Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN IBU HAMIL DENGAN PRENATAL GENTLE YOGA DAN RELAKSASI DI KELURAHAN GUNUNG LINGKAS TARAKAN Ririn Ariyanti; Doris Noviani; Ika Yulianti; Gusriani Gusriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6230

Abstract

ABSTRAKSelama kehamilan pikiran dan tubuh ibu hamil mengalami berbagai perubahan. Perubahan fisik yang muncul mengakibatkan ibu mengalami beberapa keluhan nyeri pada punggung bagian belakang, badan terasa lebih lemas, dan mudah lelah. Prenatal gentle yoga dan relaksasi dapat dilakukan selama kehamilan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ibu. Berdasarkan wawancara dengan kader kesehatan di Wilayah  kelurahan Gunung Lingkas Tarakan ibu hamil sering mengeluhkan badan terasa pegal – pegal, nyeri punggung dan kaku, selain itu ibu hamil di wilayah ini belum pernah mengikuti senam selama hamil.  Kegiatan ini berlangsung di kelurahan Gunung Lingkas Tarakan. Latihan prenatal gentle  yoga dan relaksasi dapat mengurangi keluhan keluhan yang muncul pada kehamilan, serta dapat membantu membuat ibu lebih tenang dan rileks selama kehamilan, serta membantu mempersiapkan ibu dalam menghadapi persalinanya menjadi lebih tenang, mudah dan lancar. Kata kunci: prenatal gentle yoga; rileksasi. ABSTRACTDuring pregnancy, the mind and body of a pregnant woman undergo various changes. The physical changes that appear cause the mother to experience several complaints of pain in the back, the body feels weaker, and gets tired easily. Prenatal gentle yoga and relaxation can be done during pregnancy can help improve the well-being of the mother. Based on interviews with health cadres in the Gunung Lingkas sub-district, Tarakan, pregnant women often complain of body aches, back pain and stiffness, besides that pregnant women in this area have never participated in exercise during pregnancy. This activity took place in the village of Gunung Lingkas, Tarakan. Gentle yoga and relaxation prenatal exercises can reduce complaints that arise in pregnancy, and can help make mothers calmer and more relaxed during pregnancy, and help prepare mothers to face childbirth to be calmer, easier and smoother. Keywords: prenatal gentle yoga; relaxation 
KELAS BALITA UNTUK OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK DIMASA PANDEMI COVID-19 (Di Kelurahan Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan) Nurul Hidayatun Jalilah; Ririn Ariyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i1.2472

Abstract

Keluarga merupakan orang yang paling dekat dengan bayi dan balita, dengan pandemi Covid-19 saat ini menyebabkan minimnya informasi yang mendukung kemampuan keluarga untuk merangsang tumbuh kembang anak. Posyandu sebagai media pertukaran informasi, konsultasi dan pemeriksaan tumbuh kembang anak sempat terhenti sementara. Masa balita merupakan masa terpenting dalam proses tumbuh kembang anak. Agar tumbuh kembang anak optimal diperlukan keterlibatan keluarga yang optimal dalam menstimulasi tumbuh kembang anak. Untuk itu perlu diadakan kelas Ibu Balita untuk menambah pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam menggunakan buku KIA. Sasaran dan keluaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya kelas bagi ibu balita, dan peningkatan kemampuan ibu memberikan stimulasi tumbuh kembang balita. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah penyuluhan dan bermain peran pada ibu balita di Desa Gunung Lingkas Kota Tarakan. Hasil dan luaran yang dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya kelas ibu balita, peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang anak Pra (40%) dan Pasca (78%). ; meningkatkan kemampuan kader dalam pengelolaan kelas ibu balita dengan Pra dan Pos (86%); dan buku pedoman stimulasi tumbuh kembang balita untuk balita dan kader
PELATIHAN PEMBUATAN RICE’B BANANA SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN NUTRISI IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING Ririn Ariyanti; Jamaluddin Jamaluddin; Abdulsobur Abdulsobur; Suri Suri; Nur Azizah; Mersi Riyanti; Klemensia Derlin Ana Kemba
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.9580

Abstract

Abstrak: Stunting menyebabkan anak tumbuh tidak sehat, perkembangan otak tidak maksimal, dan dapat menyebabkan cacat mental. Stunting memiliki dampak pada anak mulai dari awal kehidupan anak dan akan berlanjut pada siklus hidup manusia. Pemenuhan nutrisi pada ibu hamil dan mencegah anTuemia kehamilan merupakan salah satu cara untuk mencegah kejadian stunting. Tujuan dari pengabidan masyarakat ini adalah melakukan pemenuhan nutrisi ibu hamil dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Pulau Bunyu. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu kader posyandu dan ibu PKK desa Bunyu Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu edukasi pencegahan stunting dan pengolahan pisang kepok menjadi beras pisang sebagai makanan penambah nutrisi ibu hamil. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 2 hari bulan pada bulan Juni 2022. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah gedung PKK desa Bunyu Barat, Bulungan Kalimantan Utara. Hasil kegiatan didapatkan adalah masyarakat mampu membuat inovasi olahan pisang kepok menjadi beras pisang sebagai nutrisi ibu hamil dan mencegah anemia kehamilan serta stunting.Abstract:  Stunting causes children to grow unhealthy, brain development is not optimal, and can cause mental disabilities. Stunting has an impact on children starting from the beginning of a child's life and will continue in the human life cycle. Fulfillment of nutrition in pregnant women and preventing anemia during pregnancy is one way to prevent stunting. The purpose of this community service is to fulfill the nutrition of pregnant women by utilizing the natural resources available on Bunyu Island. The targets of this community service activity are posyandu cadres and PKK women in West Bunyu village. The method used in this activity is education on stunting prevention and processing of kepok bananas into banana rice as a nutritional supplement for pregnant women. This community service is carried out for 2 days a month in June 2022. The place for this service activity is the PKK building in West Bunyu village, Bulungan, North Kalimantan. The results of the activity obtained are that the community is able to make innovations in processed kepok bananas into banana rice as nutrition for pregnant women and prevent anemia in pregnancy and stunting.
PELATIHAN OLAHAN PEPAYA (SUKA’MA) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI UNTUK MENCEGAH STUNTING DI BUNYU BARAT Ririn Ariyanti; Sarah Sarah; Aidil Tito Sumardani; Siti Nurasyikin; Resnita Resnita; Fauzia Fauzia; Siti Sofia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11293

Abstract

ABSTRAKStunting menyebabkan anak tumbuh tidak sehat, perkembangan otak tidak maksimal, dan dapat menyebabkan cacat mental. Stunting memiliki dampak pada anak mulai dari awal kehidupan anak dan akan berlanjut pada siklus hidup manusia. Pemenuhan nutrisi pada ibu menyusui dan memberikan ASI merupakan salah satu cara untuk mencegah kejadian stunting. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah melatih peserta untuk mampu membuat olahan pepaya dalam upaya pemenuhan nutrisi ibu menyusui dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Pulau Bunyu. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu kader posyandu dan ibu PKK desa Bunyu Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu edukasi pencegahan stunting dan pengolahan pepaya muda sebagai nutrisi untuk meningkatkan produksi ASI. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 1 hari pada bulan Juni 2022. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah gedung PKK desa Bunyu Barat, Bulungan Kalimantan Utara. Hasil kegiatan didapatkan adalah masyarakat mampu membuat olahan pepaya menjadi lebih higienis dan tahan lama sebagai nutrisi meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui dan mencegah stunting Kata kunci: pepaya; produksi ASI; stunting. ABSTRACTHaving stunted growth can have adverse effects on an infant's health, resulting in a low weight gain, a low rate of otak development, and even a compromised mental health. From the onset of a child's life, stunting affects them, and it continues in their lives as adults. The feeding of nutrients to babies and giving them ASI for the little ones are two of the most effective ways of preventing stunting. Among the goals of this project is to bring nutrition to children by using the resources that is available on Bunyu island. The targets of this community service activity are posyandu cadres and PKK women in West Bunyu village. This program uses education about stunting and nutrition to increase production of ASI. This community service is carried out for 1 day a month in June 2022. The place for this service activity is the PKK building in West Bunyu village, Bulungan, North Kalimantan. The result of the activity is that the community is able to make processed papayas to be more hygienic and durable as a nutrient to increase breast milk production in nursing mothers and prevent stunting. Keywords: papaya; milk increase; stunting.
Edukasi Terapi Pencegahan TB dan Pemberian Bantuan Bagi Penderita TB Kurang Mampu di Kota Tarakan Sulidah sulidah; Ririn Ariyanti; Haris Haris
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i2.3545

Abstract

Abstrak.Tuberkulosis (TB) saat ini masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang. Tujuan penemuan dan penaggulangan TB dilakukan guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB. TB menjadi isu strategis nasional, sehingga muncul upaya agar masyarakat memiliki komitmen untuk mengobati dirinya sampai sembuh sehingga tidak menyebarkan TB kepada individu lain. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna memberikan edukasi terapi pencegahan TB dan pemberian pemberian bantuan bagi penderita TB yang kurang mampu di kota Tarakan. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Maret 2023 bertepatan dengan Hari TB Sedunia (HTBS) di berikan kepada penderita TB kurang mampu yang ada di kota Tarakan, setelah dilakukan pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan mengenai terapi pencegahan TB bagi penderita, Kasus TB membutuhkan penanganan yang lama dan merupakan infeksi menular, maka diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak dalam penganggulangan kasus tersebut. Kata Kunci: edukasi, pencegahan, tuberkulosis Abstrak.Tuberkulosis (TB) saat ini masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang. Tujuan penemuan dan penaggulangan TB dilakukan guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB. TB menjadi isu strategis nasional, sehingga muncul upaya agar masyarakat memiliki komitmen untuk mengobati dirinya sampai sembuh sehingga tidak menyebarkan TB kepada individu lain. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna memberikan edukasi terapi pencegahan TB dan pemberian pemberian bantuan bagi penderita TB yang kurang mampu di kota Tarakan. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Maret 2023 bertepatan dengan Hari TB Sedunia (HTBS) di berikan kepada penderita TB kurang mampu yang ada di kota Tarakan, setelah dilakukan pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan mengenai terapi pencegahan TB bagi penderita, Kasus TB membutuhkan penanganan yang lama dan merupakan infeksi menular, maka diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak dalam penganggulangan kasus tersebut. Kata Kunci: edukasi, pencegahan, tuberkulosis    AbstractTuberculosis (TB) is still a health problem in developing countries. The purpose of TB discovery and treatment is to reduce morbidity and mortality from TB. TB has become a national strategic issue, so efforts have emerged so that people have a commitment to self-medication until they recover so they don't spread TB to other individuals. The purpose of this community service is carried out to provide education on TB prevention therapy and provide assistance for underprivileged TB sufferers in the city of Tarakan. The activity was carried out on March 24, 2023 to coincide with World TB Day (HTBS) which was given to underprivileged TB sufferers in the city of Tarakan, after this community service there was an increase in knowledge about TB prevention therapy for sufferers, TB cases require long treatment and are infection is contagious, it requires a strong commitment from all parties in handling the case. Keyword: education; prevention ; tuberculosis
Gerakan Mengurangi Emesis Pada Ibu Hamil di Wilayah Perbatasan Kalimantan Berbasis Kearifan Lokal Ririn Ariyanti; Nurahmi Umami; sudarto sudarto; Imra Imra; Annisa Eka Permatasari; Zulfa Rahmalia Khariani; Tantry Sulistiyowati; Enilin Okovianus; Mastura Mastura
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i2.4400

Abstract

Emesis gravidarum (mual dan muntah kehamilan) merupakan salah satu keluhan trimester pertama. Ketidaknyamanan ini memaksa ibu hamil untuk istirahat dari pekerjaan jika tidak ditangani dengan baik. Jahe merupakan  solusi  non farmakologi untuk mengatasi muntah. Masyarakat Dayak percaya bahwa jahe dayak dapat mengatasi muntah-muntah dan pusing pada ibu hamil. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam hal ini kelompok pastry chef dalam membuat kue jahe yang terbukti efektif dalam mengurangi rasa mual dan muntah pada ibu hamil. Objek pengabdian pada masyarakat ini adalah Kelompok Pembuatan Kue Kecamatan Mamburuni. Metode realisasi pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam tiga tahap, yakni. tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kelurahan Mamburuni Tarakan Timur Kota Tarakan selama 3 hari. Dari kegiatan yang dihasilkan, kelompok pembuat kue mampu membuat kue jahe yang dapat mengurangi muntah pada ibu hamil.
SOSIALISASI EDUKASI TENTANG ASUHAN KEBIDANAN BERBASIS BUDAYA GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN PADA KELOMPOK IBU HAMIL Nurrahmi Umami; Ririn Ariyanti; Ika Yulianti; Nur Citra; Ratnanengsih Ratnanengsih; Doris Noviani; Gusriani Gusriani; Tanti Tri Lestary
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16484

Abstract

ABSTRAKPelayanan kebidanan yang optimal merupakan faktor penting untuk mencegah terjadinya komplikasi juga mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Memahami perilaku terkait pelayanan kebidanan khususnya yang berhubungan dengan aspek budaya menjadi hal yang penting untuk mengetahui dampak kesehatan bagi ibu dan bayi. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu terkait asuhan kebidanan dari perspektif budaya. Metode pelaksanaan dilakukan dengan tiga tahap yakni, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Kegiatan dilakukan pada tanggal 13 Juni 2023 di Kabupaten Malinau dengan jumlah peserta 30 orang yang merupakan kelompok ibu hamil. Peningkatan pengetahuan kelompok ibu hamil di evaluasi dengan kuis pada akhir kegiatan dengan hasil kelompok ibu hami dapet membedakan mana yang termasuk asuhan kebidanan secara fakta dan asuhan kebidanan mitos dilihat dari aspek kebudayaan. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan kelompok ibu hamil setelah dilakukan sosialisasi terkait asuhan kebidanan berbasis budaya. Kata kunci: edukasi; asuhan kebidanan; budaya; ibu hamil. ABSTRACTOptimal midwifery services are an important factor in preventing complications as well as reducing maternal and infant morbidity and mortality. Understanding behavior related to midwifery services, especially those related to cultural aspects, is important to know the health impact on mothers and babies. The purpose of this service is to increase mothers' knowledge and understanding regarding midwifery care from a cultural perspective. The implementation method is carried out in three stages: the preparatory stage, the implementation stage, and the final stage. The activity was carried out on June 13, 2023, in Malinau Regency, with 30 participants who were pregnant women. The increase in knowledge of the pregnant women group was evaluated with a quiz at the end of the activity, with the results showing that the group of pregnant women was able to distinguish between factual midwifery care and mythical midwifery care from a cultural perspective. In conclusion, there was an increase in the knowledge of the pregnant women's group after socialization regarding culture-based midwifery care. Keywords: education; midwifery care; culture; pregnant woman
Pengaruh Konsumsi Nugget Jantung Pisang Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal Yeniana Yahuda; Ririn Ariyanti; Doris Noviani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.30089

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena merupakan makanan alamiah yang sempurna, mudah dicerna, dan mengandung gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kekebalan tubuh. Salah satu faktor yang memengaruhi produksi ASI adalah asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu, seperti jantung pisang yang mengandung laktagongum yang dapat merangsang hormon oksitosin dan prolaktin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi nugget jantung pisang kepok terhadap produksi ASI pada ibu nifas, dengan menggunakan desain quasi experimental one group pretest - posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas pada bulan Agustus 2023 - Januari 2024 sebanyak 166 responden, dengan sampel sebanyak 20 responden menggunakan metode purposive sampling. Nugget Jantung pisang kepok diberikan sebanyak 118 gram dua kali sehari selama 7 hari, dan hasil analisis bivariat menggunakan uji paired sampel t test menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap produksi ASI. Dengan nilai p-value = 0,01, maka disimpulkan bahwa konsumsi nugget jantung pisang kepok berpengaruh terhadap produksi ASI pada ibu nifas, sehingga penting bagi puskesmas untuk memberikan edukasi terkait peningkatan produksi ASI menggunakan nugget jantung pisang.
Pengaruh Pemberian Permen Jahe Merah Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal Zulfa Rahmalia Khairani; Ririn Ariyanti; Ika Yulianti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.30258

Abstract

Emesis gravidarum umum terjadi pada trimester pertama kehamilan dan berisiko menjadi hyperemesis gravidarum bila tidak ditangani. Jahe merah mengandung minyak atsiri yang bersifat menenangkan dan gingerol yang mampu menurunkan frekuensi emesis gravidarum. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh permen jahe merah terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Jenis penelitian quasi-eksperimental dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design dan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 20 responden yaitu 10 responden kelompok perlakuan yang diberikan kombinasi permen jahe merah dan vitamin B6 dan 10 responden kelompok kontrol yang diberikan vitamin B6 selama 7 hari, vitamin B6 diberikan sesuai standar klinis dan permen jahe merah 1 butir/ hari yang terkandung 1 gram jahe merah. Instrumen penelitian ini menggunakan PUQE 24. Hasil analisa menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan dari pemberian permen jahe merah terhadap emesis gravidarum, dengan p value 0,223 (> 0,05). Namun terdapat selisih rata-rata frekuensi emesis gravidarum sebelum dan setelah perlakuan, diketahui kelompok perlakuan 3,5 dan kelompok kontrol 3 dengan selisih rata-rata 0,5. Tidak ada pengaruh signifikan namun permen jahe merah dapat dipertimbangkan sebagai terapi non farmakologi dan kombinasi pengobatan bersama vitamin B6 untuk menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.
Pengaruh Pemberian Jahe Merah Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Luka Perineum Pada Ibu Nifas di Rumah Sakit Umum Carsa Kota Tarakan Enilin Oktovianus; Ririn Ariyanti; Nurrahmi Umami
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.30976

Abstract

Nyeri luka perineum yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti nyeri dan takut melakukan mobilisasi dini yang memicu subinvolusi, pengusiran lochea yang buruk, dan perdarahan postpartum yang dapat meningkatkan risiko kematian ibu. Jahe merah mengandung minyak atsiri seperti gingerol, shoagal dan zingerone yang cukup kaya dan memiliki efek pereda nyeri, kandungan kimia gingerol pada jahe merah mampu memblokir prostaglandin sehingga nyeritermasuk nyeri perineum dapat mereda. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jahe merah terhadap penurunanintensitas nyeri luka perineum pada ibu nifas di RSU Carsa Kota Tarakan. Metode penelitian ini adalah quasy eksperimentaldesign dengan rancangan penelitian pre-test dan post test. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu nifas yang melakukanrawat inap hari pertama di bulan Mei-Juni 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden dengan teknik pengambilan sampel dengan Accidental Sampling, rsponden dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang diberikan intervensi selama 6 hari. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan NRS (Numeric Rating Scale). Hasil analisabivariat menggunakan uji Mannwhitney dengan p value = 0,235 (> 0,05) yang berarti tidak ada pengaruh pemberian jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri luka perineum pada ibu nifas, maka Ha ditolak dan H0 diterima. Namun, berdasarkan nilai mean ada perbedaan nilai skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kedua kelompok yaitu, kelompokperlakuan 4,9 dan kelompok kontrol 4,2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tampak ada perbedaan yang mana pada kelompok perlakuan rata-rata lebih tinggi dari pada kelompok kontrol dengan selisih 0,7. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi layak untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengobatan secara non farmakologis seperti jahe merah untuk menurunkan intensitas nyeri luka perineum pada ibu nifas Kata Kunci: Jahe Merah, Nyeri, Luka Perineum, Ibu Nifas Abstract The unattended perineal wound pain can cause discomfort such as pain and fear of early mobilization, which triggerssubinvolution, poor lochia expulsion, and postpartum bleeding that can increase the risk of maternal death. Red ginger contains essential oils such as gingerol, shoagal, and zingerone, which are quite rich and have pain- relieving effects. The chemical content of gingerol in red ginger can block prostaglandins, thus reducing pain, including perineal pain. The purpose of this study is to determine the effect of red ginger on reducing the intensity of perineal wound pain in postpartum mothers at CarsaKota Tarakan Hospital. The research method used a quasi- experimental design with a pre-test and post-test research design. The population in the study was all postpartum mothers who were hospitalized on the first day in May-June 2024. The sample in this study consisted of 20 respondents using Accidental Sampling technique, divided into treatment and control groups, given intervention for 6 days. The instrument in this study used the NRS (Numeric Rating Scale). The bivariate analysis results using the Mann-Whitney test with a p-value = 0.235 (> 0.05) mean that there is no effect of red ginger on reducing the intensity of perineal wound pain in postpartum mothers, so Ha is rejected and H0 is accepted. However, based on the mean value, there is a difference in pain scale values before and after the intervention in both groups, the treatment group 4.9 and the control group 4.2. It can be concluded that there is a difference, where the average in the treatment group is higher than in the control group with a difference of 0.7. It is hoped that this study can provide information to the public regarding non- pharmacologicaltreatment such as red ginger to reduce the intensity of perineal wound pain in postpartum mothers. Keywords: Red Ginger, Pain, Perineal Wound, Postpartum Mothers