Samino Samino
FKM Universitas Malahayati B. Lampung

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Samino Samino; Nurhalina Sari; Kiki Karlina
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i3.506

Abstract

Stres kerja adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi tuntutan-tuntutan pekerjaannya sehingga ia merasa tidak nyaman dan tidak senang. Tingginya beban kerja kerja perawat menyebabkan tingginya stres kerja pada perawat. Tujuan penelitian diketahui hubungan tuntutan tugas, tuntutan peran, tuntutan antarpersonal dan kepribadian dengan stres kerja. Desain penelitian cross sectional,dengan 116 orang perawat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung 2017.Analisis menggunakan uji chi square, dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tuntutan peran terhadap stres kerja pada perawat (p=0,047), dan kepribadian (p=0,040) dengan stres kerja pada perawat.Sedangkan tidak ada hubungan tuntutan tugas(0,241) dan tuntutan antarpersonal (p=0,927) dengan stres kerja. Disimpulkan bahwa variabel tuntutan peran dan kepribadian merupakan faktor stres kerja pada perawat.Sedangkan variabel tuntutan tugasdan antarpersonal tidak terbukti sebagai penyebab stres kerja perawat. Disarankan bagi kepala ruangan untuk melakukan brefing secara rutin agar mengurangi stres kerja perawat
Analisis Perilaku Pencegahan Skabies pada Santri Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu Lampung Samino Samino; Nova Muhani; Ade Irmayanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.3626

Abstract

Skabies merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabie. Terdapat 18 (72%) santri menyatakan bahwa skabies sangat mengganggu, dan 23 (92%) santri mengungkapkan bahwa menjaga kebersihan diri dapat mencegah terjadinya skabies. Tujuan penelitian diketahui hubungan sikap, norma subjektif dan persepsi terhadap perilaku pencegahan skabies pada santri pondok pesantren Nurul Huda Pringsewu Lampung. Penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Populasi 531 dengan sampel 164 santri. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling. Alat ukur kuesioner, analisis data menggunakan uji Chi Square, dengan CI 95%. Variabel independet sikap, norma subjektif dan persepsi, sedangkan variabel dependent perilaku pencegahan skabies. Hasil uji Chi Square menunjukan, ada hubungan antara  sikap terhadap perilaku pencegahan skabies (p=0,01) namun, tidak ada hubungan antara norma subjektif terhadap perilaku pencegahan skabies (p=0,111) dan tidak ada hubungan antara persepsi terhadap perilaku pencegahan skabies (p=0,301). Dapat disimpulkan sikap menjadi penyebab perilaku pencegahan skabies sedangkan norma subjektif dan persepsi bukan menjadi penyebab perilaku pencegahan skabies pada santri. Disarankan bagi responden agar meningkatkan perilaku pencegahan skabies mandi 2x dalam sehari, selalu menjaga kebersihan diri dan menjaga kebersihan lingkungan.
Faktor Underweight Pada Balita 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Pringsewu Samino Samino; Christin Angelina Febriani; Sulistri Atmasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.3782

Abstract

ABSTRAKUnderweight merupakan permasalahan gobal, termasuk Indonesia. Underweight merupakan gabungan gizi kurang dan gizi buruk yang dapat mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Kasus underweight di wialayah kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Pringsewu masih cukup tinggi,  terbanyak menyerang usia 24-59 bulan. Tujuan penelitian diketahui faktor underweight pada balita 24-59 bulan.Desain penelitian case control dengan sampel 117 responden (39 kasus dan 78).  Pemilihan sampel kontrol dengan purposive sampling, analisis menggunakan uji chi square, dengan convident interval (CI) 95%.Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara pola konsumsi (0,001, OR 6,46), penyakit infeksi (0,001, OR 6,03), pola asuh (0,002, OR 5,07), menimbang berat badan (0,029, OR 2,662) dengan underweight. Tidak ada hubungan antara sanitasi dengan underweight (0,332). Dapat disimpulkan bahwa variabel pola konsumsi makan, penyakit infeksi, pola asuh, dan perilaku menimbang berat badan menjadi faktor penyebab underweight, sedangkan variabel sanitasi bukan menjadi faktor underweight. Disarankan petugas kesehatan aktif memberikan informasi mengenai PMT pabrikan, edukasi gizi seimbang kepada ibu balita, serta pentingnya melakukan penimbangan berat badan sebagai langkah pencegahan dan pengendalian faktor risiko  underweight.Kata Kunci : faktor underweight
Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat Mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Mandiri di Kecamatan Langkapura Bandar Lampung Tahun 2019 Annisa Roezwir; Samino Samino; Vera Yulyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2940

Abstract

JKN merupakan asuransi sosial yang wajib diikuti oleh seluruh penduduk Indonesia namun upaya untuk memperluas cakupan dilakukan secara bertahap. Pemerintah Provinsi Lampung mencatat peserta sebanyak 3.815.121 jiwa. Tujuan penelitian diketahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Mandiri di Wilayah Kerja Langkapura Bandar Lampung Tahun 2019. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dimana peneliti akan melakukan penelitian setelah proposal disetujui. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja Langkapura Kota Bandar Lampung. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang merupakan hasil dari kuesioner. Hasil penelitian diketahui dari 133 responden, sebanyak 104 (78,2%) responden bukan peserta JKN. Sebanyak 90 (67,7%) responden dengan pengetahuan kurang baik. Sebanyak 81 (60,9%) responden dengan pendapatan <Rp. 2.500.000. Sebanyak 78 (58,6%) responden dengan persepsi manfaat tidak baik. Sebanyak 69 (51,9%) responden dengan persepsi resiko sakit tidak baik. Ada hubungan pendapatan dengan nilai (p-value = 0,006 nilai OR 3,369). Ada hubungan Pengetahuan dengan nilai (p-value = 0,000 nilai OR 9.784). Ada hubungan persepsi manfaat dengan nilai (p-value = 0,000 nilai OR 6.762). Ada hubungan persepsi resiko sakit dengan nilai (p-value = 0,006 nilai OR 3.724). Faktor dominan adalah pengetahuan dengan nilai OR tertinggi yaitu sebesar 7,328 dan p–value sebesar <0.001. Saran petugas kesehatan dapat memberikan informasi yang baik pada masyarakat tentang pemanfaatan JKN pada pelayanan kesehatan.
Indek Keluarga Sehat: Studi Desa “X” Teluk Pandan, Pesawaran Samino Samino; Tranko Negara; Agin Gunando
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i2.1452

Abstract

ABSTRAKDerajat kesehatan Indonesia masih sangat rendah, tercermin dalam capaian dua belas indikator keluarga sehat. Masih tingginya ibu melahirkan yang tidak ditangani oleh tenaga kesehatan, persoalan penanganan 4T belum tuntas, masih tingginya angka keluarga yang merokok, balita kurang gizi, kelebihan berat badan, dan lain-lain. Tujuan penelitian diketahui dua belas indikator keluraga sehat dan indek keluarga sehat (IKS). Penelitian dilaksanakan di Desa “X”, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Responden 714 KK, berasal dari empat dusun (Tanjung Agung, Sinar Maju, Cikoak, dan Pematang). Pengambilan data dengan wawancara terpimpin dengan kuesioner diadopsi dari program PIS-PK, dilaksanakan Agustus 2018. Analisa data diskriptif (%), baik 12 indikator keluarga sehat maupun IKS RT, dusun, dan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian 12 indikator keluarga sehat lebih banyak yang belum tercapai (68.44%), yang tercapai baru (41.66%). Cakupan IKS Desa “X” masih sangat rendah (11,34%), termasuk dalam kategori Desa Tidak Sehat. Disarankan kepada pemerintah pusat untuk membuat kebijakan pundamental untuk menekan tingginya masyarakat yang merokok, dan belum ber-KB. Kepala desa dan Dinas Kesehatan/puskesmas/Bidan Desa agar lebih intensip ke kemasyarakat untuk memantau pelaksanaan 12 indikator keluarga sehat.
Faktor Penyebab Kejadian Stunting di Kampung Tawang Negri Wilayah Kerja Payung Rejo Lampung Tengah Tahun 2019 Ricky Dwi Satria; Samino Samino; Christine Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3017

Abstract

Kejadian stunting atau balita pedek merupakan salah satu masalah gizi yang di alami oleh balita. Kabupaten Lampung Tengah memiliki angka stunting cukup tinggi pada pada Provinsi Lampung. Salah satunya yaitu Kampung Tawang Negri yang memiliki angka stunitng 44,16%. Angka ini terbilang cukup tinggi karena kategori masalah gizi baik jika balita pendek kurang dari 20%.  Data pemberian ASI ekskusif selama 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Rejo pada tahun 2018 yaitu 42,70%. Data tersebut menunjukkan angka dibawah Standar Pelayanan Minimum. Tujuan dari penelitian ini untuk diketahui penyebab kejadian stunting berdasarkan intervensi spesifik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif pada bulan September – Desember tahun 2019. Informan dibagi menjadi informan utama yaitu ibu dengan anak stunting yang berjumlah empat orang, informan kunci yaitu koordinator gizi Puskesmas dan Dinas Kesehatan, dan Kader sebagai triangulasi. Pengambilan data menggunakan wawancara yang mendalam (Deep Interview). Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dari analisis data. Sebagian besar informan belum memahami Stunting baik dari pengertian, penyebab, pencegahan dan dampak. Semua informan mengaku sudah memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan. MPASI rutin diberikan 2-3 kali sehari namun untuk jenis makanan yang diberikan tidak bervariasi. Pengetahuan informan yang sebatas “tahu” berdampak pada ketidak mampuan dalam memahami maupun mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam melakukan upaya pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan angka kejadian stunting. Maka dari itu perlu dilakukan grup diskusi yang rutin saat melakukan pendekatan keluarga, untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat secara menyeluruh sehingga mampu melakukan upaya pencegahan secara mandiri.
IDENTIFIKASI FASILITAS SEKOLAH DASAR BERSIH SEHAT: STUDI PADA MADRASAH IBTIDAIYAH KOTA BANDAR LAMPUNG Samino Samino; Christin Angelina Febriani; Eva Finarika
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2333

Abstract

ABSTRAKKesehatan sekolah dalam lingkungan sekolah dasar menjadi hal yang penting, usia anak sekolah dasar menjadi usia yang rentan terhadap masalah kesehatan dan tumbuh kembang anak sangat signifikan. Menjaga kesehatan lingkungan sekolah harus memperhatikan sarana prasarananya di sekolah. Program Madrasah Ibtidaiyah Bersih Sehat (MIBS), oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan belum mampu meningkatkan mutu kesehatan sekolah/madrasah. Tujuan diketahui kualitas kelengkapan fasilitas UKS, CTPS dan Jamban di lima Madrasah Ibtidaiyah Kota Bandar Lampung 2019.Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data primer dengan melakukan observasi, wawancara mendalam dan data sekunder dengan melakukan kajian dokumen madrasah.Hasil penelitian menunjukkan kualitas kelengkapan fasilitas di lima Madrasah Ibtidaiyah, UKS sebesar 20,21 (50,54%) peringkat C kategori cukup, CTPS sebesar 7,41 (37,07%) peringkat D kategori kurang, jamban sebesar 24,60 (61,50%) peringkat C kategori cukup. Sedangkan kualitas kelengkapan fasilitas dari ketiga fasilitas UKS, CTPS, dan jamban sebesar 52,23 dengan peringkat C kategori “Cukup”. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pencapaian kualitas kelengkapan fasilitas UKS, CTPS, dan jamban di madrasah masih rendah. Disarankan, kepala madrasah dapat melakukan kerja sama dengan pihak ketiga. Kata kunci    : Kelengkapan fasilitas, UKS, CTPS, Jamban
ANALISIS HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DIINSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS PERTAMINA BINTANG AMIN LAMPUNG Fitri Ekasari; Samino Samino; Risnawati Risnawati
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i2.2400

Abstract

Salah satu tujuan Rumah Sakit adalah kepuasan pasien. Pengukuran tingkat kepuasan pasien mutlak dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. IGD merupakan gerbang utama pelayanan kegawatdaruratan di Rumah Sakit yang membutuhkan penanganan cepat, tepat dan cermat. Melalui Tim Survey RS Pertamina Bintang Amin merupakan RS rujukan di Bandar Lampung yang menyatakan bahwa kepuasan pasien di IGD masih kurang dari nilai standar yaitu >70%. Tujuan peneilitian ini adalah mengetahui Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien di RS Pertamina Bintang Amin tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat ke IGD RS Pertamina Bintang amin dengan jumlah sampel 148 pasien. Pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji Chi Square (X2) dan analisis multivariat menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian diperolah responden yang puas dengan pelayanan di IGD RSPBA ada 87 pasien (58,8%) sedangkan 61 pasien (41,2%) menjawab tidak puas dengan pelayanan di IGD. Mutu pelayanan kesehatan dalam dimensi tangibel dengan p-value (0,02), reliability dengan p-value (0,002) , responsiveness dengan p-value (0,00), assurance dengan p-value (0,04 )dan  emphaty dengan p-value (0,04)  memiliki hubungan dengan kepuasan pasien di IGD RSPBA dengan p-value < α (0,05). Responsiveness dan Reliability merupakan dimensi yang dominan terhadap kepuasan pasien tetapi tidak ada interaksi karena nilai p-value responsiveness by reliability (0,395) >p-value 0,25. Responsiveness memililiki nilai p-value 0,000 dan OR=5,237 sehingga dapat diasumsikan bahwa responsiveness berpengaruh besar terhadap kepuasan pasien. Saran bagi RSPBA adalah penambahan jumlah SDM baik medis dan non medis, meningkatkan komunikasi terapeutik dan dilakukannya system online pada bagian IT untuk mempermudah pendaftaran melakukan registrasi pasien untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di IGD RS Pertamina Bintang Amin. Kata kunci    : Analisis Hubungan, Tangibel, Reliability, Responsiveness,  Assurance, Emphaty, Kepuasan Pasien.
IMPLEMENTASI FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DALAM MENCIPTAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI RUMAH SAKIT “X” BANDAR LAMPUNG Samino Samino; Eka Lusi Suryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1089

Abstract

ABSTRAK Kawasan tanpa rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk melakukan kegiatan merokok, memproduksi, menjual, mengiklankan, promosi, dan atau mempromosikan produk tembakau. Rumah Sakit (RS) “X” di Bandar Lampung belum memiliki kebijakan yang mengatur penerapan KTR. Tujuan penelitian diketahui implementasi fungsi-fungsi manajemen dan dalam menciptakan KTR di RS “X” Bandar Lampung 2018. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan adalah kepala RS, kepala subbagian pengawasan internal, staf  dan pengunjung  RS. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan belum ada kebijakan kepala RS mengenai KTR, namun implementasi fungsi-fungsi manajemen dalam menciptakan KTR di RS sebagian telah dilaksanakan. Adanya fungsi pengorganisasian, pelaksanaan, adanya sosialisasi KTR, dan adanya poster terpasang dilingkungan RS. Demikian fungsi pengawasan, dilakukan dengan berkoordinasi dengan kepala sub bagian pengawasan internal.  Strategi yang dilakukan untuk menciptakan KTR, dengan menguatkan komitmen antara kepala RS dengan seluruh pimpinan dan staf RS, akan menyusun rencana program, mensosialisasikan, menjalankan, dan melakukan pengawasan serta evaluasi baik mingguan, bulanan, maupun tahunan. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa RS belum menetapkan kebijakan KTR serta belum menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara sempurna. Disarankan, para peneliti perlu melakukan penelitian ulang ditempat yang berbeda, serta bagi RS untuk menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara konsisten dalam menciptakan KTR.
KONSUMSI PISANG DAPAT MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Zaima Zaima; Samino Samino; Ana Mariza; Devi Kurniasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.1668

Abstract

ABSTRAK   Latar Belakang Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi ketika darah mengalir melalui pembuluh darah dengan kekuatan yang lebih besar dari biasanya.  Penanganan yang dapat dilakukan selain terapi farmakologis adalah dengan mempergunakan terapi non farmakologi atau terapi komplementer. Salah satu tindakan pencegahan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan cara mengkonsumsi buah pisang.  Tujuan penelitian adalah diketahui pengaruh konsumsi pisang terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Puskesmas Natar Kecamatan Natar Lampung Selatan 2019 Metode Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian dengan pendekatan quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami hipertensi dipuskesmas Natar Kecamatan Natar Lampung Selatan sebanyak 48 orang. Sampel 30 orang, Teknik sampling yang digunakan purposive sampling Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah uji  t-dependent. Hasil penelitian didapatkan bahwa Distribusi frkuensi tekanan darah pada lansia sebelum mengkonsumsi pisang rata-rata 153 mmHg, standar deviasi 68. Namun setelah mengkonsumsi didapatkan ratarata 130 mmHg, standar deviasi 64 hasilnya beda mean 13,4, diperoleh nilai p value 0,001 yang artinya ada pengaruh konsumsi pisang terhadap penurunan tekanan darah padalansia.  Kesimpulan: konsumsi pisang ambon sehingga menurunkan tekanan darah pada lansia.  Saran bagi lansia dan masyarakat, bagi masyarakat maupun keluarga dapat menerapkan pengobatan herbal yang tepat untuk mengobati gejala hipertensi salah satunya mengkonsumsi pisang ambon agar menurunkan kadar tekanan darah tinggi, jadi bisa mengurangi penggunaan obat-obatan farmakologi yang ada efek sampingnya.  Kata Kunci : Pisang Ambon, Hipertensi, LansiaI