Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Review Media Tanam dan Hasil Jamur Tiram putih (Pleurotus ostreotus) Pratiwi, Nanda Audia; Alfi, Hendra; R, Benny Warman; Syafri, Edi
Agroteknika Vol 8 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i1.476

Abstract

Topik literatur review ini mengulas mengenai beberapa jenis bahan pembuat media tanam jamur tiram. Ulasan dalam literatur review ini diambil dari artikel dengan topik yang sesuai dengan topik tersebut. Terdapat banyak jenis bahan media tanam yang digunakan oleh petani sebagai media budidaya jamur tiram, dan tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan dari masing-masing bahan. Tujuan kajian ini adalah untuk memberikan rekomendasi rancangan bahan media tanam yang tepat dalam kegiatan budidaya jamur tiram konvesional agar dapat menghasilkan produksi yang optimal dan dapat dipergunakan untuk menentukan topik utama peninjauan literatur di masa mendatang. 30 naskah artikel yang dikaji dari tahun 2015 hingga 2024 diperoleh dari jurnal yang terdaftar pada SINTA dan laman penyedia artikel ilmiah Google Scholar. Spesifikasi ulasan dibuat berdasarkan literature review. Hasil literatur review ini diperoleh bahwa dari beberapa jenis bahan yang digunakan sebagai media tanam seperti serbuk kayu, jerami, eceng gondok, sekam, sabut kelapa, ampas tahu, daun durian, dan pelepah sawit bagi jamur tiram diperoleh hasil analisis bahwa bahan yang paling tepat dengan hasil yang optimal bagi produktivitas jamur tiram yaitu bahan pelepah sawit komposisi 100% yang mampu menghasilkan jamur tiram sebanyak 650 g/ baglognya. Selain itu, penggunaan kombinasi serbuk kayu 85% + sekam padi 15% memiliki hasil yang cukup optimal yaitu 493,98 g/ baglog. Hal ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan situasi ataupun ketersediaan sumberdaya di sekitar agar dapat dimanfaatkan dan menghindari pencemaran lingkungan.
Analisis Trend, Peramalan, dan Penentuan Daerah Basis Komoditas Padi di Provinsi Sumatera Barat Hendra Alfi; Fajri; Andreas Sitanggang; Benny Warman R; Aflizar; Irwan A; Angga Defrian
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v4i2.440

Abstract

Paddy has become a strategic commodity in Indonesia's national food security system with its dominant role as a staple food source for most people. As one of the main paddy producing areas in Indonesia, West Sumatra Province has quite significant production dynamics in the last few years. This study aims to analyze the trend of paddy production in West Sumatra Province, predict the amount of paddy production in West Sumatra Province, and identify the paddy commodity base areas in West Sumatra Province. The results of the study showed that paddy production in West Sumatra. The methods used in this study were descriptive analysis, Least Square, and Location Quotient (LQ). The results showed that throughout 2018-2024 paddy production in West Sumatra showed a negative trend with an average decline of 22,429.18 tons per year and it is predicted that in 2025-2029 it will experience a decline with an average of 26,307.81 tons per year. Of the 19 regencies/cities in West Sumatra Province, there are 14 areas that are paddy commodity base areas in West Sumatra.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Generasi Muda terhadap Sektor Pertanian: Literature Review Sitanggang, Andreas; Alfi, Hendra; Syafri, Edi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.17747

Abstract

Human resources in the agricultural sector are faced with the problem of an aging workforce not accompanied by workforce regeneration. This problem is caused by the low interest of the younger generation to participate in the agricultural sector where various factors influence this interest. This study aims to provide an overview of the factors that influence the interest of the younger generation in the agricultural sector. This study was conducted using a descriptive approach with secondary data obtained from research articles related to the interest of the younger generation in the agricultural sector, as well as other supporting data. The data analysis used in this study is interactive analysis and bibliometric analysis. The results of the study show that the interest of the younger generation (<25 years) in the agricultural sector has been very low for the past few years (<10%), with the largest level of education of the workforce in the agricultural sector dominated by low education (>60%). The results of the bibliometric analysis of 34 articles related to the interest of the younger generation in the agricultural sector showed 11 influencing factors. The eleven factors are grouped into 2 clusters, namely cluster A consisting of 7 factors (age, education, experience, gender, income, land area, and parents), while cluster B consists of 4 factors (external factors, motivation, perception, and technology). There are three very dominant factors that influence the interest of the younger generation in the agricultural sector, namely income, education, and age.
PENDAMPINGAN DALAM PEMBUATAN BEDENGAN DAN PENGOLAHAN TANAH DI KELTAN BALAI TINGGI SEPAKAT: APLIKASI TEKNOLOGI Novita, Sri Aulia; Laksmana, Indra; Alfi, Hendra; Setiawan, Andre; Adipati Arga, Malinof
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4376

Abstract

Permasalahan pengolahan lahan, pembuatan bedengan dan pemeliharaan tanaman merupakan permasalahan yang urgensi oleh Kelompok tani Balai Tinggi Sepakat, karena masih menggunakan pertanian secara tradisional. Pengolahan lahan ini membutuhkan waktu yang lama, biaya yang tinggi, kapasitas kerja yang rendah dan kejerihan kerja. Maka dari itu kami dari Tim PKM Politani Negeri Payakumbuh memberikan penyuluhan, pendampingan dan pembinaan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pembuatan bedengan dan pengolahan tanah dengan menggunakan mesin kultivator, penyiapan media tanam dan penggunaan mulsa, introduksi mesin pemeliharaan tanaman yaitu mesin sprayer. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan teknik pembuatan bedengan, pengoperasin mesin kultivator, pelatihan budidaya tanaman yang tepat serta pelatihan dan pendampingan penggunaan mesin sprayer. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam pengolahan tanah, pembuatan bedengan, pemeliharaan tanaman dan mampu mengoperasikan mesin kultivator dan sprayer. Lebih dari 85% responden mengakui bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dalam mengoperasikan mesin-mesin pertanian yang telah diintroduksi