Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Trend, Peramalan, dan Penentuan Daerah Basis Komoditas Padi di Provinsi Sumatera Barat Hendra Alfi; Fajri; Andreas Sitanggang; Benny Warman R; Aflizar; Irwan A; Angga Defrian
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v4i2.440

Abstract

Paddy has become a strategic commodity in Indonesia's national food security system with its dominant role as a staple food source for most people. As one of the main paddy producing areas in Indonesia, West Sumatra Province has quite significant production dynamics in the last few years. This study aims to analyze the trend of paddy production in West Sumatra Province, predict the amount of paddy production in West Sumatra Province, and identify the paddy commodity base areas in West Sumatra Province. The results of the study showed that paddy production in West Sumatra. The methods used in this study were descriptive analysis, Least Square, and Location Quotient (LQ). The results showed that throughout 2018-2024 paddy production in West Sumatra showed a negative trend with an average decline of 22,429.18 tons per year and it is predicted that in 2025-2029 it will experience a decline with an average of 26,307.81 tons per year. Of the 19 regencies/cities in West Sumatra Province, there are 14 areas that are paddy commodity base areas in West Sumatra.
Identification of Agricultural Sector Base Areas in West Sumatra Using the Location Quotient Ari Muhammad Fajri; Andreas Sitanggang
JKEN: Jurnal Kajian Ekonomi Nasional Vol 1 No 3 (2026): Jelajah Ekonomi: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/je.v1i3.140

Abstract

This study aims to identify agricultural sector base areas in West Sumatra Province using the Location Quotient (LQ) approach (study for 2018-2023). The research applies a descriptive quantitative method using secondary data from Gross Regional Domestic Product (GRDP) by sector at the district and city levels during the period of 2018-2023. The results show that most districts have LQ values above 1, indicating that agriculture remains a base sector, while cities tend to have LQ values below 1, reflecting a more limited role of agriculture. Districts such as Pasaman, Kepulauan Mentawai, and Pasaman Barat consistently show relatively high and stable LQ values. Overall, changes in LQ values are relatively small, suggesting that the role of the agricultural sector has remained stable during the period of 2018-2023. Keywords: Location Quotient, agriculture sector, regional economy, base sector, West Sumatra
ANALISIS PERTUMBUHAN LUAS PANEN, PRODUKSI, DAN PRODUKTIVITAS PADI PADA KABUPATEN DAN KOTA DI SUMATERA BARAT TAHUN 2018-2025 Andreas Sitanggang; Hendra Alfi; Aflizar Aflizar; Eka Susila
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23798

Abstract

Ketahanan pangan berkaitan erat dengan ketersediaan pangan, dimana padi sebagai komoditas utama memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Perubahan luas panen, produksi, dan produktivitas padi di tingkat daerah menjadi indikator penting dalam melihat dinamika ketersediaan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan luas panen, produksi, dan produktivitas padi pada kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat selama periode 2018-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan menggunakan metode Compound Annual Growth Rate (CAGR) untuk mengukur tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas panen dan produksi padi di Provinsi Sumatera Barat cenderung menurun dengan laju pertumbuhan masing-masing sebesar -1,38% dan -1,00% per tahun. Penurunan luas panen terjadi pada 15 kabupaten/kota dan peningkatan pada 4 kabupaten/kota, sedangkan produksi menurun pada 14 kabupaten/kota dan meningkat pada 5 kabupaten/kota. Di sisi lain, produktivitas padi mengalami peningkatan sebesar 0,39% per tahun, dengan 15 kabupaten/kota menunjukkan pertumbuhan positif dan 4 kabupaten/kota mengalami penurunan. Secara umum, penurunan produksi terjadi sejalan dengan penurunan luas panen, sementara peningkatan produktivitas belum sepenuhnya mampu mengimbangi penurunan tersebut. Temuan ini menunjukkan adanya dinamika perkembangan produksi padi yang mencerminkan perubahan pada luas panen dan produktivitas antar wilayah, sehingga diperlukan upaya menjaga keberlanjutan lahan pertanian serta peningkatan produktivitas secara bertahap guna mendukung stabilitas ketersediaan pangan daerah.
PROSPEK PRODUKSI DAN EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA: TREN DAN PERAMALAN Elviati Elviati; Andreas Sitanggang
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23536

Abstract

Minyak kelapa sawit merupakan komoditas strategis subsektor perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia sebagai sumber devisa ekspor dan bahan baku industri domestik. Perkembangan produksi dan ekspor menunjukkan dinamika fluktuatif yang dipengaruhi faktor internal dan eksternal, sehingga diperlukan analisis tren dan proyeksi untuk mendukung perencanaan kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren produksi dan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia periode 2004–2024 serta melakukan peramalan menggunakan metode Least Square. Data yang digunakan berupa data sekunder deret waktu dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta regresi linier sederhana (Least Square), dengan evaluasi akurasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi memiliki tren meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 6,93% per tahun, sedangkan ekspor tumbuh rata-rata 5,07% per tahun. Rasio ekspor terhadap produksi dalam beberapa tahun terakhir cenderung menurun, mengindikasikan peningkatan pemanfaatan domestik. Model peramalan menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik untuk produksi dan baik untuk ekspor berdasarkan nilai MAPE. Proyeksi hingga tahun 2029 memperlihatkan kecenderungan peningkatan produksi dan ekspor sejalan dengan tren jangka panjang, meskipun fluktuasi tahunan tetap mungkin terjadi.