Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PONDOK PESANTREN NURUL HARAMAIN NARMADA. Fitria Yulastini; Evalina Fajriani; Baiq Fitrihan Rukmana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.269 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4065

Abstract

ABSTRAKRemaja adalah aset dan generasi penerus bangsa, sehingga penting sekali memperjuangkan hak remaja untuk memperoleh informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi sesuai dengan kebutuhannya. Pengetahuan dan pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi dapat menjadi bekal dalam berperilaku yang sehat dan bertanggungjawab. Pada umumnya, remaja akan menghadapi masalah yang sama di awal kematangan reproduksinya yaitu minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akibat terbatasnya akses informasi dan advokasi pada remaja, yang akan berdampak pada cara mereka bersikap dan berprilaku dalam menghadapi masalah kesehatan reproduksinya. Berdasarkan survei yang dilakukan di Pondok Pesantren Haramain menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang belum mengetahui tentang kesehatan reproduksi. Hasil akhir yang diharapkan dari pengabdian ini adalah dapat memberikan manfaat pada remaja untuk memiliki pengetahuan dan kesadaran pentingnya kesehatan reproduksi sebagai upaya dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi. Terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, sehingga remaja memperoleh informasi yang tepat sebagai bekal untuk bersikap dan berperilaku sehat selama proses pematangan fisiknya. Kata kunci: pendidikan kesehatan; kesehatan reproduksi; remaja ABSTRACTTeenagers are an asset and the next generation of the nation, so it is vital to fight for the rights of teenager to obtain information and reproductive health services according to their needs. Correct knowledge and understanding of reproductive health can be a guide to healthy and responsible behavior. In general, teenagers will face the same problem at the beginning of their reproductive maturity, which is the lack of knowledge of reproductive health as a result of limited access to information and advocacy in teenagers, which will affect how they behave and behave in dealing with their reproductive health problems. Based on a survey conducted at Pondok Pesantren Haramain shows that there are still many teenagers who dont know about reproductive health. The expected outcome of this devotion is to be able to give a benefit for teenagers to have knowledge and awareness about the importance of reproductive health as an effort to maintain their reproductive health. The methods used are lectures, question-and-answer and discussion. There is an increase in  teenagers knowledge about reproductive health, so that teenagers get the right information as a provision to behave and behave in a healthy manner during the process of their physical maturity. Key words: health education; reproductive health; teenagers
CORRELATIONAL ANALYSIS BEHAVIOR OF GIVING MP-ASI WITH NUTRITIONAL STATUS OF INFANTS (6-24 MONTHS): BEHAVIOR OF GIVING MP-ASI WITH NUTRITIONAL STATUS OF INFANTS (6-24 MONTHS): CORRELATIONAL ANALYSIS Muhammad Amrullah; Baiq Fitrihan Rukmana; Ulfaturrohmi Ulfaturrohmi
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.334

Abstract

Latar belakang : Setiap bayi harus mendapatkan ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Kebutuhan bayiakan nutirisi semakin meningkat seiring bertambahnya usia bayi, hal ini dikarenakan proses tumbuh kembang bayi, sedangkan terkadang ASI yang dihasilkan ibunya kurang memenuhi kebutuhan gizi bayi. Peran petugas kesehatan diharapakan lebih aktif untuk memberikan edukasi dan konsultasi kepada calon dan memeriksakan kehamilannya secara rutin. Orang tua sebaiknya memperhatikan kebutuhan nutrisi dini anaknya dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bayinya diposyandu atau layanan kesehatan setempat. Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orangd dengan menggunakan analisa uji statistic korelasi spremen rank. Hasil penelitian : uji Spremen rank Hubungan Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi bayi (624 bulan) di Dusun Dasan Baru Kecamatan Pringgarata tahun 2023 menunjukkan bahwa hasil Asymp. Sig. (2-sided) sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa Asymp. Sig. (2-sided) kurang dari 0,05 (taraf kesalahan 5%), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi bayi (6-24 bulan) di Dusun Dasan Baru Kecamatan Pringgarata tahun 2023. Kesimpulan : keadaan perubahan status gizi pada bayi dan anak disebabkan karena pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya penyediaan pangan, tetapi juga pendekatan yang komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat. Selain itu, umur pertama kali pemberian MP-ASI sangat penting dalam menentukan status gizi bayi. Makanan preklaktal maupun MP-ASI dini mengakibatkan kesehatan bayi menjadi rapuh dikarenakan sistem pencernaan bayi yang belum siap untuk menerima makanan.
“Menggunting Pita” (Membangun Generasi Unggul Tanpa Stunting dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat) di Desa Janapria Lita, Bq Fitria Frisma; Halimatunnisa, Maulin; Pa’ni, D. Mustamu Qamal; Muqarrobin, Aoladul; Wahyudi, Iwan; Rukmana, Baiq Fitrihan
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i2.925

Abstract

West Nusa Tenggara (NTB) Province ranks 4th highest nationally with a stunting rate of 32.7% higher than the national achievement percentage of 21.6%, where Central Lombok ranks highest for stunting incidence on a provincial scale in NTB Province Based on the explanation above, we are interested in carrying out community service activities with the theme of building a superior generation without stunting with a clean and healthy lifestyle for pregnant women and mothers with toddlers at one of the posyandu in Janapria Village, Central Lombok. This service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding the importance of a clean and healthy lifestyle as an effort to prevent stunting in children. The method used is providing health education with evaluation using pretest and posttest on 31 mothers. The activity was carried out in one meeting involving health center officers and posyandu cadres. Health education activities carried out emphasize healthy patterns in providing good nutritious food for children by paying attention to hygiene patterns in preparing food such as washing food ingredients before cooking, washing hands before preparing food, regularly going to the integrated health post, paying attention to house cleanliness and sanitation. The pretest results showed that 49.7% of mothers had poor knowledge and after being given health education, mothers' knowledge increased by 81.6% which was included in the good knowledge category. This shows that health education is an effective intervention to increase knowledge. 
The Effect Of Fe Tablet Consumption On The Incidence Of Anemia In Female Adolescents At Sma Negeri 1 Praya In Mid-Year 2024: Study Cohort Muqarrobin, Aoladul; Wiksuarini, Erwin; Halimatunnisa, Maulin; Rukmana, Baiq Fitrihan; Amrullah, Muhammad; Amanupunnyo, Notesya A.
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v16i1.612

Abstract

Anemia is a condition where the hemoglobin level is less than expected according to age and gender. Data from the Ministry of Health in 2013 showed that the prevalence of nutritional anemia in the adolescent age group (≥15 years) was 22.2%. The impact of anemia can cause decreased learning achievement in adolescent girls. The purpose of the study was to determine the effect of Fe Tablet Consumption on the incidence of anemia in adolescent girls at SMA Negeri 1 Praya Tengah in 2024. The analytical survey research method with a cohort study approach, the population of adolescent girls were students of SMA Negeri 1 Paraya Tengah, a sample of 96 people was divided into two groups, namely the exposed group 48 and the unexposed group 48 people. The results of the study showed that in the exposed group given Fe, the number of anemia cases was 8 (16.7%) and those who were not anemic were 40 (83.3%), while in the unexposed group the number of anemia was 32 (66.7%) and those who were not anemic were 16 (33.3%). The results of the Che-square statistical test showed P <0.001, meaning that there was a relationship between consumption and the incidence of anemia in adolescent girls, students of SMA Negeri 1 Praya Tengah. There needs to be information and education activities to increase adolescent knowledge about anemia, in this case the school can collaborate with the nearest Community Health Center to carry out health promotion efforts, especially regarding anemia and efforts to provide healthy canteens at schools that sell nutritious food to prevent students from buying unhealthy snacks.
Pengaruh Hair Cracking Terhadap Penurunan Skala Nyeri Kepala Pada Pasien Dewasa Ayuwardini, Cindi; Amrullah, Muhammad; Rukmana, Baiq Fitrihan
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i2.2022.366

Abstract

Nyeri kepala adalah nyeri yang dirasakan di bagian kepala atau disebut juga cephalgia. Salah satu  cara membantu mengurangi nyeri kepala  adalah dengan menggunakan teknik hair cracking. Hair cracking atau scalp popping adalah teknik menarik dan memutar bagian rambut dengan kencang hingga terdengar bunyi “pop” untuk mengatasi sakit kepala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hair cracking terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien dewasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2022 sampai  20 Oktober 2022. Tenik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 20 responden pasien dewasa dengan nyeri kepala akut. Instrumen penelitian menggunakan SOP hair cracking dan skala nyeri dengan pengkajian PQRST. Hasil penelitian ini adalah nyeri kepala sebelum diberikan teknik hair cracking sebagian besar nyeri sedang sebanyak 15 responden (75%) dan setelah diberikan teknik hair cracking sebagian besar mengalami nyeri ringan sebanyak 10 responden (50%). Hasil uji Wilcoxon terdapat pengaruh hair cracking terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien dewasa dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) = 0,000. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh hair cracking terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien dewasa. Saran diharapkan kepada institusi pendidikan khususnya keperawatan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan referensi dan sebagai literature dalam pendidikan keperawatan serta sebagai acuan dalam pemberian tindakan non farmakologi  dalam  upaya membantu mengurangi nyeri kepala.
HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP STRES PADA REMAJA Rosma, Febriana; D Mustamu Qomal Pa’ni; Aoladul Muqarrabin; Teguh Achmalona; Baiq Fitrihan Rukmana
Journal Of Nursing Science Research Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Nursing Science Research
Publisher : Citra Internasional Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/jnsr.v1i1.426

Abstract

The research aims to determine the effect of spiritual intelligence on stress in teenagers at the Nurul Hidayah prayer room. This research uses a quantitative approach with a non- experimental design. The research population was all teenagers at the Nurul Hidayah prayer room and a sample of 24 people were taken using the Slovin formula with simple random sampling technique. The data collection method used the SWBS and DASS-21 questionnaires. Data analysis used chi-square analysis. The results of this research show that there is an influence of spiritual intelligence on stress with evidence of ? value = 0.009 < ? = 0.05, so that there is a significant influence of spiritual intelligence on stress levels in Nurul Hidayah prayer room teenagers. The higher a teenager's spiritual intelligence, the lower a person's stress level.