Agnes Widyasmoro
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penguatan Dramatisasi Film Tari “Cunduk” Melalui Penataan Cahaya Low Key Lighting Widyasmoro, Agnes; Kustanto, Lilik Kustanto; Elbaraja, Dafi Muhamad Hegar
Rekam Vol 21, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v21i1.13757

Abstract

Perjalanan hidup perempuan yang dramatis menjadi salah satu topik yang menarik untuk di eksplorasi. Dibalik sifat perempuan yang lembut terdapat kekuatan besar yang membuat banyak perempuan mampu bertahan pada kondisi apapun. Kerinduan pada masa-masa yang telah lalu, menghadapi kesedihan dan kegembiraan, serta merangkul harapan masa depan menjadi kompleksitas kisah perempuan. Kehidupan pada masa muda akan selalu menjadi memori pada kehidupan masa dewasa, selalu hidup dan bertumbuh setiap waktu dalam hati dan pikiran perempuan. Kekuatan, cinta, cita-cita, dan harapan perempuan disimbolisasikan dengan “cunduk” atau tusuk konde. Cunduk merupakan perhiasan perempuan Jawa dari masa lalu, pengunci simpul rambut perempuan. Kekuatan bahan dan desainnya kuat menahan simpul rambut supaya tetap rapi tidak tergerai juga menggambarkan kekuatan dan keindahan jiwa perempuan.Dramatisasi dalam film dapat dikisahkan dengan berbagai cara penggambaran. Baik secara verbal ataupun non verbal dan juga dapat digambarkan melalui berbagai unsur dalam komponen gambar (visual). Salah satu unsur gambar dalam film dibentuk melalui penataan cahaya. Konsep “painting with light’ menjelaskan bagaimana visual dalam sebuah film layaknya sebuah gambar yang dilukis menggunakan cahaya. Permainan tata cahaya gelap dan terang akan membawa penonton ke dalam suasana yang dramatis. Kamera yang menjadi wakil mata penonton, pada saat ini menjadi sangat beragam sudut pandangnya (misalnya dekupase, match cut, dll). Teknologi yang semakin berkembang, memungkinkan Penari dan Tarian memiliki daya eksplorasi yang lebih tinggi. Menyajikan visual dalam film, seperti halnya melukis. Kedalaman dan dramatisasi adegan mampu dicapai salah satunya dengan penataan cahaya di dalam maupun di luar studio. Painting with lighting memang telah banyak digunakan dalam film tari di barat, namun belum banyak dilakukan di Indonesia khususnya koreografi dengan unsur gaya Yogyakarta. Dengan permainan cahaya di dalam maupun di luar ruangan, diharapkan secara estetis mampu mendistribusikan dengan baik, tujuan dan pesan dari film tari ini. Dasar gerak film tari “Cunduk” ini adalah tari kontemprer yang mengambil unsur tradisi khususnya gaya yogyakarta.Penggunaan tone gelap dan terang dalam lowkey light menghadirkan kesan kedalaman visual dalam gerak koreografi tarinya. Dengan tone gelap terang, akan memberikan fokus pada penari baik ekspresi maupun gerak tubuhnya.   
Pelatihan Produksi Video Promosi Operator Arung Jeram Kompas Adventure Desa Rambeanak, Mungkid, Magelang Kustanto, Lilik; Widyasmoro, Agnes; Hegar Elbaraja, Dafi Muhammad
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12572

Abstract

Desa Rambeanak, Mungkid, Magelang merupakan desa yang terletak di wilayah Candi Borobudur. DesaRambeanak memiliki potensi-potensi yang banyak, di antaranya makanan khas, kerajinan tangan, danwisata arung jeram Sungai Elo. Wisatawan arung jeram sungai Elo sangatlah ramai, terlebih pada akhirpekan. Hal ini mengakibatkan bermunculannya banyak operator arung jeram sebagai jasa wisata arungjeram. Salah satu operator tersebut adalah “Kompas Adventure” yang anggotanya adalah anak-anak mudaDesa Rambeanak. Operator tersebut sudah memiliki pelanggan yang sebagian besar mendapatkaninformasi melalui media sosial Instagram dan Tik Tok. Namun, informasi tersebut perlu ditingkatkandengan video promosi wisata arung jeram yang lebih menarik dan informatif. Oleh karena itu, pengabdiankepada masyarakat ini memberikan penyuluhan atau pelatihan dalam pembuatan video promosi agar parakru operator di Desa Rambeanak semakin memiliki kemampuan dalam pembuatan video untukmeningkatkan promosi dan memberikan layanan dokumentasi wisatawan arung jeram. Metode pelatihandilakukan secara tatap muka dengan materi teori dan teknis yang dilakukan dengan berbasis proyek. Setelahmendapatkan materi teori dan pengetahuan teknis, peserta praktik langsung dengan mengerjakan sebuahproyek, yaitu produksi video promosi dengan pendampingan dari para penyuluh kegiatan.Rambeanak Village located in Mungkid, Magelang is a village near to Borobudur temple. RambeanakVillage has potentials continuously serve as tourist destinations. It has a lot of enchanting wood handicraftsand one of the favorite destinations for the tourists is rafting tour in Elo river. Elo river rafting has a hugenumber of visits, especially on weekends. Therefore, the number of rafting tour operators has been increasing.One of these operators is "Kompas Adventure" whose members are children from Rambeanak Village. Theoperator already has customers who mostly get information about the tour through Instagram and Tik Tok.However, the contents of Kompas Adventure’s social media need to be improved. The media are supposed to beinteresting, informative, and high;ly persuasive. Therefore, this activity provides counseling or training inmaking promotional videos so that the operator crew in Rambeanak Village increasingly has the ability tomake more creative and persuasive videos to improve promotion. Besides, they are also able to providedocumentation services for rafting tourists. The authors implemented face-to-face method during the training,involving theoretical and technical materials carried out on a project-based basis. After getting theoreticalmaterial and technical knowledge, then the participants were encouraged to direct practice by working on aproject. They were asked to create promotional videos assisted by the authors.
Pelatihan Produksi Video Promosi Operator Arung Jeram Kompas Adventure Desa Rambeanak, Mungkid, Magelang Kustanto, Lilik; Widyasmoro, Agnes; Hegar Elbaraja, Dafi Muhammad
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12572

Abstract

Desa Rambeanak, Mungkid, Magelang merupakan desa yang terletak di wilayah Candi Borobudur. DesaRambeanak memiliki potensi-potensi yang banyak, di antaranya makanan khas, kerajinan tangan, danwisata arung jeram Sungai Elo. Wisatawan arung jeram sungai Elo sangatlah ramai, terlebih pada akhirpekan. Hal ini mengakibatkan bermunculannya banyak operator arung jeram sebagai jasa wisata arungjeram. Salah satu operator tersebut adalah “Kompas Adventure” yang anggotanya adalah anak-anak mudaDesa Rambeanak. Operator tersebut sudah memiliki pelanggan yang sebagian besar mendapatkaninformasi melalui media sosial Instagram dan Tik Tok. Namun, informasi tersebut perlu ditingkatkandengan video promosi wisata arung jeram yang lebih menarik dan informatif. Oleh karena itu, pengabdiankepada masyarakat ini memberikan penyuluhan atau pelatihan dalam pembuatan video promosi agar parakru operator di Desa Rambeanak semakin memiliki kemampuan dalam pembuatan video untukmeningkatkan promosi dan memberikan layanan dokumentasi wisatawan arung jeram. Metode pelatihandilakukan secara tatap muka dengan materi teori dan teknis yang dilakukan dengan berbasis proyek. Setelahmendapatkan materi teori dan pengetahuan teknis, peserta praktik langsung dengan mengerjakan sebuahproyek, yaitu produksi video promosi dengan pendampingan dari para penyuluh kegiatan.Rambeanak Village located in Mungkid, Magelang is a village near to Borobudur temple. RambeanakVillage has potentials continuously serve as tourist destinations. It has a lot of enchanting wood handicraftsand one of the favorite destinations for the tourists is rafting tour in Elo river. Elo river rafting has a hugenumber of visits, especially on weekends. Therefore, the number of rafting tour operators has been increasing.One of these operators is "Kompas Adventure" whose members are children from Rambeanak Village. Theoperator already has customers who mostly get information about the tour through Instagram and Tik Tok.However, the contents of Kompas Adventure’s social media need to be improved. The media are supposed to beinteresting, informative, and high;ly persuasive. Therefore, this activity provides counseling or training inmaking promotional videos so that the operator crew in Rambeanak Village increasingly has the ability tomake more creative and persuasive videos to improve promotion. Besides, they are also able to providedocumentation services for rafting tourists. The authors implemented face-to-face method during the training,involving theoretical and technical materials carried out on a project-based basis. After getting theoreticalmaterial and technical knowledge, then the participants were encouraged to direct practice by working on aproject. They were asked to create promotional videos assisted by the authors.