Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Eksistensi Peraturan Desa Tentang Sanksi Pencurian (Na’o Norok) dalam Rangka Ketertiban dan Keamanan Masyarakat Desa Koting A Kecamatan Koting Kabupaten Sikka Melki Da Gomez; Rodja Abdul Natsir; Danar Aswim
Kertha Wicaksana Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kw.16.1.2022.57-62

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keberadaan peraturan desa tentang sanksi pencurian (Na'o Norok) dalam rangka ketertiban dan keamanan masyarakat di Desa Koting A Kecamatan Koting Kabupaten Sikka, dan untuk mengetahui seberapa efektif penerapan peraturan desa tersebut. peraturan desa tentang penerapan sanksi pencurian (Na'o Norok) dalam rangka ketertiban dan keamanan masyarakat di Desa Koting A Kecamatan Koting Kabupaten Sikka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder kemudian disajikan dalam bentuk analisis deskriptif dimana data yang dihasilkan dari sumber data primer dan sekunder dideskripsikan dan memberikan gambaran yang sesuai dengan kenyataan di lapangan untuk kemudian menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa pertama, adanya Peraturan Desa tentang penerapan sanksi pencurian (na'o norok) dapat dilaksanakan dan memberikan efek jera terhadap kehidupan sosial masyarakat dalam hal ini pencurian (na'o norok) norok) sehingga dapat tercipta ketertiban dan keamanan masyarakat dalam hal kepemilikan barang. . Kedua, dengan Peraturan Desa Nomor 07 Tahun 2018 pasal 3 ayat (2), ketertiban dan keamanan masyarakat dalam hal kenyamanan kepemilikan barang dapat terjaga, dan permasalahan sosial dapat dihindarkan, dalam hal ini kasus pencurian (na' o norok) karena masyarakat takut dikenakan sanksi adat.
Pengaruh Tata Tertib Sekolah terhadap Kesadaran Siswa di SMA SWASTA St. Petrus Kewapante Paula Hutrista; Abdullah Muis Kasim; Danar Aswim
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Sibernetik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v1i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa di SMA Swasta St.Petrus Kewapante. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif. Teknik dan pengumpulan data melalui tiga langkah, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Informen yang dijadikan sumber yaitu guru Bk, kepala sekolah, guru kesiswaan, dan siswa. Hasil penelitian adalah siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante masih sangat kurang mentaati aturan tata tertib yang diterapkan. Kurangnya kesadaran siswa terhadap tata tertib sekolah yang harus diterapkan. masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Banyak sikap buruk yang mereka lakukan karena kurangnya kesadaran pada diri mereka tentu saja hal ini berdampak negatif dari diri mereka sendiri. kesadaran diri berkurang misalnya tidak bertanggung jawab terhadap aturan yang telah dibuat, kurangnya percaya diri,mudah putus asa. Kurangnya kesadaran siswa serta pemahaman siswa tentang pentingnya tata tertib yang diterapkan. Upaya guru mengatasi siswa yang melanggar aturan tata tertib sekolah yaitu dengan cara teguran langsung kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah, dan mengeluarkan surat panggilan.
Menggali Nilai-Nilai Perkawinan Masyarakat Adat Wodonwair Ditinjau dari Aspek Sosial Budaya di Desa Wolomotong Kecamatan Doreng Petrus Ferdinandez; Abdullah Muis Kasim; Danar Aswim
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 3 No. 3 (2023): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v3i3.2561

Abstract

This study aims to determine the values in indigenous marriages in the Wodonwair Society, Wolomotong Village and how the application of customary marriage by the Wodonwair community is on review of the socio-cultural aspect. The research uses qualitative research. The data sources used in this study are primary data sources and secondary data sources. The data analysis technical used consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The traditional marriage in Wolomotong Village people is recognized by the local community and run from every layer of local people or from generation to generation. In the customary marriage process that exists in the people of Wolomotong Village have the stages that must be carried out by a couple who want to commit indigenous marriage. Each stage in the marriage process has its own value. Traditional marriage is still being run by all communities present in the Wodonwair Village area.