti Yunan; Edy Tuheteru
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v6i1.16898

Abstract

CV Surya Prima Artha merupakan perusahaan yang melakukan operasi pertambangan di Gunung Urug, kabupaten Bandung Barat. Sistem penambangan yang dilakukan CV Surya Prima Artha adalah sistem pertambangan terbuka dengan urutan kegiatan penambangan pemberaian, pemuatan dan pengangkutan. Untuk pemberaian batu andesit yang berjenis batuan kompak dengan kegiatan peledakan. Dari kegiatan peledakan, terdapat energi yang menghasilkan gelombang getaran atau disebut dengan ground vibration dan suara. Maka digunakan alat Blastmate seri III untuk mengetahui getaran tanah dan suara yang dihasilkan oleh kegiatan peledakan di tambang batu andesit CV Surya Prima Artha. Pada blok 1 dan blok 2 terdapat pemukiman warga dengan jarak terdekat ±110 m - 170 m 2. Hasil getaran tertinggi timbul di Lokasi 2 pada tanggal 9 Juni dengan jarak 141 meter, PPV sebesar 3,88 mm/s dengan hasil scaled distance, yaitu SD= 63,57. Dampak dari kegiatan peledakan di CV. Surya Prima Artha yaitu, getaran yang masih sedikit terasa oleh masyarakat sekitar.
PENURUNAN KONSENTRASI GAS KARBON MONOKSIDA DENGAN MODEL FISIK TEROWONGAN SKALA LABORATORIUM Ririn Yulianti; Pantjanita Novi Hartami; Taufiq Hidayat
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2022
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol18.No1.2022.1205

Abstract

Gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu gas berbahaya dan beracun yang biasa dijumpai di lorong tambang bawah tanah, berasal dari hasil sisa peledakan maupun pembakaran bahan bakar mesin yang tidak sempurna. Oleh karena itu, gas CO harus diencerkan secara maksimal dengan memerhatikan sirkulasi udara di lokasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan konsentrasi gas CO berdasarkan nilai koefisien difusi gas tersebut, dengan membuat model terowongan berskala 1:10 dengan model penampang 40 cm x 40 cm, menggunakan tipe ventilasi udara overlap system. Model terowongan yang dijadikan acuan adalah XC 13 B pada blok Cikoneng, PT Cibaliung Sumberdaya. Penelitian dilakukan dengan variasi posisi vent duct supaya kecepatan penurunan konsentrasi gas CO yang diuji dapat diketahui dengan mudah. Indikasi dilusi gas CO yang maksimal ditandai dengan nilai koefisien difusi yang tinggi. Variasi kecepatan udara di terowongan terjadi karena adanya jarak vent duct dengan muka kerja, sehingga nilai bilangan Reynold pada tiap kondisi berbeda akan memengaruhi koefisien difusi gas CO. Selain pengaruh kemajuan vent duct, nilai bilangan Reynold yang semakin besar menandakan kecepatan pendilusian gas CO semakin cepat, artinya semakin besar turbulensi udara yang terjadi, maka penurunan konsentrasi gas CO juga semakin cepat. Hal ini juga tergambarkan dari hasil pemodelan Ansys yang dilakukan.