Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JME

PROSES PENGURUSAN MUATAN ANGKUT LANJUT DAN DIANGKUT TERUS KHUSUS WILAYAH FREE TRADE ZONE (FTZ) PADA PT. SNEPNAC SHIPPING BATAM Khairuman Khairuman; Taruna Taruna; Racmad Ozy Hutauruk
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 3 No. 2 (2021): Article Research, Agustus 2021
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.044 KB) | DOI: 10.54196/jme.v3i2.51

Abstract

Abstrak. PT. Snepac Shipping Batam mempunyai peranan yang sangat penting dalam Proses pengurusan kegiatan kapal yang membawa muatan yang angkut lanjut dan diangkut terus ke kantor Bea Cukai. Peranan PT. Snepac Shipping Batam di mulai dalam memproses kegiatan angkut lanjut dan angkut terus dari sebelum kedatangan kapal sampai kapal akan berangkat ke pelabuhan selanjutnya, biasanya agen menerima manifest report, sertifikat registry atau surat laut, Bill of Loading, packing list dan dokumen lainya dari Kapten kapal, Ship Owner atau pencharter, Sebelum kedatangan kapal agen harus melakukan pemberitahuan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP) ke kantor Bea dan Cukai paling lambat 24 jam sebelum kedatangan Sarana Pengangkut / kapal, selanjutnya akan keluar surat dengan nomor pendaftaran berupa BC 1.0 dari Bea Cukai. Setelah kapal tiba di pelabuhan maka selanjutnya harus mensubmit inward manifest dari sistem modul manifes Batam dan keluar surat dengan nomor pendaftaran berupa BC 1.1 in dan selanjutnya membuat permohonan online pada sistem Ionbeta Bea Cukai Batam dan melampirkan surat permohonan, surat pernyataan, surat kuasa dan dokumen Bill of Loading serta memasukan nomor pendaftaran berupa BC 1.1 in setelah surat persetujuan pengeluaran barang yang akan di angkut lanjut keluar maka selanjutnya melaporkan pemberitahuan inward manifest in ke kantor pelayanan penyidikan dan penindakan Bea Cukai dan turun bersama petugas ke kapal / dermaga untuk melakukan penyegelan terhadap muatan yang akan diangkut lanjut dan sebelum keberangkatan kapal harus mensubmit outward manifest terlebihdahulu maka akan keluar nomor pendaftaran berupa BC 1.1 out setelah itu ke kantor pelayanan penyidikan dan penindakan Bea Cukai untuk melaporkan outward manifest dan turun bersama petugas Bea Cukai ke dermaga untuk melakukan pembukaan segel terhadap barang yang akan diangkut lanjut, dalam melakukan pengurusan dokumen kapal di kantor Bea Cukai terdapat beberapa instansi - instansi terkait seperti Kantor Pelabuhan (KANPEL), Syahbandar, Karantina dan Imigrasi, PT. Snepac Shipping Batam selalu menjaga hubungan yang baik tersebut dapat menjaga proses pelancaran pengurusan dokumen kapal angkut lanjut dan angkut terus tersebut. Untuk pengambilan data Penulis menggunakan 2 (dua) jenis penelitian, yaitu metode penngumpulan data lapangan (field research) dan metode pengumpulan data pustaka (Library research).
PROSES PEMUATAN COUNTAINER KE ATAS KAPAL KM.PAHALA PADA PT. SALAM PACIFIC INDONESIA LINES CABANG PALEMBANG Suparman Suparman; Taruna Taruna; Aljon Jekki Simbolon
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 4 No. 1 (2022): Article Research, Februari 2022
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.518 KB) | DOI: 10.54196/jme.v4i1.69

Abstract

Pemuatan adalah barang berupa break bulk (barang yang tidak dimasukkan ke dalam peti kemas) yang akan dikapalkan atau barang yang dimasukkan ke dalam petikemas (container) untuk dikapalkan. Manfaat dari penulisan ini adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang pengangkutan barang dengan melalui container, untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan pemuatan container dari terminal petikemas ke kapal pada PT. Salam Pacific Indonesia Lines Cabang Palembang dan sebagai bahan masukan dan referensi bagi pembaca. Proses pemuatan container ke atas kapal KM. Pahala pada PT. Salam Pacific Indonesia Lines Cabang Palembang mencakup langkah-langkah, yaitu persiapan sebelum kapal tiba diadakan suatu pertemuan antara petugas yang akan terlibat di dalam pelaksanaan kegiatan muat. Juga alat-alat untuk memperlancar sistem operasional muatan container. Proses pemuatan container ke kapal harus berdasarkan bay plan yang sudah dibuat agar kapal aman saat berlayar. Hambatan-hambatan dalam kegiatan muat container pun kadang menjadi kendala seperti kerusakan peralatan muat di lapangan depo juga di pelabuhan, sering terjadi kemacetan di akses jalan dari lapangan depo menuju ke pelabuhan, pengaruh cuaca juga sangat menghambat proses kegiatan pemuatan container.Salah satu untuk dapat bertahan dalam era persaingan bebas adalah dengan cara meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan. Lebih lanjut untuk mengetahui performa perusahaan dan meningkatkan efisiensi perusahaan secara menyeluruh adalah dengan cara mengetahui dengan baik aktivitas yang membangun perusahaan tersebut. Dengan adanya informasi yang cukup mendetail mengenai seberapa baik proses yang sedang dijalankan.Pengangkutan dengan menggunakan petikemas memungkinkan aktivitas muat dapat dimekanikasikan dengan lebih mudah. Hal ini bertujuan untuk memperoleh waktu pengoperasian yang lebih cepat, efektif, dan efisien baik proses pemuatan container maupun penanganan container di lapangan. Survei di lapangan dilakukan pada saat kapal sedang melakukan proses pemuatan container, dengan asumsi bahwa tiap kapal akan dilayani secepat mungkin dan juga apabila ada hambatan yang menghalangi pelaksanaan pemuatan container tentu harus ada solusinya yang sesuai dan efektif.
IZIN TINGGAL CREW ASING YANG AKAN BEKERJA DI ATAS KAPAL LAY UP PADA PT.ANSARI SHIPPING BATAM DI PELABUHAN BATU AMPAR Dafid Ginting; Taruna Taruna; Baginda Raja
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 4 No. 2 (2022): Article Research, Agustus 2022
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.267 KB) | DOI: 10.54196/jme.v4i2.85

Abstract

Saat kapal tidak beroperasi atau sedang menunggu muatan, Ship Owner mempunyai trategi-strategi yang akan menguntungkanperusahaan, dengan memilih cara Lay Up yaitu keluar dari pelabuhan tempat kapal itu bersandar dan mencari wilayah perairan tempat kapal dapat lego jangkar. Dalam melakukan kegiatan Lay Up, Ship Owner menunjuk agen atau perusahaan pelayaran dalam mengurus semua proses kegiatan Lay Up termasuk mengurus keperluan kapal serta kebutuhan Crew kapal. Dalam hal ini PT. Anshari Shipping Batam sebagai perusahaan pelayaran menangani kapal Lay Up serta izin tinggal Crew asing yang akan bekerja diatas kapal. Berbeda dengan kapal rutin, kapal Lay Up akan menetap lama di perairan Indonesia yang harus memiliki izin termasuk izin tinggal Crew asing yang keluar masuk Indonesia, dalam hal ini Crew atau orang asing yang keluar masuk Indonesia harus memiliki Visa yang hanya bisa didapat dengan mengajukan permohonan kekantor Imigrasi/ Jenderal Keimigrasian Indonesia dengan memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan. Imigrasi sangat berperan penting karena Imigrasi merupakan salah satu instansi pemerintah yang salah satu kegiatannya memberikan segala perizinan Keimigrasian berupa Visa, Izin masuk, Pendaftaran orang asing, Izin masuk kembali (Exit Re-Entry Permit), izin keluar tidak kembali (Exit Permit Only). Pekerja asing sebagai Ship crew (awak kapal) banyak terdapat dalam lalulintas transportasi laut Indonesia yang menambah kesibukan Ship agen dalam mengurus Keimigrasiannya. Hubungan yang baik dengan pihak Imigrasi membuat PT. Anshari Shipping Batam dapat menjadi sponsor untuk para Crew kapal asing yang bergabung kekapal yang berada di wilayahIndonesia khususnya Batam. PT. Anshari Shipping Batam juga selalu berhubungan baik dengan instansi yang lain, hal ini dilakukan agar terciptanya suatu kinerja yang baik dan tentunya memuaskan customer yang ingin bekerja sama dengan perusahaan tersebut.
SISTEM PENGAMAN KELISTRIKAN KAPAL DI BELAWAN Masringgit Marwiyah Nst; Yuna Sutria; Taruna Taruna
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 1 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.058 KB) | DOI: 10.54196/jme.v5i1.100

Abstract

Sistem kelistrikan di kapal merupakan salah satu sistem yang sangat berperan penting bagi pengoperasian kapal. Sistem ini dipergunakan untuk penerangan diatas kapal baik di bagian dek, ruang akomodasi dan kamar mesin, serta alat-alat pendukung navigasi maupun pengoperasian mesin induk dan pesawat bantu di kamar mesin. Sebagian besar kapal niaga yang membutuhkan sumber listrik yang besar, menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utama generator listriknya. Untuk membangkitkan sumber kelistrikan yang baik yang dapat membantu kinerja di kapal dengan optimal, maka di butuhkan perawatan dan perbaikan khusus pada diesel generator. Diesel generator merupakan kombinasi antara mesin diesel dan generator listrik yang dihubungkan pada satu poros. Mesin diesel merupakan mesin pembakaran dalam yang dapat merubah energi panas menjadi energi mekanik dengan cara pembakaran di dalam mesin itu sendiri. Dalam proses ini mesin diesel akan mengalami pengabutan dikarenakan pembakaran bahan bakar. P eralatan daya besar dan proses-proses dalam kapal menggunakan tegangan tinggi. Perubahan energi listrik, mekanik, termal, dan kimia menghasilkan operasi yang diinginkan. Nilai tegangan, arus, daya, suhu, gaya, tekanan, dll yang sangat tinggi menciptakan kemungkinan bahaya pada sistem engineering. Untuk mengurangi resiko keselamatan terhadap personil dan peralatan, sistem harus didesain dan dibuat berdasarkan standar tinggi terbaru dan dipasang secara tepat. Sepanjang peralatan bekerja, peralatan harus secara berkelanjutan dimonitor dan dirawat dengan benar oleh personil yang mampu dan professional yang mana memahami pengoperasian dan ketentuan keselamatan.
PROSEDUR GANTI NAMA KAPAL DI KANTOR KESYAHBANBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS II CIREBON OLEH PT.PELAYARAN GEMA BAHARI CIREBON Taruna; Muhammad Sahid; Windy Safira Purba Sigumonrong
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v5i2.115

Abstract

Pelayaran Gema Bahari Cirebon bergerak dalam bidang keagenan yakni perusahaan ditunjuk oleh pihak owner atau pemilik kapal untuk menangani kapal keagenan, dimulai kapal tersebut dating ek pelabuhan Cirebon sampai kapal bergerak atau berlayar kepelabuhan selanjutnya. Juga melayani kegiatan Crew Change (pergantian awak kapal), melayani segala kebutuhan kapal dan crew serta melayani pengurusan dokumen kapal. Komitmen perusahaaan ini adalah untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dengan biaya yang kompetitif kepada setiap pelanggan dan mitra kerja. Kapal merupakan sarana transportasi didalam bidang kelautan yang memiliki banyak fungsi, namun setiap orang ataupun badan hukum yang ingin memiliki kapal dan dapat beroperasi di wilayah Indonesia wajib didaftarkan. Yang menjadi permasalahan ialah terkait prosedur dan biaya balik nama kapal dimana yang sebelumya milik perseorangan mau dibalik nama ke badan hukum Perseroan Terbatas (PT). Balik nama kapal tersebut dilakukan oleh pejabat pendaftar dan pencatat balik nama kapal dengan membuat akta balik nama kapal dan dicatat dalam daftar induk kapal yang bersangkutan dengan pendaftaran kapal. Akta balik nama kapal hanya dapat dibuat apabila menurut catatan dalam daftar induk, kapal dalam keadaan tidak sedang dibebani hipotek atau jaminan lainnya serta bebas dari segala bentuk sitaan dalam pendaftaran kapal. Pendaftaran bisa dilakukan di kantor KSOP Kelas II Cirebon sesuai perintah PT. Pelayaran Gema Bahari. Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research) dan dengan membaca, mengumpulkan data maupun tulisan-tulisan dari buku yang tersedia di perpustakaan (Library Research).