Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Mengembangkan Produk Olahan Berbasis Local Natural Potensial menjadi Makanan Khas Daerah (Bomilu Halmahera) di Desa Dufa-Dufa Kabupaten Halmahera Utara Sasmayunita Sasmayunita; Risna Srinawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6970

Abstract

Pengabdian ini merupakan pengembangan potensi alam yang ada di Kecamatan Tobelo dengan Judul pendampingan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Mengembangkan Produk Olahan Berbasis Local Natural Potensial Menjadi Makanan Khas Daerah “Bomilu Halmahera” di Desa Gamsungi Kabupaten Halmahera Utara. Mitra pada pengabdian ini adalah seluruh masyarakat Desa Gamsungi khususnya istri dari para petani jagung di Desa tersbut. Kegiatan PKM ini di laksanakan pada bulan Agustus 2023. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari 3 tahap yaitu 1) observasi yang dilakukan antara mahasiswa dan dosen pendamping, (2) sosialisasi dan praktek pembuatan kue, dan (3) monitoring kerja mitra. Berdasarkan hasil observasi yang kemudian dikaji, sehingga disimpulkan bahwa permasalahan mitra adalah potensi hasil pertanian yang berupa jagung cukup melimpah, namun nilai jualnya cukup rendah yakni berkisar dari 2000-3000/biji yang mengakibatkan pedapatan ekonomi rumah tangga tidak mengalami peningkatan, dibutuhkan sebuah inovasi agar dapat meningkatkan hasil pendapatan, seperti bisa dijadikan dan dikembangkan menjadi sebuah makanan khas dari daerah tersebut yang akhirnya mampu meningkatkan pendapatan para petani jagung. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat sangat antusias pada sosialisasi Teknik Pengembangan produk olahan jagung menjadi kue bolu, namun karena keterbatasan alat yang digunakan oleh tim pengabdian sehingga hanya memfokuskan pada ibu rumah tangga yang suaminya merupakan petani jagung sebanyak 20 peserta. Harapannya adalah peserta yang terpilih ini mampu menjadi perintis dalam pengembangan produk olahan jagung. Selama proses pengabdian sudah bisa ditarik kesimpulan bahwa produk ini akan menjadi salah satu ikon didaerah Halmahera, terbukti dengan rasanya yang sangat enak ditambah lagi pemebrain nama yang cukup unik yaitu bomuli halmahera. Bomilu diambil dari kata bolu milu, artinya bolu yang terbuat dari jagung, sedangkan Halmahera diberikan agar pasarnya bisa lebih luas yang meliputi seluruh daerah Halmahera, bauk utara, Selatan, timur maupun barat.
KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMP ISLAM TERPADU (IT) NURUL HASAN MENGGUNAKAN LESSON STUDY Johar Amir; Sasmayunita Sasmayunita
SOSCIED Vol 6 No 2 (2023): SOSCIED - November 2023
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jsoscied.v6i2.747

Abstract

The purpose of this research is to describe the ability of higher order thinking in Indonesian language learning of seventh grade students of Nurul Hasan Integrated Islamic Junior High School (IT) using Lesson Study. The method used in this research is descriptive quantitative research method. The data in this study are in the form of test results of higher-order thinking skills using Lesson Study, observation data and interview data of VII grade teachers of Nurul Hasan Integrated Islamic Junior High School (IT). There are two types of data in the research, namely (1) primary data in the form of observation and interview results and (2) secondary data in the form of test results of higher order thinking skills using Lesson Study. The data analysis technique used in this research is quantitative descriptive analysis technique. Based on the data analysis of the results of this study, on the learning test of higher order thinking skills using Lesson Study students have been able to develop the ability to think critically to solve problems in learning through C3 remembering, C4 analyzing, C5 creating or inventing, and C6 high level thinking. The results showed that students can meet the high-level thinking skills seen from the way students remember, then analyze to find out differences in relevant things, can organize information and can connect information in a concept at the creation stage, students can recreate the preparation of official letters and personal letters well in accordance with the steps of letter writing.
GENDER DALAM NOVEL HABIS GELAP TERBITLAH TERANG KARYA ARMIJN PANE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Sasmayunita Sasmayunita; Dewi Al Aisah
Jurnal Bilingual Vol 11, No 2: Jurnal Bilingual Edisi Oktober 2021
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.bilingual.v11i2.3996

Abstract

The purpose of this study is to describe gender inequality and the characterizations contained in the novel Habis Gelap Terbitlah Terang by Armijn Pane. The method used is a descriptive method with a qualitative approach. The objectives of the research are gender inequality and the characterizations in the novel Habis Gelap Terbitlah Terang by Armijn Pane published by Balai Pustaka. Content analysis techniques were applied to analyze the data. The result of the research shows that: 1) the marginalization of women is contained in the novel Habis Gelap Terbitlah Terang by Armijn Pane. 2) women's subordination, 3) stereotypes of women who obey customs, and 4) stereotypes that place women's position in a weak place. In addition, the research results obtained in this study are in the form of a study of the characters in the novel, which can be divided into several types of naming based on the angle from which the naming was done. A character can be categorized by several types of naming at once. From the results of the analysis, it can be concluded that the characterizations are more emphasized on the female main character, namely R.A Kartini, While the additional characters occupy the minority portion. However, the figures who accept the form of gender injustice are R.A Kartini, M. Ngasirah, Kardinah, and Rukmini. In the female figures, the injustices received are in the form of marginalization, subordination, stereotypes, and violence against women.
Pelatihan dan Pendampingan Media Pembelajaran Canva For Education Bagi Guru Bahasa SMA Se-kecamatan Ternate Utara Adriani Adriani; Sasmayunita Sasmayunita; Aswal Salewangeng
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6632

Abstract

Di era digital ini, teknologi telah menjadi bagian integral dari pendidikan, dan guru-guru perlu memiliki keterampilan dalam menciptakan materi pembelajaran yang menarik dan berinteraksi dengan siswa. Salah satu media digital yang dapat digunakan dalam menciptkan materi pembelajaran yang menarik yaitu Canva For Education. Canva For Education adalah alat desain grafis berbasis web yang menyediakan fitur yang memungkinkan guru untuk membuat materi pembelajaran yang menarik seperti, presentasi, poster, infografis, dan lainnya. Oleh karena itu, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) kepada guru-guru bahasa di SMA Kecamatan Ternate Utara terkait penggunaan media canva. Tujuan kegiatan PKM ini yaitu untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengoptimalkan potensi canva dalam pembelajaran, dan mengajarkan cara membuat materi pembelajaran yang interaktif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pendampingan ini mencakup bimbingan individu atau kelompok kecil kepada guru-guru dalam merencanakan, membuat, dan menggunakan materi pembelajaran Canva dengan efektif. Pendampingan juga memungkinkan guru untuk berbagi pengalaman dan ide-ide kreatif dalam penggunaan Canva. Hasil dari pelatihan dan pendampingan ini adalah peningkatan kemampuan guru dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan berinteraksi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi dan pencapaian siswa. Serta membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat SMA, dan memberikan gambaran tentang manfaat penggunaan teknologi ini dalam pendidikan.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Mengembangkan Produk Olahan Berbasis Local Natural Potensial menjadi Makanan Khas Daerah (Bomilu Halmahera) di Desa Dufa-Dufa Kabupaten Halmahera Utara Sasmayunita Sasmayunita; Risna Srinawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6970

Abstract

Pengabdian ini merupakan pengembangan potensi alam yang ada di Kecamatan Tobelo dengan Judul pendampingan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Mengembangkan Produk Olahan Berbasis Local Natural Potensial Menjadi Makanan Khas Daerah “Bomilu Halmahera” di Desa Gamsungi Kabupaten Halmahera Utara. Mitra pada pengabdian ini adalah seluruh masyarakat Desa Gamsungi khususnya istri dari para petani jagung di Desa tersbut. Kegiatan PKM ini di laksanakan pada bulan Agustus 2023. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari 3 tahap yaitu 1) observasi yang dilakukan antara mahasiswa dan dosen pendamping, (2) sosialisasi dan praktek pembuatan kue, dan (3) monitoring kerja mitra. Berdasarkan hasil observasi yang kemudian dikaji, sehingga disimpulkan bahwa permasalahan mitra adalah potensi hasil pertanian yang berupa jagung cukup melimpah, namun nilai jualnya cukup rendah yakni berkisar dari 2000-3000/biji yang mengakibatkan pedapatan ekonomi rumah tangga tidak mengalami peningkatan, dibutuhkan sebuah inovasi agar dapat meningkatkan hasil pendapatan, seperti bisa dijadikan dan dikembangkan menjadi sebuah makanan khas dari daerah tersebut yang akhirnya mampu meningkatkan pendapatan para petani jagung. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat sangat antusias pada sosialisasi Teknik Pengembangan produk olahan jagung menjadi kue bolu, namun karena keterbatasan alat yang digunakan oleh tim pengabdian sehingga hanya memfokuskan pada ibu rumah tangga yang suaminya merupakan petani jagung sebanyak 20 peserta. Harapannya adalah peserta yang terpilih ini mampu menjadi perintis dalam pengembangan produk olahan jagung. Selama proses pengabdian sudah bisa ditarik kesimpulan bahwa produk ini akan menjadi salah satu ikon didaerah Halmahera, terbukti dengan rasanya yang sangat enak ditambah lagi pemebrain nama yang cukup unik yaitu bomuli halmahera. Bomilu diambil dari kata bolu milu, artinya bolu yang terbuat dari jagung, sedangkan Halmahera diberikan agar pasarnya bisa lebih luas yang meliputi seluruh daerah Halmahera, bauk utara, Selatan, timur maupun barat.
The Problematics of Learning Indonesian Literature in the Pandemic Era at Islamic Junior High School 1 Ternate City Sasmayunita; Hubbi Saufan Hilmi
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Linguistik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jr.8.2.2022.202-207

Abstract

This study aims to describe the problems in learning Indonesian Language and Literature during the Islamic Junior High School 1 Ternate City pandemic. The method used in this research is qualitative, with the research location in Islamic Junior High School 1 Ternate City. The data in this study are the results of observations about the process of learning literature in Islamic Junior High School 1 Ternate city. Data collection techniques in this study are observation, documentation, and interviews. The data that has been collected is analyzed in several stages, including data reduction, data presentation, member checks, and conclusion. The results showed that the problems of learning literature in Islamic Junior High School 1 Ternate city were caused by some factors. They are the unprepared implementation of the online teaching and learning process, inadequate devices, the high price of data packages for eastern Indonesia, the lack of enthusiasm of students in online learning, and the mastery of science and technology among teachers, which is not sufficient. In addition, problems in learning literature arise due to the lack of innovative and creative teachers in applying learning methods, learning media, and students reading interest in reading materials in the form of literary works, which are still in the low category.
Penyuluhan Pencegahan Bullying dan Narkoba Berbasis Kemitraan Untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 5 Ternate Andi Tenri Pada Agustang; Rusman Rasyid; Wahyudin Noe; Sasmayunita Sasmayunita; Muhammad Ali Wahid; Umihani Naser; Yusri N Syamsudin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1553

Abstract

Perilaku Bullying (perundungan) dan Narkoba yang terjadi di dunia pendidikan khususnya siswa perlu mendapat perhatian serius agar tidak berkembang. Kedua perilaku negatif tersebut dapat berdampak buruk baik bagi pelaku, korban, sekolah, orang tua, maupun masyarakat. Pentingnya sosialisasi atau penyuluhan di sekolah khususnya SMA Negeri 5 Kota Ternate sebagai tindakan preventif untuk memberikan edukasi kepada para siswa dalam rangka mencegah dan menjauhkan diri dari perilaku menyimpang, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, inklusif, sehat, serta berprestasi. Metode yang digunakan pada kegiatan penyuluhan adalah ceramah dan diskusi. Hasilnya menggambarkan bahwa kegiatan peyuluhan Pencegahan Bullying dan Narkoba Berbasis Kemitraan untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila sangat bermanfaat bagi siswa guna menambah pengetahuan, pengalaman, serta membentuk karakter yang baik berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai bekal dalam menghadapi tantangan era disrupsi dan meraih masa depan yang cerah. Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dengan indikator keberhasilan dilihat dari aspek kehadiran mencapai 100% dan partisipasi yang tinggi dalam memberikan suatu pandangan terhadap topik yang dibahas.
ADAPTASI LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA: STUDI PADA MAHASISWA DI KOTA TERNATE Sasmayunita Sasmayunita; Roni Kurniawan
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 6 Number 3 October 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v6i3.85700

Abstract

This study explores the lived experiences of language education students in adapting to digital literacy practices shaped by generative AI technologies. Using a descriptive phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving 26 participants selected through purposive sampling. Thematic analysis revealed six major themes: transformation of learning patterns, in which students shifted from conventional learning to more responsive AI-assisted learning; linguistic development, reflected in improved awareness of grammar, vocabulary, and sentence structure; ethical confusion, marked by uncertainty about the boundary between legitimate assistance and academic misconduct; institutional attitudes, shown through inconsistent responses from lecturers and the university; creativity, where AI stimulated new ideas but also risked passive dependence; and students’ expectations for clearer ethical guidance and structured integration of AI in learning. These findings indicate that digital literacy in the generative AI era is not limited to technical skills, but also involves critical awareness, ethical reflection, and sensitivity to academic and sociocultural contexts. The study highlights the need for AI-integrated language education curricula that are critical, ethical, and reflective.