Articles
TRADISI PEGI TEPAT MASYARAKAT DESA TALANG PETAI KABUPATEN MUKOMUKO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Mirdad, Jamal;
Ikhlas, Al
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Batusangkar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (593.908 KB)
|
DOI: 10.31958/juris.v17i2.1176
Pilgrimage tradition in Indonesia is a phenomenon that has not been eradicated by the times. The more modern and sophisticated technology, the more pilgrims come. In each city and region there are many people who cult certain graves to the point that the tomb can solve their problems. The tradition of the grave pilgrimage or the term in Mukomuko Regency is "pegi tepat." It is a traditional practice carried out every year. Many practices that come from outside the teachings of Islam even there are deviations from the teachings of Islam itself such as: prostration on the grave, asking for healing, enliven the grave and combining between tradition and religion.
LAKSAMANA CHENG HO (JEJAK MUSLIM CHINA DI NUSANTARA)
Mirdad, Jamal;
Putra, Benny Agusti
Hadharah Volume 15, No. 1, Juni 2021
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini mengkaji tentang peran Laksamana Cheng Ho serta jejak muslim China di Nusantara. Pemasalahnnya adalah dalam pelayaran yang dilakukan oleh Laksamana Cheng Ho beserta armadanya ke Nusantara, pada dasarnya untuk hubungan politik dengan wilayah-wilayah di jalur perdagangan termasuk Nusantara. Namun dampak yang ditinggalkan dalam pelayaran tersebut, apakah dalam bidang politik saja? atau berdampak ke pada aspek lainnya? kemudian apa saja jejek peninggalan Laksamana Cheng Ho di Nusantara?. Metode yang digunakan untuk mencari jawaban dalam permasalah ini adalah metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan penelitan Sejarah (historis) dengan menempuh empat tahap yaitu: heuristik, kritik sumber, interprettasi dan historiografi. Dengan temuan bahwa penjelajahan yang dilakukan oleh Laksamana Cheng Ho tidak hanya berdampak dalam bidang politik saja, namun juga berdampak pada pembentukan komunitas muslim China di beberapa daaerah Nusantara, bahkan peninggalannya dianggap sebagai bentuk toleransi dan akulturasi budaya di Nusantara seperti halnya masjid dan kelenteng.
MENGULIK KONSEP NEGARA MENURUT PEMIKIR ISLAM PERIODE KLASIK, PERTENGAHAN, DAN MODERN
Dian Pertiwi;
Jamal Mirdad;
Mami Nofrianti
AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Vol 6, No 2 (2021): Vol 6, No 2 Tahun 2021: Juli
Publisher : Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/imr.v6i2.4980
Abstract: Islam as a religion that comes from Allah does not only talk about the problems of ubudiyah and the hereafter, but also talks about various aspects of life, including governance. However, it is recognized that it is strictly and clearly not found the concept of government or caliphate in Islam, let alone the concept of the state in the sense of nation-state. Understanding the concept of the state will feel more complicated when we include various points of view and perspectives. Because the order to establish a state will not be found in the literature of the Holy Qur'an and the Hadith of the Prophet. However, when we want to know the organs of this country, we find many in the Al-Quran and Hadith. Islam is a cooperative religion, discussing all issues, both ukhrawi and worldly problems. From this worldly discussion, it will definitely discuss constitutional issues including discussing the issue of the concept of the state according to Islam. The purpose of this research is to add and enrich the knowledge about the state as a positive side.Keywords: Concept, State, Islamic Scholar
MASJID SEBAGAI PUSAT PERLAWANAN TERHADAP KOLONIALISME BELANDA (STUDI KASUS: MASJID KERAMAT PULAU TENGAH KERINCI)
Jamal Mirdad
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Tsaqofah & Tarikh
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.892 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v4i1.2203
Semenjak kedatangan Islam ke Kerinci, masjid sudah memiliki posisi penting, ia tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, melainkan mempunyai multifungsi yang digunakan oleh para ulama dan umat Islam di Kerinci. Pada Awal Abad ke-20 merupakan puncak dari Kolonialisme Belanda di Indonesia, hampir disetiap penjuru wilayah Indonesia dijajah oleh Belanda termasuk wilayah Kerinci, untuk merespon kedatangan Belanda tersebut, ulama dan masyarakat Kerinci di sekitar Pulau Tengah menjadikan Masjid Keramat sebagai pusat perlawanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan pendekatan metode penelitian sejarah, dengan ditemukan bahwa Masjid Keramat adalah pranata terpenting bagi masyarakat Kerinci, sehingga Masjid Keramat dijadikan pusat perlawanan yang berupa: tempat musyawarah, benteng pertahanan, tempat pembekalan para lasykar dan pembekalan ilmu agama.
KEBUDAYAAN DAN WISATA SEJARAH: EXSISTENSI OBYEK SEJARAH TERHADAP PERKEMBANGAN WISATA DI PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR
Jamal Mirdad;
Busatmin Bustamin;
Desma Rustika A
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 10 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.59 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v10i2.307
Indonesia is one of the countries that have the best tourist destinations in the world. This reality is supported by its natural wealth and various cultures. So that Indonesia is not only popular for its natural beauty but also for its historical tourist destinations. The crowning of Nagari Tuo Pariangan as the most beautiful village in the world by Travel Budget is proof of the existence of historical tourism in Indonesia. The purpose of this paper is to analyze Culture and Historical Tourism: The Existence of Historical Objects on Tourism Development in Pariagan, Tanah Datar Regency. This paper uses a qualitative descriptive approach, then analyzed using Creswell Analysis. The results showed that in Nagari Pariangan there are several historical tourism objects, but there are four popular objects including the long grave, Ishlah Mosque, Nasurek Stone, and Balai Saruang which greatly affect the existence of tourism development in Nagari Pariangan. On the policy side, the Regional Government supports the development of culture and history-based tourism, although not maximally.
TRADISI ZIARAH KUBUR: MOTIF DAN AKTIVITAS PENZIARAH DI MAKAM YANG DIKERAMATKAN
Jamal Mirdad;
Helmina Helmina;
Iril Admizal
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 12 No. 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/khazanah.v12i1.643
This article examines the activities and motives of pilgrims at the Grave Pilgrimage Tradition ceremony at the Mausoleum of Puyang Muaro Danau, Mande Rubiah and Sheikh Burhanuddin. The tradition of visiting the grave is a tradition that has existed for a long time, even indications that this tradition existed before the arrival of Islam. Although eras and times have changed, the tradition of visiting the graves has not been eroded by the times, the interest and intention of pilgrims to visit the existing tombs continues and is even more crowded. The method used in this research is a field research method with a qualitative-descriptive approach, the data collection tools are participatory observation, interviews and document studies. With the finding that the tradition of visiting the graves, both the activities and the motives of the pilgrims to several tombs were found to be different.
POLA PERLAWANAN KAUM ADAT DAN ULAMA DI KERINCI DALAM MENGHADAPI KOLONIALISME BELANDA
Jamal Mirdad;
Mami Nofrianti
Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Vol. 23 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Tabuah : Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.37 KB)
|
DOI: 10.37108/tabuah.vi.219
Masyarakat Kerinci sebelum kedatangan Belanda mempunyai dua pola kepmimpinan yaitu kaum adat dan ulama, mereka mempunyai peran signitifikan di tengah masyarakat Kerinci dalam menyusun serta menerapkan peraturan-peraturan yang ada. Kedatangan Kolonialisme ke Kerinci dianggap merusak struktur dan tatanan masyarakat, sehingga kaum adat dan ulama melakukan pergerakan anti penjajahan dengan berbagai bentuk dan pola perlawanan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif analisis, dengan temuan bahwa perlawanan kaum adat dipimpin oleh Depati Parbo dengan strategi bergerilya dan membangun benteng di berbagai tempat di wilayah kerinci dengan dibantu oleh depati yang lainnya. Komunikasi yang intens antar Depati dilakukan oleh kaum adat dalam membentuk pertahanan. Sedangkan perlawanan ulama dipimpin oleh H. Ismael di Pulau Tengah, perlawanan kaum ulama menggunakan justifikasi agama dengan menjadikan masjid Keramat sebagai poros utama dan pusat pergerakan perlawanan terhadap Belanda, strategi yang digunakan adalah perang secara terbuka dengan mendirikan benteng di berbagai titik di Pulau Tengah.
WACANA RELIGIO-INTELEKTUAL ABAD 20: DINAMIKA GERAKAN KAUM TUO DAN KAUM MUDO DI MINANGKABAU
Mami Nofrianti;
Jamal Mirdad
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 8, No. 16, Juli-Desember 2018
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.493 KB)
|
DOI: 10.15548/khazanah.v0i0.73
Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika gerakan kaum tuo dan kaum mudo di Minangkabau pada abad 20. Tulisan ini bercorak penilitian kepustakaan (library research), dengan mengumpulkan, membaca, dan menelaah buku-buku yang ada kaitannya dengan pembahasan ini. Minangkabau menghadapi pembaharuan yang memunculkan kegelisahan dan kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat Minang. Kondisi sikap keberagamaan dan tradisi yang sudah turun temurun yang tidak dapat dirubah kembali mendapat tantangan dari kelompok pembaharu. Reaksi terhadap penyebaran pembaharuan di Minangkabau datang dari kalangan adat dan dari kalangan agama yang bersifat tradisi (kaum tuo). Pertentangan antara kaum tuo dan kaum mudo berkembang menjadi polemik-polemik dan perdebatan-perdebatan terbuka. Hal ini berakibat pada terjadinya polarisasi kehidupan beragama dalam masyarakat Minangkabau, termasuk kalangan-kalangan ulama itu sendiri.
Perkembangan Museum Kerinci (Tinjauan Historis)
Arki Aulia Hadi;
Jamal Mirdad
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/ishlah.v3i1.65
This paper aims to explain the history and development of the Kerinci Museum. Kerinci Museum is one of the museums on the prop. Jambi and is a state museum which is located outside the capital city of Jambi province, precisely in Kab. Kerinci. The research method in this paper uses historical research methods, namely heuristics (source collection), source criticism, synthesis (data analysis), historiography (writing). The results showed that the Kerinci Museum was built to maintain the values and culture of the Kerinci community, both in the form of Cultural Heritage Objects (BCB) as well as customs and traditions. The early Kerinci Museum was founded and experienced obstacles, such as conflicts over land which still belonged to residents and the construction site. The Kerinci Museum construction process went through three stages. After being founded, this museum experienced another problem, namely the very minimal collection. Until this research was completed, the Kerinci Museum was still looking for objects suspected of being cultural heritage to be used as collections.
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA NON MUSLIM DI NEGARA ISLAM MENURUT AL-MAUDUDI
Aldi Putra;
Zainuddin Zainuddin;
Jamal Mirdad
JISRAH: Jurnal Integrasi Ilmu Syariah Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.354 KB)
|
DOI: 10.31958/jisrah.v2i1.2869
Tulisan ini mengkaji tentang konsep warga negara serta hak dan kewajiban warga negara non muslim di negara Islam menurut Al-Maududi. Tujuan dari artikiel ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pandangan Al-Maududi tentang konsep warga negara serta hak dan kewajiban warga negara non muslim di negara-negara Islam.Permasalahan yang dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana pandangan tokoh Islam Al Maududi terhadap suatu negara Islam yang terdiri dari masyarakat yang yang berbeda dari segi agama?, bagaimana posisi hak dan kewajiban dalam bernegara?. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research), dengan temuan bahwa dalam Negara Islam menurut Al Maududi tidak adanya diskriminasi terhadap non muslim yang berada di Negara Islam, baik itu berupa perlindungan terhadap hidupnya, hartanya,dan kehormatannya, perlindungan terhadap kebebasan pribadi, kebebasan menyatakan pendapat dan berkeyakinan, serta terjamin kebutuhan pokok hidupnya dan hak-hak lainnya.