Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : atech-i

Rancang Bangun Mesin Pengupas Talas Yudistira; Rildiwan; Musdar Effy Djinis; Zulnadi; Sandra Melly; Irwan A
Atech-i Vol. 1 No. 1 (2023): Tahun 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v1i1.13

Abstract

Talas berpotensi besar dalam pemnfaatan diberbagai bidang baik pangan maupun obat–obatan, talas memiliki nilai ekonomis tinggi ketika dapat diolah dengan baik sesuai kebutuhan pasar. Dalam pengolahan talas, salah satu tahap penting yang harus dilakukan adalah tahap pengupasan untuk membersihkan bagian kulit yang tidak digunakan dan dapat mengurangi mutu produk,serta mempermudah pengolahan ketahap selanjutnya. Setalah dilakukan pengujian pengupasan secara manual pada 1 kg talas dibutuhkan waktu selama 7 menit. Maka dari itu perlu pembuatan mesin pengupas talas. Metoda pelaksanaan penelitian adalah identifikasi masalah, desain alat pengupas kulit talas, pembuatan komponen, uji fungsional dan uji kinerja, Hasil uji kinerja mesin pengupas kulit talas didapatkan kapasitas kerja alat adalah 98 Kg/Jam, dengan waktu pengupasan 3 menit. Jika pengupasan semakin lama maka rendemen akan semakin berkurang, hal ini dikarenakan terkikisnya bagian daging talas.
Pengaruh Pupuk Organik Cair dan AB Mix terhadap Produksi Kangkung pada Sistem Hidroponik : The Effect of Liquid Organic Fertilizer and AB Mix on Production of Spinach in a Hydroponic System Zulfakri; Angga Defrian; Irwan A; rizki
Atech-i Vol. 3 No. 1 (2025): Tahun 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v3i1.45

Abstract

 Hidroponik adalah salah satu metode tanam menggunakan larutan nutrisi sebagai sumber makanan bagi tanaman dan media pendukung sebagai tempat perakaran, penggunaan sistem hidroponik berarti membutuhkan larutan nutrisi sebagai penyedia kebutuhan hara tanaman, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui proses pembuatan dan pemakaian sistem hidroponik serta mengetahui pengaruh POC dan AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi kangkung pada sistem hidroponik. Hasil pengukuran parameter menunjukkan tinggi tanaman tanaman kangkung tertinggi terdapat pada penggunaan POC yaitu 13,11 cm dan penggunaan AB Mix 24,75 cm, jumlah daun diperoleh 7.14 helai pada penggunaan POC dan 13,86 helai penggunaan AB Mix serta peroduksi tanaman kangkung diperoleh 8,41 gr pada penggunaan POC dan 13,22 gr penggunaan AB Mix. Penggunaan AB Mix dan POC pada budidaya tanaman kangkung sistem hidroponik dapat dilaksanan dengan baik namun hasil produksi pada penggunaan POC masih menunjukkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan AB Mix.