Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penggunaan Anggaran Belanja Langsung dalam Penganggaran Berbasis Kinerja di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pematangsiantar Wico Jontarudi Tarigan; Mahaitin H Sinaga; Ripka Seriidahnaita Ginting
Jurnal Ekuilnomi Vol. 5 No. 1 (2023): Ekuilnomi Vol 5(1) Mei 2023
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/2q0cnt23

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Bappeda Kota Pematangsiantar membelanjakan anggaran langsungnya tahun anggaran 2016 - 2020. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini merupakan pengumpulan data kualitatif. Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran dan menggunakan analisis belanja daerah berupa analisis varians belanja, analisis pertumbuhan belanja, analisis keserasian belanja, dan rasio efisiensi belanja. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, selisih pengeluaran tahun 2016 sebesar 90,99 %, tahun 2017 sebesar 92,42 %, tahun 2018 sebesar 82,26 %, tahun 2019 sebesar 99,00 %, dan tahun 2020 sebesar 81,11 % yang menunjukkan adanya pengurangan anggaran dibelanjakan karena tidak melebihi anggaran yang telah ditentukan. Namun berdasarkan rasio efisiensi, realisasi anggaran tahun 2016 – 2017 dapat dikatakan cukup efisien, namun pada tahun 2019 tingkat efisiensi penggunaan anggaran kurang efisien namun masih dinilai baik karena hanya tersisa 1 % dari anggaran. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pematangsiantar dilaporkan cukup baik berdasarkan kajian pertumbuhan belanja, karena terjadi peningkatan belanja dari tahun 2016 ke 2020, dengan nilai maksimal 36,41 % pada 2019 – 20120 dan minimal sebesar 2,14% pada tahun 2017 – 2018. Prioritas belanja Bappeda Kota Pematangsiantar pada tahun 2016 - 2020 lebih memprioritaskan belanja operasi dengan nilai maksimal 99,04 % bila dibandingkan dengan belanja modal dengan nilai minimal 0,96 % pada tahun 2017
Sosialisasi Penerapan PSAK 115 pada Transaksi Penjualan di PT Alfa Scorpii Setia Budi (Yamaha Medan) Mutia Riska Faridani; Rifdah Riyan Dara; Corinna Wongsosudono; Sovia Lolita Apriani Pardede; Ripka Seriidahnaita Ginting; Esty Pudyastuti
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i2.5319

Abstract

PSAK 115 is an Indonesian accounting standard that governs revenue recognition from contracts with customers. Previously known as PSAK 72, the standard adopts IFRS 15 and replaces PSAK 23 and PSAK 34. PSAK 115 requires that revenue be recognized when the entity has fulfilled its performance obligations to the customer, ensuring revenue is recognized at the right time, in the correct amount, and with proper disclosure. In practice, however, implementing PSAK 115 poses challenges. Common issues include difficulties in determining the timing of revenue recognition, identifying performance obligations, transferring control, and allocating the transaction price to multiple obligations within a single contract. This community service was conducted at PT Alfa Scorpii Medan with the aim of enhancing the understanding of financial and administrative staff regarding PSAK 115. The method used involved presentations and interactive discussions. The results showed that participants understood the five-step revenue recognition model and the importance of contract-based reporting. It is expected that this activity will encourage the company to apply PSAK 115 more accurately, leading to financial reports that are more reliable, relevant, and useful for users’ decision-making processes.