Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN TRIASE TERHADAP PENGETAHUAN PERAWAT DAN BIDAN TENTANG PENERAPAN TRIASE DI UNIT GAWAT DARURAT PUSKESMAS GUNUNG SARI KABUPATEN SERANG rustiawati, epi; Dewi, Nelly Hermala
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v2i1.14342

Abstract

Triase adalah adalah cara cepat tepat untuk menentukan tindakan berdasarkan prioritas berdasarkan tingkat kegawatdaruratan kondisi kegawatdaruratan pasien. . Pengetahuan dan sikap perawat berhubungan dengan kecepatan respon waktu pelayanan. Pelatihan sebagai metode yang terorganisir untuk memastikan bahwa individu memiliki pengetahuan dan keterampilan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan triase terhadap pengetahuan perawat dan bidan tentang penerapan triase di unit gawat darurat Puskesmas Gunung Sari kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan jumlah sampel 10 dengan tehnik total sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat pengaruh pelatihan triase terhadap pengetahuan perawat dan bidan tentang penerapan triase di unit gawat darurat secara bermakna. Hubungan jenis kelamin, umur, lama kerja dan tingkat pendidikan dengan pengetahuan tidak memiliki hubungan bermakna. Perlu adanya pelatihan dengan waktu yang lebih lama dan metode yang berbeda dan meyusun serta mengaplikasikan triase sesuai standar prosedur operasional. Kata kunci       : triase, pengetahuan, pelatihan
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANG HEMODIALISIS RS. DRADJAT PRAWIRANEGARA rustiawati, epi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v1i1.14332

Abstract

Keberhasilan hemodialisis salah komponennya adalah kepatuhan pasien terdiri dari kepatuhan dalam pembatasan cairan. Ketidakpatuhan terhadap cairan akan menyebabkan sesak nafas, kram otot, pusing, cemas, panik, edema paru dan hipertensi. Efikasi diri adalah keyakinan seseorang akan keberhasilan dalam melakukan perawatan diri sehingga akan meningkatkan kepatuhan terhadap regimen terapeutik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui  hubungan efikasi diri dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien hemodialisis di ruang Hemodialisis RSU dr. Dradjat Prawiranegara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian metode cross-sectional dengan jumlah sampel 76 dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menemukan ada hubungan bermakna antara efikasi diri dengan kepatuhan pembatasan cairan Perlu adanya langkah peningkatan pelayanan keperawatan pada pasien hemodialisis dengan meyusun dan menerapkan  standar prosedur operasional training efikasi diri pasien untuk meningkatkan kepatuhan pembatasan cairan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN HIPERGLIKEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR. DRADJAT PRAWIRANEGARA SERANG Dewi, M.Kep, Nelly Hermala; Rustiawati, M.Kep., Sp.Kep.MB, Epi; Sulastri, S.Kep., Ns., M.Kep, Tuti
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v2i3.14360

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah adanya kekurangan insulin, menurunnya kerja insulin atau keduanya yang menyebabkan gangguan metabolisme yang ditandai oleh hiperglikemia, bila terjadi dalam waktu lama menyebabkan kerusakan berbagai organ. kadar glukosa darah dapat dikontrol dengan menjalani pilar-pilar penatalaksanaan DM, diantaranya diet, olahraga, dan terapi oba-obatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan diet, olahraga, dan terapi obat-obatan dengan kejadian hiperglikemia pada penderita DM tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Dradjat Prawiranegara Serang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Dradjat Prawiranegara Serang dengan jumlah sampel 39 penderita DM tipe 2. Alat pengumpulan data adalah kuesioner dan lembar cheklist. Analisis menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 51,3% dengan kejadian hiperglikemia, 64,1% diet kurang baik, 74,4% olahraga kurang baik, 38,5% terapi obat-obatan kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara diet dengan kejadian hiperglikemia (p=0,014), terdapat hubungan antara olahraga dengan kejadian hiperglikemia (p=0,031), dan terdapat hubungan antara terapi obat-obatan dengan kejadian hiperglikemia (p=0,012). Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan koordinasi tentang penatalaksanaan DM yang akan diberikan kepada semua penderita DM. Kata kunci:Hiperglikemia, diet, olahraga, terapi obat-obatan
AROMATERAPI DALAM MENURUNAKAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APPENDIKTOMY DENGAN PENDEKATAN STUDI KASUS rustiawati, epi; Sulastri, Tuti; Virna, Ayu
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i3.23177

Abstract

Aroma terapi  merupakan terapi modalitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan rasa nyaman dimana membantu kemampuan alami tubuh untuk menurunkan rasa nyeri dan meningkatkan relaksasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tindakan aroma terapi lavender dalam  menurunkan nyeri pada pasien post operasi appendiktomy. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus dalam bentuk asuhan keperawatan 2 orang pasien post operasi appendiktomy yang mengalami  nyeri dengan tindakan relaksasi nafas dalam (pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi). Setelah dilakukan asuhan keperawatan dalam waktu 3x24 jam, nyeri berkurang pada pasien dengan skala nyeri sedang.  Kata kunci             : Aromaterapi lanvender, nyeri , post operasi appendiktomy. 
PENGARUH RELAKSASI BENSON’S TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN POST OPERASI rustiawati, epi; Umar, Ernawati
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v2i3.17719

Abstract

Post operasi secara umum mengalami gangguan kualitas tidur Peranan perawat memberikan asuhan keperawatan dengan tindakan non farmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur pasien, salah satunya dengan tehnik relaksasi Tehnik relaksasi Benson’s adalah tehnik relaksasi yang dilakukan selama 10-20 menit dilakukan pagi dan menjelang tidur, efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien post operasi. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi Benson,s terhadap kualitas tidur pasien post operasi di Ruang Bedah. Penelitian ini mengunakan desain quasi eksperimen dengan jumlah sampel 57 terdiri dari kelompok intervensi 29 responden dan kelompok kontrol 27 responden dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian terdapat pengaruh relaksasi Benson’s dalam peningkatkan kualitas tidur pasien post operasi (p< 0,05) dan terdapat perbedaan rerata kualitas tidur pada kelompok intervensi relaksasi Benson’s dengan kelompok kontrol (p< 0,05). Intervensi relaksasi benson’s dapat diterapkan sebagai upaya pelayanan keperawatan dalam peningkatan kualitas tidur pasien post operasi. Kata kunci      : relaksasi benson’s, kualitas tidur, post operasi
PERBEDAAN TEKANAN DARAH ANTARA HIDRASI PRELOAD DENGAN TANPA PRELOAD CAIRAN RINGER LAKTAT PADA PASIEN PASCA ANESTESI SPINAL DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD DR. DRADJAT PRAWIRANEGARA SERANG Dewi, Nelly Hermala; Rustiawati, Epi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v2i1.14338

Abstract

Anestesi spinal merupakan tehnik anestesi dengan memasukkan obat anestesi ke ruang subarachnoid lumbal untuk menghasilkan atau menimbulkan hilangnya aktifitas sensoris dan blok fungsi motorik. Efek samping yang paling sering dijumpai pada teknik anestesi  spinal adalah  hipotensi sebagai akibat blok simpatis dalam ruang subarakhnoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tekanan darah antara hidrasi preload dengan tanpa preload cairan ringer laktat pada pasien pasca anestesi spinal di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental, desain posttest dengan kelompok control yang dilakukan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Dradjat Prawiranegara Serang dari bulan September sampai November 2018. Jumlah sampel 50 pasien dengan anestesi spinal. Alat pengumpulan data adalah lembar cheklist. Analisis menggunakan univariat dengan rerata tekanan darah sistolik; diastolik dan analisis bivariat dengan uji T independen. Hasil penelitian didapatkan rerata tekanan darah sistolik; diastolik pada kelompok  hidrasi tanpa preload cairan RL adalah 96,80 mmHg; 60,80 mmHg. rerata tekana darah sistolik; diastolik pada kelompok  hidrasi preload cairan RL adalah 115,60 mmHg; 68,40 mmHg. Terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata tekanan darah sistolik; diastolik antara pasien yang dilakukan hidrasi preload cairan RL dengan tanpa preload cairan RL ditandai dengan nilai p= 0,00; p= 0,002. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada perawat anestesi untuk dapat melakukan kolaborasi dan menguasai penggunaan  hidrasi cairan preload sebelum tindakan anestesi spinal dan melakukan pemantauan hemodinamik pasca anestesi. Kata kunci:Anestesi spinal, preload cairan ringer laktat
Stres Kerja dengan Perilaku Caring Petugas Kesehatan dalam Penanganan Pasien pada Masa Pandemi Covid-19 Lisnawati Yupartini; Epi Rustiawati; Tuti Sulastri
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.728 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i2.1946

Abstract

This study aims to determine the relationship between work stress of health workers and caring behavior at the Serang City Health Center. This type of research is an analytic survey with a cross-sectional design. The results showed that 43.2% of health workers with moderate stress and 29.1% of health workers lacked caring. The results of the bivariate analysis showed that the value (p = 0.00). In conclusion, there is a relationship between the work stress of health workers and caring behavior at the Puskesmas in Serang City in 2020 Keywords: Caring, Covid-19 Pandemic, Work Stress, Health Workers
HUBUNGAN SELF CARE DAN FAMILY SUPPORT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE DI RSUD dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA Juanita, Christin Helen; Sulastri, Tuti; Rustiawati, Epi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34599

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang menjadi penyebab utama penurunan kualitas hidup pasien. Gejala seperti kelelahan, sesak napas, dan keterbatasan aktivitas berdampak pada kondisi fisik, psikologis, dan sosial pasien. Self care yang efektif serta dukungan keluarga (family support) berperan penting dalam membantu pasien mengelola gejala dan mempertahankan kualitas hidup yang optimal. Hubungan keduanya dengan kualitas hidup pasien CHF di RSUD dr. Drajat Prawiranegara belum banyak diteliti secara spesifik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self care dan family support dengan kualitas hidup pasien CHF di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 105 pasien CHF sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self care (SCHFI), family support, dan kualitas hidup (MLHFQ). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki self care baik (52,4%) dan family support tinggi (81,9%). Terdapat hubungan signifikan antara self care dengan kualitas hidup (p = 0,042), namun tidak ditemukan hubungan signifikan antara family support dengan kualitas hidup (p = 0,981). Kesimpulan: Self care berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien CHF di RSUD dr. Drajat Prawiranegara, sedangkan family support tidak. Faktor lain kemungkinan turut memengaruhi kualitas hidup, sehingga pendekatan multidimensional diperlukan dalam perawatan pasien. Kata Kunci: Self Care, Family Support, Kualitas Hidup, Congestive Heart Failure ABSTRACTBackground: Congestive Heart Failure (CHF) is a chronic cardiovascular disease that is a leading cause of decreased quality of life in patients. Symptoms such as fatigue, shortness of breath, and activity limitations affect the physical, psychological, and social conditions of patients. Effective self-care and family support play a crucial role in helping patients manage symptoms and maintain optimal quality of life. However, the relationship between these factors and the quality of life of CHF patients at RSUD dr. Drajat Prawiranegara has not been extensively studied. Objective: This study aims to analyze the relationship between self-care and family support with the quality of life of CHF patients at RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Methods: This research employed a cross-sectional design involving 105 CHF patients as participants. Data were collected using the Self-Care of Heart Failure Index (SCHFI), a family support questionnaire, and the Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (MLHFQ). Data were analyzed using the Chi-Square test to examine relationships between variables. Results: The results showed that the majority of respondents had good self-care (52.4%) and high family support (81.9%). A significant relationship was found between self-care and quality of life (p = 0.042), while no significant relationship was found between family support and quality of life (p = 0.981). Conclusion: Self-care is significantly associated with the quality of life of CHF patients at RSUD dr. Drajat Prawiranegara, while family support is not. Other factors may also influence quality of life, thus a multidimensional approach is necessary in patient care. Keywords: Self Care, Family Support, Quality of Life, Congestive Heart Failure
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KELELAHAN PASCA HEMODIALISIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD PROVINSI BANTEN TAHUN 2025 Nurhalizah, Eva; Rustiawati, Epi; Sulastri, Tuti
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34595

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal progresif yang bersifat permanen dan menyebabkan gangguan metabolisme, keseimbangan cairan, serta elektrolit. Salah satu terapi utama bagi pasien GGK adalah hemodialisis, namun prosedur ini sering menimbulkan kelelahan pasca dialisis, salah satunya akibat komplikasi anemia. Anemia yang ditandai dengan kadar hemoglobin rendah, mengganggu transportasi oksigen dalam tubuh, sehingga berkontribusi terhadap kelelahan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan tingkat kelelahan pasca hemodialisis pada pasien GGK di RSUD Provinsi Banten. Metode: Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling total sampling dengan jumlah 64 responden. Data kadar hemoglobin diperoleh dari rekam medis, sedangkan tingkat kelelahan diukur menggunakan kuesioner Post-Dialysis Fatigue (PDF). Analisis data dilakukan secara univariat (frekuensi, persentase) dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Uji Chi-Square menghasilkan p= 1,000 > α (0,05), menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kadar hemoglobin dengan tingkat kelelahan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar hemoglobin dan kelelahan pasca hemodialisis pada pasien GGK di RSUD Provinsi Banten.  Kata kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Kadar Hemoglobin, Kelelahan Pasca Dialisis,  ABSTRACTBackground: Chronic Kidney Disease (CKD) was a progressive and irreversible decline in kidney function, causing disturbances in metabolism, fluid, and electrolyte balance. One of the main therapies for CKD patients was hemodialysis; however, this procedure often led to post-dialysis fatigue, partly due to complications such as anemia. Anemia, characterized by low hemoglobin levels, impaired oxygen transport in the body, contributing to fatigue and reduced patients' quality of life. Objective: This study aimed to determine the relationship between hemoglobin levels and the level of fatigue after hemodialysis in CKD patients at RSUD Provinsi Banten. Methods: This research employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling involving 64 respondents. Hemoglobin data were obtained from medical records, while fatigue levels were measured using the Post-Dialysis Fatigue (PDF) questionnaire. Data were analyzed using univariate (frequency, percentage) and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: The Chi-Square test showed a p= 1,000 > α (0,05), indicating no significant relationship between hemoglobin levels and fatigue levels. Conclusion: There was no significant relationship between hemoglobin levels and post-hemodialysis fatigue in CKD patients at RSUD Provinsi Banten. Keywords: Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Hemoglobin Levels, Post-Dialysis Fatigue
HUBUNGAN SELF-AWARENESS DAN SELF-CARE BEHAVIOR DENGAN KEJADIAN SINDROM KORONER AKUT PADA PASIEN HIPERTENSI Nadiah, Siti; Rustiawati, Epi; Sulastri, Tuti
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34593

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi dikenal sebagai "The Silent Killer" merupakan penyakit tanpa gejala yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti sindrom koroner akut (SKA). Salah satu penyebab hipertensi sering tidak terkontrol yaitu akibat rendahnya self-awareness dan kurangnya self-care behavior pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-awareness dan self-care behavior dengan kejadian SKA pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 76 responden. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur variabel self-awareness dan self-care behavior, dan rekam medis untuk mengukur variabel kejadian SKA. Uji analisis yang digunakan yaitu chi square untuk mengetahui hubungan self-awareness dengan kejadian SKA dan self-care behavior dengan kejadian SKA. Hasil: Hasil uji chi square hubungan self-awareness dengan kejadian SKA menunjukkan nilai p-value sebesar 0,902 > α (0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hasil uji chi square hubungan self-awareness dengan kejadian SKA menunjukkan nilai p-value sebesar 0,511 > α (0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara self-awareness dan self-care behavior dengan kejadian sindrom koroner akut pada pasien hipertensi di Klinik Jantung RSUD Provinsi Banten tahun 2025.Kata kunci: Hipertensi, Self-Awareness, Self-Care Behavior ABSTRACTBackground: Hypertension, often referred to as “The Silent Killer,” is an asymptomatic condition that can lead to severe complications such as acute coronary syndrome (ACS). One of the main reasons hypertension remains uncontrolled is due to low levels of self-awareness and inadequate self-care behavior among patients. This study aims to examine the relationship between self-awareness and self-care behavior with the occurrence of ACS in individuals with hypertension. Methods: A quantitative research design with a cross-sectional approach was used. The sampling method employed was accidental sampling, involving 76 respondents. Data collection tools included questionnaires to measure self-awareness and self-care behavior, while medical records were used to identify the incidence of ACS. Data analysis was conducted using the chi-square test to determine the association between self-awareness and ACS, as well as self-care behavior and ACS. Results: The chi-square test showed a p-value of 0.902 for the relationship between self-awareness and ACS, and a p-value of 0.511 for the relationship between self-care behavior and ACS. Both values exceed the significance level (α = 0.05), indicating no statistically significant relationship. Conclusion: There is no significant association between self-awareness or self-care behavior and the incidence of ACS among hypertensive patients at the Heart Clinic of Banten Provincial Hospital in 2025.Keywords: Hypertensive, Self-Awareness, Self-Care Behavior