Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Pakuhaji Munirah; Suwardiman; Kristina Everentia Ngasu
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 9 (2025): Menulis - September
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i9.638

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dijumpai di Indonesia maupun dunia. Hipertensi adalah suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Pakuhaji. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, dengan teknik purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 87 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan hasil p-value 0,000 < 0,05, sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan pola makan dengan kejadian hipertensi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Motivasi Berhenti Merokok Firda Amalia; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita sari
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): GJIK - FEBRUARI s/d JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i1.1204

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan yang memiliki daya merusak cukup besar terhadap kesehatan. Perilaku merokok juga di pengaruhi oleh tingkat pengetahuan, Pengetahuan tentang bahaya merokok merupakan sejauh mana seseorang mampu mengetahui dan memahami tentang bahaya yang dapat diakibatkan dari merokok. Upaya untuk mengatasi dampak merokok, dibutuhkan upaya berhenti merokok, upaya tersebut dipengaruhi dengan adanya motivasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi berhenti merokok. Desain Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Tehnik Sampel: Total sampling Jumlah Sampel: 114 orang. Analisa Data: Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil dan Kesimpulan: Berdasarkan dari hasil Uji Chi-square menunjukan p-value 0,248 lebih besar dari nilai kemaknaan ɑ=0,05 sehingga Ha ditolak dan Ho diterima yang memiliki arti tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan motivasi berhenti merokok.
HUBUNGAN PEMELIHARAAN DIRI DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KARAWACI BARU Anggraeni, Deta; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1477

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya hipoglikemia. Hipoglikemia dapat terjadi akibat ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan atau kurang optimalnya pemeliharaan diri (self-care). Kondisi ini, jika tidak segera ditangani, dapat mengakibatkan gangguan serius hingga kematian. Pemeliharaan diri yang baik, seperti pengaturan pola makan, aktivitas fisik teratur, pemantauan kadar gula darah, kepatuhan minum obat, dan perawatan kaki, sangat penting untuk mencegah hipoglikemia. Tujuan: Mengetahui hubungan pemeliharaan diri dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Karawaci Baru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Hasil:Sebagian besar responden memiliki pemeliharaan diri kurang baik (82,9%) dan mengalami hipoglikemia kategori kurang (64,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemeliharaan diri dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus (p-value = 0,000; p < 0,05).
HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA DENGAN PENYAKIT GAGAL JANTUNG KONGESTIF (CHF) Oktavia, Desri Viliyana; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1479

Abstract

Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan salah satu penyakit kronis yang berdampak serius terhadap penurunan kualitas hidup penderitanya. Rendahnya kemampuan pasien dalam mengelola diri (self care management) serta kurangnya dukungan keluarga merupakan faktor yang dapat memperburuk kondisi dan menurunkan kualitas hidup pasien CHF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care management dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada penderita gagal jantung kongestif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self care management dengan kualitas hidup dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,163 dan nilai signifikansi (p-value) 0,036. Selain itu, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,245 dan nilai signifikansi (p-value) 0,001.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP IMPLEMENTASI PERNAPASAN ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE (ACBT) DAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) Chaerani, Destia; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur puspitasari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1480

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis yang dapat membantu pasien PPOK adalah teknik pernapasan Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) dan batuk efektif. Namun, kurangnya pemahaman pasien menyebabkan implementasi teknik tersebut masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap implementasi pernapasan ACBT dan batuk efektif pada pasien PPOK. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan implementasi ACBT dan batuk efektif setelah diberikan edukasi (p < 0,05). Hal ini membuktikan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan kemampuan pasien PPOK untuk melakukan teknik tersebut dengan benar.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI Widiastuty, Devani Mutia; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1482

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai “the silent killer” karena tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awalnya. Kurangnya pengetahuan tentang gejala dan pengobatan yang tidak teratur, termasuk ketidakpatuhan dalam minum obat, menjadi tantangan besar dalam penatalaksanaan hipertensi dan dapat meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan: untuk mengkaji pengaruh edukasi kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (p-value = 0,001) dan kepatuhan minum obat (p-value = 0,001).
HUBUNGAN POLA HIDUP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS SUKATANI Suhriyah, Dedeh; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1483

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit infeksi menular kronis yang tidak mendapat perhatian serius di masyarakat dunia. Perhatian tidak serius pada perilaku perlindungan diri di masayarakat dan kurangnya perilaku hidup sehat menjadi penyebab tingginya kasus tuberkulosis. Tujuan : untuk mengetahui gambaran hubungan pola hidup dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita tb paru di Puskesmas Sukatani. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 126 responden dengan teknik pengambilan sampel teknik purposive sampling. Teknik analisa data yang digunakan berupa uji kolerasi Spearman Rank. Hasil: Uji Spearman Rank menghasilkan terdapat hubungan pola hidup dengan kualitas hidup penderita TB Paru dengan p-value= 0,002 dan ada hubungan dukungan keluarga dnegan kualitas hidup penderita TB Paru dengan p-value 0,016
PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN GARAM TERHADAP TINGKAT NYERI SENDI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS Mahmuda, Dede; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1484

Abstract

Gout arthritis merupakan peradangan sendi akibat penumpukan kristal asam urat yang menimbulkan nyeri hebat, terutama pada lanjut usia. Peningkatan kasus dipengaruhi pola makan tinggi purin, gaya hidup tidak sehat, dan kurangnya kesadaran akan penanganan non-farmakologis. Salah satu metode non-farmakologis, murah, dan aman adalah terapi rendam kaki air hangat dengan garam yang dapat memberikan efek vasodilatasi, meningkatkan sirkulasi darah, serta membantu mengurangi nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat dengan garam terhadap tingkat nyeri sendi pada penderita gout arthritis. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan kuantitatif desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05) pada semua hari perlakuan, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.