Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemetaan geologi dan studi fasies Formasi Alas di daerah Kecamatan Leuser dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh Maulana, Rizki; Setiawan*, Bambang; Rozalli, Muhammad; Nugraha, Gartika Setiya; Rusydy, Ibnu
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 3, No 4 (2024): December 2024
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v3i4.43423

Abstract

Kecamatan Leuser adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, dimana peta geologi pada daerah ini masih merujuk pada informasi geologi regional Lembar Medan tahun 1982. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi geologi di daerah penelitian berupa struktur geologi, sejarah geologi dan geomorfologi daerah penelitian serta menganalisis fasies pada daerah penelitian dengan mengidentifikasi kondisi fisik sedimen di lapangan. Pemetaan geologi adalah suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi geologi yang terdapat dalam suatu daerah penelitian yang menggambarkan penyebaran batuan, struktur, dan kenampakan morfologi bentang alam. Proses pemetaan ini dilakukan dengan cara survei langsung ke lapangan, melakukan pengamatan singkapan batuan dan pengambilan sampel batuan pada singkapan. Kegiatan yang dilakukan di lapangan berupa pemetaan geologi, pengukuran measured section singkapan Formasi Alas, dan pengambilan sampel batuan dari singkapan Formasi Alas sebagai keperluan penelitian lebih lanjut di laboratorium. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan studi literatur terkait dengan kondisi geologi regional daerah Leuser, dan pengolahan data pemetaan yang didapat dengan menggunakan software. Tatanan geologi daerah penelitian terdiri atas satuan batupasir berlapis, satuan perselingan batupasir dengan batulanau dan satuan batugamping. Satuan batupasir berlapis dan satuan perselingan batupasir dengan batulanau termasuk kedalam Formasi Alas (Ppa) dengan umur Karbon Akhir. Satuan batugamping termasuk kedalam Anggota Batugamping (Ppal) dengan umur Trias Awal. Sebaran fasies pada daerah penelitian berdasarkan analisa dan interpretasi data terdiri atas fasies mud flat, mixed flat, sand flat dan tidal channel yang termasuk ke dalam lingkungan pengendapan tidal flat.
Analisis kualitas massa batuan terowongan menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR) di daerah Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Wahyudie, Ridha; Setiawan*, Bambang; Nugraha, Gartika Setiya; Rifqan, Rifqan; Yunita, Halida; Triatmojo, Doni
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 3, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v3i3.36735

Abstract

Terowongan pengelak merupakan strukur bawah tanah yang berfungsi sebagai pengalihan aliran sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan. Konstruksi Bendungan Lau Simeme dengan terowongan pengelak dilakukan di Desa Kuala Dekah, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Pembuatan terowongan berkaitan erat dengan kondisi dan macam batuan, bidang diskontinuitas batuan, orientasi diskontinuitas batuan, serta air tanah. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kualitas massa batuan menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR) untuk mengetahui sifat-sifat mekanika batuan dan kelas massa batuan pada Terowongan Pengelak Bendungan Lau Simeme. Penelitian ini akan dilakukan dengan melakukan pembobotan dan pengklasifikasian terowongan menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR). Geomorfologi daerah penelitian terdiri dari atas satuan geomorfologi perbukitan rendah dan satuan geomorfologi perbukitan. Tatanan geologi daerah penelitian satuan batuan konglomerat, satuan batuan tufa pasiran, satuan batuan tufa karbonatan, satuan batuan tufa breksi. Hasil analisis kualitas massa batuan di daerah penelitian dengan menggunakam metode Rock Mass Rating (RMR) dari 18 section, 14 diantaranya menunjukkan kualitas fair rock (kelas batuan nomor III) dan 4 diantaranya menunjukkan kualitas good rock (kelas batuan nomor II) dengan rata-rata stand-up time 48 jam 5000 jam.
Analisis geokimia batuan induk pada batuan paleozoik dan mesozoik Harith, Farid; Nugraha, Gartika Setiya; Setiawan*, Bambang; Putra, Hidayat Syah; Adrian, Fahri; Rozalli, Muhammad
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 3, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v3i3.36747

Abstract

Batuan induk adalah tempat dimana hidrokarbon terbentuk. Analisis potensi batuan induk adalah suatu tahapan awal yang penting dilakukan untuk mengetahui apakah batuan induk tersebut menguntungkan atau tidak untuk dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini akan melakukan analisis potensi batuan induk pada batuan paleozoik dan mesozoik. Metode yang digunakan dalam analisis potensi batuan induk yaitu metode analisis total organic carbon (TOC), metode rock eval pirolisis (REP) dan metode vitrinite reflectance (VR). Metode-metode ini digunakan untuk menentukan kandungan hidrokarbon, kematangan hidrokarbon, dan tipe kerogen yang terdapat pada suatu batuan induk. Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat dan pemerintah di kemudian hari. Tatanan geologi daerah penelitian terdiri atas satuan batuserpih sisipan batupasir, satuan batulanau, satuan batupasir, satuan batuserpih dan satuan batugamping. Satuan batuserpih sisipan batupasir, satuan batulanau, satuan batupasir dan satuan batuserpih termasuk kedalam Formasi Alas dengan umur Karbon Akhir. Sedangkan satuan batugamping termasuk kedalam anggota batugamping Formasi Alas dengan umur Triasic Awal. Jumlah sampel batuan yang dianalisis berjumlah 29 sampel batuan. Berdasarkan analisis geokimia ditentukan 25 sampel batuan tergolong miskin TOC, 2 sampel batuan tergolong cukup, 1 sampel batuan tergolong sangat baik dan 1 sampel batuan tergolong istimewa(?). Terdapat 15 sampel batuan tergolong kematangan lewat matang, 2 sampel batuan telat matang, 1 sampel batuan belum matang dan 11 sampel lainnya tidak dapat ditentukan kematangannya. Seluruh sampel batuan dianalisis tergolong tipe kerogen III.
Analisis lingkungan pengendapan batugamping di Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Fahira, Jihan; Adrian*, Fahri; Rusydy, Ibnu; Nugraha, Gartika Setiya
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v3i1.36732

Abstract

Pemetaan geologi dan analisis lingkungan pengendapan batugamping dilakukan di Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar dengan luas daerah penelitian sebesar 36 km2. Daerah penelitian didominasi oleh batugamping yang tersebar pada Formasi Batugamping Raba dan Anggota Terumbu yang memiliki umur Jura Akhir Kapur Awal. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh variasi batugamping yang terbentuk pada daerah penelitian untuk selanjutnya dapat dilakukan analisis mengenai lingkungan pengendapannya. Penelitian mencakup kondisi geologi berupa satuan batuan, geomorfologi, dan studi analisis lingkungan pengendapan batugamping pada daerah penelitian. Metode yang digunakan berupa pemetaan geologi, analisis petrologi, analisis petrografi, dan analisis lingkungan pengendapan batugamping. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, daerah penelitian terdiri dari empat satuan batugamping yang dibedakan berdasarkan ciri litologi dan kenampakan fisik yaitu terdiri dari batugamping lempungan, batugamping berlapis tipis, batugamping terumbu, batugamping kristalin, dan satuan endapan aluvium. Sedangkan satuan geomorfologi di daerah penelitian dibagi menjadi 4 (empat) satuan yang terdiri dari satuan geomorfologi perbukitan dan pegunungan karst denudasional, satuan geomorfologi perbukitan kerucut karst, satuan geomorfologi dataran rendah, dan satuan dataran pantai. Berdasarkan analisis megaskopis dan petrografi dari kelima sampel batugamping, diperoleh sebaran lingkungan pengendapan batugamping yang berada pada lingkungan laut dalam berupa cekungan (basin) dengan ciri fasies yang didapat terdiri dari mudstone, laut terbuka (deep shelf) dengan ciri fasies wackestone-floatstone, dan lingkungan laut dangkal yang berada pada bagian muka terumbu (reef front) terdiri dari fasies packstone-framestone dan boundstone-bindstone, dan terumbu depan (fore reef) dengan ciri fasies grainstone-rudstone. Dari hasil analisis umur relatif batuan, diketahui sejarah pembentukan batugamping di daerah penelitian dimulai pada zaman Jura Akhir hingga Kapur Awal. Adapun hasil akhir dari penelitian disajikan dalam bentuk peta lintasan, peta geomorfologi, peta geologi, dan peta persebaran lingkungan pengendapan batugamping daerah penelitian dengan skala 1 : 12.500.Kata kunci: Pemetaan, Geologi, Petrografi, Sedimen Karbonat, Lingkungan Pengendapan
Analisis lingkungan pengendapan batugamping di Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Fahira, Jihan; Adrian*, Fahri; Rusydy, Ibnu; Rifqan, Rifqan; Nugraha, Gartika Setiya
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v4i1.43421

Abstract

Pemetaan geologi dan analisis lingkungan pengendapan batugamping dilakukan di Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar dengan luas daerah penelitian sekitar 36 km2. Daerah penelitian didominasi oleh batugamping yang tersebar pada Formasi Batugamping Raba dan Anggota Terumbu yang memiliki umur Jura Akhir Kapur Awal. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh variasi batugamping yang terbentuk pada daerah penelitian untuk selanjutnya dapat dilakukan analisis mengenai lingkungan pengendapannya. Penelitian mencakup kondisi geologi berupa satuan batuan, geomorfologi, dan studi analisis lingkungan pengendapan batugamping pada daerah penelitian. Metode yang digunakan berupa pemetaan geologi, analisis petrologi, analisis petrografi, dan analisis lingkungan pengendapan batugamping. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, daerah penelitian terdiri dari empat satuan batugamping yang dibedakan berdasarkan ciri litologi dan kenampakan fisik yaitu terdiri dari batugamping lempungan, batugamping berlapis tipis, batugamping terumbu, batugamping kristalin, dan satuan endapan aluvium. Sedangkan satuan geomorfologi di daerah penelitian dibagi menjadi 4 (empat) satuan yang terdiri dari satuan geomorfologi perbukitan dan pegunungan karst denudasional, satuan geomorfologi perbukitan kerucut karst, satuan geomorfologi dataran rendah, dan satuan dataran pantai. Berdasarkan analisis megaskopis dan petrografi dari kelima sampel batugamping, diperoleh sebaran lingkungan pengendapan batugamping yang berada pada lingkungan laut dalam berupa cekungan (basin) dengan ciri fasies yang didapat terdiri dari mudstone, laut terbuka (deep shelf) dengan ciri fasies wackestone-floatstone, dan lingkungan laut dangkal yang berada pada bagian muka terumbu (reef front) terdiri dari fasies packstone-framestone dan boundstone-bindstone, dan terumbu depan (fore reef) dengan ciri fasies grainstone-rudstone. Dari hasil analisis umur relatif batuan, diketahui sejarah pembentukan batugamping di daerah penelitian dimulai pada zaman Jura Akhir hingga Kapur Awal. Adapun hasil akhir dari penelitian disajikan dalam bentuk peta lintasan, peta geomorfologi, peta geologi, dan peta persebaran lingkungan pengendapan batugamping daerah penelitian dengan skala 1 : 12.500.
Skrining Dan Monitoring Sport Nutrition Sebagai Upaya Peningkatan Physical Fitness Pada Atlet Laki-Laki Yusni, Yusni; Meutia, Firdalena; Taufik, Nasyaruddin Herry; Nugraha, Gartika Setiya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17953

Abstract

ABSTRAK Sport nutrition (nutrisi olahraga) merupakan salah satu faktor penentu physical fitness (kebugaran fisik) karena dapat menjaga keseimbangan berat badan dan komposisi lemak tubuh sehingga akan berpengaruh dalam menghambat kelelahan, mengurang risiko cidera yang akhirnya berdampak terhadap prestasi atlet. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini adalah untuk melakukan skrining dan monitoring nutrisi olahraga pada atlet laki-laki khususnya cabang olahraga sepakbola dan bola voli. Total sebanyak 19 orang atlet yang terdiri dari 11 atlet sepakbola dan 8 atlet bola Voli, berjenis kelamin laki-laki dan berusia antara 15-18 tahun diikutkan sebagai peserta pada kegiatan pengabdian Masyarakat ini. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi: skrining dan monitoring status gizi atlet dengan mengukur anthropometri (berat badan, tinggi badan, dan Indeks massa tubuh) dan melakukan pemeriksaan komposisi lemak tubuh.Didapatkan sebanyak 15 (78,95%) atlet dengan status gizi normal, 4 orang (21,05%) atlet dengan status gizi overweight (berat berlebih). Hasil pemeriksaan persentase lemak tubuh menunjukkan bahwa sebanyak 13 (68,42%) atlet dengan komposisi lemak tubuh normal, dan sisanya masing-masing 3 atlet memiliki komposisi lemak tubuh sedang (15,79%) dan tinggi  (15,79%).  Deteksi dan monitoring status nutrisi dapat memberikan gambaran status gizi atlet, dengan demikian dapat memberikan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi untuk latihan fisik atlet. Pemeriksaan status gizi pada atlet perlu dilakukan setiap pagi hari sebelum memulai latihan. Kata Kunci: Nutrisi Olahraga, Kebugaran Fisik, Sepakbola, Bola Voli, Atlet  ABSTRACT Sports nutrition is one of the determining factors of physical fitness because it can maintain the balance of body weight and body fat composition, which inhibits fatigue and reduces the risk of injury, ultimately impacting athlete performance. This community service activity aims to screen and monitor sports nutrition for male athletes, especially in football and volleyball. A total of 19 athletes, consisting of 11 football athletes and 8 volleyball athletes, male and aged between 15 and 18 years old, were included as participants in this community service activity. The community service activities carried out include screening and monitoring the nutritional status of athletes by measuring anthropometry (weight, height, and body mass index) and conducting body fat composition examinations. A total of 4 athletes (21.05%) had an overweight nutritional status, while 15 athletes (78.95%) had a normal nutritional status. The analysis of body fat percentage revealed that three athletes each had moderate (15.79%) and high (15.79%) body fat composition, while thirteen athletes (68.42%) had normal body fat composition. Detection and monitoring of nutritional status can provide an overview of the nutritional status of athletes, thus providing interventions that are in accordance with the nutritional needs for physical exercise of athletes. Examination of the nutritional status of athletes needs to be done every morning before starting training. Keywords:Sport nutrition, physical fitness, football, volley ball, athletes
MENJAGA KESEHATAN DAN KEBUGARAN KARDIORESPIRASI MELALUI PEMERIKSAAN KOMPREHENSIF SEBAGAI UPAYA PREVENTIF HIPERTENSI Yusni Yusni; Ratna Idayati; Zakiaturrahmi Zakiaturrahmi; Cut Murzalina; Gartika Setiya Nugraha; Muhammad Shidqi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29565

Abstract

Abstrak: Pemeriksaan kebugaran jantung paru (kardiorespirasi) merupakan suatu upaya meningkatkan kesehatan dan deteksi dini terhadap penyakit jantung termasuk hipertensi pada masyarakat. Mengingat hipertensi merupakan penyakit lifetime risk dan silent killer sehingga kegiatan deteksi dini ini penting untuk menurunkan risiko kematian akibat komplikasi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tingkat kebugaran kardiorespiratori pada masyarakat khususnya kelompok usia muda. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pemeriksaan kesehatan (anamnesis, pemeriksaan denyut nadi istirahat, dan tekanan darah (TD)) dan pemeriksaan kebugaran kardiorespirasi dengan mengukur nilai Volume Oksigen Maksimum (VO2 maks). Mitra pada kegiatan PKM ini adalah kelompok anak muda laki-laki (usia 19-22 tahun) yang berjumlah sebanyak 12 orang, Banda Aceh. Evaluasi hasil pemeriksaan tekanan darah adalah normal jika nilai sistolik <120 mmHg dan diastolik <80 mmHg. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa total sebanyak 12 orang memiliki tekanan darah dan denyut nadi normal. Nilai VO2maks menunjukkan 1 orang (8,33%) memiliki kebugaran kardiorespirasi yang baik, sebanyak 10 orang (83,34%) memiliki kebugaran kardiorespirasi pada kategori cukup. Didapatkan sebanyak 1 orang (8,33%) yang memiliki kebugaran kardiorespirasi buruk dan sudah kami sarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke pelayanan kesehatan. Kami menyarankan untuk perlu adanya pengontrolan kebugaran kardiorespirasi secara teratur dan juga dibutuhkan pemberian edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melakukan pemeriksaan kardiorespirasi dan aktivitas fisik agar resiko terjadinya hipertensi rendah.Abstract: Cardiorespiratory fitness examinations are an effort to improve health and early detection of heart disease, including hypertension, in the community. Considering that hypertension is a lifetime risk disease and a silent killer, early detection activities are essential to reduce the risk of death due to complications. This Community Service Activity (CSA) aims to conduct health checks and cardiorespiratory fitness levels in the community, especially the young age group. This activity is carried out using the health check method (anamnesis, resting pulse rate, and blood pressure (BP)) and cardiorespiratory fitness checks by measuring the Maximum Oxygen Volume (VO₂ max) value. The partners in this CSA activity are a group of young men (aged 19-22 years) totaling 12 people in Banda Aceh. Evaluation of blood pressure examination results is normal if the systolic value is <120 mmHg and diastolic <80 mmHg. The results show that twelve people have normal blood pressure and pulse. The VO2max value shows that one person (8.33%) has good cardiorespiratory fitness, and ten people (83.34%) have cardiorespiratory fitness in the sufficient category. It was found that one person (8.33%) had poor cardiorespiratory fitness, and we have recommended further examination to health services. We suggest that regular cardiorespiratory fitness monitoring is needed, and public education is also needed about the importance of conducting cardiorespiratory examinations and physical activity to reduce the risk of hypertension.