Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP EFISIENSI USAHATANI PADI LAHAN RAWA DI KABUPATEN CIAMIS Agus Yuniawan Isyanto; Sudrajat Sudrajat; Saepul Aziz; Anisa Puspitasari
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.679 KB) | DOI: 10.25157/ma.v6i2.3541

Abstract

The study aims to determine:: (1) Efficiency of swamp rice farming in planting season I and II, (2) Differences in efficiency of swamp rice farming in planting season I and II,, and (3) actors that influence the efficiency of swamp rice farming. The study was conducted in Sukanagara Village, Lakbok Subdistrict, Ciamis District with a total sample of 41 farmers. The efficiency of swamp rice farming is analyzed using the R/C ratio, the difference in efficiency is analyzed using t test, and the factors that influence the efficiency of swamp rice farming are analyzed using multiple linear regression equations. The results showed that: (1) Farmers who achieved efficiency in swamp rice farming in planting season I were 35 people (85.36%), while in planting season II there were 41 people (100%), (2) There is a significant difference between the efficiency of swamp rice farming in planting season I and II, and (3) Land area, capital, education and planting season have a significant effect on the efficiency of swamp rice farming. While age, experience and the number of family dependents did not significantly influence the efficiency of swamp rice farming.
PELATIHAN MANAJEMEN USAHA BUDIDAYA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) DI POKDAKAN MINA GURAME LESTARI DESA UTAMA KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS Saepul Aziz; Anisa Puspitasari
Abdimas Galuh Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v3i2.6136

Abstract

Manajemen usaha budidaya perikanan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan budidaya. Salah satu hambatan adalah dalam manajemen budidaya ikan gurami yang belum teratur, sehingga banyak pembudidaya tidak mampu melanjutkan usahanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dalam manajemen usaha budidaya ikan gurami pada  kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Mina Gurame Lestari di Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan yaitu metode penyuluhan. kegiatan penyuluhan diikuti oleh 10 orang pembudidaya ikan gurami. Sebagian besar belum memahami manajemen budidaya ikan gurame dikolam plastic/ terpal dengan system budidaya instensif, semi intensif serta pemanfaatan fitofarmaka untuk pengobatan ikan. Setelah diakan penyuluhan pembudidaya telah mampu memahami manajemen budidaya ikan gurami dengan system budidaya intensif, semi intensif serta pemanfaatan fitofarkamaka untuk pengobatan penyakit ikan gurame.
PENGUATAN KAPASITAS PETANI KOPI DALAM PENANGANAN PASCA PANEN KOPI ROBUSTA DI DESA SAGALAHERANG KECAMATAN PAWANANGAN KABUPATEN CIAMIS Saepul Aziz; Agus Yuniawan Isyanto; Anisa Puspitasari
Abdimas Galuh Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v2i2.4053

Abstract

Desa Sagalaherang, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, merupakan daerah pegunungan dan perbukitan, termasuk dalam kategori dataran tinggi dengan ketinggian tempat 800-1.200 mdpl. Potensi yang dimiliki oleh Desa Sagalaherang di bidang perkebunan, yaitu perkebunan kopi robusta yang menjadi salah satu roda perekonomian dalam menopang kehidupan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi di lapangan bahwa aktivitas penanaman serta pengolahan kopi robusta di Desa Sagalaherang Kecamatan Panawangan menjadi penggerak perokononiam warga. Selain memiliki potensi, terdapat juga beberapa kendala yang dihadapi oleh para petani kopi, diantaranya yaitu belum memiliki sarana produksi pasca panen yang memadai, alat/mesin untuk proses produksi masih kurang, kelompok belum memiliki modal yang cukup, serta kesulitan dalam memasarkan secara langsung produk kopi robusta. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang penanganan pasca panen kopi robusta untuk diolah secara maksimal supaya dapat memberikan nilai tambah bagi petani.
STRATEGI BAURAN PEMASARAN USAHA TANI KOPI ROBUSTA MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi di Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis) Mochamad Arief Rizki Mauladi; Ane Novianty; Anisa Puspitasari
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i2.7399

Abstract

Ciamis Regency is one of the coffee-producing areas in West Java that has good potency for the development of local coffee. Suitable land conditions and the development of coffee shops in the downstream sector provide hope for farmers to produce coffee that is acceptable to a growing market. However, so far coffee marketing has only been done conventionally through intermediary traders which have been carried out for generations without the right marketing strategy following the conditions faced by farmers. This study aims to determine the 4P marketing mix strategy according to the conditions faced by farmers. The results of the study show that in the product marketing mix, the development of human resource capabilities is prioritized because good human resources can facilitate farming businesses to produce quality coffee beans. Then in the price marketing mix, coffee quality is prioritized because it is the most determining factor in the selling price of coffee. Then in the place marketing mix, distance from consumers is a priority factor because it can make coffee distribution more efficient. Meanwhile, in the promotion marketing mix, the coffee promotion event factor is prioritized because it can encourage local coffee to be better known by the public.
Pemanfaatan Pangan Lokal Jantung Pisang Kepok Dalam Peningkatan Produksi ASI Sri Heryani; Yudita Ingga Hindiarti; Kurniati Devi Purnamasari; Anisa Puspitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.482

Abstract

Pemberian ASI eksklusif masih menjadi tantangan di Indonesia dan dipengaruhi oleh produksi ASI serta pengetahuan ibu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jantung pisang kepok, sebagai sumber pangan lokal yang kaya vitamin, mineral, dan senyawa lactogogum, berpotensi meningkatkan produksi ASI melalui stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Literature review ini bertujuan mengidentifikasi bukti ilmiah mengenai efektivitas olahan jantung pisang kepok terhadap produksi ASI serta peran edukasi dalam meningkatkan praktik menyusui. Metode peninjauan dilakukan dengan menelaah artikel penelitian nasional yang relevan, termasuk studi quasi-eksperimen dan program pengabdian masyarakat yang mengevaluasi konsumsi olahan jantung pisang kepok serta edukasi pada ibu menyusui. Hasil peninjauan menunjukkan konsistensi temuan bahwa konsumsi jantung pisang kepok, baik dalam bentuk sayur maupun nugget, berkontribusi pada peningkatan produksi ASI, sementara kegiatan edukasi terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu terkait praktik menyusui. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian memiliki keterbatasan berupa ukuran sampel kecil, durasi intervensi pendek, dan metodologi yang belum homogen, sehingga menyebabkan variasi hasil. Literatur juga menunjukkan bahwa faktor sosial budaya dan dukungan keluarga masih menjadi kendala dalam keberhasilan ASI eksklusif. Secara keseluruhan, jantung pisang kepok berpotensi sebagai intervensi lokal yang murah, aman, dan mudah diakses untuk membantu produksi ASI, namun dibutuhkan penelitian dengan desain lebih kuat dan sampel lebih besar untuk memastikan efektivitasnya. 
Implementasi Deteksi Tumbuh Kembang Digital Dengan Model Sistem Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian Cerdas Skala Rumah Tangga Untuk Pencegahan Stunting Di desa Jajawar Kota Banjar Asri Aprilia Rohman; Arifah Septiane Mukti; Ratna Suminar; Anisa Puspitasari
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22010

Abstract

Mitra dalam program pengabdian ini adalah Kader Posyandu dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kahuripan yang berada di Desa Jajawar, Kota Banjar, Jawa Barat. Kedua mitra memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan balita dan penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis pekarangan. Permasalahan prioritas yang dihadapi meliputi: kapasitas kader yang masih terbatas dalam deteksi dini stunting, penggunaan metode manual yang berisiko salah interpretasi, rendahnya variasi pangan bergizi di tingkat rumah tangga, serta belum optimalnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan sehat dan berkelanjutan. Rencana kegiatan disusun untuk menjawab permasalahan tersebut melalui kombinasi solusi berbasis teknologi dan pemberdayaan, yaitu: (1) implementasi Kalkulator Deteksi Stunting untuk meningkatkan akurasi skrining pertumbuhan; (2) pelatihan kader dalam edukasi gizi, PHBS, dan komunikasi kesehatan; (3) pengembangan Pekarangan Gizi Keluarga dengan sistem pertanian cerdas; (4) pembangunan bioflok ikan sebagai sumber protein hewani; serta (5) pembuatan dan pengembangan produk PMT lokal berbasis pangan lokal.Metode pelaksanaan mencakup lima tahapan utama: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan intensif, dan evaluasi keberlanjutan. Seluruh kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa lintas disiplin (Keperawatan, Kebidanan, dan Agribisnis) untuk memastikan ketepatan teknis serta keberlanjutan praktik di lapangan.Target luaran yang ingin dicapai antara lain: meningkatnya kapasitas kader dalam deteksi digital dan edukasi kesehatan, terwujudnya 20 pekarangan gizi aktif, berfungsinya dua unit bioflok, terciptanya minimal empat produk PMT lokal, peningkatan konsumsi pangan bergizi keluarga, serta terbangunnya model integratif deteksi tumbuh kembang dan pertanian cerdas sebagai upaya pencegahan stunting. Selain itu, program ini menghasilkan luaran akademik berupa artikel ilmiah populer, video kegiatan, poster edukasi, dan dokumentasi JKEM mahasiswa.
Beyond short supply chains: A smart conservation-based model integrating digital systems and local wisdom in coffee agribusiness Mochamad Arief Rizki Mauladi; Muhamad Nurdin Yusuf; Anisa Puspitasari; Randie Andriawan; Fauzan Hamdan; Susilo Talidobe
Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture Vol 4 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/iijcc.v4i1.5323

Abstract

This study addresses the persistent challenge of aligning agribusiness practices with environmental conservation in coffee-producing regions, where conventional supply chain systems often fail to support ecological sustainability and marginalize local knowledge. While digitalization has been promoted as a solution to improve efficiency and transparency, its implementation frequently overlooks the socio-cultural context of smallholder farmers. At the same time, local wisdom—long recognized for its role in sustaining ecological balance—remains insufficiently integrated into modern agribusiness systems. This study aims to develop a conceptual framework that integrates digital supply chain systems with local wisdom to enhance conservation-oriented coffee agribusiness. A conceptual approach, supported by a structured literature review, is employed to critically analyze existing models of agribusiness, digital agriculture, and community-based conservation. The analysis reveals significant gaps in current approaches, particularly the lack of synergy between technological innovation and culturally embedded practices. In response, this study proposes the Smart Conservation-Based Coffee Agribusiness Model (SCCAM), which positions local wisdom as the foundational layer, supported by digital systems to improve transparency, market access, and sustainability incentives. The model emphasizes integrating farm-level practices, digital platforms, and market mechanisms to achieve both economic viability and environmental conservation. This study contributes to the development of interdisciplinary approaches in sustainable agribusiness by offering a novel framework that bridges technology and culture. The proposed model offers practical implications for policymakers, practitioners, and researchers in designing inclusive, conservation-oriented agribusiness systems.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Selasari dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Menuju Desa Bersih dan Berkelanjutan Rima Duana; Tiktiek Kurniawati; Anisa Puspitasari; Muhammad Zaki Rahman; Dwi Putrigarini; Komalasari Komalasari; Taufik Fauzi Rahman; Siti Nurlela
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22911

Abstract

Permasalahan sampah di Desa Selasari, Kabupaten Ciamis, didominasi oleh rendahnya kesadaran pemilahan di tingkat rumah tangga serta keterbatasan infrastruktur pengolahan, sehingga Bank Sampah Desa belum beroperasi secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pengelola bank sampah dalam mengelola sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menuju desa bersih dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi edukatif mengenai ekonomi sirkular, pelatihan teknis, serta penerapan teknologi tepat guna (TTG). Instrumen teknologi yang diterapkan terdiri dari satu unit mesin pencacah plastik tipe 30 dinamo dan sepuluh unit pipa PVC biopori untuk mereduksi sampah organik dan anorganik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah, bertambahnya jumlah relawan lingkungan, serta penguatan operasional Bank Sampah Desa melalui penyediaan alat pencacah. Keberhasilan program ini didokumentasikan melalui media massa elektronik dan platform video sebagai sarana edukasi publik. Simpulan dari kegiatan ini adalah penerapan teknologi tepat guna yang dibarengi dengan pendekatan partisipatif mampu mendorong kemandirian desa dalam pengelolaan lingkungan. Disarankan agar pemerintah desa terus mendampingi keberlanjutan operasional bank sampah dan memperluas jaringan kemitraan pemasaran produk daur ulang.
PENGARUH PROMOSI MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI KERIPIK KACA BELEDAG JAGARA DI DESA CITEREUP KECAMATAN KAWALI KABUPATEN CIAMIS) Ajis Asahid; Tiktiek Kurniawati; Anisa Puspitasari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.18842

Abstract

Pentingnya media sosial sebagai sarana promosi yang efektif untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, khususnya pada produk lokal.. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui penerapan promosi media sosial instagram yang dilakukan agroindustri keripik kaca Beledag Jagara, (2) mengetahui efektivitas promosi dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen agroindustri keripik kaca Beledag Jagara, dan (3) mengetahui pengaruh promosi melalui media sosial Instagram terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk agroindustri keripik kaca Beledag Jagara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian dengan pengolahan data hasil penelitian menggunakan pendekatan statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna media sosial khususnya pengikut dari akun instagram Beledag Jagara serta pernah membeli produk Beledag Jagara. pengambilan sampel menggunakan teknik convienence sampling dengan jumlah sebanyak 70 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana dan pengolahan data menggunakan software SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penerapan promosi media sosial instagram yang dilakukan agroindustri keripik kaca beledag jagara berada dalam kategori, proses keputusan pembelian konsumen agroindustri keripik kaca beledag jagara berada dalam kategori baik serta terdapat pengaruh positif dan signifikan antara promosi melalui media sosial instagram terhadap keputusan pembelian sebesar 54,2 %.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Produksi Nugget Ayam dan Jantung Pisang Kepok sebagai Inovasi Pangan Lokal untuk Mendukung Peningkatan Produksi ASI Sri Heryani; Yudita Ingga Hindiarti; Kurniati Devi Purnamasari; Anisa Puspitasari
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.820

Abstract

Introduction: Breast milk production plays a crucial role in supporting infant growth and immunity. One of the efforts to improve breast milk production is by optimizing the nutritional intake of breastfeeding mothers through the utilization of local food sources. Kepok banana heart (Musa paradisiaca) contains essential nutrients and natural lactagogue compounds that have the potential to stimulate prolactin and oxytocin hormones. This community service program introduces the innovation of chicken nuggets combined with kepok banana heart as an alternative nutritious local food product for breastfeeding mothers. Objective: The purpose of this community service was to empower breastfeeding mothers and health cadres through training on processing kepok banana heart into an innovative food product and to improve their knowledge, skills, and attitudes regarding local food utilization to support breast milk production. Method: This public service activity was conducted through several stages, including initial surveys, socialization, nutrition education, demonstration of processing techniques, hands-on practice, and evaluation. A total of 30 participants consisting of breastfeeding mothers and cadres took part in the program. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure changes in knowledge, skills, and attitudes. Result: The training resulted in a significant improvement in participants’ abilities. Knowledge increased by 41.25% (p < 0.001), skills increased by 26.06% (p < 0.01), and attitudes increased by 13.06% (p = 0.018). Participants were able to independently process kepok banana heart into chicken nugget products and demonstrated positive interest in adopting local food innovations. The program also initiated the formation of a nutrition education group and prepared several academic outputs such as modules, HKI drafts, and documentation. Conclusion: The community empowerment program effectively enhanced participants’ knowledge, skills, and attitudes in utilizing local food ingredients, particularly kepok banana heart, as a nutritious innovation to support breast milk production. The activity shows strong potential for sustainability and can be replicated in other communities to promote food-based interventions for maternal and child health.