Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Perspektif

MODEL KEPEMIMPINAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELAYU BANGKA Fadillah Sabri; Diah Mutiara; Fitria Rosmi
Perspektif Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i1.238

Abstract

Abstrak Tulisan ini merupakan suatu gagasan yang layak dijadikan sebagai model kepemimpinan alternatif. Tukang ngulon merupakan kearifan lokal (local wisdom/ local genuin)masyarakat Bangka. Secara etimologi tukang ngulon berasal dari kata “Kulon” atau “Ngulon” yang diadopsi dari bahasa Jawa atau Sunda yang berarti barat (menunjukan arah). Ngulon dimaknai sebagai orang mengajak ke arah barat. Mengajak ke barat menurut pemahaman Melayu Bangka diartikan mengajak kepada arah kiblat (ibadah sholat), menagjak kepada kebaikan. Kepemimpinan tukang ngulon memiliki 5 karateristik; mengajak, menggerakan, membersamai, memotivasi, dan mengispirasi. Secara teoritis model kepemimpinan tukang ngulon lebih mendekati teori kepemimpinan transformasional, dan termasuk kepemimpinan yang effektif (effective leadership). Abstract This paper is an idea that deserves to be used as an alternative leadership model. The carpenter is a local wisdom (local wisdom/local genuin) of the people of Bangka. Etymologically, the ngulon artisan comes from the word "Kulon" or "Ngulon" which was adopted from Javanese or Sundanese which means west (showing direction). Ngulon is interpreted as inviting people to go west. Inviting to the west according to the Bangka Malay understanding means inviting to the Qibla direction (prayer worship), inviting to goodness. The leadership of the carpenter has 5 characteristics; invite, move, match, motivate, and inspire. Theoretically, the leadership model of the kuehman ngulon is closer to the theory of transformational leadership, and includes effective leadership.
METODE, STRATEGI, DAN PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL QUR’AN : PADA PONDOK PESANTREN BAIT QURANY Ahmad Riadi; Diah Mutiara
Perspektif Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i1.243

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Tahfidz Bait Qurany ini adalah untuk mengetahui strategi yang dilakukan untuk melahirkan para penghafal Al Quran dan bagaimana metode yang dipakai dalam menghafal alquran. Saat sekarang ini terdapat berbagai macam metode dan pendekatan dalam pembelajaran tahfidz, tetapi tidak semua metode itu dapat diaplikasikan untuk semua jenjang pendidikan berdasarkan usia peserta didik. Dari sini dapat dilihat kelebihan metode Jarimatika Al Quran yang menjadi ciri khas di pesantren ini untuk memudahkan menghafal Al Quran. Di pesantren ini terdapat 100 santri yang mampu menamatkan hafalannya selama masa pandemi corona ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, seluruh data yang dikumpul kemudian dianalisis pada dua tahap. Tahap pertama ketika proses pengumpulan data sedang berlangsung, dan tahap kedua seluruh data terkumpul kemudian dianalisis dengan cara deskriptif analitik. Untuk menjaga objektivitas data maka dilakukan perpanjangan ke ikut sertaan peneliti di lapangan, meningkatkan ketekunan pengamatan, pemeriksaan, sejawat melalui diskusi dan member chek.     Abstract The research conducted at the Tahfidz Bait Qurany Islamic Boarding School is to find out the strategies used to produce memorizers of the Al Quran and what methods are used in memorizing the Koran. Currently there are various methods and approaches in learning tahfidz, but not all of these methods can be applied to all levels of education based on the age of the students. From this we can see the advantages of the Al-Quran Jarimatics method which is a characteristic of this pesantren to make it easier to memorize the Al-Quran. In this pesantren there are 100 students who were able to complete their memorization during this corona pandemic. This type of research is qualitative research, collecting data through interviews, observation, and document study. All data collected is then analyzed in two stages. The first stage is when the data collection process is in progress, and the second stage is that all data collected is then analyzed by means of descriptive analytic. In order to maintain the objectivity of the data, an extension was made to the participation of researchers in the field, increasing the diligence of observations, examinations, colleagues through discussions and member checks.