Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

DEGRADABILITAS BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN NEUTRAL DETERGENT FIBER LIMBAH INDUSTRI PERTANIAN DAN PERKEBUNAN SECARA IN SACCO Sani, Febriana Fauziyah; Nuswantara, Limbang Kustiawan; Subrata, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.999 KB)

Abstract

Utilization of waste of agricultural and plantation industry as an alternative feed source of fiber had a positive effect in supporting the development of animal husbandry. The objective of this research is to examine degradability of feed materials is seen from the soluble fraction of feed (a), potential degradable fraction of feed (b), the rate of degradation of b fraction (c value) and the degradation theory (DT) using method in sacco. Feeding materials which had been evaluated are peanut leather, coffee leather, oil cake, bagase and elephant grass. Experimental design used in this research is Completely Randomized design with 5 treatments and 3 replications. The results degradability of dry matter, organic matter and NDF showed significant effect (p<0,05) fraction a, b, c value and DT between the feed material. Feed materials of degradability affected by contents of nutrien and quality of fiber components. The waste of agricultural and plantation industry have degradability which lower than elephant grass.Key words: degradability, dry matter, organic matter, NDF, industrial waste.ABSTRAK Pemanfaatan limbah industri pertanian dan perkebunan sebagai pakan alternatif sumber serat memberikan pengaruh positif dalam menunjang perkembangan peternakan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji degradabilitas bahan pakan yang dilihat dari fraksi pakan mudah larut (a), fraksi pakan potensial terdegradasi (b), laju degradasi fraksi b nilai (c) dan degradasi teori (DT) secara in sacco. Bahan pakan yang diujikan yaitu kulit kacang tanah, kulit buah kopi, bungkil sawit, bagase dan rumput gajah. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian degradabilitas BK, BO dan NDF menunjukkan pengaruh nyata (p<0,05) pada fraksi a, b, nilai c dan DT antar bahan pakan. Kandungan nutrien dan kualitas komponen serat berpengaruh terhadap degradabilitas. Limbah industri pertanian dan perkebunan mempunyai degradabilitas lebih rendah dari rumput gajah.Kata kunci : Degradabilitas, bahan kering, bahan organik, NDF, limbah industri.
KELARUTAN MINERAL Ca DAN Zn HASIL SAMPING AGROINDUSTRI PADA RUMEN KAMBING JAWARANDU SECARA IN SACCO Suhada, Amir Taat; Pangestu, Eko; Nuswantara, Limbang Kustiawan
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.934 KB)

Abstract

This study aims to determine the solubility of minerals Ca and Zn from agroindustry byproducts in feed soluble minerals (a), the potentially degradation fraction of the feed mineral (b), the rate of mineral fraction b (c), and the in sacco availability of minerals (DT). The material used is 3 rumen fistulated goats Jawarandu aged 12-18 months. Feed by sugarcane shoot, bagasse, corncob, peanut skins and elephant grass. Experimental design used in this research is Completely Randomized design (CRD), the influence of feed between treatments followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The results of mineral solubility of Ca and Zn in fractions a, b, c and DT showed a significant effect (p <0.05) between the feed material. Solubility of Ca and Zn mineral feed is influenced by the distribution of Ca and Zn in cell contents and cell walls (NDF) and the characteristics of the fiber.Key words: Mineral Solubility, Calsium, Zinc, In Sacco.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelarutan mineral Ca dan Zn hasil samping agroindustri pada mineral pakan yang mudah larut (a), fraksi mineral pakan potensial terdegradasi (b), laju mineral dari fraksi b (c), dan ketersediaan mineral (DT) secara in sacco. Materi yang digunakan adalah 3 kambing jantan Jawarandu umur 12-18 bulan yang berfistula pada bagian rumennya. Bahan pakan yang diujikan yaitu pucuk tebu, bagase, janggel jagung, kulit kacang tanah dan rumput gajah. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), adanya pengaruh antar perlakuan pakan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian kelarutan mineral Ca dan Zn pada fraksi a, b, c dan DT menunjukkan adanya pengaruh nyata (p<0,05) antar bahan pakan. Kelarutan mineral Ca dan Zn bahan pakan penelitian dipengaruhi oleh distribusi mineral Ca dan Zn pada isi sel dan dinding sel (NDF) serta karakteristik serat.Kata kunci : Kelarutan Mineral, Kalsium, Zink, In Sacco.
DEGRADABILITAS BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN SERAT KASAR RANSUM DENGAN BERBAGAI LEVEL BAGASSE SECARA IN SACCO Noorsatiti, Mahaken Novis; Nuswantara, Limbang Kustiawan; Subrata, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.706 KB)

Abstract

This research was conducted to determine in sacco degradability of dry matter, organic matter and crude fiber in ration with different levels of bagasse and determine the best level of bagasse in ruminant ration from degradability. The research is expected to give information about the best level of bagasse as a source of crude fiber in the complete feed views of degradability of dry matter, organic matter and crude fiber. Research conducted at the Laboratory of Animal Feed Faculty of Animal Husbandry and Agriculture Diponegoro University Semarang from October 2011 to February 2012.The research was conducted by using a three Jawa Randu Goat which fistulated on rumen as replication. The treatment are T1 = ration level of 25% bagasse, T2 = bagasse rations with 30% level, T3 = ration with the level of 35% bagasse and T4 = bagasse rations with 40% level. Ration degradability measured by using in Sacco method. The variables measured were percent loss of DM, OM and CF to calculate the fraction of a, b, c and degradation theory (DT) dry matter, organic matter and crude fiber. To calculate the degradation of feed at a time "t" (DT) used the exponential equation P = a + b (1 – exp-ct). Fraction of the value of a, b, c and DT were then analyzed statistically based on completely randomized design (CRD) if there is a treatment effect, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) for difference between means.The analysis of variance showed that there was significant effect (P <0.05) between the fraction of easily degradable (a) DM, OM and CF, and degradation theory (DT) DM, OM and CF, therefore the potentially degradable fraction (b) DM, OM and CF, the degradation rate of potentially degradable fraction (c) DM, OM and CF showed no real difference.Keywords: degradability, dry matter, organic matter, crude fiber
DEGRADASI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK DENGAN BERBAGAI LEVEL JERAMI PADI SECARA IN SACCO PADA KAMBING JAWARANDU Lestari, Tutik; Nuswantara, Limbang Kustiawan; surono, Surono
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.564 KB)

Abstract

Usaha peningkatan produksi ruminansia perlu diimbangi dengan penyediaan pakan hijauan secara kontinyu baik dalam segi kuantitas maupun kualitas. Namun sering kali peningkatan usaha produksi dihadapkan oleh ketersediaan jumlah pakan terutama pada saat musim kemarau. Oleh karena itu, perlu dicari pakan alternatif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ternak tersebut salah satunya dengan pemanfaatan limbah pertanian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui degradasi nutrien ransum dengan berbagai level jerami padi dan menentukan imbangan terbaiknya sebagai pakan ternak. Data a, b, c dan DT yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) adanya pengaruh antar perlakuan pakan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Ransum perlakuan disusun iso protein kasar (PK) dan total digestyble nutrients (TDN) dengan kandungan 12% PK dan 64% TDN. Perlakuan level jerami padi yang digunakan yaitu P1=25%, P2=30%, P3=35% dan P4=40%. Ransum standar (P0) untuk pakan sehari-hari (PK 12% dan TDN 60%) digunakan sebagai pembanding nilai a, b, c dan DT dari keempat perlakuan tanpa diujikan secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata (P< 0,05) fraksi a, b dan DT degradasi bahan kering ransum perlakuan sedangkan pada nilai c tidak terdapat pengaruh nyata. Pada degradasi bahan organik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata (P<0,05) pada fraksi a, fraksi b, nilai c dan DT.Kata Kunci : jerami padi, ransum, degradasi, in sacco
PENGARUH PROTEKSI PROTEIN TEPUNG KEDELAI DENGAN TANIN DAUN BAKAU TERHADAP KONSENTRASI AMONIA, UNDEGRADED PROTEIN DAN PROTEIN TOTAL SECARA In Vitro Cahyani, Ratna Dwi; Nuswantara, Limbang Kustiawan; Subrata, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.002 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meghasilkan bahan pakan sumber protein terproteksi untuk meningkatkan produktivitas ternak dilihat dari pengukuran amonia (NH3), Rumen Undegraded Dietary Protein (RUDP) dan Protein Total. Penelitian dilakukan secara in vitro dengan rancangan acak lengkap 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian adalah T0 (tepung kedelai tanpa tanin), T1 (tepung kedelai+tanin 0,25%), T2 (tepung kedelai+tanin 0,5%), T3 (tepung kedelai+tanin 0,75%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kedelai yang diproteksi tanin daun bakau dengan level 0,25%, 0,5%, dan 0,75% dapat menurunkan konsentrasi amonia (NH3) dan meningkatkan Rumen Undegraded Dietary Protein (RUDP) serta produksi protein total (P<0,05). Rataan konsentrasi NH3, persentase RUDP dan produksi protein total pada T0, T1, T2, T3 berturut-turut adalah (7,78 mM, 15,93 %, 339,68 mg/g), (7,24 mM, 16,33%, 402,76 mg/g), (6,61 mM, 14,35%, 20,98 mg/g), (6,37 mM, 20,98%, 507,01 mg/g).Kata kunci : tepung kedelai, daun bakau, tanin, NH3, RUDP, protein total