HAROMAIN HAROMAIN
Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika, Mataram, Indonesia;

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus pada Sekolah Inklusi Haromain Haromain
Educatoria : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.185 KB) | DOI: 10.36312/ejiip.v2i1.75

Abstract

This article aims to describe the school's efforts in developing basic abilities and character development of students with special needs. This research uses a qualitative method with a case study design at SD Negeri 20 Mataram. Data analysis was carried out since the data collection was carried out until the data was collected through the stages of data collection, data reduction, data exposure and drawing conclusions. The results showed that the basic abilities of students with special needs were carried out through optimizing the resource room as a learning center for ABK and optimal assistance from teachers and parents in children's learning. Character development is carried out through positive behavior habituation activities that can increase the awareness of each child to be able to live side by side with other people regardless of their background.
MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA DI SMA Samiuddin Samiuddin; M. Ary Irawan; Haromain Haromain
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14008

Abstract

ABSTRACT The library at SMA Negeri 7 Mataram is not merely positioned as a space for storing reading materials but has developed into an integral part of the learning environment and students’ literacy activities. This condition was examined through the library management practices implemented during the 2025/2026 academic year, particularly in terms of how the school plans its needs, operates services, conducts supervision, and responds to factors that support or constrain its management. The study employed a descriptive qualitative approach involving five informants: the principal, head librarian, teacher, and two students. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation, and were subsequently analyzed thematically through data grouping, presentation, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. The findings indicate that library management is guided by needs-based planning, digitalization of services through SLiMS, and programs including the Literacy Community, creative writing competitions, summarizing or reviewing activities, reading corners, and a reward system. Supervision was conducted directly and periodically, followed by actions addressing facility and service needs. Support from the principal, teachers, and available facilities strengthened library management, while limited human resources, storage space, collection procurement, and changes in students’ information-seeking patterns remained challenges. These conditions position integrated and adaptive management as a foundation for strengthening students’ engagement in reading activities. ABSTRAK Perpustakaan di SMA Negeri 7 Mataram tidak hanya ditempatkan sebagai ruang penyimpanan bahan bacaan, tetapi berkembang sebagai bagian dari lingkungan belajar dan aktivitas literasi siswa. Gambaran tersebut ditelaah melalui praktik pengelolaan perpustakaan pada Tahun Ajaran 2025/2026, terutama mengenai cara sekolah merencanakan kebutuhan, menjalankan layanan, melakukan pengawasan, serta merespons kondisi yang mendukung maupun membatasi pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima informan, yaitu kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru, dan dua siswa. Informasi dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui pengelompokan data, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengelolaan perpustakaan diarahkan melalui perencanaan berbasis kebutuhan, digitalisasi layanan menggunakan SLiMS, serta program yang meliputi Komunitas Literasi, lomba cipta karya, kegiatan meringkas atau meresensi, pojok baca, dan sistem reward. Pengawasan dilakukan secara langsung dan berkala dengan tindak lanjut terhadap kebutuhan fasilitas dan layanan. Dukungan kepala sekolah, guru, dan fasilitas memperkuat pengelolaan, sedangkan keterbatasan sumber daya manusia, ruang penyimpanan, pengadaan koleksi, dan perubahan pola pencarian informasi siswa menjadi kendala. Kondisi tersebut menempatkan pengelolaan terpadu dan adaptif sebagai landasan untuk memperkuat keterlibatan siswa dalam aktivitas membaca.
ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SISWA DI SMAN 8 MATARAM Arlya Destayanti; Haromain Haromain; Baiq Rohiyatun
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.14950

Abstract

ABSTRACT The development of Artificial Intelligence (AI) in education provides opportunities for teachers to create more interactive, efficient, and adaptive learning experiences that meet students’ needs. However, the utilization of AI-based learning media still faces several challenges, including limited teachers’ digital competence, insufficient training, and inadequate infrastructure and school policies. This study aims to describe teachers’ ability to utilize AI-based learning media to improve students’ learning quality at SMAN 8 Mataram, identify the challenges faced by teachers, and describe the efforts made to overcome these challenges. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research informants were purposively selected and consisted of the vice principal for curriculum affairs, teachers, and students who were directly involved in the use of AI technology in learning. Data were collected through interviews, observations, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that teachers had utilized AI-based learning media, including ChatGPT, Gemini, Canva AI, and Quizizz AI, to support lesson planning, learning implementation, and assessment. However, its utilization was not yet evenly distributed due to differences in digital competence, limited training opportunities, unstable internet access, and the absence of specific school guidelines for AI use. Teachers addressed these challenges through self-directed learning, participation in training and webinars, discussions with colleagues, and verification of AI-generated content before using it in learning activities. Thus, the utilization of AI can support the improvement of students’ learning quality when accompanied by strengthened teacher competence and continuous institutional support. ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan memberikan peluang bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Namun, pemanfaatan media pembelajaran berbasis AI masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi digital guru, kurangnya pelatihan, serta dukungan infrastruktur dan kebijakan sekolah yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis AI untuk meningkatkan kualitas belajar siswa di SMAN 8 Mataram, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive dan terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa yang terlibat dalam pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memanfaatkan media pembelajaran berbasis AI, seperti ChatGPT, Gemini, Canva AI, dan Quizizz AI, untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Namun, pemanfaatannya belum merata karena adanya perbedaan kompetensi digital, keterbatasan pelatihan, kendala jaringan internet, serta belum tersedianya pedoman khusus mengenai penggunaan AI di sekolah. Guru mengatasi kendala tersebut melalui pembelajaran mandiri, mengikuti pelatihan dan webinar, berdiskusi dengan rekan sejawat, serta melakukan verifikasi terhadap hasil AI sebelum digunakan dalam pembelajaran. Dengan demikian, pemanfaatan AI dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran apabila disertai penguatan kompetensi guru dan dukungan sekolah yang berkelanjutan.