Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Efektivitas Program Pelatihan Kerja Terhadap Peningkatan Pendapatan Peserta Pelatihan Di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Barru Meisya Putri Maulidya; Mira Mira; Amelia Rezki Septiani Amin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas program pelatihan kerja terhadap peningkatan pendapatan peserta pelatihan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Barru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta pelatihan kerja pada periode 2022–2024, dengan sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan uji instrumen penelitian, uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan peserta pelatihan. Hal ini dibuktikan dari hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Selain itu, hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel program pelatihan kerja mampu menjelaskan variasi peningkatan pendapatan peserta pelatihan. Dengan demikian, semakin efektif pelaksanaan program pelatihan kerja, maka semakin besar peningkatan pendapatan peserta pelatihan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Barru. Hal ini sejalan dengan Teori Human Capital yang menyatakan bahwa pelatihan merupakan investasi pada sumber daya manusia yang dapat meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan pendapatan individu.
Slippery Slope Theory Dalam Konteks Indonesia: Mengkaji Ulang Peran Trust Dan Power Terhadap Kepatuhan Pajak (Studi Kasus KPP Pratama Makassar Selatan) Desiyana Salsabillah; Mira Mira; Muhammad Khaedar Sahib
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh trust (kepercayaan) dan power (kekuatan otoritas pajak) terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada KPP Pratama Makassar Selatan dalam perspektif Slippery Slope Theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Makassar Selatan. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, serta uji hipotesis dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan wajib pajak terhadap otoritas pajak, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pajak. Selain itu, variabel power juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, yang mengindikasikan bahwa kekuatan otoritas pajak melalui pengawasan, pemeriksaan, dan penegakan sanksi mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Secara simultan, variabel trust dan power berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Penelitian ini mendukung Slippery Slope Theory yang menyatakan bahwa kepatuhan pajak dapat dibentuk melalui kombinasi antara kepercayaan wajib pajak terhadap otoritas pajak dan kekuatan otoritas dalam menegakkan aturan perpajakan.
EDUKASI EKONOMI PAJAK: MENGURAI MISPERSEPSI SEBAGAI PARADOKS MASYARAKAT TERHADAP PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA MAKASSAR Mira Mira; Khairil Asnan Haedar; Andi Nirma Baya Batara
Barani: Journal of Community Service Learning Vol 1 No 1 (2025): Barani: Journal of Community Service Learning
Publisher : STKIP Darud Da'wah wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/barani.v1i1.442

Abstract

Pajak merupakan kewajiban finansial yang harus dipenuhi oleh individu maupun badan usaha kepada negara sebagai bentuk kontribusi dalam pembiayaan pelayanan publik dan menjaga keseimbangan ekonomi nasional. Salah satu jenis pajak yang signifikan di tingkat daerah adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Meski demikian, masih banyak masyarakat yang mengalami mispersepsi sebagai paradoks masyarakat terhadap pajak kendaraan bermotor di Kota Makassar, di mana persepsi yang keliru menyebabkan ketidaksesuaian antara kesadaran membayar pajak dan kenyataan pemenuhan kewajiban. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengkaji bagaimana mispersepsi terhadap pajak kendaraan bermotor memengaruhi proses pengambilan keputusan dalam kepatuhan pajak kendaraan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan; dan 2) Menganalisis bagaimana kesalahan persepsi terhadap regulasi PKB berdampak pada sikap dan perilaku wajib pajak dalam menentukan keputusan kepatuhan terhadap pajak kendaraan bermotor di wilayah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif survey dengan menggunakan instrumen penelitian lembar wawancara dan lembar observasi. Hasil wawancara dengan pihak SAMSAT Kabupaten Gowa menunjukkan bahwa meskipun masyarakat secara umum tidak mengalami mispersepsi terkait PKB, potensi mispersepsi masih terdapat pada kelompok usia 21–27 tahun dan perempuan dengan pengalaman terbatas dalam pembayaran pajak. Sementara itu, hasil wawancara dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar mengindikasikan bahwa mispersepsi mencakup seluruh aspek, mulai dari misinformation hingga faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, dan pekerjaan.
Comparative analysis of leading and lagging techniques in investment strategies Detri Heri Gemita; Muchriana Muchran; Mira Mira
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/optimum.v16i1.13641

Abstract

This research compares the accuracy and performance of leading and lagging indicators in predicting stock price movements on the IDXGrowth30 index over a three-year period from January 2021 to December 2023. Leading indicators provide signals before a trend forms, while lagging indicators confirm trends after price movements have occurred. The Relative Strength Index (RSI) is used as a representation of the leading indicator, while the Parabolic Stop and Reverse (Parabolic SAR) represents the lagging indicator. This study evaluates the effectiveness of technical indicators in supporting investment decisions based on signaling theory. The results show that RSI has an accuracy rate of 94%, higher than Parabolic SAR's 39%, and also generates a larger return (14.652 compared to 3.032). These findings indicate that RSI is more effective in providing fast and accurate signals for growth-oriented stocks. This research fills a gap in the literature regarding the comparison of technical indicators on the IDXGrowth30 index, although the generalization of results remains limited.
Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Agusdiwana Suarni; Mira
GIAT Teknologi untuk Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/giat.v1i1.5856

Abstract

Pelaporan keuangan Masjid belum ada peraturan yang mewajibkan dan ditetapkan dalam pelaporan keuangan berbeda halnya perusahan, pemerintah dan lembaga Zakat. Olehnya itu Ta’mir Masjid belum mencatat sempurna berdasarkan standar akuntansi keuangan. Ta’mir Masjid masih ada yang menggunakan cara manual untuk mencatat sedekah, infaq, Zakat, Wakaf Jamaah Masjid. Smart Mosque adalah konsep dimana Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah akan tetapi Masjid menjadi wadah edukasi berbagai hal yaitu ramah anak, ekonomi Islam dan hal produktif lainnya. Kegiatan pengabdian Masyarakat memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh para pengurus Ta’mir Masjid Pusat Dakwah Muhammadiyah yang masih menggunakan pencatatan yang sangat sederhana dan manual. Hasil dari kegiatan tersebut yaitu adanya kepercayaan Jamaah Masjid dan Masjid menjadi pusat peradaban ilmu, menjadi tempat edukasi ilmu sebagaimana fungsi dan peran Masjid di Masa Nabi SAW dan para sahabat sehingga donasi, sumbangan, infaq, sedekah, Zakat dan Wakaf semakin meningkat dengan adanya program PKM. Metode yang digunakan yaitu dimulai dari Pelatihan, Pendampingan sampai kepada evaluasi Pencatatan Laporan Keuangan Masjid dan Pembuatan Website Masjid. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara offline bersama dengan pengurus harian Masjid dan Remaja Masjid. Hasil Program Pengabdian Masyarakat di Masjid Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan tidak lagi menggunakan pencatatan keuangan secara manual dan Website Masjid sehingga kegiatan Masjid dan laporan keuangan setiap bulan, triwulan dan tahun diupload di Website Masjid. Ta’mir Masjid telah melakukan transparansi, akuntabilitas dan mematuhi tata kelola Masjid yang sesuai dengan prosedur menjadi bagian dari Smart Mosque.
Peran Transparansi Financial Decision dalam Memediasi Pengaruh Financial Attitude terhadap Financial Well-Being (Penerima KIP Kuliah) Syahrul Nasarudin; Mira Mira; Masrullah Masrullah
Jurnal Riset Akuntansi Politala Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Riset Akuntansi Politala
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian bagi Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jra.v9i2.700

Abstract

This study aims to analyze the mediating role of financial decision transparency in the relationship between financial attitude and financial well-being among KIP Kuliah recipients at Universitas Muhammadiyah Makassar. As a government-funded educational assistance program, KIP requires responsible financial management to enhance students’ financial well-being. However, positive financial attitudes do not automatically lead to financial well-being without transparent financial decision-making practices. This study employs a quantitative approach using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Primary data were collected through questionnaires distributed to KIP recipients. The analysis included validity, reliability, and hypothesis testing using bootstrapping techniques. The results indicate that financial attitude has a significant positive effect on financial decision transparency. Financial decision transparency also has a significant positive effect on financial well-being. Furthermore, financial decision transparency partially mediates the relationship between financial attitude and financial well-being. These findings suggest that students’ financial well-being improves when positive financial attitudes are translated into transparent and accountable financial decisions.
Pengaruh Leverage dan Pengungkapan Environmental Social Governance terhadap Tax Avoidance di Perusahaan Manufaktur di BEI : Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur BEI Periode 2020–2022 Muhammad Afdhal Arifuddin; Mira Mira; Masrullah Masrullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8669

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh leverage dan pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 79 perusahaan dengan total 237 observasi selama tiga tahun pengamatan. Tax avoidance diukur menggunakan Cash Effective Tax Rate, sedangkan leverage dan pengungkapan ESG digunakan sebagai variabel independen. Analisis dilakukan dengan regresi data panel menggunakan Random Effect Model setelah melalui pengujian asumsi klasik, meliputi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tax avoidance dengan koefisien sebesar -0,238316 dan probabilitas 0,0000. Pengungkapan ESG juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tax avoidance dengan koefisien -42,38262 dan probabilitas 0,0000. Secara simultan, leverage dan pengungkapan ESG berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance dengan probabilitas F-statistic sebesar 0,000000. Nilai R-squared sebesar 0,223278 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 22,3 persen variasi tax avoidance, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa manfaat pajak dari beban bunga serta transparansi dan akuntabilitas dalam praktik ESG dapat menurunkan kecenderungan perusahaan melakukan penghindaran pajak. Hasil penelitian juga memberikan implikasi bagi manajemen dan pemangku kepentingan dalam memperkuat kebijakan pendanaan, pelaporan keberlanjutan, dan kepatuhan perpajakan.
Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional dan Bank Syariah di Indonesia Awal Saputra; Mira Mira; Basri Basir
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan bank konvensional dan bank syariah di Indonesia dengan menggunakan rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), dan Return On Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan bank konvensional dan bank syariah yang terdaftar di Indonesia selama periode penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent sample t-test untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan antara bank konvensional dan bank syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara bank konvensional dan bank syariah pada variabel CAR, NPL, dan ROA. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi masing-masing variabel yang lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CAR bank syariah sebesar 23,85% lebih tinggi dibandingkan bank konvensional sebesar 21,36%, sehingga menunjukkan bahwa bank syariah memiliki tingkat kecukupan modal yang lebih baik. Pada variabel NPL, nilai rata-rata bank syariah sebesar 2,89% lebih tinggi dibandingkan bank konvensional sebesar 2,23%, yang menunjukkan bahwa tingkat pembiayaan bermasalah pada bank syariah relatif lebih tinggi. Sementara itu, nilai rata-rata ROA bank syariah sebesar 2,67% lebih tinggi dibandingkan bank konvensional sebesar 1,50%, yang menunjukkan bahwa bank syariah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan antara bank konvensional dan bank syariah di Indonesia. Bank syariah memiliki tingkat kecukupan modal dan profitabilitas yang lebih baik, namun juga memiliki tingkat pembiayaan bermasalah yang lebih tinggi dibandingkan bank konvensional.