Onin Najmudin
Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Budaya Kerja Masyarakat Jepang bagi Siswa SMK Yadika 13 Bekasi Onin Najmudin; Elli Rahmawati Zulaeha; Ani Sunarni; Novita Puspahaty; Shabrina Rahmalia
Acitya Bhakti Vol 2, No 1 (2022): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v2i1.13216

Abstract

Kemampuan memahami budaya merupakan modal berharga agar dapat berinteraksi dan beradaptasi dengan komunitas masyarakat tersebut. Kegiatan berupa pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang budaya kerja masyarakat Jepang kepada siswa/I SMK Yadika 13 Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/I dari empat jurusan yang berbeda, di antaranya: (1) Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomatis (TKRO), Jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), dan Jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL). Metode yang digunakan antara lain: (1) materi tentang budaya kerja di perusahaan Jepang, (2) serba serbi Jepang, dan (3) kesempatan bekerja di Jepang. Hasil dari kegiatan ini tampak pada munculnya antusiasme siswa SMK Yadika 13 untuk bekerja di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia maupun bekerja di Jepang. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada munculnya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang berhubungan dengan Jepang.
Relevansi Kurikulum STBA-JIA dengan Dunia Kerja Yusnida Eka Puteri; Elli Rahmawati Zulaeha; Onin Najmudin
Ennichi Vol. 2 No. 1 (2021): Ennichi
Publisher : STBA JIA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap perguruan tinggi pasti berupaya mencetak lulusan berkompeten yang mempunyai daya saing untuk berkiprah di berbagai bidang sesuai ilmu dan keterampilan yang dimilikinya. Namun, sering terjadi kesenjangan di lapangan antara kemampuan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja disebabkan kualitas lulusan perguruan tinggi yang tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara kemampuan lulusan dengan jenis pekerjaan yang mereka tekuni pada berbagai perusahaan di kawasan industri khususnya manufaktur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket kepada lulusan Prodi Jepang dari berbagai angkatan melalui Google-form. Hasil penelitian menunjukkan tingkat relevansi yang tinggi antara kurikulum dengan bidang pekerjaan lulusan. Data menunjukkan angka keterserapan lebih dari 70% lulusan bekerja di perusahaan Jepang. Keterampilan yang mereka dapatkan melalui perkuliahan sangat membantu para lulusan dalam melakukan pekerjaannya dengan baik. Kemampuan bahasa Jepang mereka cukup dapat teraplikasi secara lisan dan tulisan. Kata kunci: kurikulum, lulusan, industri manufaktur, dunia kerja
Pelesapan Unsur Kalimat Bahasa Jepang dalam Materi Chuujoukyuu Dokkai Aam Hamidah; Shabrina Rahmalia; Onin Najmudin
Jurnal Bahasa Asing Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.325 KB) | DOI: 10.58220/jba.v15i1.2

Abstract

Membaca adalah aktivitas yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari baik sengaja atau tidak sengaja, seperti membaca sebuah berita, pengumuman, sebuah petunjuk dan lain lain. Menurut Tarigan membaca adalah sebagai suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata kata /bahasa tulisan. Dalam memahami suatu kalimat atau suatu bacaan, khususnya kalimat bahasa jepang, banyak faktor-faktor yang yang harus dipahami yaitu kemampuan memahami kosakata, kanji, pembentukan kata, sintaksis dan lain-lain. Dalam tataran bidang linguistik, sintaksis adalah ilmu yang membahas tentang Unsur-unsur kalimat, secara umum dalam pembentukan kalimat yaitu terdiri dari Subjek, Predikat, Objek, kata keterangan. Sutedi mengemukakan bahwa unsur kalimat dalam bahasa Jepang Secara garis besar terdiri dari; (1) subjek (主語) (2) Predikat (述語) 3. Objek (対象語) (4) keterangan(状況語)5. Modifikator (修飾語)5. konjugasi(接続後 (Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang: 73). Dalam suatu bacaan adakalanya unsur-unsur kalimat tersebut hilang atau ada pelesapan (ellipsis), dalam bahasa jepang pelesapan ini disebut shouryakugo(省略語)。Dalam KBBI pelesapan adalah penghilangan unsur (subjek, predikat, objek, keterangan pada sebuah struktur secara sengaja untuk mengefektifkan kalimat, sebab unsur itu sama dengan yang ada pada struktur yang lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Kalimat –kalimat bahasa Jepang yang mengandung unsur pelesapan/elipsis dalam buku materi pelajaraan kemahiran membaca tingkat memengah (中上級 読解). Metode penelitian ini adalah metode kwalitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kalimat yang mengalami pelesapan adalah 41 unsur kalimat dengan penjelasan sebagai berikut; 1). Pelesapan bagian kalimat yang menyatakan nomina topik 15 buah. 2). Pelesapan bagian kalimat yang menanyatakan klausa ada 26 buah. 3). Pelesapan bagian kalimat yang menyatakan nomina subjek ada satu buah. 4). Pelesapan unsur kalimat yang menunjukkan predikat verba ada satu buah.
Analisis Jukugo Kanji Berakhiran 人、家、者、師、員、長 yang Menyatakan Profesi Rosi Novisa Syarani; Aam Hamidah; Rahayu Aprilianti; Onin Najmudin
Jurnal Bahasa Asing Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.864 KB) | DOI: 10.58220/jba.v15i2.27

Abstract

Penelitian ini akan membahas mengenai jukugo yang merupakan bagian dari pembelajaran kanji. Jukugo merupakan penggabungan dari dua sampai empat kanji yang memiliki makna tersendiri, salah satunya adalah nijijukugo berakhiran 人、家、者、師、員、長 yang menyatakan profesi . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembentukan dan hubungan makna antar jukugo berakhiran 人 、 家 、 者 、 師 、 員 、 長 yang menyatakan profesi. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini diketahui dari 23 data jukugo kanji yang ditemukan memiliki pola pembentukan endocentric combination (kombinasi endosentris) dengan 2 jenis ditemukan yaitu nomina+suffixal sebanyak 16 data, sedangkan jenis verba+suffixal sebanyak 7 data.. Sedangkan 23 data jukugo kanji yang ditemukan memiliki hubungan antar makna dengan pola ke- 4 yaitu hubungan makna jukugo tersebut adalah huruf pertama /di depan menerangkan arti huruf di belakang sebanyak 9 data, juga pola ke- 8 yaitu hubungan makna jukugo tersebut adalah huruf di belakang menambahkan bermacam-macam arti terhadap huruf di depannya sebanyak 14 data.
Peningkatan Pemahaman Budaya Kerja Masyarakat Jepang bagi Siswa SMK Yadika 13 Bekasi Onin Najmudin; Elli Rahmawati Zulaeha; Ani Sunarni; Novita Puspahaty; Shabrina Rahmalia
Acitya Bhakti Vol. 2 No. 1 (2022): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v2i1.13216

Abstract

Kemampuan memahami budaya merupakan modal berharga agar dapat berinteraksi dan beradaptasi dengan komunitas masyarakat tersebut. Kegiatan berupa pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang budaya kerja masyarakat Jepang kepada siswa/I SMK Yadika 13 Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/I dari empat jurusan yang berbeda, di antaranya: (1) Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomatis (TKRO), Jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), dan Jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL). Metode yang digunakan antara lain: (1) materi tentang budaya kerja di perusahaan Jepang, (2) serba serbi Jepang, dan (3) kesempatan bekerja di Jepang. Hasil dari kegiatan ini tampak pada munculnya antusiasme siswa SMK Yadika 13 untuk bekerja di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia maupun bekerja di Jepang. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada munculnya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang berhubungan dengan Jepang.
Pemahaman Aksara Jepang Dasar melalui Shoudo Rainhard Oliver Hoftman; Beby Fitri Xaviera; Elli Rahmawati Zulaeha; Onin Najmudin
Acitya Bhakti Vol. 3 No. 2 (2023): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v3i2.30319

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah ini bermula dari banyaknya acara-acara kejepangan di sekolah-sekolah. Acara tersebut mengangkat budaya Jepang seperti anime, cosplay, film Jepang, dan masakan Jepang. Dari kondisi tersebut terlihat bahwa keingintahuan tentang budaya Jepang disekitar kampus sangat besar. Ditambah lagi dengan meningkatnya industri Jepang di sekitar wilayah Bekasi, seiring dengan meningkatnya penjualan makanan bernuansa kejepangan.  Untuk mengakomodir kondisi tersebut diadakanlah pengabdian penulisan huruf Jepang melalui shoudo atau kaligrafi Jepang. Dengan kegiatan ini diharapkan para siswa yang mempunyai keingintahuan untuk belajar Jepang, mempunyai pijakan yang kuat dengan menguasai huruf-huruf Jepang. Dalam mempelajari bahasa Jepang, huruf mempunyai peranan penting. Huruf-huruf bahasa Jepang adalah hiragana, katakana dan kanji. Kesemua huruf tersebut wajib dikuasai dalam mempelajari bahasa Jepang. Dalam shodou huruf-huruf tersebut dipakai untuk mengekspresikan keindahan aksara Jepang. Kata-kata seperti gunung・ yamaå±±, air・ mizu 水, dan tanah ・tsuchi 土merupakan bentuk-bentuk kanji sederhana yang dipergunakan dalam PkM ini. Siswa-siswi yang mengikuti PkM ini berjumlah 30 orang dibagi menjadi 6 kelompok. Hasil dari penulisan aksara Jepang, dipresentasikan di depan kelas, memaparkan kesulitan dalam penulisan melalui shoudou. Antusias mereka terlihat ketika pembelajaran berlangsung huruf-huruf yang mereka tulis, ditulis berulang-ulang sampai mereka benar-benar mengetahui dengan baik. 
ANALYSIS ON THE DIFFERENCES IN EFL LEARNERS’ DEMOTIVATING FACTORS AFTER COVID 19 PANDEMIC Reza Anggriyashati Adara; Onin Najmudin
Ta'dib Vol 23, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v23i2.2373

Abstract

Abstract: The change in the learning environment as what happen ed in the aftermath of COVID 19 pandemic can lead to learners’ demotivation. The present study aims to analyze how COVID 19 pandemic can affect the differences in demotivation factors of a group of EFL learners. Therefore, a set of questionnaires were   distributed before and during COVID19 pandemic. In addition, semi-structured interviews were conducted to gain deeper insights on the matter. The results suggest significant differences in demotivational factors that affect the respondents before and after COVID19 pandemic. Before the pandemic, inadequate school facilities were the most demotivating factor. After the pandemic, test scores become the most demotivating factor among the respondents. However, teachers’' related factors and learning materials still relatively affect the respondents after the pandemic. Besides, online learning was found to be one of the demotivational factors among the respondents as they feel deprived from real life inter-action and burdened with lack of stable internet connection and suitable gadgets for online learning. The results suggest that changing the learning environment can affect learners’ demotivation and motivation. Thus, it seems imperative for the teachers to be able to adapt their approach and materials to suit changing conditions especially during the pandemicAbstrak: Perubahan lingkungan belajar yang terjadi pasca pandemi COVID 19 dapat menyebabkan penurunan motivasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pandemi COVID 19 dapat mempengaruhi perbedaan faktor demotivasi pada kelompok peserta didik EFL. Oleh karena itu, serangkaian kuesioner dibagikan sebelum dan selama pandemi COVID19. Selain itu, wawancara semi-terstruktur dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada faktor demotivasi yang mempengaruhi responden sebelum dan sesudah pandemi COVID19. Sebelum pandemi, fasilitas sekolah yang tidak memadai merupakan faktor yang paling menurunkan motivasi. Setelah pandemi, skor tes menjadi faktor yang paling mendemotivasi responden. Namun, faktor guru dan materi pembelajaran masih relatif mempengaruhi responden setelah pandemi. Selain itu, pembelajaran online ditemukan sebagai salah satu faktor demotivasi di kalangan responden karena mereka merasa kehilangan interaksi di kehidupan nyata dan dibebani dengan kurangnya koneksi internet yang stabil dan gadget yang sesuai untuk pembelajaran online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengubah lingkungan belajar dapat mempengaruhi motivasi dan motivasi peserta didik. Oleh karena itu, sangat penting bagi para guru untuk dapat menyesuaikan pendekatan dan materi mereka agar sesuai dengan kondisi yang berubah terutama selama pandemi