Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Faktor Penyebab Kejadian Stunting Ketut Suryani; Maria Tarisia Rini; Bangun Dwi Hardika; Ni Kadek Widiastari
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i1.112

Abstract

Stunting adalah tinggi badan anak lebih pendek jika dibandingkan dengan anak seusianya atau panjang/tinggi badan menurut usia kurang dari -2SD.  Kejadian stunting masih menjadi permasalahan global, meskipun di Indonesia angka kejadian stunting terus mengalami penurunan namun angka kejadiannya masih tergolong tinggi. Banyak factor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak di Indonesia diantaranya yaitu pengetahuan dan sikap ibu terhadap asupan nutrisi baik selama hamil maupun seelah anak lahir terutama saat awal kehidupan anak. Factor lain yang juga menjadi penyebab stunting yaitu usia ibu, praktik pengasuhan yang kurang baik, keamanan makanan, Pendidikan ibu dan pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor penyebab stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai anak usia balita,berjumlah 50 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pengetahuan dan sikap. Alat yang digunkaan untuk menetukan stunting berupa timbangan, metlin dan grafik panjang/tinggi badan berdasarkan usia menurut WHO. Data penelitian dianalisis menggunakan uji statistic Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan (p: 0,86, a: 0,05), sikap (p: 0,25, a: 0,05), usia (p: 0,531, a: 0,05),  dan Pendidikan ibu (p: 0,52, a: 0,05) dengan kejadian stunting. Ada hubungan pekerjaan (p: 0,039, a: 0,05) dengan kejadian stunting pada anak dan nilai korelasi 0,295. Disarankan ibu mempertahankan pengetahuan tentang kebutuhan gizi anak dan untuk peneliti selanjutnya disaranakan untuk meneliti lagi faktor lain yang dapat mempengaruhi stunting anak terutama melihat seribu hari pertama anak.
Pendampingan Pengajuan STR (Surat tanda Register) Seumur Hidup pada Nakes pasca terbitnya Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan Lilik Pranata; Vincencius Surani; Ketut Suryani; Bangun Dwi Hardika; Novita Elisabeth Daeli
Health Community Service Vol. 1 No. 1 (2023): Artikel Pengabdian Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v1i1.3219

Abstract

Tenaga kesehatan (Nakes) baik keperawatan, kebidanan dan Teknologi Laboratorium Medik , yang telah menyelesaikan kuliah sebelum masuk pada dunia kerja wajib memiliki STR (surat tanda register) yang di keluarkan Oleh KTKI. Hal ini sesuai dengan amanah undang-undang, saat ini dengan adanya Undang-undang No 17 tahun 2023 tentang kesehatan STR berlaku seumur hidup. Pengajuan dapat dilakukan pada palikasi KTKI dan Satu sehat. Adanya ketentuan baru berlakunya UU No 17 tahun 2023 tentang kesehatan, maka perlunya adanya pendampingan pada Nakes dalam mengajukan STR, guna mempermudah dalam penganjuan dalam memenuhi syarat sebagai berkas melamar kerja dan sesuai ketentuan perundangan. Tujuan kegiatan Pengabdian untuk membantu Nakes Mengajukan STR dan tidak terkendala. Metode kegiatan pengabdian dengan melakukan Edukasi kepada peserta PkM tentang STR dan proses pengajuanya, kemudian setelah memahaminya dilanjutkan dengan simulasi kepada peserta dan dilajutkan peserta untuk melakukan secara mendiri dan tetap di dampingi, setelah itu dilakukan evaluasi kegiatan dan evaluasi sejauh mana pengajuan yang di lakukan samapai dengan selesai apakah ada kendala. Peserta Kegiatan adalah Nakes Perawat, Bidan dan Teknologi Laboratorium Medik yang baru lulus atau baru tamat Kuliah dan dinyatakan lulus UKOM, berjumlah 20 Orang. kegiatan dilakukan pendapingan dimulai edukasi dan evaluasi selama 1 bulan tanggal 14 Oktober -14 November 2023 dilakukan di Universitas Swasta Fakultas Kesehatan di Kota Palembang. Adapun syarat pengajuan peserta telah lengkap sesuai syarat dari KTKI. Hasil kegiatan menunjukan bahwa dari 20 peserta yang mengajukan STR, berjumlah 20 orang (100%) STR telah terbit sesuai dengan jadwal dan ketentuan dari KTKI. Sehingga dapat disimpulkan pendampingan yang dilakukan berhasil dan saran kedepanya untuk dilakukan pendampingan rutin setiap ada lulusan baru untuk mengurus Penganjuan STR seumur hidup
Analisis Faktor Maternal Penyebab Stunting Ketut Suryani; Maria Rini; Bangun Dwi Hardika
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.140

Abstract

Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi, meskipun pemerintah telah berupaya untuk menurunkan angka stunting. Apabila tidak ditangani dengan baik, stunting dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan kesehatan anak. Stunting disebabkan oleh berbagai faktor yang sangat kompleks salah satunya adalah faktor dari ibu seperti usia ibu saat hamil, pendidikan, kunjungan ANC, pemberian ASI eksklusif, tinggi badan dan IMT ibu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan faktor maternal dengan kejadian stunting pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam peneltiain ini adalah ibu yang memiliki bayi usia balita berjumlah 59 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah kendal’s tau B dengan taraf signifikasi 95%.  Hasil penelitian tidak ada hubungan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting (p value= 0,815), tidak ada hubungan tinggi ibu dengan kejadian stunting (p value 0,827), tidak ada hubungan IMT ibu dengan kejadian stunting (p value 0,766), tida ada hubungan pendidikan ibu dengan kejadian stunting (p value 0,692) dan tidak ada hubungan kunjungan ANC dengan kejadian stunting (p value 0,812). Ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p value 0,001 < 0,05) dengan nilai korelasi 0,732 dan positif yang artinya anak-anak yang diberikan ASI eksklusif akan mempunyai tinggi badan yang normal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada ibu-ibu untuk melakukan kunjungan ANC secara rutin minimal 4 kali dan menyiapkan diri dengan baik untuk memberikan ASI eksklusif, mengingat banyaknya manfaat ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Studi Fenomenologi: Pengalaman Remaja dalam Menggunakan Narkoba Ketut Suryani; Bangun Dwi Hardika; Maria Tarisia Rini
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.203 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i1.1601

Abstract

This study aims to explore and explore in-depth the experiences of adolescents in using drugs. This research method uses qualitative research methods with a phenomenological approach. The results of the study obtained twelve themes, namely: 1) The age of adolescents using drugs, 2) The initial causes of adolescents using drugs, 3) The frequency of drug use in adolescents, 4) The types of drugs used by adolescents, 5) How adolescents get drugs, 6) Adolescent's efforts to stop using drugs, 7) Adolescent's feelings after using drugs, 8) The expectations of adolescents who use drugs, 9) The impact of adolescents using drugs, 10) The effects of adolescents if they do not use drugs, 11) Youth perceptions of drugs, 12) Adolescent response when using drugs. In conclusion, the impact of using drugs on adolescents was that some adolescents said they were thin, lost their parents, and quit school. Keywords: Colaizzi, Phenomenology, Drugs, Teenagers
Penurunan Berat Badan pada Remaja Obesitas Menggunakan Hipnoterapi Maria Tarisia Rini; Bangun Dwi Hardika; Ketut Suryani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.467 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i1.1604

Abstract

This study aims to determine the effect of hypnotherapy on weight loss in obese adolescents. The research design used is a quasi-experiment. The results showed that 15 respondents (68.2%) experienced weight loss, and seven respondents (31.8%) did not experience weight loss from the statistical test results obtained p-value 0.001 with a correlation coefficient value of 0.682. Also, the p-value of the chi-square test results is 0.004. In conclusion, there is a significant relationship between hypnotherapy and weight loss. Keywords: Weight Loss, Hypnotherapy, Youth
When, How, and Barriers of Palliative Care in Intensive Care Unit: A Scoping Review Sanny Frisca; Dheni Koerniawan; Ketut Suryani; Vincensius Surani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4258

Abstract

Palliative and near-death conditions in critical ill patients may occur, either predictable prognosis or acute conditions. Nurses are often unprepared for these care needs, resulting in suboptimal patient care. This study aims to review empirical evidence over the past 10 years regarding when to start, how to apply, and constraints during applying palliative care and end of life (EoL) care in intensive care. This review was conducted using journal database CINAHL, PubMed, Scopus, and WOS and selected article by PRISMA. The findings show EoL care begins when the medical team has assessed and approved by the patient and family including using the referral checklist format from intensive care to EoL care including the resources needed. In addition, during the upbringing process counselling and consultation with the family for any decision-making medical measures, nursing rounds, emotional and spiritual support and touches and hugs for the patient and family, including support for the entire medical team. However, there are also obstacles in the right communication time to families, discussions about death, and improving the competence of nurses through EoL education and training.
Penerapan Terapi Bermain Puzzle dalam Menurunkan Ansietas Akibat Hospitalisasi Anak Prasekolah dengan Dengue Hemorrhagic Fever Maria Indrawati; Ketut Suryani; Veroneka Yosefpa Windahandayani
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v4i1.2120

Abstract

Hospitalization is a condition that requires a child to be admitted to the hospital. This situation causes children to experience anxiety, restlessness, and fear. One of the nursing interventions to reduce anxiety due to hospitalization is play therapy. A form of play therapy appropriate for preschool children is puzzle play therapy. Puzzle play therapy is an activity in which children arrange pieces of pictures or specific shapes to form a complete image. This therapy encourages children to develop patience, stimulates concentration, and provides feelings of comfort and enjoyment, thereby reducing anxiety. The method used in preparing this Final Nursing Scientific Paper was a descriptive case study with the implementation of puzzle play therapy. The respondents consisted of three children experiencing anxiety due to hospitalization. Puzzle play materials and the Facial Image Scale (FIS) were used as measurement tools. The intervention was conducted over three consecutive days, with a duration of 15 minutes per session. The results showed a decrease in anxiety levels after puzzle play therapy: respondent 1 decreased from anxiety scale 5 to scale 1, respondent 2 from scale 4 to scale 1, and respondent 3 from scale 5 to scale 1. It can be concluded that puzzle play therapy is effective in reducing anxiety due to hospitalization in preschool children with dengue hemorrhagic fever. The implementation of puzzle play therapy is expected to become a routine nursing intervention to reduce hospitalization-related anxiety in preschool children with dengue hemorrhagic fever.