Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendampingan Perencanaan Keuangan Islam Melalui Produk Inovatif Smart Cash Book Bagi Guru MI Muhammadiyah 05 Cakru, Kec. Kencong Jember Miftahul Hasanah; Istikomah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v7i2.5631

Abstract

Urgensi Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Pendampingan Perencanaan Keuangan Islam Melalui Produk Inovatif Smart Cash Book Bagi Guru MI Muhammadiyah 05 Cakru ini yakni untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengelola keuangan secara Islami, terencana, dan berkelanjutan. Tujuan kegiatan ini yakni: meningkatkan literasi keuangan Islam, pembiasaan pencatatan arus kas harian, dan pengendalian pengeluaran yang diselaraskan dengan kapasitas keuangan. Smart Cash Book merupakan inovasi teknologi sosial yang menjadi inti dari program ini, dirancang sesuai kebutuhan guru dengan manfaat dapat membantu menganggarkan, mengontrol konsumsi, dan merefleksikan akhlak finansial berdasarkan prinsip Maqashid al-Shariah. Pendekatan yang digunakan dalam pendampingan ini adalah pemberdayaan partisipatif (participatory empowerment) melalui pelatihan dan pendampingan. Relevansi dengan Renstra PkM Unmuh Jember pada bidang Penanaman Nilai-Nilai AIK, kegiatan ini berperan strategis dalam menjadikan guru sebagai role model keuangan Islami. Luaran yang ditargetkan meliputi meningkatnya literasi keuangan Islam, kedisiplinan pencatatan, dan perubahan positif perilaku keuangan yang stabil, dan berkah.
Kepatuhan Syariah dan Kinerja Pegawai pada Perbankan Syariah: Sebuah Rekonstruksi Teoritis Istikomah Istikomah; Miftahul Hasanah; Dhofir Catur Bashori
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol. 8 No. 1 (2026): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v8i1.5680

Abstract

Kepatuhan syariah (sharia compliance) merupakan elemen penting dalam perbankan syariah yang umumnya dikaji dalam konteks tata kelola dan kepatuhan institusional. Namun, kajian mengenai hubungan kepatuhan syariah dan kinerja pegawai masih terbatas serta belum memiliki konstruksi teoretis yang komprehensif. Artikel ini bertujuan merekonstruksi model hubungan antara kepatuhan syariah dan kinerja pegawai melalui integrasi Agency Theory, Stakeholder Theory, dan Legitimacy Theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) dengan metode analisis konseptual terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan syariah memengaruhi kinerja pegawai melalui tiga mekanisme utama, yaitu pembentukan akuntabilitas individu, penguatan komitmen organisasi, dan peningkatan identifikasi organisasi. Akuntabilitas individu menjelaskan fungsi kepatuhan syariah sebagai mekanisme pengendalian perilaku, komitmen organisasi menunjukkan peran kepatuhan syariah dalam membangun keterikatan pegawai terhadap organisasi, sedangkan identifikasi organisasi menjelaskan pengaruh legitimasi syariah terhadap keterlibatan pegawai. Integrasi ketiga perspektif tersebut menghasilkan model konseptual yang menempatkan kepatuhan syariah tidak hanya sebagai instrumen kepatuhan kelembagaan, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan kinerja pegawai dalam perbankan syariah.
Analisis Implementasi Akad Kerja Sama Pada Minimarket Madinah Oryza Mart dengan Pondok Pesantren Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah Jember ziadatul munawwaroh; Istikomah; Miftahul Hasanah
AMAL: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : UIN AM. Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/eksy.v7i1.10775

Abstract

Abstract:This study aims to examine the implementation of shirkah-based cooperation contracts in the Islamic boarding school retail business unit, namely Madinah Oryza Mart which is part of the Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah Jember Islamic Boarding School. The study was carried out using a qualitative research method with a type of field research. Data collection techniques include in-depth interviews with managers and Islamic boarding schools, direct observation at business locations, and related documentation. The results of the study show that the form of cooperation is not outlined in a written contract, but is based on trust and moral agreement between the two parties. Islamic boarding schools act as asset providers in the form of land and buildings, while partners are responsible for business operations. The profit-sharing system is carried out flexibly with a general ratio of 80:20, but can be adjusted according to business conditions. This cooperation agreement practically reflects the shirkah 'inan agreement, which is cooperation that involves contributions from both parties in the form of capital or labor. Other important findings reveal strategic opportunities in the form of strategic Islamic boarding school locations and internal student markets, as well as challenges in the form of unclear formal legality and potential management risks. This article recommends the importance of drafting a written contract to strengthen business sustainability and ensure compliance with Sharia economic principles.  Keywords: cooperation contract, pesantren business unit, economic independence   Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi akad kerja sama berbasis syirkah pada unit usaha ritel pesantren, yaitu Madinah Oryza Mart yang merupakan bagian dari Pondok Pesantren Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah Jember. Kajian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan deskriptif kualitaif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan pengelola dan pihak pesantren, observasi langsung di lokasi usaha, serta dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kerja sama tidak dituangkan dalam kontrak tertulis, melainkan didasarkan pada kepercayaan dan kesepakatan moral antara kedua belah pihak. Pondok pesantren berperan sebagai penyedia aset berupa lahan dan bangunan, sementara mitra bertanggung jawab atas operasional usaha. Sistem bagi hasil dilakukan secara fleksibel dengan proporsi umum 80:20, namun dapat disesuaikan dengan kondisi usaha. Akad kerja sama ini secara praktik mencerminkan akad syirkah ‘inan, yaitu kerja sama yang melibatkan kontribusi dari kedua belah pihak dalam bentuk modal atau tenaga. Temuan penting lain mengungkapkan adanya peluang strategis berupa lokasi pesantren yang strategis dan pasar internal santri, serta tantangan berupa ketidakjelasan legalitas formal dan potensi risiko pengelolaan. Artikel ini merekomendasikan petingnya penyusunan akad tertulis untuk memperkuat keberlanjutan usaha dan menjamin kesesuaian dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah.  Kata kunci: Akad kerja sama; unit usaha pesantren; kemandirian ekonomi.  
Pengaruh Kemudahan dan Keamanan Terhadap Minat Penggunaan Pembayaran Non Tunai Quick Reaponse Code Indonesian Standart (QRIS) dalam perspektif Maqashid Syariah Aldi Adfa Sholeh; Miftahul Hasanah; Siti Khayisatuzahro Nur
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v4i2.113

Abstract

This study aims to examine the extent to which ease of use and security affect the interest in using a non-cash digital payment system based on the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) among MSMEs in Jember Regency, viewed from the perspective of Maqashid Syariah. This study adopts a quantitative approach with an associative research type. The research sample consisted of 100 respondents selected by purposive sampling from the population of MSMEs using QRIS. Data analysis used multiple linear regression with the help of the SPSS version 25 program. The results showed that the ease of use variable (X1) had a positive and significant effect on the interest in using QRIS, as evidenced by a significance value of 0.000 <0.05 and a T value of 6.905. Likewise, the security variable (X2) showed a significant effect with a significance value of 0.000 and a t value of 3.946 and a level. Simultaneously, both variables had a significant effect on the interest in using QRIS, supported by the results of the F test of 76.963 with a significance value of 0.000. From the perspective of Maqashid Syariah, QRIS supports five main aspects, namely protection of religion (Hifz al-Din), life (Hifz al-Nafs), reason (Hifz al-‘Aql), property (Hifz al-Mal), and descendants (Hifz al-Nasl). QRIS is considered to be able to encourage efficiency, security, and transparency in financial transactions, while being in line with Islamic ethical values ​​and principles.
Optimalisasi Gerakan Wakaf Tunai di Kalangan Pelajar melalui Edukasi Wakaf Tunai di SMPM 11 Tamansari Wuluhan Istikomah; Miftahul Hasanah; Sofyan Rofi
Mujtama': Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mujtama.v5i2.4614

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi dan partisipasi pelajar terkait wakaf tunai di SMPM 11 Tamansari Wuluhan. Hasil pre-test menunjukkan rendahnya pemahaman siswa: hanya 18,4% mengetahui istilah wakaf tunai, 72% beranggapan wakaf hanya berupa aset fisik, 94% tidak mengetahui bahwa wakaf tunai dapat dilakukan dengan nominal kecil, dan hanya 10% pernah mendengar lembaga wakaf modern. Intervensi dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, workshop, dan simulasi wakaf tunai dengan metode ceramah interaktif, media visual, serta praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 41,8 menjadi 83,4. Sebanyak 82% siswa dapat menjelaskan konsep wakaf tunai dan seluruh siswa berpartisipasi dalam simulasi dengan total wakaf sebesar Rp312.000. Selain itu, terbentuk Agen Wakaf Siswa yang beranggotakan 12 pelajar untuk memastikan keberlanjutan gerakan wakaf tunai di sekolah. Program ini efektif dalam meningkatkan literasi wakaf tunai, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mendorong budaya filantropi di kalangan pelajar. Kegiatan ini dapat dijadikan model penguatan edukasi wakaf tunai di sekolah Muhammadiyah lainnya