Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SPEKTRUM RESPONS MAHASISWA PADA MASALAH PERSAMAAN DIFERENSIAL Nendi, Fransiskus; Tamur, Maximus; Jehadus, Emilianus; Pantaleon, Kristianus Viktor; Murni, Viviana
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v6i1.3688

Abstract

Mahasiswa pada umumnya memiliki respons bervariasi terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien konstan non homogen. Spektrum respons diperlukan untuk mengetahui level pemahaman mahasiswa pada suatu masalah PD non homogen. Dalam literatur telah dijelaskan bahwa spektrum respon siswa dapat dipahami dengan berbagai cara. Meski demikian, penggunaan Taksonomi SOLO untuk memahami spektrum respon mahasiswa belum banyak dijelajahi. Sebagai upaya mengisi kesenjangan ini maka kami melakukan penelitian deskriptif kualitatif ini untuk mendeskripsikan spektrum respons mahasiswa terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien kontan non homogen berbasis taksonomi SOLO. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika yang memprogramkan mata kuliah persamaan diferensial (PD) tahun akademik 2020/2021. Seluruh subjek penelitian ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan yang setara pada mata kuliah ini. Masalah PD yang diberikan kepada subyek penelitian tentang PD non homogeny yang diselesaikan menggunakan metode koefisien tak tentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrum respons mahasiswa terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien kontan non homogen berbasis taksonomi SOLO, antara lain: mahasiswa menjelaskan masalah menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah arti, menggunakan beberapa informasi yang didapat melalui pembentuk solusi partikular, kemudian informasi tersebut untuk menyelesaikan masalah, memadukan penggalan-penggalan informasi yang terpisah untuk menghasilkan penyelesaian dari suatu masalah, memecahkan masalah secara bertahap, dan memberikan solusi masalah dengan benar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respons mahasiswa  terhadap masalah PD koefisien kontan non homogen berada pada tingkat relational
Dampak Self-regulation dan Self-efficacy Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Bedilius Gunur; Apolonia Hendrice Ramda; Gabariela Purnama Ningsi; Kristianus Viktor Pantaleon; Lana Sugiarti
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2023): RANGE Juli 2023
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v5i1.4763

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis sangat penting bagi siswa untuk dapat mengungkapkan ide atau pemikirannya terhadap masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP dengan self-regulation dan self-efficacy siswa tersebut. Populasinya adalah 120 siswa kelas VIII. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 60 siswa di SMP Fransiskus Xaverius Ruteng. Instrumen yang digunakan adalah tes untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis dan angket untuk mengukur self-regulation dan self-efficacy siswa. Ketiga instrumen tersebut sebelumnya telah dibuktikan validitas dengan uji Pearson Product Moment dan reliabilitasnya dengan uji Alpha Cronbach. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-regulation dan self-efficacy secara simultan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Analisis menunjukkan bahwa secara simultan kontribusi self-regulation dan self-efficacy terhadap kemampuan komunikasi matematis sebesar 24,6016% sedangkan sisanya sebesar 75,3984% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Nilai signifikansi antara self-regulation dan self-efficacy secara simultan pada kemampuan komunikasi matematis adalah 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara self-regulation dan self-efficacy secara simultan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Hal ini menyimpulkan bahwa siswa yang memiliki self-regulation dan/atau self-efficacy yang baik akan berdampak positif pada kemampuan komunikasi matematisnya.