Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DISPARITAS PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM:PENGALIHAN KEPEMILIKAN SAHAM DALAM TRANSAKSI REPO Dyah Hapsari Prananingrum; Gilang Kriska Trisakti
Citra Justicia : Majalah Hukum dan Dinamika Masyarakat Vol 24, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/cj.v24i2.3413

Abstract

Transaksi Repo merupakan suatu bentuk transaksi yang muncul akibat dinamika perkembangan transaksi di pasar modal. Terdapat multi pengertian mengenai apakah itu repo. Repo dapat diartikan kontrak jual beli suatu efek dengan perjanjian akan membeli atau menjual kembali efek pada waktu dan harga sudah ditetapkan. Permasalahan hukum yang diangkat dalam penulisan ini bersumber dari 2 (dua) putusan yang telah inkracht dan secara substansi memiliki kesamaan peristiwa hukum yaitu transaksi Repo saham dimana pihak pembeli mengalihkan saham repo dengan tanpa izin dari penjual. Dalam putusan pertama yaitu putusan No.1491/K.Pid.Sus/2016 diputus bersalah melakukan tindak pidana penggelapan, sedangkan dalam putusan nomor 1104/K.Pid.Sus/2017 diputus lepas dari segala tuntutan hukum. Penulis menyatakan bahwa putusan No.1491/K.Pid.Sus/2016 tidak tepat terkait tanggapan poin perkara yang sebenarnya. Sedangkan dalam putusan No. 1104/K.Pid.Sus/2017 putusan dalam perkara sudah tepat, namun pertimbangan hukumnya masih kurang cukup. Adapun poin hukum yang hendak ditunjukan terkait perbuatan pihak pembeli tanpa seiJin penjual mengalihkan saham transaksi Repo secara yuridis lebih tepat dikualifikasikan sebagai wanprestasi. Tulisan ini hasil dari penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif,menggunakan bahan hukum primer 2 putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan dan dilengkapi denganbahan hukum sekunder. Menggunakan pendekatan kasus,pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. 
Badan Hukum Gereja dan Good Church Governance Prananingrum, Dyah Hapsari; Putri, Kezia Annabel Rinda
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v4i22023p217-226

Abstract

The existence of the church in the midst of life has 2 systems. First is the kingdom system of GOD which prioritizes the values ​​of Christ on the one hand and the social system and state system which still also has legal, economic and cultural entities on the other hand. In a state system, the church as a legal subject has the rights, obligations and authority to carry out legal acts and bear legal responsibilities The church has separate assets from the founder or owner and administrators which must be managed properly. One of the church's legal actions in the civil sector is managing church property, managing rights to land and buildings, making agreements with third parties such as building contractors, procuring goods and services. The method of this activity is through socialization, using Google Meet application. The target of this activity is the community within the Central Sulawesi Christian Church (GKST).
Rekam Medis Elektronik Berbasis Cloud Computing: Pertanggungjawaban Hukum Akibat Kebocoran Data Pasien Yanto, Oliviani; Putri, Kezia Annabel Rinda; Prananingrum, Dyah Hapsari
Widya Yuridika Vol 8 No 1 (2025): Law and Society
Publisher : Universitas Widya Gama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/wy.v8i1.5864

Abstract

The primary objective of this research is to analyze legal liability in breach of patient’s medical record in SatuSehat platform that provides Cloud Computing-based electronic medical record. This research is a document study or normative legal research that uses conceptual approach and statute approach. The Omnibus Health Law and Minister of Health Regulation about Medical Records require in implementation of medical records must be in electronic form or electronic medical records. As a result of this obligation, legal issue arises related to the protection and confidentiality of patient data which stored and managed by electronic medical record’s administrator. Focus of this research is the implementation of a cloud computing-based electronic system through a system developed by the Ministry of Health which is SatuSehat. This research shows that the party who legally liable for the implementation of Cloud Computing-based electronic medical records is the Ministry of Health, the reason is because there is a transfer of legal liability from healthcare facility to the Ministry of Health because initially the patient data is received by the healthcare facility, and then integrated into the Cloud Computing-based electronic medical record. So because of that, Ministry of Health as a party who has full authority of the data that has been received and integrated in SatuSehat system must held the responsibility if there is a problem with the data. Therefore, the purpose of this study is not only to analyze of the legal responsibility but also to provide legal basis for the protection of hospitals, doctors and patients in the event of a data leak in the SatuSehat Platform. In addition, authors analyzes the protection principles applied in Indonesia with three pillars of patient health data protection applied in the United States.
Best Practices Layanan Telemedisin Rumah Sakit Yayasan dalam Pemenuhan Hak Kesehatan Prananingrum, Dyah Hapsari; Prasetyo, Abigail; Yanto, Oliviani; Putri, Kezia Annabel Rinda
Widya Yuridika Vol 8 No 1 (2025): Law and Society
Publisher : Universitas Widya Gama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/wy.v8i1.5958

Abstract

This research analyzes the fulfillment of health rights through telemedicine services by Foundation Hospitals. The best practice of telemedicine services by Panti Wilasa Citarum Hospital is carried out as a form of citizens' right to health as mandated in the Constitution. The best practice of hospital telemedicine is in line with the character of the foundation that prioritizes humanitarian values and is not for profit.  This research is an empirical juridical research that uses field studies complemented by literature studies. A purposive sampling technique was used to sample the good practice of telemedicine in Panti Wilasa Citarum Hospital. Primary data was collected by interviewing the director and the doctor in charge of telemedicine, while secondary data was collected by literature study. After the data is collected, it is analyzed qualitatively. From this study, the fulfillment of patient health rights in telemedicine services is in principle subject to the 1945 Constitution, Law Number 17 of 2023 concerning Health and implementing regulations governing patient rights. The findings in this study are that the Foundation Hospital or Panti Wilasa Citarum Hospital, the best practices carried out have described practices that refer to a model of excellence in telemedicine services that can be utilized by other hospitals as a model for telemedicine and the government in formulating policies that can encourage better implementation of telemedicine by Foundation Hospitals. Furthermore, the fulfillment of patient health rights in the implementation of best practices in hospital telemedicine services, in the form of being given the correct answer from the results of the examination, giving the right medicine, getting assistance if the patient is in a category that must be accompanied, and getting personal data protection. Thus, the right to health has been fulfilled through the Foundation Hospital telemedicine service.
Telaah Terhadap Penagihan Pajak Badan Kepada Penanggung Pajak Perseroan Terbatas Berdasarkan Juridical Realistic Theory dan Organ Theory Anjas, Rifai Riwandana; Prananingrum, Dyah Hapsari
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 4 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (Mei - Juni 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i4.2096

Abstract

Penagihan pajak badan kepada pengurus sebagai penanggung pajak Perseroan Terbatas berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 61 Tahun 2023Tentang Tata Cara Pelaksanaan Penagihan Pajak Atas Jumlah Pajak Yang Masih Harus Dibayar sebagai peraturan pelaksana Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Undang-Undang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa disandingkan dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Pandangan pengurus Perseroan Terbatas sebagai penanggung pajak Perseroan Terbatas turut bertanggung jawab atas hutang pajak dan biaya penagihan pajak dan pandangan mengenai siapa saja yang dimaksudkan sebagai pengurus Perseroan Terbatas menjadi titik tolak permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian atau ketidaksesuaian  penagihan pajak badan kepada penanggung pajak Perseroan Terbatas dengan teori kenyataan yuridis dan teori organ. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan penedekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukan penagihan pajak badan kepada penanggung pajak pajak Perseroan Terbatas tidak sesuai dengan teori kenyataan yuridis dan teori organ
PENGIKATAN PERJANJIAN JUAL BELI DALAM TRANSAKSI JUAL BELI TANAH Binela, Bella Anastasya; Prananingrum, Dyah Hapsari
Jurnal Ilmu Hukum: ALETHEA Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Hukum: ALETHEA
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/alethea.vol7.no1.p20-35

Abstract

Perjanjian Pengikatan Jual Beli merupakan salah satu bentuk dari perjanjian tidak bernama (innominaat) yang diakui keberadaannya di Indonesia. Dibuatnya perjanjian tersebut memiliki kedudukan sebagai pra-perjanjian. Adapun yang menjadi fokus Penulis dalam artikel ini adalah mengenai dibatalkannya Perjanjian Pengikatan Jual Beli oleh hakim, apakah sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Dalam penulisan ini menggunakan kajian normatif, yang menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Penulis menyimpulkan bahwa, Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang dibuat tersebut tidak memenuhi unsur objektif dalam perjanjian. Oleh karena tidak terpenuhinya unsur objektif tersebut, maka memiliki akibat hukum kepada perjanjiannya, yaitu perjanjian menjadi batal demi hukum atau tidak dianggap tidak pernah ada.
Telaah Terhadap Penagihan Pajak Badan Kepada Penanggung Pajak Perseroan Terbatas Berdasarkan Juridical Realistic Theory dan Organ Theory Rifai Riwandana Anjas; Dyah Hapsari Prananingrum
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 4 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (Mei - Juni 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i4.2096

Abstract

Penagihan pajak badan kepada pengurus sebagai penanggung pajak Perseroan Terbatas berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 61 Tahun 2023Tentang Tata Cara Pelaksanaan Penagihan Pajak Atas Jumlah Pajak Yang Masih Harus Dibayar sebagai peraturan pelaksana Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Undang-Undang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa disandingkan dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Pandangan pengurus Perseroan Terbatas sebagai penanggung pajak Perseroan Terbatas turut bertanggung jawab atas hutang pajak dan biaya penagihan pajak dan pandangan mengenai siapa saja yang dimaksudkan sebagai pengurus Perseroan Terbatas menjadi titik tolak permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian atau ketidaksesuaian  penagihan pajak badan kepada penanggung pajak Perseroan Terbatas dengan teori kenyataan yuridis dan teori organ. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan penedekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukan penagihan pajak badan kepada penanggung pajak pajak Perseroan Terbatas tidak sesuai dengan teori kenyataan yuridis dan teori organ